[Fanfiction] Pretended Love (part 1)

Title                       : Pretended Love

Main Cast              :  –      Shin Jae In

–      Hwang Young Min

Support Cast         :  –      Lee Eun Koo

–      Park Soo Jung

Genre                   : Romance Comedy

Lenght                  : Continue

Rating                   : PG-15

Author                  : Kim Eun Mi

Soundtrack (?)      :  Tim Hwang – Nae Maeum Sayong Seormyunsuh (Explanation For Using My Heart)

Sepatah, dua patah, tiga patah, empat patah, dan beberapa patah  kata dari author…

Berhubung dalam FF kali ini author gak kebagian peran (?) maka author akan memberikan kata

Sambutan yang agak panjang😀 *author pengen eksis* #ditumis readers

Oiya, FF kali ini terinspirasi oleh seorang Tim Hwang *kebetulan gue lagi seneng-senengnya dengerin lagu-lagu dari Tim Hwang* Tapi bukan berarti gue berpindah hati ke Tim Hwang, lho!! My All Is In Kyu!! Hati gue cuma buat Cho Kyu Hyun. Dan ini hanyalah sebuah Fanfict yang kebetulan main cast nya adalah Tim Hwang *makanya gue gak mau jadi main cast, soalnya pasangan gue bukan kyuhyun xD*

Ah, yasudahlah. Silakan dibaca aja FF gue kali ini. Semoga bermanfaat dan membuat hati kalian menjadi berbunga-bunga (?) Tapi mohon maaf ya, kalo bahasa yang gue gunakan agak gaje dan sulit dimengerti =,,=

*author kebanyakan bacot*

#digebuk

NOTE : FF ini hanyalah fiksi belaka. Gak ada hubungannya sama dunia nyata😀 Bagi yang udah baca jangan lupa RCL ya~ ^^*ngarep*

========================================================================

Sudah seminggu sejak awal semester berlalu, namun mahasiswa baru masih saja berlalu-lalang sambil membawa properti  yang menurut sebagian orang tampak menggelikan, atau bahakan menjijikkan. Sebenarnya pemandangan seperti ini tergolong biasa disetiap awal tahun ajaran. Tapi tidak bagi Shin Jae In. Menurutnya properti-properti yang mereka gunakan terlalu intimidatif dan kekanak-kanakan. Coba saja lihat pemuda yang sedang menenteng-nenteng kantong berwarna hitam itu. Pakaiannya begitu tak terurus, atau memang sengaja tak diurus? Belum lagi dengan gaya rambutnya yang terbagi dengan sangat sempurna, dengan perbandingan 4:1. Cih! Gaya macam apa itu?!

Bosan dengan pemandangan disekelilingnya, Jae In mengedarkan pandangannya ke semua penjuru, hingga matanya bertumbukan dengan sebuah papan pengumuman besar yang berukuran sekitar 4×6 meter. Ditelusurinya setiap jengkal dari papan pengumuman tersebut, berharap ia akan menemukan sesuatu yang menarik. Dan, benar saja. Sebuah tulisan berwarna pelangi  membuatnya benar-benar tertarik. Jae In membaca pengumuman tersebut dengan sangat teliti, takut salah-salah dalam mengeja kata.

“Ah, ternyata cuma informasi tentang lomba fotografi” Jae In menggumam pelan. Tangannya masih sibuk menelusuri satu per satu pengumuman yang tertera, namun informasi menarik yang ia harapkan tak kunjung ia dapatkan.

“Membosankan sekali! Setiap hari informasi yang papan ini berikan tidak ada yang menarik. Apa saja kerjaan anak-anak dari divisi itu? Mengisi mading saja tidak becus. Coba saja kalau mereka memuat berita tentang…”

Makian Jae In terhenti saat seseorang menarik lengannya secara tiba-tiba. Refleks, Jae In mengikuti kemana orang itu akan membawanya. Sementara dibelakang sana terdengar  suara dari puluhan, atau bahkan ratusan gadis yang berteriak histeris. Sepertinya mereka meneriakkan nama seseorang, tapi siapa?

Jae In pun tersadar dari pikirannya saat seseorang tengah mendekapnya disebuah lorong dekat papan pengumuman tadi. Saat itu ia agak kesulitan mengatur napasnya. Selain karena terkejut dengan apa yang barusan ia alami, jarak antara ia dan orang tersebut membuatnya tak bisa bernapas secara normal.

