[Fanfiction] Pretended Love (Part 3)

Title                       : Pretended Love

Main Cast              :  –      Shin Jae In

–      Hwang Young Min

Support Cast         :  –      Lee Eun Koo

–      Park Soo Jung

Genre                   : Romance Comedy

Length                  : Continue

Rating                   : PG-15

Author                  : Kim Eun Mi a.k.a Muthisuju *inget nama ini baek-baek yaa ^^*

Soundtrack (?)      :  Tim Hwang – Nae Maeum Sayong Seormyunsuh (Explanation For Using My Heart)

Bagi yang gak suka sama main cast nya mian yaa~ soalnya author lagi hobi ngedengerin lagunya Tim Hwang :O *bow*Dalam FF ini, Tim Hwang adalah Tim Hwang (?) sementara Shin Jae In hanyalah tokoh khayalan author. Kalian boleh menganggap diri kalian sendiri sebagai Shin Jae In😄 whahaha #author digeplak

=================================================================================

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh para wartawan yang haus akan berita ‘murahan’. Hari dimana seorang selebritis papan atas Korea, Hwang Young Min akan memberikan kejelasan mengenai gosip yang menerpanya beberapa hari terakhir. Bagaimana tidak, para wartawan itu bagaikan mendapat guyuran air hujan ditengah kemarau yang melanda saat Young Min beserta manajemennya mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan konferensi pers di penghujung pekan. Sepertinya setelah konferensi pers ini berakhir, wajah Young Min dan Jae In akan kembali menghiasi  halaman terdepan dari berbagai tabloid dan majalah mingguan.

Meskipun hari ini adalah hari yang ‘spesial’ namun Jae In sedikit merasa kesal karena pagi-pagi sekali ia sudah diteror oleh beberapa SMS yang masuk ke ponselnya. Pengirimnya siapa lagi kalau bukan Hwang Young Min, yang tak bosan-bosannya memberi tahu Jae In bahwa hari ini mereka akan mengadakan konferensi pers. Ah, entah sudah berapa puluh SMS yang ia kirimkan pagi ini!

Jae In mengetuk-ngetukkan kakinya ke lantai. Hanya ada ia dan seorang penata rias dalam ruangan ini. Entah kenapa ia menurut saja saat Young Min menyuruhnya untuk datang ke hotel –tempat mereka mengadakan konferensi pers- terlebih dahulu. Young Min beralasan kalau ia masih mempunyai jadwal syuting, jadi ia menyuruh Jae In untuk berangkat terlebih dahulu. Entah Young Min akan menyusulnya atau tidak, Jae In tak mau ambil pusing. Yang jelas saat ini ia merasa sangat bosan. Sudah dua jam ia berada di ruangan ini. Bersama si penata rias yang sedari tadi sibuk menggulung rambutnya yang entah mau ia apakan. Lama-lama Jae In bisa frustasi. Ia tak bisa membayangkan para selebritis wanita yang rela menghabiskan waktunya berjam-jam hanya untuk menggulung rambut?!

Tanpa terasa, saking lamanya menunggu sambil ‘menggulung’ rambut, akhirnya pertahanan Jae In pun runtuh. Gadis itu tertidur dengan wajah ditekuk, membuat hidung beserta bibirnya menyentuh gaun yang ia kenakan. Sedangkan si penata rias? Orang itu masih saja sibuk menggulung dan menggulung rambut Jae In.

“Oh~ annyeonghaseyo Young Min ssi” Penata rias itu sedikit terkejut saat mendapati Young Min yang entah bagaimana telah berdiri dibelakangnya. Pria itu tampak sedikit kelelahan. Butiran-butiran keringat tampak menghiasi permukaan kulit wajahnya.

“Ne, annyeonghaseyo” Young Min tersenyum. Sekilas ia melirik ke arah Jae In yang kini tengah tertidur pulas. Merasa ada yang aneh dengan tatapan Young Min, penata rias itu pun mulai angkat bicara.

