[Upil’s Tips] Cara Bertahan Hidup Bagi Anak Kost

Kali ini gue balik lagi dengan mengemban amanah dari Upil Gandring (keturan keseratus satu dari silsilah Mpu Gandring). Sebagai komentator Liga Anak-anak yang baik, Upil (bukan nama sebenarnya) merasa prihatin dengan nasib anak kosan di seluruh dunia. Makanya, sebagai duta anti kekerasan terhadap perasaan, Upil merasa perlu untuk membagikan tips-tips absurd bagi anak kosan yang butuh pencerahan *semesta pun terdiam*

Hari ini, Upil yang baik hati dan jarang mandi akan membeberkan beberapa tips bertahan hidup ala anak kosan. Karena pertahanan hidup itu penting. Kalo udah gak tahan hidup, silakan mati aja….*dan upil pun dibakar hidup-hidup*

Mengatur Keuangan

Siapa bilang jadi anak kosan itu enak? Siapa bilang jadi anak kosan itu bisa hidup bebas? Siapa bilang jadi anak kosan itu bisa hidup sesukanya?

Jadi anak kosan itu susah-susah gampang. Butuh trik khusus agar bisa jadi survivor sejati. Salah satunya dalam hal mengatur keuangan. Nah, kali ini Upil akan memberikan tips agar anak kosan diluar sana bisa mengatur keuangannya dengan baik😀

Simpan Uangmu Selagi Masih Ada Yang Bisa Disimpan.

Kalimat yang satu ini emang agak sulit untuk dicerna. Apalagi dengan kapasitas RAM yang terbatas kayak gue ini. Tapi percayalah, agar bisa bertahan hidup sebagai anak kosan, lo musti rajin nabung!

celengan

Mulailah menabung dalam nominal yang kecil, misalnya Rp 1.000 per hari. Sisihkan uang jajang lo tiap hari dan simpan dalam sebuah celengan (yang bisa dibongkar sewaktu-waktu).

Lah, buat apa nabung kalo bisa dibongkar?

Gini, maksud gue, kalo lo dalam keadaan yang mendesak, lo bisa bongkar celengannya. Seenggaknya dengan menabung Rp 1.000 tiap hari, lo jadi punya dana cadangan disaat lo lagi kesulitan. Misalnya, lo mau beli obat panu sementara uang jajan lo udah habis. Lo bisa bongkar celengannya bro! Coba bayangin, kalo seandainya lo gak punya tabungan ataupun celengan. Bisa-bisa lo ditinggal pergi sama gebetan cuma gara-gara lo panuan! Dih, gak elit banget *dan gue pun digebukin*

Tapi inget ya, lo musti punya niat yang kuat dan kesadaran diri saat menabung. Niatkan dalam hati kalo lo emang bener-bener pengen nabung, dan lo gak bakalan bongkar itu celengan kecuali dalam keadaan mendesak. Percuma kalo lo nabung tiap hari tapi pas akhir minggu lo bongkar cuma buat ngajakin gebetan lo makan di warteg. Berarti perjuangan lo berakhir dengan sia-sia, bro! Inget, lo harus nabung yang bener, dan bongkar celengannya juga karena alasan yang bener!

Atur Keuangan Dengan Menggunakan Amplop

Kalo trik yang tadi menggunakan media celengan, yang sekarang ini menggunakan amplop. Iya, amplop.

amplopNah, mulailah mengelompokkan prioritas keuangan setiap bulannya. Misalnya, setiap bulan gue mendapat kiriman sebesar Rp 10.000. Malam harinya, gue mulai menghitung skala prioritas gue bulan ini. Contohnya, perkiraan biaya untuk belanja bulanan sebesar Rp 2.000 (buat beli deterjen, gula, sabun cuci, pewangi pakaian, mie instant, roti kering, dll). Perkiraan biaya untuk makan sehari-hari sebesar Rp 1.500 (@200 perak per hari). Perkiraan biaya untuk fotokopi tugas dll sebesar Rp 500. Perkiraan biaya untuk jajan batagor Rp 500. Perkiraan biaya yang tak terduga Rp 1.000. Dengan begitu, gue masih punya sisa tabungan sebesar Rp 4.500.

Selanjutnya, uang yang telah gue perkirakan tadi, gue masukin ke dalam amplop. Masing-masing amplop gue kasih label sesuai fungsinya. Misal, amplop pertama gue kasih label “BELANJA BULANAN” yang isinya Rp 2.000. Gue akan memakai uang dalam amplop ini HANYA untuk belanja bulanan, bukan untuk belanja yang lainnya. Begitu juga dengan amplop kedua yang gue beri label “BIAYA MAKAN” yang isinya Rp 1.500. Gue akan menggunakan uang dalam amplop ini HANYA untuk makan sehari-hari, bukan untuk yang lain. Begitu seterusnya, untuk setiap biaya yang telah gue kelompokkan tadi.

