Creative Thinking

contoh-Gestalt-figure-groundbentuk seperti apa yang kalian lihat dari gambar ini?

Oke, kali ini gue akan membahas mengenai creative thinking. Sebagai anak desain yang gak pernah ngupil sembarangan, gue dituntut untuk berpikir kreatif, agar setiap karya yang gue hasilkan berbeda dengan karya-karya yang telah ada. Tapi gak cuma anak desain yang harus berpikir kreatif. Sebagai seorang individu (yang masih) hidup, kita juga harus kreatif, boss!

Creative thinking (berpikir kreatif) itu sebenernya sangat simple. Seseorang bisa dikatakan kreatif apabila ia bisa melihat sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda. Analisa sederhananya ada pada gambar di atas. Coba perhatikan baik-baik, bentuk seperti apa yang bisa kalian lihat? Apakah sebuah vas bunga, atau, siluet wajah seseorang?

Well, dua-duanya benar. Disatu sisi, gambar tersebut memperlihatkan siluet wajah seseorang, jika kita terfokus pada warna putih yang dominan (dan mengabaikan warna hitam). Tapi disisi lain, kita bisa melihat sebuah bentuk berupa vas bunga jika kita terfokus pada warna sebaliknya (hitam). Nah, inilah yang disebut dengan creative thinking.

Jadi, creative thinking itu cuma buat ngeliat gambar hidung seseorang?

Yah, enggak lah! Berpikir kreatif itu gak selalu berupa hal-hal yang bersifat imajinatif. Apapun yang kita lakukan sehari-hari, entah itu makan, minum, tidur, beribadah, bahkan ngupil sekalipun, kita tetap dituntut untuk berpikir kreatif. Gak percaya? Gini deh, gue kasih ilustrasi absurdnya…

Suatu hari, kost-an gue dilanda paceklik. Iya, paceklik. Kebun stroberi dalam kamar gue mengalami gagal panen. Dan, belakangan gue baru sadar, kalo selama ini gue nge-kost di hutan. Singkat cerita (meskipun ceritanya belum terlalu panjang, tapi disingkat-singkatin aja, biar mata kalian gak panuan) gue pun mengalami suatu penyakit yang bernama kelaparan. Menurut analisa dokter hewan deket kost-an gue, penyakit ini gak bisa disembuhkan karena gak ada obatnya. Gue pun frustrasi.

Setelah sekian lama (kira-kira 1 abad), akhirnya gue pun menemukan solusinya. Penyakit kelaparan ini pasti bisa disembuhkan, karena gue percaya, setiap penyakit di dunia ini pasti ada obatnya. Akhirnya gue pergi ke kamar sebelah (kamarnya temen gue), dan, numpang makan. Tapi ternyata, temen gue juga menderita penyakit yang sama. Alhasil, kita cuma bisa makan permen karet berdua. Iya, dia yang makan permen, dan gue yang kebagian karetnya.

Well, cerita yang barusan emang sedikit tragis. Kalo di hollywood, cerita ini termasuk dalam kategori thriller. Tapi inti yang ingin gue sampaikan melalui cerita absurd di atas adalah, apapun masalahnya dan bagaimanapun kondisinya, usahakan agar kita mendapatkan solusi yang paling kreatif (se-kreatif mungkin). Kenapa? Karena sesuatu yang (bernilai) kreatif akan menimbulkan kesan yang dalam. Akan mudah diingat, dan tentunya akan lebih mudah untuk diidentifikasi (dikenali).

Kenapa sesuatu yang (bernilai) kreatif bisa menimbulkan kesan yang begitu dalam?

Sebenernya hal ini sangat simple. Berdasarkan nalurinya, otak manusia akan lebih mudah menangkap sesuatu yang terlihat mencolok. Kenapa? Karena sesuatu yang mencolok dianggap janggal dan berbeda, makanya, hal yang mencolok akan mendapat perhatian lebih dari otak kita. Misalnya, pas lagi sholat berjamaah di masjid, tiba-tiba ada bapak-bapak brewokan yang nyelip di shaf perempuan. Bukannya khusu’ sholat, yang ada itu bapak-bapak keburu dibakar duluan sama pengurus masjidnya. Kenapa? Karena hal seperti ini dianggap janggal, dan tentunya amat mencolok. Secara spontan, otak akan menangkap dan menyimpan kejadian tersebut, dan ‘melabel’-inya sebagai sesuatu yang berkesan.

