Single Pitching or Double Pitching?

Asik. Asik. Asik.
*nari-nari ala uba-uba*

Hari ini adalah hari Rabu. Setahu gw kemaren baru hari Selasa, eh gak taunya sekarang udah hari Rabu. Besok pagi pas gw buka mata, pasti berubah lagi jadi hari Kamis =,= Maunya apa sih berubah-ubah terus??? dibacok*

Well, tadi gw ada praktikum Fisiologi.
Seru sih. Tapi cukup bikin mata gw belekan saking tegangnya =o= Bayangin aja, di detik-detik terakhir, kelompok gw belum bikin anti koagulan ! ! Besok-besok mau praktikum pake apa coba kalo gak ada anti koagulan??? *makan pipet tetes*

Oiya, bagi yang belum tau apa itu anti koagulan, sini, sini biar gw jelasin😀 *buka catatan*

Ohhhook.
Anti koagulan adalah suatu larutan yang digunakan untuk mencegah terjadinya pembekuan darah. Ada beberapa jenis anti koagulan yang sering digunakan seperti Natrium Citrate 3,8%, EDTA (Ethylin Diamin Tetra Acetat), Heparin,  dan Natrium Chloride. Tentunya masing-masing anti koagulan ini digunakan sesuai takarannya😀

Biasanya, dalam beberapa praktikum, anti koagulan adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi. Seperti praktikum Fisiologi gw ini. Untuk beberapa minggu kedepan gw akan terus bergantung pada larutan yang bernama anti koagulan. Karena materi praktikum gw selalu berhubungan dengan sampel darah. Makanya dibutuhkan anti koagulan supaya sampel darah tersebut tidak membeku saat dilakukan pengamatan😀

Selain anti koagulan, ada istilah penting yang gw temui saat praktikum hari ini. SINGLE pitching dan DOUBLE pitching. Sekilas kedua istilah ini tampak sama. Namun dalam aplikasinya jelas berbeda.

Apa perbedaannya??

Single Pitching adalah suatu metoda yang dilakukan dengan cara menusukkan jarum/alat penusuk kedalam otak. Penusukan dilakukan pada bagian foramen occipitale (persambungan antara medulla spinalis dengan medulla oblongata). Tujuannya sama seperti anastesi atau pembiusan. Setelah hewan diperlakukan dengan cara Single Pitching (misalnya Rana esculenta/Katak Hijau) maka tidak lama setelah itu hewan tersebut akan tampak seperti terbius. Oiya, single pitching hanya dilakukan dengan satu kali tusukan. Berbeda dengan double pitching yang dilakukan dengan dua kali tusukan.

Heuum.
Satu lagi perbedaan antara Single Pitching dan Double Pitching. Yaitu pada efek mati rasa yang ditimbulkannya. Pada Single Pitching, semua organ dalam hewan yang bersangkutan masih berfungsi seperti biasa. Misalnya cor (jantung), hepar (hati), pulmo (paru-paru) dan ren (ginjal) masih tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Namun pada perlakuan Double Pitching, organ dalam hewan yang bersangkutan dapat dipastikan tidak dapat berfungsi lagi. Yah, analoginya sama seperti bius mati😀

Lalu, kapan kita harus menggunakan metoda Single Pitching dan Double Pitching??

Pada saat kita melakukan praktikum maupun penelitian yang mengharuskan kita untuk mengamati organ dalam kondisi fisiologis (normal), sebaiknya kita menggukan metoda Single Pitching karena dengan metoda ini semua organ dalam masih berfungsi seperti sediakala.

Tapi jika kita ingin membedah lebih jauh (tidak mengharuskan organ dalam berfungsi secara normal) tidak ada salahnya kalau kita menggunakan metoda Double Pitching😀

Oiya, metoda Single Pitching dan Double Pitching ini bisa dilakukan disaat kita tidak mempunyai alat bius seperti chloroform. Disaat yang mendesak dan  dengan alat seadanya, metoda ini sangat membantu lho😀 Tapi ingat, jangan salah lokasi disaat menusukkan jarum ! ! Kalau salah dalam menusuk, yang ada malah menganiaya hewannya ! ! Penusukkan yang benar ditandai dengan tidak adanya darah yang keluar dari daerah yang kita tusuk. Kalau pada saat penusukan keluar darah, berarti kita telah salah dalam memilih lokasi😮 Satu lagi, setahu gw gak semua hewan bisa di pitching. Cuma hewan-hewan kecil seperti katak yang bisa di Single Pitching maupun Double Pitching. Kan gak lucu kalo tiba-tiba gw nusuk-nusukin jarum ke tengkorak babi😮 Yang ada gw malah ditendang bapaknya =,= #makan jerami

Udahan ah. Gw udah ngantuk setelah beberapa jam bercengkrama dengan para katak di Laboratorium Fisiologi *kencingin katak*
Satu hal lagi yang gw ketahui tentang katak. Ternyata katak itu jorok banget cuy ! ! Dalam botol air mineral aja doi masih sempet-sempetnya BOKER ! ! Gak sopan banget, kan??? Gw aja kalo boker musti gali-gali pasir dulu *lho???*

Bubye~~
Chu~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s