Keluarga Masa Depan

Well, kali ini gue mau nulis tentang sesuatu yang rada serius. Yah, meskipun hal ini bertolak belakang sama tipografi otak gue yang gak bakalan bisa diajak ngomong serius. (Serius, gue gak tau lagi nulis apa!).

gajok

Mungkin terlalu dini untuk ngomongin soal pernikahan. Tapi gak ada salahnya juga kalo gue ngebahas hal ini. Kira-kira gambar di atas udah mewakili sebuah keluarga masa depan yang gue idam-idamkan🙂

Well, gue bukan tipikal orang yang pengen nikah muda (muda dalam artian usia 20-25 tahun). Kalo temen-temen gue sih pengennya lebih cepat lebih baik. Dengan alasan, agar mereka bisa mengurus keluarga dengan baik. Kalo udah punya anak nanti, anak mereka gak bakalan mengalami yang namanya ‘gap’ usia yang terlalu jauh dengan orang tuanya. Yah, sederhananya, kalo kita menikah di usia 20 tahun, dan mendapatkan anak di usia 21 tahun, paling gak kita masih bisa mengikuti cara bergaulnya si anak (karena perbedaan usia yang tidak terlalu jauh).

Tapi gue rada gak sependapat dengan temen-temen gue itu. Menurut gue, menikah itu bukan karena tuntutan usia. Bagi gue, pernikahan itu bukan soal “kapan, dan dengan siapa kamu akan menikah” melainkan “bagaimana, dan seperti apa keluarga masa depan yang akan kamu rancang”.

Simple sih. Kalo kita beranggapan menikah di usia muda akan mempersempit jarak (usia) antara kita dan si anak, sah-sah aja sih, asalkan lo bisa punya anak minimal 1 tahun setelah lo menikah. Lah, gimana jadinya kalo udah 10 tahun menikah tapi lo belum dikasih keturunan? Ya sama aja bohong. Berarti tujuan lo menikah gak kesampaian, kan?

Kalo lo menikah karena tuntutan usia, dengan alasan ntar keriput, lah. Takut di usia senja (?) nanti udah gak kebagian jodoh, lah. Berarti lo gak percaya sama yang namanya takdir Tuhan. Bukannya gue sok religius nih ya, tapi percaya aja deh, jodoh gak bakalan ketuker asalkan lo gak terburu-buru. Tuhan udah nyiapin pasangan yang paling pas buat lo, asal lo mau sedikit bersabar. Tuhan udah ‘nyimpen’ seseorang yang pantas buat lo, asalkan lo mau berusaha memantaskan diri untuk orang itu. Sebagai seorang muslim, gue percaya kalo lelaki yang baik itu untuk wanita yang baik, dan wanita yang baik juga untuk lelaki yang baik. Jadi, kalo sekarang lo masih jomblo, itu berarti Tuhan ngasih lo kesempatan lebih untuk memperbaiki diri, supaya lo juga mendapatkan seseorang yang pantas (yang sesuai dengan kebaikan diri lo sendiri). Kalo mau jodoh yang soleh, rajin shalat, ya pantaskan diri lo buat ngedapetin jodoh yang seperti itu. Dengan cara apa? Ya, rajin-rajinlah shalat, perbanyak ibadah. Kenapa? Ya, karena lelaki yang baik itu diperuntukkan bagi wanita yang baik. Kalo mau lelaki yang rajin shalat, berarti kita juga harus jadi wanita yang rajin shalat, kan?😀 (air mata gue pun bercucuran, saking gak ngertinya sama apa yang gue tulis).

Keluarga masa depan yang akan lo jalani kelak, itu tergantung dengan apa yang lo kerjakan hari ini dan di masa lalu. Menikah itu bukan hanya karena tuntutan usia dan desakan dari keluarga. Tapi menikah itu adalah suatu rancangan masa depan, dan diri lo sendiri adalah sang creator-nya.

Well, ngomongin keluarga masa depan yang gue idam-idamkan, gue sendiri juga malu ngebayanginnya. Muehehe. Kalo kebanyakan dari temen-temen gue berencana untuk menjadi wanita karir (kerja kantoran), gue malah sebaliknya. Gue mau jadi ibu rumah tangga yang baik hati😀 Tapi bukan berarti gue pengangguran loh. Jadi ibu rumah tangga bukan berarti gue gak punya penghasilan sendiri. Gue berencana (dalam tatanan keluarga masa depan gue nantinya) untuk jadi ibu rumah tangga sekaligus ‘menghasilkan’ beberapa lembar rupiah dari rumah (gue bekerja dan menghasilkan uang tanpa harus mengorbankan kepentingan rumah tangga). Gue bukanlah tipikal orang yang bisa bekerja di kantor. Soalnya gue orangnya moody-an dan gampang bosan. Kalo gue kerja di kantor dengan rutinitas yang sama setiap harinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s