[Fanfiction] It’s Started From A Bus (Part 2)

Title : It’s Started From A Bus

Genre : Romance Comedy

Rating : PG-15

Author : Kim Eun Mi a.k.a Muthisuju *itu gue!! Itu gue!!* #disiram bensin

Main Cast : – Kim Eun Mi
– Cho Kyu Hyun

Support Cast : – Lee Dong Hae

Soundtrack (?) : Our Love by Super Junior

==============================================================

Beberapa minggu setelah pertemuan perdananya dengan Kyu Hyun, Eun Mi merasa intensitas pertemuannya dengan pemuda itu kian meningkat hari demi hari. Entah itu sengaja atau tidak, yang jelas selama masih berada di sekolah ia akan terus bertemu muka dengan setan kecil itu.

Seperti yang dialaminya hari ini, saat Eun Mi tengah asyik ‘mencuri’ beberapa foto dari Lee Dong Hae –Eun Mi mengambil foto-foto itu dengan kameranya sendiri- tiba-tiba Kyu Hyun datang dan menggagalkan rencana Eun Mi.

“Hoi gadis aneh. Apalagi yang akan kau lakukan?” Tanya Kyu Hyun penuh selidik.

“Ani. Ini bukan urusanmu” Jawab Eun Mi santai, dan berlalu meninggalkan Kyu Hyun.

“Cih. Kau stalker ya? Dasar kau, gadis penguntit!” Teriak Kyu Hyun yang dibarengi oleh tatapan siswa lain yang tengah melintas di koridor.

“Ya! Barusan kau bilang apa, ha?!” Hardik Eun Mi. Ia mulai menyapukan pandangannya ke sekitar, tampak beberapa pasang mata yang mengamatinya dengan tatapan penuh selidik. Eun Mi berjalan kea rah Kyu Hyun. Dan pria itu pun tampak mundur beberapa langkah, melihat ‘keganasan’ Eun Mi.

“Aaaaaa! Ya! Apa yang kau lakukan gadis aneh?!” Kyu Hyun meringis sambil memegangi sebelah kakinya yang baru saja diinjak dengan sadis oleh Eun Mi.

“Itu hadiah untuk orang bawel sepertimu!” Eun Mi mencibir tepat di depan wajah Kyu Hyun, dan berlalu begitu saja, meninggalkan Kyu Hyun yang masih sibuk dengan kakinya.

“Ya! Tunggu, gadis aneh!” Kyu Hyun berusaha menyusul Eun Mi, dengan kaki yang terseok-seok saat dibawa berjalan. Ia terus mengikuti kemanapun Eun Mi pergi, hingga gadis itu berhenti dan duduk disebuah bangku kecil di taman belakang sekolah.

“Hhhh” Eun Mi menghela napas dalam, namun pelan. Perlahan ia mengeluarkan kamera digitalnya, yang sedari tadi ia gunakan untuk memotret Lee Dong Hae, pria pujaan hatinya. Satu per satu Eun Mi mengamati setiap potret diri Lee Dong Hae yang ia ambil sendiri. Bahkan terkadang, ia terkekeh sendiri melihat hasil jepretannya.

Eun Mi terlalu sibuk dengan aktifitasnya –mengamati setiap potret Lee Dong Hae- sampai-sampai ia tak sadar bahwa kini, Kyu Hyun telah duduk manis tepat di sebelahnya. Kyu Hyun yang sedari tadi mengamati Eun Mi dari dekat hanya bisa menarik napas pasrah, berharap gadis aneh di sebelahnya ini segera tersadar dan kembali ke alam nyata.

“Hoi gadis aneh. Apa kau begitu bahagia hanya dengan menatap fotonya saja?” Kyu Hyun mulai bersuara, dan sontak, Eun Mi terlonjak kaget begitu menyadari bahwa pria itu tengah duduk manis di sebelahnya.

“Ya! Kenapa kau bisa ada disini?” Tanya Eun Mi sambil mengamati kedaan sekitar. Siapa tahu Lee Dong Hae tengah melihat ia sedang duduk berdua dengan setan kecil ini, dan bisa-bisa Lee Dong Hae jadi salah paham! Tentu saja hal itu tidak boleh terjadi!!

“Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau bisa ada disini, gadis aneh??” Kyu Hyun mulai mencondongkan badannya ke arah Eun Mi, membuat gadis itu tak berkutik dan membeku. Tatapannya mulai bertemu dengan mata evil dari Kyu Hyun. Ya, tak dapat ia pungkiri. Setan kecil dihadapannya ini benar-benar tampan. Bahkan lebih tampan dari seorang Lee Dong Hae!

Untuk beberapa saat Eun Mi tak dapat bergerak dari posisinya semula. Begitu juga dengan Kyu Hyun, setan kecil itu terus saja mengamati setiap jengkal dari wajah Eun Mi. Entah apa yang ia pikirkan, yang jelas pada saat itu Eun Mi merasa bahwa jantungnya berdetak lebih cepat. Benar-benar cepat!

“Ya Kim Eun Mi!! Ayo sadar Eun Mi-ya!!” Hardik Eun Mi dalam hati. Seakan tersadar dari posisinya, Eun Mi mendorong tubuh Kyu Hyun dengan pelan, mebuat setan kecil itu menjadi salah tingkah. Tampak semburat merah dari wajah masing-masing, sebagai pertanda bahwa mereka tengah menahan malu.

“Ehem. Ke-ke-kenapa kau bisa duduk disebelahku?” Tanya Eun Mi dengan nada yang masih terbata-bata. Sangat jelas bahwa ia belum bisa mengontrol dirinya sendiri. Eun Mi pun mengalihkan pandangannya kearah pepohonan diseberang taman, menghindari agar ia tak bertatapan langsung dengan setan kecil ini.

“Ani. Aku hanya ingin duduk saja. Coba kau lihat. Disini sudah tidak ada lagi bangku yang bisa aku duduki. Hanya ini satu-satunya bangku yang masih kosong!” Jelas Kyu Hyun panjang lebar, sambil menunjuk-nunjuk deretan bangku yang ada di taman. Ya, setan kecil ini memang benar. Taman ini telah penuh oleh beberapa orang siswa yang mengisi penuh setiap bangku yang ada.

“Hhh” Desis Eun Mi pelan. Kali ini ia merasa kalah setelah beradu argument dengan Kyu Hyun. Eun Mi pun memijit-mijit kakinya pelan, seakan mencari kegiatan lain, karena ia tak mau memperpanjang masalah dengan Kyu Hyun. Entah kenapa, sejak kejadian di bus itu, Eun Mi merasa deg-degan setiap bertatapan langsung dengan Kyu Hyun.

“Ya! Gadis aneh. Apa kau benar-benar menyukai Dong Hae hyung?” Tanya Kyu Hyun secara tiba-tiba, membuat Eun Mi sontak melihat ke arah setan kecil itu. Eun Mi mengernyit , sebelum akhirnya mengangguk pelan. “Hmm. Aku menyukainya. Benar-benar menyukainya. Lee Dong Hae adalah idolaku sepanjang masa” Jelas Eun Mi dengan wajah yang berbinar-binar.

“Ne?” Kyu Hyun hanya bisa menyipitkan matanya, lagi dan lagi. Ia pun memijit-mijit kepalanya pelan, dan sekarang ia telah sadar, bahwa gadis aneh disebelahnya ini benar-benar gila! “Apa? Mengidolakan Lee Dong Hae? Cih. Yang lebih pantas untuk diidolakan itu aku! Cho. Kyu. Hyun!” Teriak Kyu Hyun tepat di daun telinga Eun Mi, membuat gadis itu bergidik ngeri.

“Ya!! Kau kenapa, haa?? Kau ingin membuatku tuli?? Aish!!” Bentak Eun Mi sambil menggosok-gosok daun telinganya yang mulai memerah. Ia tak habis pikir, kenapa setan kecil ini bisa berbicara seperti itu? Apa tadi pagi ia salah makan?

“Ani. Aku hanya ingin menyadarkanmu. Apa bagusnya Dong Hae hyung? Jelas-jelas aku lebih tampan” Kyu Hyun mulai mengoceh dengan senyum evilnya yang mulai mengembang. Eun Mi semakin heran dengan tingkah setan kecil ini. Ada apa dengannya?

“Terserah kau saja. Yang jelas aku akan tetap mengidolakan Dong Hae oppa sampai kapanpun! Arra!” Eun Mi kembali menginjak kaki setan kecil itu, dan berlalu meninggalkannya. Sementara Kyu Hyun tengah sibuk dengan sebelah kakinya yang terasa ngilu akibat hentakan keras dari sepatu Eun Mi.

