[Review] Best Of Thai Versi Muthi

Akhir-akhir ini gue jadi keracunan film Thailand. Yah, meskipun gue gak ngerti sama bahasanya, tapi gue asikin aja (biar keliatan kayak orang pintar). Oiya, gue berterimakasih banget sama yang nemuin subtitle-nya. Tanpa bantuan subtitle, mungkin gue udah kayak kecebong bantet yang cuma bisa nggangguk-ngangguk waktu nonton film.

Well, kali ini gue mau ngasih review beberapa film Thailand yang menurut gue best of the best. Inget ya, ini Best of The Best versi gue pribadi. Jadi kalo diantara kalian ngerasa ada film yang kurang greget, ya, itu semua balik lagi sama selera masing-masing. Film-film yang gue review kali ini adalah film-film yang udah pernah gue tonton. Kenapa gue tergerak buat ngasih review? Karena gue ngerasa film-film ini Best of The Best dan patut buat ditonton🙂

Silakan cek review-nya…..

1. 4BIA

4bia_(2008_movie_poster)Film yang satu ini bergenre horor dan dirilis pada tahun 2008. Disutradarai oleh Youngyooth Thongkonthun, Banjong Pisanthanakun, Parkpoom Wongpoom, dan Paween Purijitpanya. Sebenernya film ini menceritakan 4 kisah yang berbeda (dalam satu film). Dengan durasi 112 menit, gue berhasil mangap-mangap gak jelas gara-gara ending filmnya yang gak ketebak.

Film ini terbagi atas 4 bagian cerita, yang masing-masing kisahnya punya ‘aura’ tersendiri. Nih, gue kasih reviewnya…

Loneliness (disutradarai oleh Youngyooth Thongkonthun)

Jujur nih, entah karena RAM gue yang cuma 1kb atau karena director-nya yang edan gila, pada awal-awal cerita gue masih belum nyadar kalo film ini terbagi atas 4 part yang berbeda😦 Aku hinaaaa aku nistaaaaahhh

Well, balik lagi ke review…

Cerita ini mengisahkan seorang gadis yang tinggal sendirian di apartemen. Gadis ini mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya cedera parah. Makanya, doi gak bisa kemana-mana dan hanya bisa berkomunikasi dengan mengandalkan SMS, telepon, dan internet.

Lah, seremnya dimana?

Nah, disinilah keanehan demi keanehan berawal. Pada suatu malam gadis itu menerima sebuah SMS dari orang tak dikenal. Karena merasa kesepian, akhirnya doi membalasnya dan jadi sering SMS-an sama orang tak dikenal itu. Sampai suatu ketika, si orang tak dikenal minta tukeran foto. Tanpa rasa curiga, si gadis mengirimnkan fotonya. Nah, pas doi minta foto orang tak dikenal itu, dia malah mengirimkan foto yang sama (foto yang dikirimkan si gadis). Dan, orang tak dikenal itu cuma bilang, “Aku ikut berfoto bersamamu”

Merasa ada yang aneh, si gadis pun mencoba untuk menelpon orang tak dikenal tersebut (gue misalkan aja namanya Mr.X). Tapi setiap kali ditelpon, nomer si Mr.X selalu saja dalam keadaan tidak aktif. Karena penasaran, akhirnya si gadis (anggap aja namanya Mumu) mencoba untuk melacak nomer tersebut di internet. Saat akan melakukan pelacakan, tanpa sengaja Mumu menemukan sebuah artikel. Dalam artikel tersebut tertulis, bahwa beberapa bulan yang lalu ada seorang pemuda yang bunuh diri. Karena kasihan dengan pemuda tersebut, pihak keluarga memasukkan sebuah Handphone ke dalam peti matinya (dengan harapan sang pemuda tidak merasa kesepian di alam sana). Disaat yang bersamaan, Mumu mendapat sebuah SMS dari Mr.X yang isinya, “Aku ingin bertemu denganmu, sekarang”

BANG!!!

