Hari Ibu Untuk Mama

Meskipun sekarang udah tanggal 23 Desember (waktu Zimbabwe dan sekitarnya),  gue tetep mau ngucapin “Selamat Hari Ibu” untuk semua perempuan hebat di dunia ini, termasuk nyokap gue😀

Tapi sebelumnya gue mau membuat semacam pengakuan dosa. Iya, sebenernya gue lupa hari ibu itu jatuhnya tanggal berapa. Alhasil, hari Jumat kemaren, saat gue buru-buru ngampus (soalnya gue baru bangun ba’da zuhur), gue sempetin buat ngetik SMS ke nyokap. Dengan kepercayaan diri yang melebihi ambang batas normal gue ngucapin selamat hari ibu ke nyokap. Entahlah. Mungkin saking buru-burunya berangkat ngampus gue sampe lupa masukin otak ke kepala. Untungnya nyokap gak ngebales SMS gue. Mungkin nyokap maklum sama kapasitas RAM gue yang minimalis ini. Atau jangan-jangan nyokap malah mikir, “Ternyata tidur terlalu lama membuat otak anak gue jadi mati rasa”

Well, ini adalah tahun ketiga gue hidup terpisah dari nyokap. Ini bukan sulap bukan sihir. Rasanya baru kemaren gue diciumin nyokap tiap hari. Rasanya baru kemaren gue pipis dicelana (itu juga celana punya anaknya tetangga). Rasanya baru kemaren gue dikasih hadiah dari nyokap gara-gara gue juara kelas. Rasanya baru kemaren gue nonton sinetron bareng nyokap. Iya, rasanya baru kemaren. Ternyata waktu berlalu bagai kecepatan cahaya.

Salah satu sifat nyokap yang gak bisa gue mengerti sampai saat ini adalah, nyokap gak pernah nyuruh gue untuk belajar. Entahlah. Mungkin nyokap gue terlalu percaya akan kekuatan rembulan, makanya beliau gak pernah nyuruh gue belajar. Mungkin nyokap beranggapan bahwa kata-kata sailormon udah lebih dari cukup untuk mendongkrak nilai-nilai gue. Makanya, dari dulu sampai sekarang, gue selalu belajar atas kemauan sendiri (anehnya kemauan itu akan muncul semaunya).

Nyokap gue tipikal orang yang hobi belanja. Beliau hobi mengoleksi tas dan dompet kecil. Percaya atau tidak, lemari di rumah gue (yang harusnya berisi pajangan) malah dipenuhi sama tas koleksi nyokap. Mungkin nyokap berencana untuk membuka museum suatu hari nanti :’)

Selain tas yang jumlahnya melebihi berat bersih dari upil gue, nyokap juga hobi mengoleksi pakaian. Saking banyaknya, itu pakaian punya nyokap sampai bermigrasi ke lemari gue, dan pakaian gue malah nomaden tak kenal arah. Saat gue masuk kamar, gue akan menemukan beberapa helai kerudung punya nyokap. Saat gue buka lemari, ada setumpuk pakaian nyokap yang berdesak-desakan dengan pakaian gue (dikira lemari gue mikrolet kali yee). Saat gue buka dompet, yang tersisa hanya catatan utang piutang sejak berabad-abad yang lalu. Mungkin ini utang adalah peninggalan sejak jaman Belanda dulu. Buktinya, kertas catatannya aja sampai lusuh dimakan rayap :’)

Tapi sekarang nyokap gue udah mulai berubah, dan gue suka. Karena pada dasarnya suatu benda akan dinyatakan bergerak apabila mengalami perubahan. Dengan adanya perubahan pada diri nyokap, itu berarti beliau masih mengalami suatu pergerakan, dan bukannya diam di tempat. Gue harap perubahan-perubahan ini akan membuat nyokap menjadi lebih baik. Bagaikan partikel-partikel kecil yang mencari energi positif😀 *gue berasa jadi cucunya Einstein* *yakali kalo Einstein mau punya cucu kayak gue*

Well, untuk nyokap gue yang jauh di seberang sana, selamat hari ibu, Mama🙂 Semoga mama panjang umur, selalu sehat dan selalu bahagia sampai kapanpun. Mama harus tetap sehat hingga suatu saat nanti saya akan meneruskan perjuangan mama sebagai ibu rumah tangga nan cantik jelita🙂 *anggap aja kata-kata yang barusan udah di blur*

Mama harus tetap sehat sampai saya dinyatakan lulus, dan diterima untuk bersekolah di Korea🙂 Mama harus tetap sehat, sampai saya punya kerajaan bisnis sendiri, ya ma😀 *entah kenapa kata-kata barusan mengindikasikan gue adalah seorang mafia kelas lumba-lumba* Pokoknya mama harus tetap sehat sampai kapanpun🙂

Untuk mama, percayalah, kami semua sayang mama🙂🙂🙂🙂 (kalau dikalkulasikan, rasa sayang gue ke nyokap melebihi tumpukan upil gue yang tersimpan di laut mati sana)

 

2 pemikiran pada “Hari Ibu Untuk Mama

  1. selamat hari ibu😀 jualin aja tasnya.. #abaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s