====================================================================================

Pagi ini cuaca kota Seoul kembali mendung. Dilangit tampak awan gelap berarak-arakan, seakan saling mengejar satu sama lain. Sementara di darat, angin dingin mulai bertiup dengan perlahan, dan mulai menusuk sampai ke tulang.

Tak seperti biasanya, Eun Mi berjalan dengan gontai menuju halte bus. Pagi ini ia merasa kurang enak badan, setelah semalaman begadang demi mengerjakan project-project besar untuk konser sang idolanya. Eun Mi benar-benar lelah. Rasanya ia ingin cepat-cepat sampai di sekolah dan bertemu dengan idolanya, Lee Dong Hae.

Eun Mi merebahkan tubuhnya dibangku yang terdapat di halte. Ia pun mengedarkan pandangannya, berharap bus yang ditunggu segera datang. Tapi naas, tatapannya malah bertumbukan dengan mata seorang setan kecil! Ya, siapa lagi kalau bukan Cho Kyu Hyun!

“Aish! Apa lagi ini!” Desis Eun Mi pelan, sambil membuang tatapannya ke arah lain. Eun Mi mencari-cari kegiatan lain, seperti mengelap kaca yang ada disisi sebelah kanannya, berharap si setan kecil itu tak menyadari keberadaannya.

“Ohoi! Sepertinya aku kenal dengan gadis aneh ini” Gumam Kyu Hyun dengan nada yang sedikit menyindir. Perlahan ia melangkahkan kakinya ke arah  Eun Mi yang tengah sibuk dengan kegiatan anehnya. Melihat Kyu Hyun yang telah berdiri di hadapannya, Eun Mi hanya bisa menyengir pasrah. “A—Annyeong” Eun Mi menyapa ala kadarnya. Tapi sialnya, orang yang ia sapa telah berlalu dan memasuki bus berwarna hijau.

Menyadari akan hal itu, Eun Mi pun segera berlari menuju bus itu. Dengan sedikit tergesa-gesa ia mencari tempat yang kosong, dan segera merebahkan tubuhnya di bangku yang terletak di bagian tengah bus. Sementara si setan kecil Cho Kyu Hyun, kini tengah duduk di bangku seberang.

Eun Mi mengedarkan pandangannya ke sekeliling bus. Merasa ada yang janggal dengan bus ini, perasaan ini dan keadaan ini! Rasanya Eun Mi pernah mengalami hal seperti ini. Tapi kapan? Perlahan ia memutar kepalanya ke arah kanan, persis dimana Kyu Hyun berada. Dengan jarak sedekat ini, Eun Mi bisa melihat garis wajah Kyu Hyun lebih jelas, dan Eun Mi benar-benar yakin kalau Kyu Hyun memang tampan!

“Aish! Pikiran apa lagi ini!” Gumam Eun Mi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Merasa ada yang aneh dengan bangku disebelahnya, Kyu Hyun pun mengalihkan pandangannya ke arah Eun Mi. Benar saja. Gadis itu kini tengah mengacak-acak rambutnya sendiri. Melihat kejadian itu, Kyu Hyun hanya bisa memijit-mijit kepalanya, dan merasa bahwa gadis ini benar-benar gila!

Kyu Hyun terus mengamati Eun Mi yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri. Semakin dilihat, gadis ini semakin menarik. Setidaknya begitulah pikiran yang sempat terlintas dibenak Kyu Hyun saat menyaksikan Eun Mi yang tengah frustasi.

Eun Mi terus mengacak-acak rambutnya. Sementara disebelah kanannya, Kyu Hyun tengah terheran dan tanpa sadar bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman. Kecil. Sangant Kecil. Ya, sebuah senyuman kecil tapi tulus. Namun senyuman ini adalah yang pertama kalinya bagi seorang Cho Kyu Hyun.

Tiba-tiba Eun Mi memutar arah pandangannya dan mendapati Kyu Hyun tengal tersenyum kecil. Merasa heran dengan gelagat setan kecil itu, Eun Mi pun mengernyit dan mulai mengamati Kyu Hyun dengan seksama. Merasa diamati seperti itu, Kyu Hyun pun membetulkan posisi duduknya dan kembali menatap ke depan.