Apa yang terjadi terhadap Mumu? Apakah pemuda yang bunuh diri itu adalah Mr.X? Temukan jawabannya sendiri…muahaha

Deadly Charm (disutradarai oleh  Paween Purikitpanya)

Menurut gue part yang satu ini gak begitu horor. Tapi ada satu pelajaran berharga yang bisa kita ambil, “Jangan suka menindas orag lain”

Kisah ini menceritakan sekelompok pelajar yang suka menindas orang lain. Ngid, adalah salah seorang siswa yang sering ditindas sama geng berandalan ini (gara-gara Ngid pernah memergoki mereka sedang menghisap ganja). Karena gak tahan ditindas, akhirnya Ngid melakukan suatu ritual (membuat sebuah buku kutukan). Barangsiapa yang melihat tulisan dalam buku tersebut akan mati dengan cara yang mengenaskan. Satu per satu dari anggota geng tersebut akhirnya mati (setelah melihat isi dari buku kutukan Ngid). Hingga tersisalah Ping, seorang gadis yang merupakan bagian dari geng berandalan tersebut. Karena takut mati, Ping melakukan berbagai cara agar ia tidak melihat isi dari buku tersebut. Iya, pada akhirnya Ping mencongkel matanya sendiri…

The Man In The Middle (disutradarai oleh Banjong Pisanthanakun)

Alkisah (?) ada 4 orang pemuda (Aey, Ter, Puak, dan Chin)  yang sedang berkemah di tepian sungai. Dengan nada sedikit bercanda, Aey memberitahu ketiga temannya, kalau seandainya ia mati, maka orang yang tidur di sebelahnya adalah target berikutnya (yang akan mati setelah Aey).

Keesokan harinya, saat melakukan arung jeram, tiba-tiba Aey menghilang (setelah membantu Ter yang tenggelam). Ketiga temannya berpikir bahwa Aey telah mati, dan orang yang tidur disebelah Aey (yaitu Ter) adalah target selanjutnya. Mereka pun menyalahkan Ter, karena beranggapan bahwa Aey mati gara-gara menyelamatkan Ter yang tenggelam.

Malam berikutnya, Aey pun kembali. Meskipun sedikit heran, namun Ter, Puak, dan Chin mencoba untuk menerima Aey, dan menganggap Aey masih hidup. Tapi, kejadian-kejadian aneh pun mulai bermunculan sejak kedatangan Aey. Chin, pada akhirnya menemukan jasad Aey, dan semakin yakin bahwa Aey telah mati. Karena ketakutan, Chin mengajak Ter dan Puak untuk berlari menjauh. Hingga akhirnya, mereka menemukan jasadnya masing-masing. Ter, Chin dan Puak masih belum yakin bahwa mereka bertiga telah mati, dan hanya Aey yang bisa menerima hal itu. Di akhir cerita, Aey pun menyadarkan ketiga temannya, bahwa mereka semua telah mati…

The Last Flight (disutradarai oleh Parkpoom Wongpoon)

Ini adalah part terakhir dari film 4BIA. Menceritakan seorang pramugari bernama Pim yang berselingkuh dengan Pangeran Albert dari Kerajaan Virnistan. Suatu hari, Pim ditugaskan untuk melayani Putri Sophia (istri dari Pangeran Albert) yang menyewa pesawat tempat Pim bekerja. Karena suatu alasan, hanya Pim seorang yang ditugaskan untuk melayani sang Putri. Selama dalam perjalanan, Putri Sophia memperlakukan Pim seenaknya (karena Putri Sophia mengetahui perselingkuhan Pim dengan suaminya).

Hingga beberapa jam setelah pesawat mendarat, Putri Sophia dinyatakan meninggal dunia. Pihak kerajaan pun meminta Pemerintah Thailand untuk mengirimkan jenazah Putri Sophia ke negara asalnya. Dengan alasan bahwa Putri Sophia adalah bagian dari kerajaan, maka pihak maskapai mamutuskan untuk meletakkan jenazah sang Putri dalam kabin pesawat (bukannya di bagasi). Pim pun ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi mayat tersebut.

