FOR MY BELOVED CHINGU, NAE BEST FRIENDS ^0^

sebenernya ini notes gw yang ada di facebook, gw pingin publish aja di blog ini ^^
agak gimanaaaa gitu, soalnya ini note rada2 menyedihkan! gw aja sampe mewek pas nulis ini😦
cekidot aja dah,,,

FOR MY BELOVED CHINGU, NAE BEST FRIENDS ^0^

 

Annyeong ^^

 I Dream High nan kkumeul kkujyo
Himdeul ttaemyeon nan nuneul gamgo
Kkumi irweojineun geu sunganeul
Gyesok tteoollimyeo ireonajyo

Ku harap saat membaca tulisan ini kalian sudah mulai untuk merangkai asa kembali. Yah, meskipun aku sendiri agak sulit untuk bangkit. Kalian tahu kenapa? Karena tahun ini adalah tahun terberat bagiku. Mungkin kalian juga merasa begitu.

Awal tahun ini aku merasa semua cita-cita dan impian kita bisa menjadi nyata. Perlahan-lahan pintu itu mulai terbuka. Beberapa diantara kita direkomendasikan untuk menjadi mahasiswa undangan. Dan Aku tahu, ini adalah peluang besar bagi kita untuk menyandang predikat sebagai seorang mahasiswa. Sebuah peluang yang memberi kita kesempatan lebih!

Tapi hal itu tinggallah mimpi. Jujur, aku iri dengan teman-teman kita yang lebih dahulu melangkah ke PTN. Aku tahu, kalian juga merasakan hal yang sama. Masih kuingat dengan jelas saat-saat kita mendaftar SNMPTN waktu itu. Sebenarnya kita tidak pernah membayangkan untuk ikut ujian SNMPTN kan? Karena kita terlalu berharap dengan program PMDK. Kutahu ini sangat berat bagi kalian, dan tentunya juga bagiku. Waktu itu ingin rasanya kuputar waktu agar aku bisa memilih jurusan dengan Passing Grade terendah agar aku bisa lulus PMDK. Tapi kutahu, mimpi kita tak bisa ditinggalkan begitu saja. Aku lebih memilih jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea yang hanya ada di Universitas Indonesia ketimbang jurusan lain di Universitas lokal. Kenapa? Karena itu cita-citaku. Hal yang kuimpikan setiap malam. Hal yang selalu kuucapkan disetiap sujudku. Hal yang  ingin ku wujudkan dalam hidupku. Aku juga tahu bagaimana cita-cita kalian. Aku tahu, kita sama-sama ingin merantau ke pulau Jawa. Aku tahu, Erina Putri Sasongko ingin sekali menjadi guru dan Ia lebih memilih Universitas Pendidikan Indonesia. Karena menurutnya UPI adalah Universitas terbaik dalam hal pendidikan keguruan. Dan itu adalah sebuah cita-cita! Aku juga tahu kalau seorang Rezie Novina ingin sekali menginjakkan kaki di Institut Teknologi Bandung. Karena apa? Karena itu adalah cita-citanya. Ia ingin ke Korea, sama sepertiku. Di ITB mungkin akan lebih mudah untuk mencari celah ke luar negeri. Dan satu lagi, ini adalah cita-citanya! Aku juga tahu persis bagaimana teguhnya seorang Latifah Putri Azhari memilih Universitas Pendidikan Indonesia saat PMDK dulu. Sama seperti Putri, Ia juga ingin menjadi seorang guru. Dan inilah cita-citanya selama ini! Aku juga tahu bagaimana bimbangnya seorang Ezy Zurriyati dalam memilih jurusan waktu itu. Kutahu hati kecilnya ingin masuk Universitas Indonesia, sama seperti impianku. Tapi orangtuanya berkata lain, dan kita tahu bahwa orangtua adalah segalanya. Waktu itu bisa kurasakan bahwa seorang Ezy merasa kebimbangan yang amat parah dalam dirinya. Finally, impian itu harus direlakan untuk pergi, dan aku tahu bahwa itu sangat berat. Karena itu cita-citanya! Saat Silvia Elisa  memilih jalan hidupnya sendiri, aku merasa bahwa kita harus mencari alternatif lain diluar cita-cita masing-masing. Silvi telah memastikan satu kursi untuk kehidupan perkuliahannya nanti, disaat kita masih terombang-ambing dengan ujian SNMPTN yang amat menguras emosi. Huft, ini memang berat. Tak hanya berat bagiku, tapi juga untuk kelima temanku yang lainnya. Tapi kini aku bisa berbangga hati. Karena salah satu dari kita telah memastikan satu kursi untuk masa depannya. Vici Maises telah melalui satu tahapan ini. Dan untuk hari esok dan seterusnya, tinggal kita berlima yang harus berusa melebihi usaha orang lain!