Nah, kreatifitas sendiri identik dengan hal-hal yang berbeda, dan baru. Kalau hal tersebut tetap sama dengan yang sebelumnya, maka tidak bisa dikategorikan sebagai sesuatu yang kreatif, karena sesuatu yang sama mengarah pada plagiarism. Sementara kreatif dan plagiarism adalah dua hal yang bertolak belakang. Tapi, tidak ada salahnya kalau kita mengacu pada sesuatu yang telah ada, asalkan, sesuatu tersebut harus dimodifikasi dan memunculkan bentuk yang baru.

Well, bicara soal creative thinking, berarti kita juga harus membahas yang namanya problem solving.

Problem solving? Apalagi tuh?

Sebagai manusia, tentunya kita pernah mengalami suatu masalah. Nah, untuk menyelesaikan masalah tersebut dibutuhkan suatu solusi yang tepat. Gak hanya sekadar solusi. Kalau kalian haus, solusinya adalah minum air putih yang banyak. Kalau kalian di PHP-in sama gebetan, solusinya cuma satu, bakarlah foto gebetan kalian itu dan minum air rendaman abunya. Gampang, kan?

Tapi, gimana caranya menemukan suatu solusi yang tepat dan sesuai dengan permasalahan yang kita hadapi?

Nah, inilah fungsi dari creative thinking. Dengan berpikir kreatif, kita akan menemukan solusi yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan berpikir kreatif, kita akan mempunyai lebih banyak opsi (pilihan) dalam memecahkan suatu masalah. Kalau dalam film-film action, kita mempunyai plan A dan plan B dalam menyelesaikan suatu masalah. Jika plan A gagal, maka beralihlah ke plan B. Jika plan B juga gagal, berarti ada yang salah dengan proses berpikir kalian. *dilempar sayuran segar*

Tapi, percaya atau tidak, se-kreatif apapun seorang manusia, masih ada yang lebih kreatif lagi. Yaitu, Tuhan. Coba kalian bayangkan, ada berapa banyak manusia yang ada di dunia? Seribu? Sejuta? Atau, milyaran? Coba diteliti lagi, adakah yang memiliki kemiripan wajah hingga 100%? Gak ada, boss! Gak ada satupun ciptaan Tuhan (terutama manusia) yang memiliki keidentikan hingga 100%. Meskipun kalian adalah saudara kembar, pastilah terdapat beberapa perbedaan pada cetakan (?) wajah kalian. Misalnya, lo punya tahi lalat di pipi, semetara kembaran lo tahi lalatnya ada di gigi. Atau, lo punya rambut yang ikal, sementara kembaran lo rambutnya gimbal (merangkap sarang laba-laba). Jadi, keidentikan merupakan suatu hal yang ‘diharamkan’ pada hasil karya Tuhan. Tuhan itu Maha Kreatif. Dan, gak ada yang bisa menandingi tingkat kreatifitas itu.

So, kalau kita mempunyai suatu masalah dan membutuhkan penyelesaian (problem solving), cobalah untuk berpikir kreatif. Agar permasalahan tersebut menemukan suatu penyelesaian yang tepat. Tapi, jika plan B yang telah kalian rencanakan juga gagal, maka mengadulah pada Tuhan. Karena pemilik kreatifitas yang hakiki hanyalah Tuhan, dan Ia Maha Mengetahui penyelesaian seperti apa yang kalian butuhkan.

Oke, sekian dulu untuk kali ini. Gue mau lanjut tidur bentar sembari menunggu adzan isya. Mata gue rasanya udah berat banget, setelah seharian ini ditempa dengan 9SKS secara bertubi-tubi. Hari ini adalah hari yang paling melelahkan sepanjang sejarah perkuliahan gue. Dan selama semester ini (6 bulan kedepan) gue bakalan kerja rodi setiap hari rabu TT-TT Wish me luck yaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s