Pim merasakan keanehan demi keanehan. Ia mulai ‘diganggu’ oleh mayat sang Putri. Sang Putri ingin balas dendam terhadap Pim, yang telah berselingkuh dengan suaminya. Hingga keesokan harinya, disaat pesawat telah mendarat, petugas menemukan Pim dalam kondisi yang mengenaskan. Sementara mayat Putri Sophia masih dalam keadaan utuh…

Well, dari keempat part yang ada, gue paling ‘tertarik’ sama part pertama dan kedua. Karena menurut gue plot dan endingnya gak gampang ketebak (malah gak masuk akal). Kalau kalian juga merasa ‘tertarik’ silakan tonton aja filmya😀

2. Pee Mak

j76j

Film yang satu ini masih bertemakan horor (tapi ada bumbu komedinya). Dibintangi oleh aktor ganteng Mario Maurer (kecengan gue woooiii). Film ini dirilis pada Maret 2013. FYI aja nih, film ini sukses besar loh, dengan keuntungan yang mencapai $33juta!

Pee Mak diangkat dari sebuah folklore (cerita rakyat) yang melegenda di Thailand. Mengisahkan seorang tentara bernama Mark (Mario Maurer) yang ditugaskan untuk berperang di wilayah perbatasan. Pada saat itu Mark meninggalkan istrinya Nak (Davika Hoorne) yang sedang hamil. Selama Mark bertempur di medan perang, Nak pun berjuang seorang diri untuk menjaga kandungannya.

Hingga suatu hari, Nak mengalami kesulitan saat melahirkan bayinya. Ia berusaha untuk melahirkan seorang diri di rumahnya, di Bangkok, sementara Mark masih berada di medan pertempuran. Setelah kejadian tersebut, timbullah rumor bahwa Nak meninggal dunia saat melahirkan bayinya. Dan, sekarang yang ada hanyalah hantu perempuan yang sedang menunggu kepulangan suaminya dari medan perang. Setiap malam tiba, masyarakat desa akan mendengar nyanyian dari rumah Nak (yang dipercaya bahwa itu adalah nyanyian pengantar tidur bagi bayinya).

Setelah perang berakhir, Mark pun kembali pulang, dengan membawa serta keempat orang temannya. Sesampainya di rumah, Mark mendapati Nak bersama seorang bayi. Tidak ada sedikit pun keanehan yang Mark rasakan. Semuanya berjalan dengan baik hingga suatu hari, keempat teman yang ia bawa dari medan perang, merasakan suatu kejanggalan. Mereka merasakan ada sesuatu yang aneh pada diri Nak. Dan, mereka pun yakin bahwa Nak telah meninggal…

Keempat orang tersebut berusaha untuk memberi tahu Mark bahwa istrinya (Nak) telah meninggal. Tapi Mark tetap bersikeras bahwa istrinya masih hidup. Mereka pun mengumpulkan beberapa bukti agar Mark percaya kalau istrinya telah menjadi hantu. Kejanggalan demi kejanggalan pun terjadi (tentunya diselipi dengan adegan komedi). Singkat cerita, pada akhirnya Mark pun mengakui bahwa istrinya telah meninggal. Sebenarnya Mark telah mengetahui hal ini sejak awal, sejak ia kembali dari medan perang. Tapi Mark berpura-pura tidak tahu dihadapan (hantu) istrinya, dengan harapan mereka bisa menjalani kehidupan yang normal bersama anaknya yang baru lahir.

