2014, Be Mine!

Menurut buku primbon dari kerajaan marsupilami, sekarang ini sudah memasuki tahun 2014. Untuk itu gue mau ngucapin terimakasih kepada siapapun yang telah menemukan buku primbon itu, sehingga kita mengenal yang namanya perayaan pergantian tahun *sepertinya gue salah fokus*

Well, selamat tahun baru untuk para tetua di kerajaan marsupilami beserta seluruh warga dunia😀 Semoga di tahun yang baru ini ada banyak hal baik yang bisa kita lakukan. Tak lupa pula gue juga mau mengucap syukur yang tiada henti kepada Rabb semesta alam, atas kehidupan yang baik selama tahun 2013. Semoga semua kebaikan di tahun yang lalu bisa terus dirasakan hingga tahun ini🙂 HAPPY NEW YEAR!!!

By the way, ini adalah tahun ketiga gue hidup di perantauan. Rasanya seperti mimpi. Gue yang dulunya cuma anak kampung, akhirnya bisa merasakan pergantian tahun di tiga tempat yang berbeda. Iya, selama tiga tahun terakhir gue melewati pergantian tahun di perantauan🙂

Di tahun pertama, 2011-2012, gue melewati pergantian tahun di ujung Sumatera. Banda Aceh adalah kota pertama yang bersedia meluangkan sedikit tempat untuk gue singgahi. Lalu di tahun berikutnya, 2012-2013, gue melewati pergantian tahun di rumah saudara, di kawasan puncak. Dan di tahun ini, 2013-2014, gue melewati pergantian tahun di Bandung, dan seorang diri. Iya, seorang diri. Temen-temen gue punya acara masing-masing. Gue juga gak mau kalah, hingga akhirnya gue memutuskan untuk membuat acara sendiri (ngupil sambil nonton film).

Sebenernya gue gak terlalu suka dengan acara pergantian tahun. Karena pada dasarnya perayaan pergantian tahun hanya bersifat euforia yang berlangsung sementara. Orang-orang begitu excited selama beberapa jam menjelang pergantian tahun. Meniup terompet (yang dipakai secara bergantian hingga upilnya pun ikut tertukar), menyalakan kembang api, makan jagung bakar, hingga akhirnya main bakar-bakaran rumah tetangga (kalau yang satu ini hanya terjadi di kerajaan marsupilami).

Bagi sebagian orang pergantian tahun adalah suatu momen yang penting. Gue setuju akan hal itu. Karena pada dasarnya setiap kejadian di dunia ini hanya berlangsung sekali seumur hidup. Emangnya ditahun depan, lo masih akan berteriak “SELAMAT TAHUN BARU 2014!!!” Enggak, kan? Kalo iya, berarti lo masih hidup di jaman es.

Tapi hal ini hanya berlangsung sementara. Setelah berjam-jam menghujani langit dengan ratusan kembang api, maka euforia ini akan berakhir, bukan? Menurut gue perayaan tahun baru hanyalah selebrasi semata, kesenangan yang hanya bertahan selama beberapa jam, dan pada akhirnya kadaluarsa dengan sendirinya.

Menurut gue (ini opini gue loh yaa..kalau ada yang tidak seopini dengan gue jangan khawatir, masih ada orang lain yang seopini dengan kalian #eh), ada hal yang lebih penting ketimbang selebrasi semacam itu. Bersyukur atas kehidupan yang baik di tahun yang lalu menurut gue lebih penting ketimbang membuat kebisingan diluar sana. Berharap akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru menurut gue lebih bernilai ketimbang membakar ribuan kembang api yang pada akhirnya hanya akan menambah polusi. Dan yang terakhir, berdoa ditengah hingar-bingar perayaan menurut gue lebih elegan ketimbang hang out sana-sini.

Untuk diri gue pribadi, ada banyak hal yang patut gue syukuri selama tahun 2013 yang lalu. Tuhan telah mengijabah sebagian dari doa-doa gue. Tuhan telah memperkenankan gue untuk hijrah ke tempat yang menurut gue lebih baik dari yang sebelumnya. Dan yang terpenting, Tuhan masih memelihara setiap langkah gue selama berada di perantauan. Jujur aja nih, godaan hidup di perantauan jauh lebih berat. Karena gak ada orang (yang secara fisik) bisa memantau setiap kegiatan gue. Dengan kata lain, ada begitu banyak peluang untuk berbuat yang macam-macam (seperti ngupil berjamaah).

Tapi gue bersyukur, karena gue berasal dari kampung. Jadinya gue gak terlalu terbiasa dengan kegiatan hang out sana-sini. Lagian tujuan awal gue merantau bukanlah untuk hang out. Gue menempuh jalan hingga sejauh ini untuk mendapat pengalaman yang lebih banyak ketimbang orang-orang yang memilih untuk diam. Gue memutuskan untuk merantau agar bisa menjelajahi berbagai tempat yang selama ini hanya bisa gue tunjuk-tunjuk dalam peta. Dan yang terpenting, Tuhan menciptakan dunia seluas ini untuk dijelajahi🙂 Sayang banget, kan, kalau seumur hidup gue hanya bisa menghabiskan waktu di tempat yang sama🙂

Well, Alhamdulillah, gue bersyukur kepada Allah atas kehidupan yang baik di tahun yang lalu. Semoga ada banyak hal baik yang bisa gue lakukan di tahun 2014 ini. Semoga kedua orang tua gue diberikan umur yang panjang hingga tahun-tahun berikutnya🙂 Semoga di tahun ini gue bisa mengunjungi tempat-tempat yang baru. Semoga jalan gue menuju Korea semakin dipermudah oleh Yang Kuasa🙂 Semoga kebaikan ditahun yang lalu masih bisa dirasakan hingga tahun ini ^^ HAPPY NEW YEAR!! 2014, BE MINE!! Bagi yang merayakan tahun baru diluar, jangan buang sampah sembarangan yaa *naluri pecinta lingkungan pun bangkit lagi*

Sekali lagi, HAPPY NEW YEAR!! Selamat menyongsong kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru ^0^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s