Emang sih, keliatannya agak sedikit ribet. Tapi trust me, gue udah nyobain sendiri dan Alhamdulillah berhasil😀 Hal ini bisa menghindarkan lo dari belanja barang-barang yang gak penting. Soalnya lo udah punya takaran sendiri. Kalo lo mau beli deterjen, ya tinggal ambil uang dari amplop BELANJA BULANAN. Kalo lo pengen makan batagor, tinggal ambil uang dari amplop JAJAN. Kalo lo pengen fotokopi tugas, tinggal ambil uang dari amplop BIAYA TUGAS. Tapi kalo uang dalam amplop tersebut telah habis, itu berarti lo musti menahan keinginan lo buat sementara. Itu artinya lo udah mencapai limit, dan lo harus bersabar sampai bulan berikutnya😀

Catat Setiap Pengeluaran

Ini kebiasaan yang diwariskan nyokap gue. Sehabis belanja nyokap gue selalu mencatatnya dalam sebuah buku catatan kecil. Mulai dari tanggal belanja, barang yang dibeli sampai harganya juga dicatet sama nyokap gue :’)

notesNah, coba praktekkan juga kebiasaan nyokap gue ini. Biasakan sehabis belanja, kalian mencatatnya dalam sebuah buku catatan khusus. Tujuannya agar kalian tahu sejauh mana pengeluaran kalian pada bulan itu. Agar kalian tahu barang-barang apa saja yang telah kalian beli (entah itu barang yang benar-benar penting atau hanya barang yang sekedar eye-catching). Dan tujuan utamanya adalah, agar kalian bisa mengontrol pengeluaran.

Jangan Bawa Uang Dalam Jumlah Banyak

Biarin orang mau bilang apa. Lo mau dibilang pelit kek, terserah, yang penting, usahakan jangan membawa uang dalam jumlah banyak. Karena membawa uang dalam jumlah banyak sama saja dengan membuka peluang untuk belanja lebih banyak lagi.

uang_kertas

Biasakan kalo kemana-mana bawa uang seperlunya aja. Kalo lo kekurangan uang, kan masih ada ATM si penyelamat bumi. Yang penting jangan bawa uang banyak-banyak. Apalagi anak kecebong kayak gue rawan pembacokan *yakali kalo kecebong bisa dibacok pake sehelai rambut yang dibelah tujuh*

Dengan membawa uang seperlunya, lo bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, temen lo pada ngajakin minum-minuman keras (minum es batu) tapi ternyata uang lo gak cukup. Alhasil, lo gak bisa ikutan dan lo terhindar dari dosa besar muahaha. Atau, contoh lainnya, saat lo mau dirampok dan perampoknya meriksa isi dompet lo, ternyata isinya cuma ada selembar uang dua ribuan. Akhirnya itu perampok keburu hopeless, dan lo dibebasin gitu aja, malah lo dikasih uang jajan gara-gara itu rampok kasian liat keadaan lo😀

Mengatur Belanjaan

Kalau tadi Upil udah ngasih tips dalam mengatur keuangan, sekarang Upil akan menebar tips dalam mengatur belanjaan…

Belanja Bulanan

Biasakan belanja barang-barang keperluan di awal bulan. Buat daftar barang-barang yang dibutuhkan dan tentukan tanggalnya (kapan kalian akan belanja bulanan).

Kenapa musti belanja bulanan?

Tujuannya agar nafsu belanja kalian bisa terkontrol. Kalo belanja bulanan, otomatis kalian telah mempersiapkan bekal untuk satu bulan ke depan. Dengan kata lain, kehidupan kalian selama satu bulan penuh sudah terjamin. Jadi gak ada lagi alasan untuk beli ini itu di pertengahan bulan nanti, karena semuanya sudah kalian persiapkan sejak awal.

Oiya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat belanja bulanan. Jangan asal membeli barang saat belanja. Coba buat list-nya terlebih dahulu, barang-barang apa saja yang kalian butuhkan untuk satu bulan ke depan. Saran gue sih, jangan terlalu banyak membeli mie instant. Soalnya mie instant itu hanya bisa diperlakukan dengan dua cara. Kalo gak direbus, ya, digoreng. Bener, kan? Itu mie cuma bisa dinikmati dengan dua cara yang udah basi banget. Banget banget basinya.

Kalo menurut gue, mending kalian membeli lebih banyak telur ayam ketimbang mie instant. Telur bisa lo apa-apain (?) sedangkan mie instant cuma bisa direbus atau digoreng. Untuk membangkitkan selera makan tentunya telur ayam lebih menggoda. Kalo lo pengen yang simple, tinggal ceplokin aja telurnya ke wajan. Kalo pengen yang direbus, tinggal celupin aja ke dalam air mendidih. Kalo pengen yang sedikit ekstrem, tinggal masukin aja telurnya dalam mulut buaya, terus kalian bikin tenda di dalamnya. Beres, kan?