Menurut gue, ini adalah ending yang gak terpikirkan sama sekali. Ending yang gak gampang ketebak, dan ending yang mengharukan. Kesetiaan seorang istri yang menanti kepulangan suaminya (meskipun ia sendiri telah menjadi hantu), kesabaran dan kerelaan hati seorang suami yang mau menerima istrinya (meskipun ia tahu bahwa istrinya adalah hantu), dan juga kesetiaan seorang sahabat yang tidak mau mencelakakan sahabatnya sendiri…

4. Shutter

shutter

Satu lagi film horor yang gue rekomendasikan untuk ditonton. Judulnya adalah Shutter, sebuah film buatan Thailand yang dirilis pada tahun 2004. Hebatnya, film ini pernah di remake oleh produser Amerika pada tahun 2008 (dengan judul yang sama).

Ceritanya berawal saat Tun (Ananda Everingham) seorang fotografer muda, dan Jane (Natthaweeranuch Thongmee) mengalami sebuah kecelakaan yang misterius. Mobil yang dikemudikan Jane menabrak sesuatu (yang diyakini Tun adalah seorang wanita muda). Setelah kejadian tersebut, Tun mulai dihantui oleh beberapa kejanggalan. Ia menemukan bayangan putih disetiap foto yang diambilnya. Jane beranggapan bahwa itu merupakan bayangan dari hantu wanita yang ditabraknya tempo hari.

Tun yang mengalami cedera pada bagian leher pun memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter. Dokter menyatakan tidak ada yang salah dengan kondisi Tun pada saat itu. Namun ada satu hal yang mengherankan, Tun yang proposional tiba-tiba memiliki berat 120kg. Bagaimana bisa?

Tun mulai merasa ada yang aneh pada dirinya. Ia pun mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hingga suatu hari ia teringat akan kejadian di masa lalu. Dimana ia menyaksikan seorang gadis (yang ia kenal dengan baik) tengah dianiaya oleh sekelompok orang. Dan, gadis itulah yang kini menghantui Tun. Gadis itu ingin membalas dendam, karena di masa lalu Tun tidak membantunya saat ia dianiaya. Gadis itu, kini berada di pundak Tun. Iya, gadis itu sedang bertengger di pundak Tun (makanya Tun merasa lehernya terkilir dan berat badannya pun bertambah).

Bagaimana Tun bisa tahu bahwa gadis itu ada di pundaknya? Kamera. Tun mengambil gambarnya sendiri dengan kamera. Saat melihat hasilnya, Tun mendapati gadis tersebut tengah berada di pundaknya…

5. Coming Soon

ComingSoon

Satu lagi nih, film horor Thailand yang menurut gue oke punya. Endingnya yang diluar perkiraan. Dan, tentunya hantunya yang suka muncul tiba-tiba (yang berhasil bikin gue ngupil tak beraturan).

Film yang satu ini dirilis pada tahun 2008, dan dibintangi oleh kecengan gue selanjutnya, Chantavit Dhanasevi. Diceritakan, Shane (Chantavit Dhanasevi) adalah seorang petugas yang bekerja di bagian pengecekan film di bioskop. Ia bertugas untuk mengecek setiap film sebelum ditayangkan (disaksikan) pengunjung bioskop. Hingga suatu hari, ia mendapat orderan dari pihak pembajak (orang-orang yang suka menjual DVD bajakan) untuk merekam sebuah film horor yang akan tayang, judulnya Coming Soon. Karena sedang mengalami masalah ekonomi, akhirnya Shane menyetujuinya. Akhirnya Shane bersama seorang temannya berencana untuk merekam film tersebut sebelum ditayangkan di bioskop.

Teman Shane yang merekam film tersebut tiba-tiba menghilang. Shane mulai dikejar-kejar oleh pihak pembajak (karena yang memegang rekaman film tersebut adalah teman Shane yang tiba-tiba menghilang). Shane mencari-cari temannya ke ruang penonton (tempat ia merekam film), tapi yang ia dapati hanyalah sebuah kamera perekam, sementara temannya hilang entah kemana.