Aku tahu, ini sangat berat bagi kita semua. Tak mudah untuk bangkit disaat-saat seperti ini. Aku sendiripun mengakuinya. Jujur, aku bukanlah orang yang gampang untuk berputus asa. Bagiku tak ada yang tak mungkin jika Allah telah mengatakan KUN! Tapi saat ini kurasa amat berbeda. Rasanya semua target yang telah kususun dengan rapi berantakan seketika. Persis di tanggal 29 Juni, penghujung bulan yang kelabu bagiku. Kalian masih ingat dengan Mahasiswa IPB yang menuliskan 100 targetnya di masa depan? Ya, itu salah satu motivasiku untuk memilih Institut Pertanian Bogor saat SNMPTN lalu. Tapi kenyataan memang tak berpihak padaku. Semua target yang kutuliskan dalam secarik kertas itu perlahan harus kuhapus secara permanen! Ahhh mungkin yang ada dalam benak kalian saat ini adalah “Kenapa keberuntungan tak pernah menghampiri kita?” Kalimat yang selalu menghantui kita saat ini. Dan Aku tahu bahwa ini adalah masa-masa tersulit bagi kita.

Aku harus merelakan Korea untuk saat ini. Padahal kalian tahu kan? Korea sudah kurancang sejak dulu, bahkan saat kita masih di bangku SMP. Berat, sungguh berat. Beban ini terasa amat berat hingga aku tak sanggup untuk menopangnya. Bagaimana bisa Aku melupakan sesuatu yang terus kupikirkan setiap hari? Bagaimana bisa Aku merelakan sesuatu yang kuidam-idamkan? Bagaimana bisa hal ini terjadi? Kalian tahu kan, kalau Aku dan Korea adalah suatu adonan yang tak bisa dipisahkan. Melupakan Korea bagiku sama halnya dengan menghancurkan molekul-molekul kimia yang saling berikatan!

Tapi Aku tahu, kalian tak kalah frustasinya denganku. Tak mudah bagi kita untuk melalui semua ini. Saat teman-teman kita yang lainnya berbangga hati karena lulus SNMPTN, kita justru memutar otak untuk mencari alternatif lain. Saat yang lainnya telah mendaftar ulang di Universitas masing-masing, kita baru akan memulai pendaftaran di tempat lain. Saat teman-teman yang lain telah bersantai menunggu hari perkuliahan, kita masih disibukkan dengan rencana dan rencana. Kita masih dihantui perasaan was-was dan perasaan pilu karena ini bukan cita-cita kita!

Memang, ini bukanlah akhir dari segalanya. Tapi bagiku untuk menatap hari esok tenagaku mungkin sudah tak cukup lagi. Aku sudah lelah berjalan, dan nyatanya perjalanan kita masih panjang. Aku sudah lelah untuk berharap, yang nyatanya semua harapan kita selama ini harus berakhir dengan tangisan. Aku sudah lelah untuk mencoba, karena setiap jalan yang kita coba selalu dipenuhi kerikil. Aku sudah lelah untuk bermimpi, yang pada akhirnya harus berujung dengan SAD ENDING. Chingudeul, aku sudah lelah. Bagaimana dengan kalian? Apa kalian juga lelah?? Kuharap kelelahan kita hanya berlangsung sementara. Saat nanti kita mendapat minuman pelepas dahaga, mungkin kita telah siap untuk melanjutkan perjalanan lagi. Saat diperjalanan berikutnya, kita harus berusaha diatas usaha orang lain, agar keberuntungan itu mulai mendekati kita. Kita harus meyakinkan diri bahwa kita bukanlah orang-orang bodoh yang tak lulus ujian. Kita hanya kurang beruntung ditengah kemujuran orang-orang disekitar kita. Kita harus sampai di tujuan dengan selamat, okey?! Mulai saat ini persiapkan bekal kalian untuk menempuh perjalanan panjang berikutnya. Pasti ada banyak kerikil yang akan kita hadapi dalam perjalanan nanti. Dan Aku harap, Aku dan NAE BELOVED CHINGU bisa mengatasinya. Kuharap kita bisa merangkai asa kembali dan berusaha untuk merajut impian kita masing-masing. Diperjalanan nanti, jangan lupakan Aku. Selalu ingat saat-saat kita bersama. Saat kita belajar sampai malam demi menghadapi SNMPTN. Saat-saat kita mengikuti ujian bersama. Saat-saat kita saling menguatkan satu sama lain. Dan kuharap, saat-saat seperti itulah yang akan membawa kita pada pelabuhan terakhir nanti…..Chingudeul Hwaiting!!!! SARANGHAE CHINGUDEUL!!! SARANGHNDA! JEONGMAL SARANGHANDAMYEON!

             Kurasa persahabatan kita seperti SUPER JUNIOR, mereka sudah saling kenal lebih dari 5 tahun. Dan kita? Sudah 6 tahun kita saling mengenal. Kuharap kita bisa seperti SUPER JUNIOR yang selalu bersama dan saling mengisi satu sama lain…Neo Gatteun Saram Tteo Eobsseo Nae Chingu-ya! Still Hope Is A Dream That Doesn’t Sleep…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s