Selain telur, gue juga mau kasih saran nih, biasakan membeli roti kering atau biskuit. Tujuannya, kalo kalian tiba-tiba diserang kelaparan tengah malam, kalian bisa ngemil roti kering atau biskuit tadi. Selain simple, tentunya biskuit lebih sehat dan mengenyangkan ketimbang mie instant😀

Jangan Membeli Barang Yang Tidak Dibutuhkan

Ini nih, kebiasaan anak kosan yang lepas kontrol. Suka belanja barang yang tidak dibutuhkan, dan akhirnya itu barang malah nyampah di kosan.

Belanja sih boleh-boleh aja, tapi inget, itu barang bener-bener lo butuhkan atau enggak? Itu barang bener-bener bermanfaat atau enggak? Disaat lo punya keinginan untuk membeli sesuatu, coba tanyakan pada diri lo sendiri, “Gue beneran butuh gak, ya?”

Tapi gue juga gak munafik, siapa yang tahan sama nafsu belanja? Apalagi kalo didukung dengan dana yang memadai. Tinggal perkuat iman aja, bro. Tutup mata dan telinga saat lo mendengar bisikan-bisikan halus, “Beli aku, mas…beli akuuuhhh”

Mengatur Kesehatan

Semua orang ‘butuh’ kesehatan, termasuk anak kos. Jangan mentang-mentang jauh dari orang tua, terus lo bisa hidup sesuka hati. Jangan, bro..jangan. Kesehatan itu penting. Meskipun lo hidup sendirian di kosan, lo harus sehat! Kalo lo sakit, siapa yang mau ngejagain? Kalo lo sakit, siapa yang mau ngobatin? Kalo lo sakit, siapa yang mau masakin makanan kesukaan lo? Secara lo hidup sendirian di perantauan *semesta pun ikut berduka*

Alhamdulillah nih, selama jadi anak kosan gue belum pernah sakit. Ini udah tahun ketiga gue hidup jauh dari orang tua, dan Alhamdulillah gue masih diberikan kesehatan sampai sekarang. Meskipun di kutub sana tengan hujan badai, Alhamdulillah, gue masih sehat. Paling gue cuma flu dikit. Itupun dibawa ngupil juga sembuh sendiri😀

Saran gue nih ya, jangan biasakan diri minum obat. Kalo lo ngerasa flu dikit, jangan langsung minum obat. Bawa tidur aja, ntar juga sembuh sendiri. Kalo dikit-dikit minum obat, yang ada tubuh lo malah ‘ketagihan’. Lama-kelamaan itu obat jadi menumpuk dan malah berubah jadi racun dalam tubuh lo. Biar bagaimanapun, yang namanya obat tetep aja mengandung bahan kimia.

Untuk menjaga kesehatan, usahakan istirahat yang teratur. Jaga pola makan dan tidur yang cukup. Nah, untuk urusan tidur, gue juga punya masalah nih. Gue mengidap (?) insomnia akut. Gue terbiasa tidur diatas jam 12 malam dan bangun jam 4 subuh. Itu terjadi rutin tiap hari. Makanya, untuk mengimbanginya, gue usahakan untuk tidur siang (untuk menutupi kekurangan istirahat gue pada malam hari). Tapi terkadang gue lebih suka nonton gosip ketimbang tidur siang. Akhirnya kepala gue jadi miring-miring sendiri gara-gara kurang tidur. Intinya sih, tidur itu perlu. Minimal 6-8 jam per hari.

Well yeah, meskipun jauh dari orang tua, bukan berarti kita melalaikan kewajiban atas diri sendiri. Siapa lagi yang akan memperhatikan tubuh ini kalau bukan diri kita sendiri?  Siapa lagi yang akan menjaga kesehatan ini kalau bukan diri kita sendiri? Kesehatan itu mahal, bro.  Tiap hari makan mie instant dengan tujuan menghemat pengeluaran, tapi akhirnya lo malah masuk rumah sakit? Ujung-ujungnya lo musti ngeluarin biaya tambahan buat pengobatan.

Sayangi dirimu, sebelum orang lain melakukan hal itu😀

Berdoa

Ini tips terakhir dari Upil Gandring. Sebagai kepala rumah makan yang baik, Upil menyarankan kepada semua anak kost untuk rajin-rajin berdoa. Karena pertahanan itu gak hanya soal fisik, tapi juga hati…

Gue juga gak bisa memungkirinya. Ini kehidupan yang bebas, bro. Gak ada yang tahu apa yang lo lakukan selama lo berada diluar pengawasan orang tua. Gak ada yang tahu jam berapa lo pulang. Gak ada yang tahu lo makan malam jam berapa dan bersama siapa. Gak ada yang tahu itu. Kecuali diri lo sendiri dan Tuhan.