“Wae? Apa maksud dari senyumanmu barusan?” Tanya Eun Mi penuh selidik.

“Ani. Aku hanya prihatin pada Negara ini. Kasihan sekali Presiden kita yang mempunya rakyat aneh sepertimu” Jawab Kyu Hyun sekenanya. Eun Mi kembali mengacak-acak rambutnya, karena tidak terima atas pernyataan Kyu Hyun barusan.

“Ya! Apa kau akan terus mengacak-acak rambutmu sampai tidak ada satupun rambut yang tersisa?” Bentak Kyu Hyun yang membuat seisi bus mengalihkan pandangannya pada mereka berdua. Merasa diperhatikan oleh beberapa pasang mata sekaligus, Eun Mi mulai menghentikan kegiatannya dan duduk dengan manis.

“Mwo? Cih. Prihatin pada Negara katamu? Memang kau siapa? Perdana menteri? Atau panglima perang? Seenaknya saja kau berkata seperti itu!” Eun Mi mulai mengoceh sendiri. Tentunya dengan nada yang sangat pelan, agar ocehannya tidak terdengar oleh orang lain, terutama Kyu Hyun.

Eun Mi mengalihkan pandangannya kea rah jendela. Merasa bahwa kejadian ini pernah ia lalui sebelumnya. Tapi kapan? Eun Mi mencoba untuk mengingat-ingat kejadian itu sampai sebuah tangan tiba-tiba menyentuh bahunya.

“Hoi gadis aneh! Sampai kapan kau akan terus melamun? Kau tidak ingin ke sekolah, ha?? Atau kau ingin menaiki bus ini hingga ke pulau Jeju?” Aish! Ternyata dia lagi. Setan kecil itu benar-benar menyebalkan. Belum sempat Eun Mi mengumpat lebih lanjut, setan kecil itu telah berlalu dan menuruni bus dengan cepat.

Eun Mi hanya bisa menyeringai dan menunduk dengan perlahan saat seorang wanita tua menatapnya dengan tatapan mematikan. Dengan cepat Eun Mi berlari dan keluar dari bus, mengejar ketertinggalannya dari si setan kecil itu.

“Hoi Haksaeng!” Aish! Apalagi ini! Eun Mi perlahan memutar kepalanya menuju arah suara. “Ya! Kalian terlambat lagi!” Kali ini Eun Mi bisa memastikan bahwa suara itu berasal dari tubuh gembul si satpam.

“Ooo ahjussi! Ternyata kau lagi!” Teriak Kyu Hyun dengan nada tak bersalah. Ia hanya menyeringai ke arah si satpam, sementara Eun Mi, setengah mati menahan malu.

“Ne?? Lagi katamu?? Seharusnya aku yang bilang begitu” Hardik sang satpam sambil mengacungkan tongkatnya. Kyu Hyun hanya bisa bergidik ngeri melihat tongkat itu. Takut kalau-kalau si satpam khilaf dan melayangkan tongkatnya.

“Ya! Kalian sudah tau apa yang harus dilakukan, kan?” Satpam itu melirik Kyu Hyun dan Eun Mi secara bergantian. “Cepat pungut sampah-sampah itu!!” Sontak, Eun Mi dan Kyu Hyun lari terbirit-birit menuju lapangan. Tapi kali ini dengan perasaan yang lebih ringan. Sebuah perasaan yang sulit untuk di defenisikan.

“Aish!  Kenapa harus aku?!” Gumam Kyu Hyun. Ia pun langsung memungut sampah itu satu per satu. Sementara Eun Mi, ia lebih memilih untuk memungut  sampah di tempat yang agak berjauhan dari Kyu Hyun.

“Ya gadis aneh! Kenapa kau tidak membantuku?” Kyu Hyun berteriak ke arah Eun Mi yang tengah sibuk memilih sampah.

“Ne? Coba lihat! Sekarang aku kan sedang membantumu!” Balas Eun Mi tak kalah sengitnya. Ia melemparkan kaleng bekas ke arah Kyu Hyun, dan kembali berkutat dengan tugas-tugasnya.

