[Fanfiction] Pretended Love (Part 2)

Title                       : Pretended Love

Main Cast              :  –      Shin Jae In

–      Hwang Young Min

Support Cast         :  –      Lee Eun Koo

–      Park Soo Jung

Genre                   : Romance Comedy

Length                  : Continue

Rating                   : PG-15

Author                  : Kim Eun Mi a.k.a Muthisuju *tetep pengen eksis*

Soundtrack (?)      :  Tim Hwang – Nae Maeum Sayong Seormyunsuh (Explanation For Using My Heart)

 

Annyeong readers ^0^ Penasaran sama cerita di episode (?) sebelumnya??? Silakan baca part 2 ini yaa xD Oiya, kalo ada yang bertanya-tanya ‘Siapa itu Hwang Young Min yang menjadi main cast dalam FF ini?’ gue cuma bisa ngasih clue (?) #author digeplak

 

Hwang Young Min a.k.a Tim Hwang itu penyanyi asal Korea yang main dalam sinetron (?) yang lagi tayang di Indosiar itu lhooo~ yang judulnya Saranghae, I Love U xD Udah tau kan yang mana Tim Hwang?? Cekidot aja lanjutan FF berikut ini…..

 

****************************************************************************

 

‘BRAAAKK’

 

Sebuah majalah mingguan terhempas persis dihadapan Young Min. Dilihatnya sekilas majalah itu. Hanya majalah mingguan biasa dengan cover yang tak kalah biasanya. Tapi yang membuat majalah ini berbeda adalah hot news yang terpampang dengan sangat jelas dan besar.

 

                YOUNG MIN, DIAM-DIAM TELAH MEMILIKI SEORANG KEKASIH!!!!

 

                Young Min tak habis pikir, bagaimana bisa wartawan-wartawan itu mengarang berita semacam ini? Apa? Seorang kekasih?? Ini gila! Benar-benar gila!

 

“Apa pembelaanmu?” Kali ini Lee Eun Koo, sang manajer mulai angkat bicara soal permasalahan ini. Young Min menatap manajernya tersebut dengan tatapan ‘memangnya apa yang harus kubela?’

 

“Kau ini!! Setibanya dari Beijing bukannya langsung pulang tapi kau malah keluyuran dengan seorang gadis. Di lingkungan Universitas! Kau pikir kampus itu tempatnya orang berpacaran haa??”

 

Apa? Seorang gadis? Universitas? Kampus? Young Min benar-benar tak mengerti akan apa yang dikatakan manajernya barusan. Ia mencoba mencerna  kata demi kata hingga matanya tertuju pada cover majalah yang kini tergeletak dihadapannya. Seketika matanya terbelalak saat melihat sebuah foto yang menjadi cover majalah tersebut. Sepertinya ia kenal dengan sosok ini, tapi siapa?

 

“Siapa lagi kalau bukan kau!” Ujar Eun Koo dengan nada tinggi. Young Min pun menfokuskan perhatiannya pada foto tersebut. Ya, manajernya memang benar. Pria yang ada dalam foto tersebut adalah dirinya, dan seorang gadis….Shin Jae In!

 

“Gila! Ini benar-benar gila! Bagaimana mungkin wartawan mengikutiku hingga tempat itu?” Young Min mulai frustasi, sementara Eun Koo hanya bisa melipat tangannya di dada.

 

“Kau baru sadar kalau wartawan bisa bertindak se-ekstrim  itu?”

 

“Tapi tidak padaku!” Young Min menjawab dengan sangat ketus.

 

“Baiklah. Sepertinya gossip ini sudah menyebar, dan tugas kita hanyalah meredam gossip ini agar tak bertambah melebar” Eun Koo melirik Young Min, dan duduk berhadapan dengan pria itu. Sementara diseberang sana, Young Min masih menatap majalah itu dengan penuh amarah. Ia tak habis pikir, bagaimana mungkin wajahnya dan gadis itu bisa terekspos ke media secepat ini??

 

“Kau harus mengumumkan pada media bahwa gadis itu adalah pacarmu. Hanya ini opsi yang kita punya. Kau jangan membantah”

 

“Apa? Pacar? Bagaimana bisa? Aku tak mengenal gadis itu!”

