Upil’s Diary

Hai, apa kabar?

Kenalin, nama aku Upil. Tapi aku biasa dipanggil Jonas😀 Iya, yang manggil cuma diri aku sendiri sama orang tua aku. Itu juga kalo orang tua aku lagi ngigau.

Sekarang upil udah kelas OBesar di TK (Taman Keluarga), yang mana pengelola dan staf pengajarnya adalah keluarga upil sendiri. Iya, upil belum masuk sekolah😥 Upil syedih…upil syedih pas ngeliat anak-anak tetangga lari-larian ke sekolah, habis itu pulang lagi 5 menit kemudian. Upil pengen kayak mereka. Tolong upil Tuhan…

Kerjaan upil tiap hari cuma bantuin mami ngitungin utang keluarga. Mami bilang ini utang adalah warisan kakek buyutnya upil. Pas upil liat catatannya, dibagian bawah ada stempel kerajaan Majapahit! Wwwooowww!! Berarti kakek buyut upil adalah kenalan Patih Gajah Mada! Wwwooowww!! Upil bangga! /tiba-tiba lupa dengan utang keluarga/

Oiya, ngomongin nenek moyang, waktu dulu upil pernah tinggal sama nenek selama beberapa bulan. Tapi upil gak betah tinggal disana. Habis tiap hari upil cuma dikasih makan sebutir beras sama setetes air hujan. Itu juga kalo hujan. Lah, kalo gak hujan? Upil musti nyari daerah yang lagi hujan biar bisa minum setetes.

Karena upil gak tahan siksaan (upil berasa jadi buruh migrain, eh salah! buruh migran, maklum upil belum masuk sekolah) akhirnya upil memutuskan untuk pulang ke rumah mami. Bagi upil tempat terbaik adalah tempat yang bisa menyediakan segenggam nasi dan sepaha ayam (yaitu rumah upil sendiri).

Tapi pas upil pulang, gak ada yang menyambut upil dengan tarian hula-hula. Papi-mami juga gak ada. Pas upil melangkah lagi, yang ada upil malah dilempari tomat busuk sambil diteriakin “Ada monyet lepaaaas!” Upil bener-bener syedih. Tega-teganya tetangga upil berbuat seperti itu. Tapi setelah upil selidiki bersama dengan Badan Narkotika Internasional, ternyata upil emang salah masuk kampung. Ternyata rumah upil ada di kampung sebelah. Pantes, gak ada yang kenal sama upil. Fiuuhh. Upil lega. Ternyata dunia ini gak sekejam yang upil bayangkan (dunia dalam bayangan upil cuma ada spongebob, patrick dan seekor ubur-ubur).

Pas nyampe rumah, upil baru sadar bahwa dunia itu emang kejam. Upil ditinggal pergi sama papi-mami yang lagi ikut tour 40 tahun 40 hari ke luar angkasa. Upil cuma menemukan secarik kertas yang bertuliskan “Upil sayang, jaga diri baik-baik ya nak, jangan jagain diri orang lain, jagain diri sendiri aja juga udah cukup kok. Papi-mami mau liburan sebentar, gak akan lama kok. Saat upil udah punya cucu nanti, papi sama mami pasti akan menghadiri pesta pernikahan mereka. Jangan khawatir ya, nak. Alam semesta pasti akan membantu”

Upil baru sadar, ternyata ada yang lebih kejam ketimbang dunia dan seisinya. Yaitu, papi-mami upil sendiri😥 Apa salah upil Tuhan…apa ukuran upil kurang kecil dibanding upil lain yang seumuran? Apa upil terlalu pintar hingga upil ditinggal pergi sama papi-mami? Jawab upil, mami! Jawab upil, papi! Jawab pertanyaan upil! Jawabannya dikirim lewat SMS aja!! Atau masukin jawabannya ke kotak POS terdekat!! Paling lambat akhir bulan ini!!! Papi sama mami sungguh kejam!!

*dan kemudia upil pun tak sadarkan diri*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s