“Jae In ssi ketiduran saat aku menata rambutnya. Mungkin ia kelelahan karena sudah terlalu lama menunggu di ruangan ini”

“Oh gwaenchana. Biarkan dia tidur sebentar lagi. Aku pergi terlebih dahulu. Nanti aka nada seorang staf yang akan memanggilnya ke ruangan konferensi” Lagi-lagi Young Min menyunggingkan senyum andalannya. Sebenarnya ia tak tahan melihat posisi tidur Shin Jae In. Terlalu konyol dan sedikit memalukan untuk seorang gadis seumurannya. Apalagi dalam beberapa jam kemudian, seisi dunia akan menganggapnya sebagai kekasih dari seorang selebriti terkenal. Young Min tak bisa membayangkan, betapa memalukannya jika posisi tidur Shin Jae In barusan terekspos ke publik!

Young Min pun beranjak meninggalkan ruangan tersebut. Sekilas ia kembali melirik Jae In yang masih belum terbangun dari tidur nyenyaknya. Sejenak ada perasaan hangat yang menyusup ke dadanya saat melihat wajah polos Jae In yang tengah tertidur. ‘Aish! Young Min-a! Kau kenapa?’ Young Min menampar-nampar pipinya pelan, dan berlalu begitu saja meninggalkan Jae In serta penata rias yang masih terus menggulung dan menggulung rambut…

==============================================================================

“Jae In ssi. Kau harus segera bersiap. Lima menit lagi acaranya akan dimulai” Suara seorang staf mengagetkan Jae In yang baru terbangun dari tidurnya.

Apa? Lima menit lagi??

Jae In masih belum percaya atas apa yang ia dengar barusan. Lima menit lagi. Nasibnya akan ditentukan dalam waktu lima menit lagi. Lima menit lagi seluruh Korea atau bahkan dunia akan menganggap bahwa ia dan Hwang Young Min adalah sepasang kekasih! Lima menit lagi!

“Jae In ssi. Ppalli~” Staf yang satu ini tampaknya sudah tidak sabar lagi. Sepertinya ia ingin segera membawa Jae In ke ruang konferensi.

“Ah, ne!” Jae In menghela napas panjang sebelum beranjak untuk meninggalkan ruangan tersebut. Ia menyibakkan sebagian rambutnya yang telah tertata dengan sangat anggun. Dalam hati, Jae In diam-diam berterimakasih kepada si penata rias yang telah menggulung-gulung rambutnya sejak dua jam yang lalu.

Jae In melangkah ke luar ruangan mengikuti seorang staf yang tadi memanggilnya. Tampaknya ruang konferensi itu lumayan jauh. Ia harus melewati beberapa lorong panjang sebelum akhirnya melihat sebuah pintu berukuran besar, dengan ornamen-ornamen tradisional Korea. Sejenak Jae In memuji keindahan ornamen tersebut sampai telinganya menangkap sebuah suara dari balik pintu berukuran besar itu. Sayup-sayup Jae In bisa mendengar suara seorang pria yang sudah tidak asing lagi. Sepertinya acara konferensi pers ini sudah dimulai.

“Gadis yang bersamaku waktu itu bernama Shin Jae In. Dia adalah kekasihku”

DHEG!!

Seketika jantung Jae In serasa berhenti beroperasi. Pembuluh-pembuluh yang ada disekujur tubuhnya tak lagi mengalirkan darah yang kaya akan oksigen, sehingga Jae In sedikit kesulitan dalam mengambil napas. Jae In berdiri membeku, bahkan disaat pintu besar itu terbuka dan semua perhatian yang tadinya tertuju pada Young Min, kini beralih padanya. Cahaya blitz kamera pun mulai mengincar setiap jengkal tubuhnya. Para wartawan yang telah hadir mencercanya dengan berbagai pertanyaan. Mulai dari ‘benarkah anda adalah gadis yang bersama Hwang Young Min?’ ‘kapan kalian mulai menjadi sepasang kekasih?’ ‘bagaimana cara kalian menyimpan hubungan ini hingga tak tercium oleh media?’ ‘sudah siapkah anda dengan respon para fans dari Hwang Young Min?’

