[Today’s menu] Awal Perkenalan dengan Tipografi

Mulai hari ini dan seterusnya, gue bakalan nge-share materi perkuliahan yang gue pelajari. Ya, itupun kalo gue ga lupa sama materinya, atau gue ketiduran pas dosen lagi ngajar. Yah, itung-itung gue berbagi ilmu (ajaran sesat) bagi para pembaca sekalian (berasa blog ini punya banyak penggemar).

Forum ini gue beri nama “Today’s Menu”. Isinya tentang materi pelajaran yang gue dapat selama masa kuliah. Tujuan awalnya sih untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, gue kehilangan catatan penting yang berisi materi perkuliahan. Kalo gue tulis di blog, seenggaknya gue masih punya ‘soft copy’ dari materi perkuliahan tersebut🙂 Tujuan lainnya, supaya gue keliatan sedikit lebih pintar dari kecebong. Coba kalian pikir, anak kecebong mana yang punya blog dan nulis materi perkuliahan di dunia maya? Gak ada, kan? Cuma gue yang melakukan hal semacam ini *semesta pun bersorak*

Well, untuk Today’s Menu hari ini (sumpah, ini grammar kacau abis), gue akan memulai dengan perkenalan singkat bersama tipografi…

Tipografi ini merupakan salah satu mata kuliah penting di jurusan gue. Inti dari mata kuliah ini adalah mempelajari tatahuruf (menata huruf) dengan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia. Tujuannya, agar para pembaca mendapatkan suatu kesan tertentu dan lebih mudah dalam memahami maksud yang ingin disampaikan. Atau, dalam istilah yang lebih sederhana, tipografi bisa diartikan sebagai “cabang ilmu yang memvisualisasikan bahasa (visual language)”.

Tipografi ini sangat erat kaitannya dengan huruf (font, word, teks, dan language). Jadi kalau kita bicara tentang tipografi, itu berarti ga jauh-jauh dari yang namanya ALPHABET.

Apa hubungannya sama Alphabet?

Ya jelas dong. Esensi dari tipografi sendiri adalah TATAHURUF (menata huruf), jadi mau ga mau, suka ga suka, jodoh ga jodoh (eh, ini kok malah nyambung ke jodoh ya?) yang namanya tipografi harus ada unsur HURUF. Tipografi tanpa huruf itu bagaikan makan sate tapi yang dikasih cuma tusuknya doang (yang ada kita malah ngemut lidi).

Trus, gimana caranya menata huruf tersebut?

Gini deh, sebelum kita membahasa soal penataan huruf, gue kasih sedikit trivia (?) tentang tipografi.

Tipografi sendiri HARUS mengandung unsur Visual Language, Ilmu, Seni, Penataan Huruf, Komunikatif (harus bisa dimengerti dan dipahami), dan Kenyamanan (berkaitan dengan jarak pandang dan ukuran huruf). Kalau salah satu dari unsur tersebut dihilangkan, maka belum bisa disebut sebagai tipografi. Misalnya, coba lihat logo produk di bawah ini…

Logo Djarum Black

Coba analisa selama beberapa menit. Adakah yang menarik? Atau janggal?

Oke, gue bakalan bahas logo ini. Secara kasat mata (pandangan mata orang awam) logo tersebut dibaca BLACK. Padahal dalam penulisannya tidak ada huruf (alphabet) A.

Trus, kenapa bisa dibaca BLACK?

Karena dalam penulisannya, alphabet A diganti dengan sebuah bentuk lain (simbol) yang menyerupai atau memiliki kemiripan bentuk dengan huruf A tersebut. Dalam kasus ini, huruf A diganti dengan sebuah segitiga sama kaki (menurut analisa gue sih itu segitiga sama kaki).

Kenapa musti segitiga? Kenapa bukan bentuk yang lain?

Nah, ini yang namanya penataan huruf (yang bersifat komunikatif). Kalau misalnya huruf A diganti dengan gambar pohon, jadinya malah ambigu, alias tidak komunikatif (tidak dapat dimengerti oleh pembaca). Supaya maksudnya bisa tersampaikan (tujuan utama tipografi), maka dicarilah bentuk yang mendekati huruf A. Dan, agar bentuknya lebih komunikatif dan enak dilihat, maka hurufnya harus ditata sedemikian rupa. Dalam logo di atas, segitiga merah agak lebih ditonjolkan (berkaitan dengan pencitraan si produk).

Contoh lain dari penataan huruf (tatahuruf)

TIPOGRAFIsalah satu bentuk dari penataan huruf, ada huruf yang berukuran lebih besar, dan ada yang berukuran lebih kecil

__R_E_V_O_L_U_T_I_O_N___by_For_Certain

yang ini udah ‘memainkan’ bentuk dan warna

tipo

yang ini lebih menampilkan kesan ‘seperti’ kertas yang disilet-silet

Jadi sebenernya apa sih, tipografi itu?