“Kau….”

“Sssshhh” Orang tersebut segera membekap mulut Jae In, yang membuatnya semakin kesulitan bernapas. Disaat yang bersamaan, gadis-gadis yang tadinya berteriak dengan histeris, kini mulai berlari melewati papan pengumuman tersebut. Jae In menatap punggung gadis-gadis tersebut sambil bergidik ngeri. Ia membayangkan jika dirinya berada ditengah-tengah gadis tersebut dan terjungkal saat mereka berlari bersamaan. Ah, betapa mengerikannya!       Jae In kembali memfokuskan pikirannya. Sayup-sayup Ia bisa mendengar  teriakan dari gadis-gadis itu.

“Young Min oppa~”

“Oppa~ kau ada dimana?? Jangan bersembunyi!!”

“Saranghae Young Min!”

Apa? Siapa? Young Min siapa?? Kenapa mereka bisa se-‘brutal’ itu? Jae In berusaha mencerna setiap kalimat yang barusan Ia dengar. Gadis-gadis itu berulang kali meneriakkan nama Young Min, yang entah siapa. Tanpa sadar, tangan yang sedari tadi membekap mulutnya, kini pergi entah kemana. Jae In segera membalikkan badannya. Matanya bertumbukan dengan seorang pria tinggi dan tegap yang kini tengah berjalan menjauhinya.

“YAAA!!!” Jae In tak bisa mengontrol emosinya. Bagaimana bisa pria itu pergi begitu saja setelah apa yang dilakukannya barusan?!

Langkah pria itu pun terhenti. Ia membalikkan badannya, hingga mata keduanya pun kembali bertumbukan. Sejenak ada perasaan yang aneh diantara keduanya. Tapi, perasaan apa ini?

“Apa?!” Pria itu pun menjawab tak kalah emosinya. Ia melangkah ke arah Jae In yang masih tetap pada posisinya semula. Diliriknya gadis itu yang tampak mulai menciut. ‘Cih! Digertak sekali saja langsung K.O’ Pria itu menggumam pelan.

“Kau maniak ya? Bisa-bisanya kau menarik lenganku dan membekapku seperti tadi” Jae In berusaha menjaga ‘kualitas’ suaranya agar tak terlihat seperti orang yang ketakutan.

“Memangnya apa yang barusan aku lakukan?” Pria itu menjawab dengan santainya, seperti kejadian barusan hanyalah intermezo disaat Ia kelelahan dalam bekerja.

“……”

“Aaahhh~ jadi kau marah karena aku telah menarikmu secara tiba-tiba?” Pria itu menyunggingkan sebuah senyuman. Senyuman yang tampak mengejek. Tapi entah kenapa senyuman itu membuat dada Jae In berdesir. Ah! Jae In-a! Kau kenapa?

“Aku tidak hanya marah padamu!” Jae In berteriak dengan sangat keras agar seluruh Universitas bisa mendengarnya.

Pria itu kembali membekap mulut Jae In, karena ia merasa bahwa teriakan gadis itu dapat mengundang perhatian orang-orang disekitar mereka, terutama para fans nya yang baru saja pergi entah kemana.

“Sssshhhh! Kau ini habis menelan ratusan gerbong kereta api ya? Bagaimana bisa seorang gadis berteriak seperti itu!”

Saat merasa kondisi sudah mulai aman, secara perlahan pria itu melepaskan bekapannya dari mulut Jae In. Ada raut kelegaan yang terpancar dari wajah gadis itu. Setidaknya kini ia bisa bernapas dengan ‘sangat’ normal.

“Kau…tidak mengenaliku?” Pria itu memulai pembicaraan terlebih dahulu. Ia berharap kalau Jae In dapat mengenalinya, karena ia berpikir, tidak ada satupun gadis di republik ini yang tak mengenalinya, Hwang Young Min. Kecuali kalau gadis itu tidak memiliki sebuah televisi di rumahnya.

“Memangnya kau siapa?”

“Mana mungkin kau tak mengenaliku!”

“Tidak. Aku tidak mengenalimu. Kau dari fakultas mana?” Jawab Jae In santai, dan setengah menjengkelkan.

“Aku….”

“Ah! Apa kau mahasiswa baru?”

“Aku….”