Saat diberondong beberapa pertanyaan sekaligus seperti itu, Jae In hanya bisa terdiam membisu. Sementara di podium sana Young Min tengah berdiri dengan ekspresi yang tak kalah kagetnya. Ia tak menyangka kalau Jae In akan datang tepat disaat ia mengucapkan kalimat itu. Tadinya ia berpikir kalau Jae In akan datang pada detik-detik terakhir konferensi pers, atau malah Jae In tidak datang sama sekali. Tapi sekarang?

Jae In yang masih tidak percaya dengan kalimat yang diucapkan Young Min barusan, perlahan berjalan mendekati podium. Tentunya atas arahan dari para staf yang tadi membawanya ke ruang konferensi. Ia melangkahkan kakinya dengan sedikit bergetar, sambil terus berdoa dalam hati agar ia tak tersandung oleh gaunnya sendiri.

Melihat Jae In yang perlahan mulai mendekatinya, Young Min merasakan ada sesuatu yang janggal pada dirinya. Rasa hangat kembali menjalar di sekujur tubuhnya. Perasaan macam apa ini?! Young Min berusaha mengontrol dirinya sendiri, hingga tanpa tersadar ia menggumam pelan..

“Yeppo”

Tanpa tersadar Young Min menggumam pelan setelah terpaku pada Jae In yang menurutnya sangat berbeda dengan Jae In yang ia temui kemaren lusa. Gadis yang kini tengah berjalan ke arahnya tersebut benar-benar cantik. Make up yang ia gunakan sangat cocok dengan gaun yang ia kenakan, sederhana namun elegan. Young Min pun baru menyadari, ternyata Jae In masuk dalam kategori gadis yang cantik. Ia pun tersipu malu mengingat khayalannya sendiri. Hingga ia tersadar bahwa kini lampu blitz kamera mulai mengarah kepadanya dan Jae In.

Ya, meskipun itu hanya gumaman pelan, namun tampaknya Young Min tak menyadari ada beberapa buah microphone yang berjejer rapi di hadapannya. Jangankan gumaman kecil, mungkin suara detak jantung Young Min pun bisa terdengar oleh semua hadirin di ruangan itu, melihat begitu banyaknya microphone yang ada.

Mendengar gumaman dari Young Min, secara refleks kamera para wartawan mulai mengarah kepadanya, dan secara bergantian juga mengabadikan raut wajah Jae In yang kini tengah memerah. Entah apa yang terpikirkan oleh Young Min, tapi sepertinya masyarakat akan percaya kalau mereka adalah sepasang kekasih sungguhan!

“Young Min ssi! Sepertinya kau begitu terpesona dengan kecantikan kekasihmu sendiri!” Celetuk salah seorang wartawan yang disambut dengan koor wartawan yang lainnya. Mendadak ruangan kembali gaduh dan suara blitz kamera mulai mendominasi.

“Young Min ssi! Jae In ssi! Kalian benar-benar pasangan yang serasi!” Kali ini para wartawan itu tergelak bersama dan bertepuk tangan kecil. Seolah Young Min dan Jae In adalah pasangan atlet yang baru saja memenangkan medali emas. Sementara subjek yang dimaksud hanya bisa tersipu malu, dengan wajah yang semakin memerah. Entah merah karena malu atau merah karena menahan marah..Entahlah, hanya Young Min dan Jae In yang tahu….

==========================================================================

To Be Continue…

Lanjut ke part 4 \(^0^)/

Jangan lupa RCL ya ^^

DO NOT PLAGIARISM

4 pemikiran pada “[Fanfiction] Pretended Love (Part 3)

  1. Kok cma sedikit ceritanya,yuli jd penasan dgn ceritanya

  2. Part 4 nya blom ada ya sist? tak tunggu2 nih sist…. Lanjut ya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s