Karena penasaran, Shane pun mengecek rekaman temannya tersebut. Namun Shane mendapati sebuah fakta bahwa temannya telah dibunuh oleh hantu wanita yang ada dalam film tersebut. Shane kembali ke ruang penonton untuk mencari temannya, tapi Shane makin terperangah, karena ia mendapati temannya telah berada di dalam film tersebut, dalam keadaan mati…

Well, inti dari cerita ini sebenernya adalah, siapapun yang menonton atau melihat film tersebut akan mati. Karena pemeran utama dalam film tersebut (yang berperan sebagai hantu wanita) telah mati beneran saat proses syuting. Hantu wanita tersebut sakit hati dan ingin balas dendam karena pihak produksi film tidak memotong adegan tersebut (adegan saat pemeran wanita itu mati beneran) dan malah menayangkannya di hadapan publik.

6. Hello Stranger

Hello Stranger Thai Movie 2010

Film yang satu ini masih dibintangi oleh Chantavit Dhanasevi (kecengan gue). Bedanya, film kali ini bergenre romance-comedy. Hello Stranger sendiri dirilis pada Agustus 2010.

Film ini menceritakan seorang pemuda Thailand (Chantavit Dhanasevi) yang melakukan perjalanan ke Korea Selatan. Ia dikerjai oleh teman-temannya yang membelikannya sebuah tiket tour ke Korea. Ia berangkat ke Korea hanya berbekal selembar pakaian (yang melekat pada tubuhnya) dan uang seadanya.

Sesampainya di Korea, ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang wanita (Nuengthida Sophon). Dari sinilah kejadian-kejadian lucu berawal. Chantavit yang tak tahu apa-apa selama di Korea, memutuskan untuk mengikuti Nuengthida kemanapun ia pergi. Dan pada akhirnya, mereka pun menghabiskan waktu liburan bersama-sama. Hingga merekapun…..ahhh…sudahlah…tonton aja sendiri😀 muahaha

Tapi, jujur nih, menurut gue ini film biasa-biasa aja sih, malah terkesan agak lebay. Tapi yang membuat gue ‘tertarik’ karena film ini mengambil setting di Korea😀 hhahaha

7. ATM Er Rak Error

Poster-ATM-theme-Face-1mb

Lagi-lagi film ini diperankan oleh kecengan gue, Chantavit Dhanasevi (berperan sebagai Suer, seorang pegawai Bank di Bangkok). Suer menjalin hubungan dengan Jib (yang diperankan oleh Preechaya Pongthananikorn) yang tak lain dan tak bukan adalah atasannya sendiri.

Jadi, di kantor tempat mereka bekerja ada sebuah peraturan “dilarang berpacaran antar sesama karyawan bank”. Siapa yang bikin aturan konyol ini? JIB. Iya, Jib. Bagi pegawai yang ketahuan berpacaran (dengan sesama karyawan lainnya) salah satu diantaranya akan dipecat! Begituah aturan yang dibuat oleh Jib. Lah, yang bikin peraturan malah yang melanggar -_-

Karena merasa tidak nyaman dengan statusnya, Jib meminta Suer untuk mengakhiri hubungan mereka (daripada salah satu diantara mereka ada yang dipecat). Namun Suer tidak mau melakukannya. Ia malah melamar Jib untuk menjadi istrinya. Jib tidak langsung menerima pernyataan Suer karena masih ingin mempertahankan karirnya sebagai atasan di Bank tersebut. Hingga suatu hari terjadi sebuah insiden. Sistem operasi dari Bank tersebut mengalami gangguan sehingga banyak nasabah yang mendapatkan saldo ganda (saat menarik uang di ATM). Jib, sebagai atasan yang bertanggung jawab ditugaskan untuk menyelesaikan masalah tersebut dalam waktu satu minggu. Jib pun mengajak Suer untuk taruhan. Siapa yang terlebih dahulu memecahkan kasus tersebut adalah pemenangnya, dan yang kalah harus dipecat dari pekerjaannya.