Kini Eun Mi tengah sibuk memungut sampah-sampah itu satu per satu. Ia tak lagi menghiraukan apa yang dilakukan Kyu Hyun disudut sana. Paling setan kecil itu sedang bermain dengan gadget-nya, seperti beberapa minggu yang lalu. Ya, tak ada gunanya menggantungkan harapan pada setan kecil itu disaat-saat seperti ini!

Saat tengah asyik memunguti sampah yang berserakan, tiba-tiba Eun Mi dikagetkan oleh setumpuk sampah kaleng yang telah ditata dengan sangat rapi, menyerupai bentuk hati *bayangin bentuk hati yang ada di MV No Other* #gyahaha~ author digampar

Eun Mi tak bisa menutupi rasa kagumnya. Dengan mulut setengah terbuka ia bergumam pelan “Waaahh joahae” Ya, Eun Mi benar-benar kagum melihat tumpukan kaleng itu. Ia benar-benar terkesan. Perlahan, Eun Mi mulai melangkah menuju tumpukan kaleng berbentuk hati itu. Dan tiba-tiba, Kyu Hyun keluar dari belakang tumpukan kaleng tersebut.

“Ya! Gadis aneh! Eotthe? Kau suka, kan?” Kyu Hyun memamerkan senyum evil nya, sementara Eun Mi menghentikan langkahnya. Eun Mi merasa tak percaya atas apa yang dilihatnya barusan. Bagaimana mungkin setan kecil yang menyebalkan bisa melakukan ini semua? Ini mustahil!

Eun Mi kembali mengacak-acak rambutnya frustasi. Sementara diseberang sana, Kyu Hyun tengah berdiri dengan ekspresi penuh tanya.

“Wae? Kau tak suka ya?” Tanya Kyu Hyun dengan nada yang sedikit melemah. Sepertinya ia kecewa melihat ekspresi Eun Mi barusan.

“A—A—Ani. Joahae. Keundae, apa semua ini kau yang melakukannya?” Tanya Eun Mi penuh selidik. Siapa tahu setan kecil ini telah membayar seseorang untuk menyusun kaleng-kaleng ini hingga berbentuk hati.

“Tentu saja’’ Jawab Kyu Hyun mantap. “Wae? Kau terkesan?” Setan kecil itu kembali memamerkan senyum evilnya. Mau tak mau Eun Mi pun ikut tersenyum melihat deretan gigi Kyu Hyun  yang berjajar dengan sangat rapi. Ya, perasaan ini kembali lagi. Sebuah perasaan yang sangat sulit untuk didefenisikan.

Ditengah perasaannya yang mulai tak karuan, Eun Mi merasa bahwa ada sesuatu yang mulai jatuh dari langit. Ya, hujan! Hari ini kembali hujan! Persis beberapa waktu yang lalu, saat ia dan Kyu Hyun sama-sama dihukum karena terlambat! Apa ini takdir dari Tuhan? Ah..entahlah. Yang jelas Eun Mi merasa sangat bahagia dengan perasaannya hari ini.

“Ya! Michyeosseo? Kenapa kau terus berdiri disini?” Kyu Hyun datang dan membuyarkan lamunan Eun Mi. Setan kecil itu menarik lengan Eun Mi dengan lebih pelan, tak seperti beberapa waktu yang lalu. Kyu Hyun pun menggiring Eun Mi ke pinggir lapangan dan mendudukkan gadis itu pada sebuah bangku, tepat disebelah tumpukan kaleng berbentuk hati. Setelah Eun Mi benar-benar duduk dengan tenang, baru lah Kyu Hyun merebahkan badannya, persisi disamping Eun Mi. Ia mendesah pelan, dan perlahan menatap Eun Mi yang kini berada disebelahnya.

“Wae? Apa aku benar-benar cantik?” Merasa diperhatikan seperti itu, Eun Mi pun berkomentar sekenanya.

“Cih. Kau ini. Dasar gadis aneh” Jawab Kyu Hyun yang diiringi dengan senyumnya yang mulai mengembang.

Untuk beberapa waktu yang cukup lama Eun Mi dan Kyu Hyun sama-sama terdiam ditengah derasnya hujan yang mengguyur kota Seoul pagi itu. Tak ada yang memulai pembicaraan. Keduanya terlarut dalam pemikirannya masing-masing.

“Ya! Eun Mi-ya” Kyu Hyun mulai mengeluarkan suaranya. Sedikit pelan, namun masih bisa terdengar dengan sangat jelas oleh Eun Mi. Tapi, sejak kapan setan kecil itu memanggil Eun Mi dengan nama aslinya??