 

“Aish! Kau ini! Apa kau mau merusak citramu sendiri? Saat wartawan bertanya ‘siapa wanita yang sedang bersamamu waktu itu?’ lantas kau akan menjawab apa? Kau akan bilang kalau gadis itu adalah adikmu? Atau ibumu?? Kau pikir para wartawan akan percaya begitu saja jika melihat pose kalian waktu itu?”

 

Ah pose!! Young Min teringat akan hal itu. Memangnya para wartawan mengambil foto saat ia dan gadis itu sedang melakukan apa?

 

“Kau masih belum mengerti ya?” Kali ini Eun Koo benar-benar jengkel. Ia melemparkan sebuah majalah lainnya ke hadapan Young Min, dan membuat pria itu membelalakkan matanya saat melihat sebuah foto pada covernya. Dalam foto itu terlihat dengan sangat jelas wajah Young Min dan gadis itu, sementara pose mereka….Ya, pose mereka pasti akan mengundang spekulasi negatif dari para pembaca. Bagaimana tidak, Young Min pada saat itu tengah membekap Jae In dari belakang dengan tangannya yang menutupi mulut gadis itu. Tentunya para pembaca akan menganggap mereka berdua memiliki hubungan yang spesial, melihat kedekatan mereka dalam foto tersebut.

 

“Sial!!!” Young Min melempar majalah tersebut ke sembarang arah. Ia benar-benar frustasi karena berita murahan itu.

 

“Kau tidak akan sesial ini kalau mau mengikuti saranku. Besok lusa kita adakan konferensi pers, dan mengumumkan bahwa gadis itu adalah kekasihmu”

 

“Apa? Lusa? Kau pikir aku bisa menemukan gadis itu secepat kau mengatakannya?”

 

“Terserah kau saja. Lebih cepat kita mengadakan konferensi pers, maka akan lebih baik untuk kelangsungan karirmu. Itupun kalau kau masih ingin bertahan di industri hiburan ini” Ujar Eun Koo dengan santainya dan melangkah pergi meninggalkan ruangan. Ia yakin kalau Young Min pasti akan mengikuti saran yang ia berikan. Anak itu tidak mungkin melepas popularitasnya hanya karena gosip murahan seperti ini.

 

*********************************************************************************************

 

“Aish!! Semalam aku mimpi apa sampai sesial ini!” Young Min menendang kaleng minuman yang tergeletak dihadapannya sambil terus berjalan tanpa tujuan. Rasanya hari ini adalah hari tersial sepanjang hidupnya. Bagaimana bisa ia menemukan gadis itu dengan mudah? Dan, bagaimana mungkin ia mengumumkan pada media bahwa ia dan gadis itu tengah berpacaran? Ini gila!

 

Young Min kembali menendang kaleng tersebut, sampai matanya bertatapan dengan seorang gadis. Dan, sepertinya ia mengenal gadis itu. Tapi siapa? Perlahan ia mendekati gadis tersebut, namun gadis itu tak bergeming dari posisinya. Gadis itu tengah membaca sebuah majalah, sehingga ia tak menyadari kalau Young Min tengah berjalan mendekatinya.

 

“KAU!!” Young Min berteriak tertahan, berharap orang-orang disekitar mereka tak mendengar teriakannya.

 

“Oh! Kau!!” Gadis itupun sepertinya mengenal Young Min. Tapi tampaknya gadis itu tak kalah kagetnya. Ia menutup mulutnya dengan sebelah tangan sementara sebelah tangannya lagi tengah memegang sebuah majalah yang memuat hot news tentang Young Min.

 

Young Min memperdekat jarak diantara mereka. Ia merasa bahwa kesialannya sedikit berkurang saat bertemu gadis ini. ‘kebetulan yang menguntungkan’ ujar Young Min dalam hati. Bagaimana tidak, saat ia tengah frustasi memikirkan ucapan Eun Koo, tiba-tiba ia bertemu dengan gadis yang akan menjadi ‘kekasihnya’ saat konferensi pers nanti.

 

“Kenapa? Kau menghindari para fans atau kau sedang bersembunyi dari kejaran para wartawan?” Jae In berusaha bersikap senormal mungkin meskipun hatinya sedikit bergetar saat mengucapkan hal tersebut. Sebenarnya Jae In agak ketakutan membayangkan dirinya juga ikut dikejar-kejar wartawan setelah wajahnya terekspos di berbagai media massa.