Jadi, gimana kelanjutan hubungan Suer dan Jib? Pastinya happy ending dooong. Tapi gak semudah itu mencapai happy ending. Ada banyak rintangan yang harus dilalui Suer hingga akhirnya bisa memenangkan hati Jib😀 (dan gue pun mimisan)

7. Bangkok Traffic Love Story

bangkok_traffic_love_storyBangkok, adalah salah satu kota termacet di Thailand (hampir sama kayak Jakarta). Selain menyebabkan stress, ternyata kemacetan bisa mendekatkan jodoh yang telah lama dicari, loh😀 Gak percaya? Tonton aja film yang satu ini..

Adalah Mei Li (yang diperankan oleh Cris Horwang) seorang wanita awal 30-an yang masih single (semua teman sebayanya telah menikah). Ia mulai merasa ‘depresi’ saat satu per satu sahabatnya memutuskan untuk menikah. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Loong (yang diperankan oleh Theeradej Wongpuapan), seorang teknisi di Skytrain (sejenis kereta api cepat di Bangkok). Pertemuan Mei Li dan Loong adalah pertemuan yang tak disengaja. Sepulangnya dari pernikahan Ped (sahabat Mei Li), mobil Mei Li mengalami kecelakaan, dan Loong lah yang membantunya. Sejak saat itu Mei Li mulai jatuh hati pada Loong dan mulai ‘mengikuti’ setiap gerak gerik Loong.

Sama seperti Hello Stranger, gue ngerasa film ini seperti kebanyakan film lainnya. Tapi yang membuat film ini menarik adalah plot-nya (lagi-lagi kelebihan film Thailand terletak pada plot yang gak gampang ketebak). Film ini (menurut gue) berhasil mengangkat tema kemacetan dengan cara yang lebih sederhana, dan tentunya fun. Mungkin sang produser ingin menyampaikan pesan agar penduduk ibu kota lebih aware terhadap kemacetan yang kian hari kian bertambah parah. Tentunya dengan bumbu romance-comedy yang lebih mudah untuk diterima😀

Penasaran dengan kegiatan ‘stalking’ yang dilakukan Mei Li terhadap Loong? Tonton ajaa…

8. Dear Galileo

dear_galileo

Ini nih, salah satu film jadul yang suka gue tonton waktu jaman SMA dulu. Film ini sebenernya gak terlalu ‘wah’, tapi gue tetep suka karena ceritanya yang membangkitkan semangat gue untuk terus bermimpi :’)

Film ini menceritakan dua orang sahabat (Cherry dan Noon) yang memutuskan untuk berkelana di Eropa selama setahun. Mereka melakukan hal tersebut untuk menghilangkan stress akibat permasalahan yang mereka alami (terkendala dalam hal akademis dan putus cinta).

Selama berkelana di Eropa mereka menghadapi berbagai masalah. Mulai dari bekerja paruh waktu demi menyambung hidup di negeri orang, sampai dikejar-kejar aparat karena dianggap sebagai pekerja ilegal. Tapi ada satu yang bikin gue salut sama film ini, yaitu kesetiakawanan yang dimiliki oleh Cherry dan Noon. Sebelum berangkat ke Eropa mereka telah berjanji tidak akan meninggalkan satu sama lain dalam keadaan apapun!

 Well, menurut gue film ini sangat inspiratif. Terbukti, gue jadi semakin menggebu-gebu untuk sekolah ke luar negeri. Gue jadi berpikir kalo gue sama sahabat gue yang mengalami kejadian seperti Cherry dan Noon. Gue jadi kepikiran buat kerja paruh waktu di luar negeri (tapi hal itu rasanya agak sulit, soalnya visa pelajar tentunya berbeda dengan visa pekerja). Ahh..gue jadi lebih semangat buat belajar di luar negeri gara-gara nonton film ini😀

9. Suckseed

suckseed2

Ini merupakan salah satu film yang paling kocak menurut gue. Ditambah lagi pemainnya yang baby face dan unyu gila (gue mimisan lagi)

Film ini bercerita tentang 4 orang sekawan yang bercita-cita untuk menjadi pemain band profesional. Berawal dari kisah mereka semasa kecil, hingga akhirnya mereka beranjak remaja dan timbullah percikan asrama eh asmara diantara mereka.