“Ooo” Eun Mi menjawab seadanya, namun ia tak berani menatap Kyu Hyun. Jantungnya berdetak lebih cepat. Adrenalinnya mulai terpacu. Ritme napasnya tak lagi seirama. Ia benar-benar gugup. Lebih gugup bila dibandingkan dengan saat ia bertatapan langsung dengan Lee Dong Hae!!

“Saranghae” Ucap Kyu Hyun pelan. Sangat pelan. Bahkan nyaris tak terdengar oleh Eun Mi.

“Ne?” Eun Mi sedikit tidak yakin dengan pendengarannya barusan. Siapa tahu gara-gara hujan yang turun dengan derasnya, telinganya mendadak tuli.

“Saranghae” Ulang Kyu Hyun untuk kedua kalinya, tapi dengan nada yang sedikit lebih keras. Wajahnya memerah dan tertunduk ke tanah. Ia tak berani menatap Eun Mi. Takut kalau-kalau gadis itu melemparinya dengan tumpukan kaleng yang ada.

“Kau bercanda ya? Atau kau ingin mempermainkan aku?” Jawab Eun Mi setengah bercanda. Tanpa sadar, tatapannya bertemu dengan mata evil Kyu Hyun. Dapat ia rasakan bahwa setan kecil itu benar-benar serius.

‘’Ya! Gadis aneh! Dengarkan baik-baik. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Jadi tolong kau cermati dengan baik setiap perkataan yang aku ucapkan. Arra!” Kyu Hyun memegang bahu Eun Mi, dan mulai berbicara dengan serius. Eun Mi hanya bisa mengangguk pelan.

‘’Saranghae. Entah sejak kapan perasaan ini mulai tumbuh. Errmm entahlah, mungkin sejak insiden di bus beberapa waktu yang lalu. Yang jelas, sejak saat itu, aku mulai tertarik padamu. Aku tidak terima kalau kau lebih mengidolakan Dong Hae hyung, dibandingkan diriku! Aku tidak suka kalau kau terus-terusan mengambil foto Dong Hae hyung secara diam-diam!  Aku tidak suka itu! Hatiku benar-benar sakit saat kau menyebut nama Lee Dong Hae!” Kyu Hyun mengatakannya dengan mata yang berkaca-kaca. Sementara Eun Mi, gadis itu hanya bisa terdiam dan terpaku pada posisinya. Rasanya ia sedang berada di alam mimpi saat mendengar pengakuan dari seorang Cho Kyu Hyun. Bagaimana mungkin seorang setan kecil bisa mengucapkan kata-kata seperti itu??

Perlahan namun pasti, Eun Mi mulai terkekeh membayangkan ekspresi Kyu Hyun saat mengungkapkan perasaannya. Melihat Eun Mi yang mulai senyum-senyum sendiri, Kyu Hyun mulai melepaskan tangannya dari bahu Eun Mi, dan mengalihkan pandangannya ke arah lapangan yang sangat luas.

“Jadi apa jawabanmu?” Kyu Hyun mulai angkat bicara, namun dengan pandangan masih ke arah lapangan.

“Hmmmmm eotthe?” Jawab Eun Mi sedikit menggoda, bermaksud ingin mempermainkan Kyu Hyun.

“Aish! Kalau begitu kau tidak usah menjawabnya!” Bentak Kyu Hyun, ia pun berdiri dan berjalan menjauhi Eun Mi.

Tiba-tiba si satpam gembul kembali muncul dari balik pagar dan berteriak “Ya! Haksaeng! Cepat masuk ke kelas. Lagi-lagi hujan telah menyelamatkan kalian!”

Mendengar teriakan itu, Eun Mi sontak bangkit dari duduknya dan berlari ke arah Kyu Hyun, bermaksud ingin mengejar si setan kecil itu. Melihat Eun Mi yang kini telah berjalan disampingnya, Kyu Hyun pun mempercepat langkahnya. Ia terus berjalan dengan cepat sampai akhirnya Eun Mi bergumam “Nado. Saranghae”

Sontak, Kyu Hyun merasa kaget setelah mendengar kalimat itu. Ia pun mengentikan langkahnya dan menatap Eun Mi lekat-lekat, berusaha mencari titik kebohongan dimata gadis itu. Tapi ternyata gadis itu tidak berbohong!