 

“Tidak. Aku hanya berjalan-jalan saja”

 

‘Cih, kau tidak berbakat berbohong Young Min-a!’ Rutuk Young Min dalam hati. Ia tidak terima atas perkataan Jae In barusan yang begitu menusuk hatinya. Gadis ini harus diberi pelajaran!

 

“Kau…Apa Kau sudah baca majalah hari ini?” Jae In berucap dengan setengah terbata. Sepertinya pertanyaannya barusan adalah pertanyaan paling konyol yang pernah ada.

 

“Tentu saja sudah. Aku ini tipe orang yang paling update! Tidak seperti kau yang tak bisa mengenali selebritis terkenal sepertiku!”

 

DHEG!!

 

Perkataan Young Min barusan benar-benar membuat Jae In tak berkutik. Ada sedikit penyesalan dalam benaknya. ‘sia-sia saja aku bertanya pada orang ini’ Rutuk Jae In dalam hati.

 

“Aku haus. Ayo kita cari tempat untuk minum. Ada hal yang ingin kubicarakan denganmu” Young Min berujar dengan santainya. Lagi-lagi ia menarik lengan Jae In tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu pada gadis itu.

 

“Yaa! Apa yang kau lakukan?” Jae In berusaha melepaskan tangan Young Min dari lengannya, tapi nihil. Ia tak kuasa melawan Young Min yang berpostur tegap seperti itu. Jae In mengalah dan mengikuti kemana Young Min akan membawanya. Hingga di suatu tempat, tepatnya di sebuah café kuno, Young Min melangkahkan kakinya memasuki tempat itu, dan mau tak mau Jae In pun harus mengekor di belakangnya.

 

“Duduklah” Young Min ‘memerintahkan’ gadis itu untuk duduk dihadapannya.

 

“Memangnya apa yang ingin kau bicarakan denganku?” Sahut Jae In tak kalah ketusnya seraya duduk menghadap pria paling menyebalkan yang pernah ia temui.

 

“Kau ini tergesa-gesa sekali. Apa kau tak ingin memesan minuman terlebih dahulu?” Young Min lagi-lagi menyunggingkan senyum andalannya, berharap gadis di hadapannya ini akan luluh dan melunak begitu ia mengutarakan maksudnya.

“Tidak. Tidak perlu. Langsung saja pada topiknya”

 

“……….”

 

“Kau mempermainkanku ya? Kalau tidak ada yang ingin kau bicarakan, aku pergi” Jae In mengambil ancang-ancang untuk meninggalkan tempat itu. Namun, sebelum ia benar-benar pergi, Young Min telah terlebih dahulu membuka mulutnya.

 

“Jadilah pacarku!”

 

“Mwo??” Jae In kaget setengah mati mendengar ucapan Young Min barusan. Ia menghentikan langkahnya dan kembali duduk menghadap pria itu.

 

“Jadilah pacarku” Young Min mengulangi perkataannya, takut kalau gadis dihadapannya ini mempunya masalah pendengaran.

 

“Kau gila ya?” Jae In tak habis pikir. Apa pria ini sedang mengutarakan isi hati padanya?? Tapi walau bagaimanapun, Jae In mengharapkan pernyataan yang lebih romantis dibandingkan pernyataan blak-blakan seperti ini.

 

“Kau sudah baca majalah itu?” Akhirnya Young Min mulai menyadari situasi. ‘sepertinya gadis ini salah paham terhadapku’ gumam Young Min. Ia melirik gadis dihadapannya yang kini tengah mengangguk pelan dengan muka yang memerah. Mungkin gadis ini malu melihat fotonya yang terekspos dengan ‘liar’

 

“Lalu apa tanggapanmu?”

 

“………”

 

“Hhhhhh” Young Min menghela napas panjang sebelum melanjutkan pembicaraan. “Para wartawan telah salah paham dengan kejadian kemarin. Mereka menganggap bahwa kau dan aku mempunyai hubungan yang spesial”

 

“…………..”

 

“Kau masih belum mengerti ya?” Young Min menatap gadis itu dengan tatapan membunuh. Jae In hanya menggeleng pelan.