Dan inilah cara bertahan yang sesungguhnya. Dengan doa…

berdoa

Gue bukannya sok agamis atau apa, tapi godaan di perantauan itu emang besar, bro. Gue udah ngalamin sendiri. Gue sering diajak nongkrong sana-sini sama temen-temen. Awalnya gue sempat mau ikutan (dengan alasan gak enak sama yang lain, dan itung-itung bersosialisasi antar sesama). Tapi setelah dipikir-pikir, tujuan awal gue merantau hingga sejauh ini bukan buat nongkrong. Gue jauh-jauh merantau hingga ke pulau ini bukan buat ikut-ikutan mode. Gue rela berpisah sama orang tua bukan buat makan di cafe A, main di mall B atau kongkow di warung C. Gue merantau untuk mencari pengalaman. Karena Tuhan menciptakan dunia seluas ini untuk gue jelajahi. Tuhan menciptakan Kota Bandung untuk gue singgahi. Dan Tuhan menciptakan ini semua untuk gue pelajari🙂

Well, emang sih, gue di cap ‘negatif’ sama temen-temen. Mereka bilang kalo gue anak rumahan yang hanya bisa tidur di kosan. Tapi gak masalah, selama gue masih menjaga amanah dari orang tua gue di rumah. Orang tua gue emang gak pernah ngelarang gue buat nongkrong, tapi gue-nya aja yang tahu diri. Bokap gue susah-susah nyari nafkah  di kampung, dan uangnya buat keperluan pendidikan gue, bukan buat nongkrong. Nyokap gue mengirimkan doa tiap hari, buat kelancaran studi gue disini, bukan buat pergi main sana-sini. Dan ini yang terpenting, ada suatu Dzat yang tak pernah tidur, yang selalu mengawasi setiap gerak-gerik gue…

Buat temen-temen gue sesama anak kosan, gue gak ngelarang kalian buat nongkrong, asalkan lo tahu batasannya. Nongkronglah pada tempat dan waktu yang benar. Nongkronglah bersama teman-teman yang benar. Dan nongkronglah dengan cara yang benar. Karena kebiasaan itu berawal dari sesuatu yang ‘coba-coba’. Awalnya lo cuma diajakin temen buat nongkrong, lo coba-coba aja biar gak di cap antisosial atau apa. Lama-kelamaan lo jadi ketagihan, dan nongkrong udah jadi kegiatan rutin. Memilih teman itu penting, karena teman itu mempengaruhi pola pikir lo sendiri. Kalo lo berteman dengan penjual minyak wangi, maka lo juga ikut ketularan wanginya. Tapi kalo lo berteman dengan orang-orang yang suka mengeluh, maka hidup lo cuma dipenuhi dengan keluhan dan keluhan. Ngerti, kan, maksud gue?

Intinya, perkuat pertahanan diri dengan berdoa. Berdoalah selagi kalian masih sanggup untuk melakukannya. Mintalah pada Yang Kuasa agar lo digaja dari perbuatan-perbuatan yang negatif. Karena gak ada yang mengawasi lo selama di perantauan, kecuali Tuhan. Dia Maha Tahu apa yang lo lakukan. Dan Dia Maha Berkehendak atas apa yang terjadi😀

Oke, sekian dulu Upil’s Tips kali ini. Semoga bermanfaat bagi kelangsungan hidup anak kosan di muka bumi. Pesan terakhir (?) dari Upil Gandring, “Jadilah anak kosan yang sehat, cerdas, cermat, dan tawakkal”

Wassalam

9 pemikiran pada “[Upil’s Tips] Cara Bertahan Hidup Bagi Anak Kost

  1. Apa definisi anak kost? Adakah mahasiswa/i

    • definisi secara harfiah sih emang gak ada, tapi kalau diterjemahkan secara bebas, anak kost ya berarti orang-orang yang menghuni rumah kost (mahasiswa, pelajar, karyawan, pekerja, dll)

  2. Wah, patut di coba nih tipsnya..^^

  3. Wah,seneng ketemu TIPS yg sangat bermanfaat ini🙂 . Ternyata msh ada org berpikir jernih sbg anak kost. Great!

  4. Wew kerenn tips2nya, apalagi yg terakhir (y)

  5. keren bro artikelnya. gw mhasiswa anak kosan… ingusan, jauh dari orng tua pula. tapi gw punya prinsip, klo gw di kostan itu gk selamanya jadi rumah utk di huni…jd selagi tugas, laksanakan tugas, selesai tugas cabut dari kost.. sukses slalu broo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s