“Ne? Coba kau ulangi lagi’’ Ucap Kyu Hyun setengah tak percaya.

“Saranghae. Cho. Kyu. Hyun” Lanjut Eun Mi dengan mantap. Mendengar pernyataan dari Eun Mi barusan, Kyu Hyun kembali melangkah dan tersenyum dengan sangat lebar. Dibelakangnya, Eun Mi tengah mengekor dengan senyum yang tak kalah lebarnya.

“Lalu, bagaimana dengan Dong Hae hyung?’’ Tiba-tiba Kyu Hyun melontarkan pertanyaan dan ia pun menghentikan langkahnya. Sontak, Eun Mi merasa kaget dan berusaha untuk menjawabnya senormal mungkin.

“Aku akan tetap menyukai Dong Hae oppa, sampai kapanpun. Aku akan tetap menyukainya sebagai seorang idola” Eun Mi memberikan penekanan pada kata terakhirnya, dan berjalan mengajmpiri Kyu Hyun. Setelah mendengar jawaban dari Eun Min, senyum Kyu Hyun pun kembali mengembang. Ia kembali melanjutkan langkahnya, dan dengan perlahan ia berusaha untuk menggandeng tangan Eun Mi.

Merasakan ada sesuatu yang menggandeng tangannya, Eun Mi pun tersipu malu. Ia hanya bisa tertunduk menatap tanah, sampai tiba-tiba ia mendengar suara merdu yang berasal dari setan kecil yang kini tengah menggandengnya.

Gaseumeuro neukkyuhboseyo
Nan uhlmamankeum geudaeane inneunji
Geu ipsullo marhaeboseyo
Oraejuhnbutuh nareul saranghaewaddago marieyo

Ya, Kyuhyun mulai menyanyikan lagu Our Love dari Super Junior, dengan sangat bagus dan menyentuh. Lagu ini adalah lagu favoritnya. Dan ia tak pernah mambayangkan bahwa seorang Cho Kyu Hyun akan menyanyikan lagu tersebut untuknya.

“Saranghae. Cho. Kyu. Hyun” Gumam Eun Mi pelan ditengah-tengah senandung kecil Kyu Hyun.

THE END.

=====================================================================

Gyaaa~ air!! Air >,< author dehidrasi >0<
#pura-pura pingsan

Alhamdulillah..ternyata FF ini bisa selesai dengan selamat (?). Thank’s to Super Junior Cho Kyu Hyun, yang telah menjadi inspirasi utama bagi gue dalam menulis FF ini. Gyaaaaaaa gue bener-bener gak nyangka bisa ngeliat Cho Kyu Hyun secara LIVE!!!

Mian ya..kalo endingnya masih jauh dari kesempurnaan (?) soalnya author juga bingung mikirin endingnya =,,=

Sekali lagi, FF ini gue dedikasikan buat Super Junior, idola sekaligus legenda bagi gue. Gue gak bisa ngasih apa-apa buat Super Junior, selain ketulusan dan sebuah FF gaje ini == *minum sabun cair* Semoga setelah menulis FF ini, gue kembali bersemangat untuk menjadi seorang penulis yang professional. Dan semoga, gue bisa menyaksikan konser Super Junior berikutnya!!! \(^0^)/

Bagi yang baca, jangan lupa RCL nya ya XDD

Author pamit dulu~~
*tebar boxer Kyu Hyun*

 

DO NOT PLAGIARISM!!

 

4 pemikiran pada “[Fanfiction] It’s Started From A Bus (Part 2)

  1. Cerita bgs tp kayaknya endingnya terburu2 tp bgs kok cerita trus lee dong hae kok munculnya sedikit.kapan lg buat cerita tentang suju? yuli tnggu loh ceritanya

  2. Sedih,romantis gitu critanya.
    mian qhu bca.a gk terlalu fokus soal.a neaga nemenin chingu nntn konser cherry belle.padahal qhu gk terlalu ska chibi.
    tpi qhu suka,kren,bagus dan ISTIMEWA ff.a #gya chibi
    walaupun nma qhu sma kya personil chibi#si felly#@FellyChiBi*koq jdi cherry belle,sich#mian skali lgi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s