 

“Itu berarti baik kau maupun aku akan menjadi bulan-bulanan para wartawan. Setiap hari kau akan dikejar-kejar pertanyaan seputar hubungan kita. Dan cara satu-satunya yang bisa ditempuh agar gosip murahan ini segera menghilang adalah…..” Young Min menghela napas panjang. “Kau harus menjadi pacarku”

 

Jae In terbelalak mendengar pernyataan Young Min barusan. Apa? Pacar? Bagaimana bisa?

 

“Tidak. Tidak. Ini tidak seperti yang kau bayangkan” Young Min berusaha untuk ‘meluruskan’ jalan pikiran Jae In. “Kau hanya berpura-pura menjadi pacarku. Cuma ini satu-satunya jalan yang kita punya. Besok lusa manajemenku akan mengadakan konferensi pers, dan disaat itulah aku akan mengumumkan bahwa gadis yang tengah bersamaku waktu itu adalah kekasihku”

 

“………….”

 

“Hanya ini yang bisa kita lakukan. Para wartawan itu akan diam jika aku telah memberikan komentar”

 

“Tapi kenapa harus aku?” Kali ini amarah Jae In mulai memuncak. Ia tidak terima dijadikan sebagai ‘alat penyelamat’ popularitas seorang selebriti seperti Young Min.

 

“Karena hanya kau yang bersamaku pada saat itu! Coba lihat cover majalah itu! Itu kau, bukan?” Young Min memijat kepalanya yang terasa berdenyut hingga menusuk ke tulang.

 

Jae In kembali menatap majalah yang sedari tadi ia bawa. Benar, gadis yang ada pada cover majalah itu adalah dirinya. Ya Tuhan~ ia bisa mati seketika saat membayangkan wajahnya mulai terekspos ke seluruh penjuru negeri.

 

“Ah! Dan satu lagi! Kau ingat kerumunan fans ku yang waktu itu, kan?” Young Min tersenyum, seakan menemukan titik kunci dari permasalahan ini. Sepertinya ia menemukan kelemahan Jae In, dan ia bisa memastikan kalau gadis dihadapannya ini akan mengikuti sarannya.

 

“Mereka itu hanya sebagian kecil dari para fans ku yang tersebar di seluruh penjuru negeri ini. Kau tahu betapa mereka menyukaiku? Mereka akan melindungiku sejauh mereka mampu!” Young Min terkekeh pelan, sementara Jae In bergidik ngeri.

 

“Jika mereka mengetahui kalau aku digosipkan dengan seorang gadis yang tak mempunyai hubungan apa-apa denganku, tentunya mereka akan memproteksiku habis-habisan! Kau mengerti maksudku, kan?”

 

“…..” Jae In semakin ngeri membayangkan ‘kekuatan’ para fans yang dimiliki Young Min. Bisa-bisa ia akan menjadi bulan-bulanan para fans jika mereka mengetahui bahwa gadis yang diberitakan itu adalah dirinya. Jae In pernah mambaca sebuah artikel jika para fans akan mati-matian melindungi idolanya termasuk dari ‘godaan’ para wanita yang ‘menggoda’ atau sengaja ‘menggoda’ idola mereka. Tapi, apa Jae In termasuk dalam kategori wanita yang ‘menggoda’?

 

“Tapi hal itu tidak akan terjadi jika kau berstatus sebagai pacarku” Jae In melirik Young Min dengan tatapan membunuh, membuat pria itu meralat ucapannya. “Ups, sorry. Maksudku pura-pura menjadi pacarku” Young Min terkekeh mendengar ucapannya sendiri. “Setidaknya kau akan aman dari kejaran para fans jika kau telah berstatus sebagai pacarku. Para fans ku tak akan mengganggu dan mencampuri kehidupan pribadi idolanya sendiri”

 

Sejenak Jae In terdiam. Ia mencoba mencerna keadaan saat ini. Young Min ada benarnya. Setidaknya para fans tidak menganggapnya sebagai wanita ganjen yang ‘menggoda’ Young Min. Para fans pasti akan memaklumi jika Young Min sendiri yang mengumumkan bahwa mereka tengah berpacaran. Memangnya apa yang bisa dilakukan oleh seorang fans jika idolanya sendiri telah memutuskan untuk berpacaran dengan gadis lain? Jae In terkikik sendiri membayangkan reaksi para fans Young Min jika mengetahui bahwa idolanya tak lagi single.