Asli, ini film kocak abis. Yah, meskipun disana-sini masih ditemukan adegan yang sedikit lebay, tapi bagi gue gak masalah, selama plotnya masih jelas dan gak ngaco. Inti dari film ini sebenernya adalah persahabatan. Apapun yang kalian lakukan, selalu ingat sahabat kalian, yang selalu menemani kalian disaat susah dan senang. Jangan biarkan persahabatan kalian jadi rusak cuma gara-gara urusan perempuan😮

10. A Little Thing Called Love

a_little_thing_called_love

Fiuh, akhirnya sampai di film terakhir. Film ini berjudul A Little Thing Called Love, atau juga dikenal dengan judul A Crazy Thing Called Love. Dibintangi oleh Mario Maurer (Shone) dan Pimchanok Luevisadpaibul (Nam).

Bercerita tentang seorang gadis bernama Nam yang diam-diam jatuh hati pada kakak kelasnya sendiri, Shone. Sebenarnya Nam ini gadis yang biasa-biasa aja. Gak terlalu cantik tapi pintar (selalu juara umum). Karena merasa wajahnya gak terlalu cantik, Nam memutuskan untuk memendam perasaannya terhadap Shone, namun diam-diam Nam masih memperhatikan Shone dari jauh.

Gimana kelanjutan ceritanya? Apakah perasaan Nam bertepuk sebelah tangan? Tonton sendiri yaaa…hhaha

Weehh, akhirnya beres juga review pertama gue🙂 Semoga review kali ini bermanfaat bagi pembaca sekalian😀 Oiya, gue cuma mau ngingetin lagi, ini review berdasarkan pengalaman gue pribadi (sesuai dengan apa yang gue tonton). Title Best of The Best pada review kali ini juga berdasarkan pendapat gue pribadi, jadi kalo ada yang gak sependapat, ya, wajar aja😀 Oiya, satu lagi, urutan film dalam postingan kali ini adalah secara acak. Jadi gak menutup kemungkinan film pada urutan paling akhir adalah film paling seru, atau malah sebaliknya😀

Well, dalam postingan kali ini pastinya terdapat banyak kesalahan. Mohon dikoreksi pada kolom komentar yaa…Insya Allah kalo gue ada waktu (dan kalo gue gak lupa ingatan gara-gara mimisan yang berlebihan) gue bakal ngasih review selanjutnya, yaitu tentang film Korea terbaik versi gue (tentunya yang udah gue tonton). Jangan lupa ingetin gue kalo gue udah mulai lupa yaaaa😀

Sun sayang dari mahasiswa semester tiga dan calon designer masa depan :*

NOTE : Menurut gue, salah satu kelebihan film Thailand dibanding film Indonesia terletak pada plot-nya. Secara keseluruhan pada dasarnya film Thailand sama aja kayak film Indonesia kebanyakan. Bedanya, para sineas Thailand sana lebih terampil dalam mengemas film-nya. Dari plot yang sebenarnya sederhana, mereka bisa menyampaikan sebuah pesan yang gak disangka-sangka. Terutama film horornya yang endingnya gak bisa ditebak. Ada yang sebenernya udah mati tapi berlaku seperti orang hidup, ada juga yang diikutin sama orang mati. Gak bisa dipungkiri juga, kebanyakan film Thailand menampilkan adegan yang sedikit lebay. Tapi anehnya, bukannya ilfil, gue malah ketagihan sama adegan lebay tersebut. Entah kenapa, itu merupakan salah satu daya tarik dari film-film Thailand (menurut gue). Dan sekarang, film-film Thailand udah layak buat masuk Box Office versi gue😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s