“Atau..kau ini mahasiswa dari Universitas sebelah?” Jae In kembali mengeluarkan semua yang ia pikirkan tentang pria itu. Tapi tampaknya pria itu mulai frustasi dengan Jae In yang tak kunjung mengenalinya.

“Aku ini HWANG YOUNG MIN!!! Selebritis papan atas Korea yang saat ini tengah naik daun! Cih, bagaimana bisa kau tak mengenali selebriti setenar aku?!” Young Min menumpahkan kekesalannya pada gadis itu. Baru kali ini ia temukan seorang gadis yang sama sekali tak mengenalinya. Atau jangan-jangan gadis ini tak memiliki televisi?

“Hwang Young Min?”

“Kau mengenaliku?” Young Min kembali menyunggingkan senyum andalannya saat gadis itu menyebut namanya. ‘Sepertinya gadis ini mulai mengenaliku’ Gumam Young Min, pelan.

“Hwang Young Min. Young Min. Young…Min” Jae In Mencoba untuk mencerna nama itu. Young. Min. Sepertinya ia pernah mendengar nama itu. Tapi dimana?? Ah! Benar! Gadis-gadis yang berlari-lari tadi meneriakkan nama Young Min! Kalau pria ini benar-benar selebriti, berarti gadis-gadis yang tadi itu….

“Ya, kau benar. Gadis-gadis yang tadi itu adalah penggemarku” Young Min berkata seolah ia bisa membaca pikiran Jae In. Sementara gadis dihadapannya ini hanya bisa mengangguk-angguk pelan, menyadari kebodohannya yang tak bisa mengenali seorang selebritis tenar seperti Young Min.

“Lalu…”

“Mereka mendapatiku saat keluar dari bandara” Lagi-lagi Young Min menjawab seolah ia bisa membaca pikiran orang lain. “Aku baru saja pulang dari Beijing, saat keluar dari bandara, ratusan fans telah menunggu disekitar van yang akan membawaku pulang. Sepertinya mereka benar-benar terpesona akan ketampananku. Hahaha” Young Min tergelak mendengar penjelasannya sendiri. Memuji diri sendiri tak ada salahnya, kan?

“Cih, orang ini sombong sekali” Jae In menggumam pelan. Sangat pelan, hingga orang yang dimaksud tak mendengar makiannya barusan. Ya, setidaknya Young Min tak mendengar makian tersebut karena ia kembali melanjutkan ceritanya.

“Waktu itu aku benar-benar kebingungan saat melihat kerumunan para fans. Pengawalan yang kami punya pun tak sebanyak biasanya, karena kepergianku ke Beijing bukanlah untuk urusan pekerjaan, jadi pengamanannya hanya alakadarnya saja” Young Min melirik Jae In sekilas, kemudian melanjutkan kisahnya.

“Saat itu aku melihat sebuah bus Universitas yang terparkir tak jauh dari tempatku berdiri, langsung saja aku menaiki bus tersebut. Kupikir, aku bisa menghidar dari kejaran para fans jika aku bersembunyi di dalam bus. Tapi ternyata bus itu malah menuju tempat ini. Dan entah kenapa para fans bisa mengejarku hingga kesini. Wah, aku benar-benar salut dengan ‘kekuatan’ para fans!”  Young Min menyunggingkan senyum andalannya dan kembali melirik Jae In yang kini tengah menunjukkan ekspresi tak percaya.

“Terserah kau mau percaya atau tidak. Yang jelas tugasku telah selesai. Aku telah memberikan penjelasan padamu, jadi sudah saatnya aku pergi. Annyeeeoong” Young Min melangkah pergi menjauhi Jae In sambil melambaikan tangannya. Sementara gadis itu masih teridam dan terpaku di posisinya. Ia hanya bisa menatap punggung Young Min yang beranjak pergi, sambil terus bergumam tanpa henti.

“Yaaa!! Kau harus meminta maaf padaku!!” Jae In masih tidak terima akan perlakuan Young Min padanya. Namun sialnya, pria itu hanya tersenyum sekilas dan kembali melambaikan tangannya.

“YAAAAAAAAAA!!!!” Mungkin kali ini teriakan Jae In dapat terdengar ke seluruh penjuru kampus.

=======================================================================

To Be Continue……..

Lanjut ke part 2 ya \(^0^)/

Jangan lupa RCL xD

DO NOT PLAGIARISM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s