Sebuah Puisi Tentang Upil

Asik. Asik. Asik.

Hari ini gw seneng banget. Soalnya pas tadi gw ngeliat kalender, gw baru sadar kalo SS4INA tinggal seminggu lagi😀
*nelen kipas angin*
Saking senengnya, otak gw yang sedikit lebih pintar dari kecebong ini tiba-tiba kepikiran buat nulis sebuah puisi. Agak jorok sih. Tapi mau gimana lagi, ini murni karya dari anak bangsa😀 Nyahahaha~

Ada yang mau baca? Mau gak mau kalian emang harus baca puisi ini *maksa banget sih jadi orang* Tapi saran gw, setelah membaca puisi ini, sebaiknya kalian segera cuci muka supaya efek yang ditimbulkan tidak berakibat fatal!! *gw ngomong apa sih?*

Yaudah, baca aja deh puisi gw yang satu ini…

U     P     I     L

Upil itu seperti cinta, kecil tapi lengket.

Upil itu ibarat cinta, setiap orang pasti memiliknya.

Upil itu seperti cinta, jika dibiarkan, maka akan semakin terakumulasi dalam jumlah yang banyak.

Memendam upil sama saja dengan memendam perasaan cinta, membuat dada terasa sesak. Karena upil dan cinta sama-sama membuat seseorang sulit untuk bernapas.

Ngupil pagi-pagi itu ibarat cinta yang terlalu lama dipendam. Semakin lama semakin ingin dikeluarkan.

Gak ada upil gak rame. Begitu juga dengan cinta, gak ada Cinta maka gak ada Rangga.

Upil itu ibarat cinta. Sangat sulit untuk dikeluarkan.

Upil itu ibarat cinta. Sebagian orang masih malu-malu untuk mengakuinya.

Upil. Terdiri dari 4 huruf, U-P-I-L. Sama seperti cinta, yang terdiri dari huruf C-I-N-T-A. *gw juga gak tau hubungannya apa*

Perasaan setelah ngupil itu sama seperti perasaan setelah menyatakan cinta. Lega, tapi masih malu-malu.

Ngupil ditengah keramaian sama hal nya dengan nembak seseorang ditengah sholat berjamaah. Malu-maluin!

Melewati hari-hari tanpa ngupil ibarat seorang pujangga tanpa cinta. Hampa. Gundah dan gulana.

Ngupil itu sehat, seperti cinta yang juga menyehatkan.

Ngupil itu…ah! Persetan dengan upil!!

Cinta itu…ah! Persetan dengan upil!

Upil dan Cinta itu..ah! Persetan dengan Rangga!

Kenapa Rangga tega meninggalkan Cinta???

Kenapa Rangga tega menyakiti perasaan Cinta??

Apa karena Cinta ketahuan ngupil di depan Rangga?

Apa karena upilnya Cinta lebih besar dari lubang hidungnya??

Apa karena Rangga gak suka kalo Cinta ngupil pake jempol kaki??

Ah! Persetan dengan upil!!

Ada Apa Dengan Upil??

Kenapa upil menjadi serumit ini??

Upil! oh Upil!!

Run! Upil Run!!

Udah ah. Puisi gw mulai ngaco. Kalo yang mau baca ya silakan, tapi kalo gak mau ya baca aja seikhlasnya😀
Setelah membaca puisi ini, silakan ngupil sepuasnya ^0^
nyahahahaha~
*lempar bom upil*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s