 

“Jadi..apa keputusanmu?” Young Min mencoba untuk menerawang jalan pikiran gadis itu.

 

“Itu..I-itu..sepertinya..aku setuju dengan usulanmu barusan” Jae In menjawab dengan terbata. Jelas sekali kalau sekarang gadis itu tengah berusaha untuk tidak terlihat grogi.

 

“Hahaha. Seperti dugaanku. Kau pasti akan menyetujuinya Shin Jae In ssi” Young Min bertepuk tangan pelan, sebagai ungkapan ‘kemenangannya’ atas Jae In.

 

Jae In menautkan alisnya. “Kau tahu namaku?”

 

“Tentu saja” Young Min mengangkat bahunya seraya menunjuk sebuah buku tebal yang sedari tadi dibawa oleh Jae In. Pada buku itu tertulis nama Shi. Jae. In. dengan sangat jelas karena ukuran hurufnya yang cukup besar. Kalau bukan nama gadis itu, siapa lagi?

 

“Baiklah. Berarti sekarang kita telah resmi menjadi sepasang kekasih.”

 

“……”

 

“Tidak. Tidak. Maksudku pura-pura menjadi sepasang kekasih”

 

“……” Jae In tertunduk lesu di bangkunya. Ia tak menyangka kalau ia akan berpura-pura menjadi kekasih dari seorang selebriti terkenal di Korea, seperti Young Min.

 

“Mana ponselmu?” Young Min memanjangkan lehernya mencari-cari ponsel gadis tersebut.

 

“Ini. Kau mau aaa—“ Belum sempat Jae In menyelesaikan kalimatnya, Young Min telah terlebih dahulu menyambar ponsel itu dan menekan-nekankan jarinya di layar. Sedetik kemudian, Young Min merogoh kantongnya dan mengeluarkan ponselnya yang bertipe sama dengan milik Jae In. ‘ini hanya kebetulan belaka’ gumam Young Min dalam hati.

 

“Oke. Kita sudah bertukar nomor ponsel” Ujar Young Min santai seraya mengembalikan ponsel milik Jae In. Gadis itu menyambar ponsel miliknya dengan ekspresi tak terima. Bisa-bisanya pria itu ‘mencuri’ nomor ponselnya begitu saja!

 

“Apa-apaan kau! Kenapa kau mencuri nomor ponselku?”

 

“Yaaa! Kau lupa ya? Sekarang kita ini adalah sepasang kekasih. Meskipun hanya berpura-pura, tapi tidakkah kau merasa aneh jika sepasang kekasih tidak mempunya nomor ponsel pasangannya sendiri? Itu terdengar sangat konyol, kan?”

 

“……” Kali ini Jae In merasa telah kalah dalam pertarungan panjang ini. Tampaknya hari-harinya kedepan akan lebih sulit dibanding hari ini.

 

“Baiklah. Tampaknya kau sudah mulai mengerti. Persiapkan dirimu sebaik mungkin. Lusa adalah waktunya untuk konferensi pers. Aku akan menghubungimu nanti” Ucap Young Min sebelum meninggalkan café tersebut. Sementara Jae In masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia memilin-milin bagian bawah bajunya hingga tatapannya bertemu dengan sang pemilik café kuno itu.

 

Merasa segan dengan pemilik café yang terus-terusan menatapnya dengan tatapan tak suka –mungkin karena ia dan Young Min belum memesan apapun-  akhirnya Jae In memutuskan untuk memesan secangkir black coffee sebelum akhirnya beranjak meninggalkan café tersebut. Entah kemana tujuannya. Yang jelas, hari ini ia hanya ingin berjalan-jalan mengikuti kata hatinya. Sekaligus mempersiapkan mental untuk konferensi pers esok lusa.

 

************************************************************************************

 

To Be Continue…

Lanjut ke part 3 ^0^

Jangan lupa RCL yaaa xD

 

DO NOT PLAGIARISM

2 pemikiran pada “[Fanfiction] Pretended Love (Part 2)

  1. Penasaran,,, penasaran,,,
    banget ceritanya yuli tnggu kelanjutannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s