Perbedaan Itu Ada Karena Dunia Ini Penuh Warna

Asik. Asik. Asik.

Bentar lagi gw bakalan pulang kampung😀 Dan Insya Allah, tanggal 28 besok gw udah menginjakkan kaki di MEIS Ancol ^0^
Tapi sampai detik ini nyokap belum ngirim uang bulanan =,= Sumpah, gw udah gak punya duit lagi. Semua uang tabungan gw udah gw pake buat beli tiket SS4INA TT_TT Emaaakk~ transfer uang jajan~~~

Tapi gak cuma itu yang bikin gw sedih (?). Gw makin sedih lagi saat mendengar perkataan-perkataan dari orang-orang disekitar gw. Kenapa?? Kenapa perkataan yang keluar dari mulut mereka tidak difiltrasi terlebih dahulu?? Kenapa mereka saling mengejek antar sesama?? Kenapa mereka terlalu membesar-besarkan masalah?? Pada hakikatnya perbedaan itu adalah seni, bukan?? Lantas, apa yang salah dengan perbedaan???

Ayo, gw ajak kalian untuk bertafakur sejenak…

Wahai saudaraku sesama Muslim, pernahkah kalian berfikir bahwa lidah itu lebih tajam dari pisau yang paling tajam?? Pernahkah kalian berfikir bahwa satu kata yang keluar dari mulutmu bisa melukai perasaan seseorang?? Pernahkah kalian berfikir bahwa untaian kalimat yang terlontar dari mulutmu bisa merubah dunia beserta isinya?? Pernahkah kalian berfikir bahwa seseorang bisa bunuh diri hanya karena ketajaman lisan??? Pernahkah kalian berfikir bahwa suatu fondasi kepemerintahan bisa runtuh hanya karena orasi dari rakyatnya?? Pernah??

Coba fikir kembali…

Allah SWT menciptakan sepasang telinga agar manusia lebih banyak mendengar hal-hal yang bermanfaat (bukan ghibah dan sebagainya). Tapi kenapa hanya ada satu mulut?? Talk Less Do More. Inilah filosofinya. Allah menginginkan hambanya lebih banyak mendengar daripada banyak bicara. Karena lisan itu lebih tajam daripada sebuah pisau!!

Analisanya seperti ini. Contohnya gw. Hampir setiap hari gw selalu diejek gendut sama temen-temen disekitar gw. Mereka mengatakan bahwa gw gembul lah, gendut lah, pinggul gw gede lah, betis gw lah, bahkan mereka juga menganalogikan gw seperti (mohon maaf) binatang. Jujur, awalnya gw menganggap sepele ejekan dari mereka karena gw merupakan tipe orang yang easy going. Bagi gw, terserah mereka mau ngomong apa, ini hidup gw dan yang tau persis tentang keadaan gw ya gw sendiri, not them!!! Tapi, sampai kapan gw bisa bersabar??? Coba kalian pikir. Selama kurang lebih 7 bulan gw disini, hampir tiap hari gw mendengar kata-kata yang tidak pantas. Hampir tiap hari gw diejek gendut (Yang menurut gw, gw belum segendut itu sampai harus diejek. Insya Allah, berat badan gw masih stabil dikisaran 50kg dan tinggi gw juga sekitar 158an. So, apakah gw tergolong gendut???) Coba pikir, bagaimana perasaan kalian kalau diejek seperti itu?? Dan kalian tau apa efek dari ejekan kalian??? Tidak hanya perasaan, tapi gw juga merasakan tekanan fisik karena gw bertekad untuk menurunkan berat badan, gara-gara ejekan kalian!!! Gw rela makan mie instant supaya gak diejek lagi. Tapi kalian tau apa efeknya sama lambung gw?? Akhir-akhir ini lambung gw sering bermasalah. Dan memang, dari dulu gw punya gejala maag. Tapi karena terus-terusan diejek gendut, gw mengabaikan gejala maag yang gw punya.

So, it’s complicated, right???

Berawal dari sebuah kalimat yang pada akhirnya berujung pada sebuah tindakan ekstrim. Hanya gara-gara diejek gendut, gw ‘kembali mendapatkan’ penyakit maag yang dulunya sudah mulai mereda. Kalian tidak menyadarinya, bukan??

Analisa yang kedua. Allah SWT itu menciptakan berbagai perbedaan di bumi ini. Tujuannya apa? Agar dunia ini penuh warna. Ada manusia yang cantik, ada pula yang sedang-sedang saja. Ada seseorang yang over weight, ada pula yang kurus kerempeng. Ada orang yang sangat jenius, ada pula orang yang standar. Ini semua adalah takdir Allah. Semua perbedaan ini diciptakan agar dunia lebih berwarna dengan berbagai variasi yang ada. Dan satu hal yang penting, perbedaan itu ada, untuk dihargai. Bukan untuk menjadi objek tertawaan. Bukan untuk diejek. Bukan untuk diolok-olok. Jangan pernah merasa menjadi makhluk yang paling sempurna. Jangan pernah merasa bahwa kita lebih langsing daripada yang lain. Jangan pernah merasa bahwa berat badan kita lebih ideal dibanding yang lain. Jangan pernah merasa bahwa kita lebih kaya dibanding orang lain. Karena di atas langit masih ada langit. Dan satu hal yang pasti, Allah sangat membenci orang-orang yang sombong. Dan Allah juga sangat membenci orang-orang yang tidak bisa menjaga lisannya..

Wahai saudaraku, peliharalah lisanmu. Karena berawal dari lisan inilah semua perkara berasal. Berawal dari lisan, hatimu akan menjadi tenang. Berawal dari lisan, hubungan silaturrahmi akan terjaga. Akhlak yang baik akan tercermin dari lisan yang baik pula. Dan ingatlah wahai saudaraku, jangan pernah mempermasalahkan perbedaan. Karena perbedaan itulah yang membuat dunia ini menjadi semakin berwarna. Dan jangan pernah mencampuri urusan yang bukan urusanmu. Karena kamu tidak mempunyai hak untuk mencampuri urusan itu. Jangan pernah mengintimidasi saudaramu, karena saudaramu juga mempunya hak dan kebebasan untuk berekspresi…

Semoga Allah memberikan Ridho atas apa yang kita lakukan ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s