Kebangetan emang, kalo gue udah jelasin panjang lebar tapi kalian ga paham sama tipografi. Entah otak gue yang terlalu encer (saking encernya, otak gue sampe mengalir hingga sungai nil) atau kalian yang terlalu pintar. Entahlah..hanya Tuhan yang tahu.

Well, gue ulang lagi ya..

Tipografi itu sebenernya simple. Cuma mengutak-atik susunan huruf, entah itu dengan mengubah ukurannya menjadi lebih besar atau menggantinya dengan bentuk lain yang memiliki kedekatan bentuk (seperti pada logo Djarum Black di atas). Tapi jangan asal utak-atik aja, harus diperhatikan juga unsur-unsur yang udah gue sebutin tadi. Huruf-huruf yang udah kita utak-atik (bahasa kerennya modifikasi) harus bisa dimengerti oleh para pembaca. Perhatikan juga ukuran hurufnya, jangan sampai terlalu besar atau malah terlalu kecil (kalau ukuran hurufnya terlalu besar, bisa-bisa kita musti ke bulan dulu, baru deh tulisannya bisa kebaca).

Jadi tipografi cuma gini-gini aja?

Eits, masih ada yang lainnya bro🙂

Kalau dikaji secara ilmu sejarah, tipografi ini telah melalui suatu perjalanan yang sangat panjang. Sejak dari 3000 tahun Sebelum Masehi, nenek moyang kita (manusia purba) telah menciptakan sebuah simbol berupa gambar (pictograph). Coba baca sejarah tentang Mesir kuno, pada masa itu masyarakat Mesir telah menemukan yang namanya hieroglif, yang pada akhirnya menyebar ke Yunani dan menjadi cikal bakal terbentuknya alphabet.

Nah, dari alphabet tersebut, terbentuklah yang namanya tipografi. Hingga akhirnya, tipografi mulai berkembang dan bervariasi.

Coba analisis gambar-gambar di bawah ini…

typography  ada yang bisa membacanya? hayoo bacaannya apa hayoo

url

yang ini dibaca I LOVE NY, karena kata ‘LOVE’ diganti dengan bentuk hati (desain ini sendiri muncul sejak tahun 1930)

iloveri

gak jauh beda sama logo sebelumnya, logo kali ini juga bermakna sama, yaitu mengganti kata ‘CINTA’ dengan simbol garuda (sebagai identitas bangsa Indonesia). tapi sayangnya logo ini dibuat pada tahun 2010-an (terlambat 80 tahun dibanding dengan logo I LOVE NY)

coollogo_com_257741084

nah, yang ini jangan dibaca A-N-E-D-I-S, melainkan AN’TIGA’DIS (anti gadis). kenapa? karena angka 3 (tiga) berfungsi sebagaimana fungsi aslinya, bukan sebagai penggati, seperti logo sebelumnya.

gh

pliss jangan fokus sama gambar sapinya, tapi perhatikan kata 3-RUT. sama seperti kasus sebelumnya, angka 3 pada kata 3-RUT tetap berfungsi sebagaimana fungsi aslinya. jadi cara membacanya bukan E-RUT, melainkan ‘TIGA’-RUT (ti garut atau dalam bahasa sunda berarti ‘dari garut’)

knkj

yang ini adalah salah satu logo brand terkemuka, 347. tapi dosen gue bilang, logo ini akhirnya dimodifikasi pada tahun 2000an menjadi E-A-T. kenapa? karena 347 memiliki kedekatan bentuk dengan huruf E (3) – A (4) – T (7)

Oke, sekian dulu Today’s Menu hari ini. Semoga bermanfaat. Mohon maaf kalo gue ada kesalahan dalam menyampaikan materi. Mungkin gue ketiduran saat dosen lagi ngambil absen (lah apa hubungannya). Atau, mungkin dalam postingan kali ini ada beberapa kesalahan penulisan, mohon dikoreksi aja ya😀 Yah, ilmu gue baru sebatas ini. Besok-besok kalo gue rajin kuliah, mungkin ilmunya bakalan nambah, dan gue bakalan posting lagi🙂 Makanya, gue mohon doanya, supaya gue ga bangun kesiangan atau ketiduran dikelas (apalagi kalo gue ketiduran di kelas orang lain). Muehehe

2 pemikiran pada “[Today’s menu] Awal Perkenalan dengan Tipografi

  1. thanks pencerahannya ya.. aku baru masuk semester 2 dan baru mau dapet pelajaran tipografi 1.. ::) kalau boleh tau tugas praktek/teorinya apa aja ya?

    • waah senang sekali bisa bermanfaat🙂 kalau aku dulu sih waktu belajar tipografi 1 disuruh mendesain huruf dari artefak budaya yang ada di Indonesia. bisa dari senjata, jenis ukuran, batik, rumah adat, dll

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s