Have Fun with Korean (?) Part 1

Berhubung otak gue baru di install ulang, gue mau berbagi sedikit dari pengetahuan yang gue ketahui (saking lamanya gak diberesin ternyata otak gue udah ditumbuhi tumbuhan liar dan dijadikan sarang oleh laba-laba dengan dua anak).

Kemaren otak gue baru melakukan scanning,  dan ditemukanlah beberapa kosa kata dalam Bahasa Korea yang udah  gue pelajari sejak jaman pendudukan Jepang dahulu. Tentunya secara otodidak😀 mihihi

Well, berikut ada beberapa buah kosa kata sederhana yang gue ketahui  dan pelajari sendiri. Mungkin ini gak se-perfect kamus, soalnya gue belum expert dalam hal ini. Tapi gue harap semoga ilmu yang sedikit ini bisa bermanfaat bagi orang lain yang jumlahnya gak sedikit J

By the way, postingan kali ini emang cukup panjang, makanya gue bagi ke dalam beberapa part. Kalo emang pasrt-nya kebanyakan, biar nanti anak-cucu gue yang ngelanjutin postingannya muehehe

Mari berhitung \(^0^)/

Sama seperti Bahasa Inggris, Bahasa Korea juga memiliki dua cara dalam berhitung (menyebutkan angka). Kalo dalam Bahasa Inggris ada perbedaan antara First (1st) dan One (1), maka dalam Bahasa Korea juga berlaku hal yang sama, yaitu ada perbedaan saat menyebutkan ke- (peringkat/urutan) dan perhitungan biasa (1,2,3,4,…)

Cardinal Numbers (bilangan pokok)

Versi I (Angka yang disadur dari Bahasa China/Sino-Korean)

Yeong = Zero/Nol

Il = One/Satu

I = Two/Dua

Sam = Three/Tiga

Sa = Four/Empat

O= Five/Lima

Yug = Six/Enam

Chil = Seven/Tujuh

Pal = Eight/Delapan

Gu = Nine/Sembilan

Sib = Ten/Sepuluh

Sib-il = Eleven/Sebelas

Sib-i = Twelve/Dua belas

Untuk bilangan belasan (11,12,13,…) tinggal menggabungkan antara angka pembilang dan penyebutnya. Seperti angka 11 yang merupakan gabungan antara angka 10 (pembilang) dan angka 1 (penyebut), jadinya, Sib-il (Sib=10 dan Il=1)

Terus, gimana dengan angka puluhan?

Isib = Tweenty/Dua puluh

Isib-il = Tweenty One/Dua puluh satu

Isib-i = Tweenty Two/Dua puluh dua

Samsib = Thirty/Tiga puluh

Sasib = Fourty/Empat puluh

Osib = Fifty/Lima puluh

Yugsib = Sixty/Enam puluh

Chilsib = Seventy/Tujuh puluh

Palsib = Eighty/Delapan puluh

Gusib = Ninety/Sembilan puluh

Nah, sama halnya dengan angka belasan, angka puluhan juga memiliki ‘rumus’ pembilang+penyebut. Seperti angka 21 yang merupakan gabungan antara angka 20 (pembilang) dan angka 1 (penyebut), jadinya, Isib-il (Isib=20 dan Il=1). Untuk angka puluhan selanjutnya masih berlaku hal yang sama, seperti 31, Samsib-il (Samsib=30 dan Il=1), dan 42, Sasib-i (Sasib=40 dan I=2).

Untuk angka 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, dan 90, berlaku rumus perhitungan yang sama, yaitu pembilang+penyebut. Seperti, 20 yang merupakan gabungan dari angka 2 dan bilangan puluhan (10), tinggal ditambahkan saja 2+10= Isib (I=2 dan Sib=10). Lah, gimana kalo angkanya 50? Ya tetep sama, pake rumus 5+10= Osib (O=5 dan Sib=10). Buat angka-angka selanjutnya udah pada bisa, kan? Muihihi

Well, itu baru bilangan pokok versi pertama. Ada lagi nih versi selanjutnya…

Versi II (Angka asli dari Bahasa Korea/Pure Korean)

Hana= One/Satu

Dul= Two/Dua

Set= Three/Tiga

Net= Four/Empat

Daseot/Taseot(s)= Five/Lima ———–>>> Ejaan sebenarnya adalah Da-seos, tapi karena bunyi s-nya dilebur, jadi gak begitu kedengeran dan jadinya malah seperti Da-seot (mungkin karena pengaruh lidah orang Korea kali yee makanya agak beda)

Yeoseot(s)= Six/Enam

Ilgop= Seven/Tujuh

Yeodeolp/Yeodol= Eight/Delapan

Ahop/Ahob = Nine/Sembilan

Yeol = Ten/Sepuluh

Yeol-hana= Eleven/Sebelas

Yeol-dul= Twelve/Dua belas

Yeol-set= Thirteen/Tiga belas

Untuk angka puluhan

Seumul/Semul= Twenty/Dua puluh

Seoreun/Soren= Thirty/Tiga Puluh

Maheun/Mahen= Fourty/Empat puluh

Swin/Suin= Fifty/Lima puluh

Yesun= Sixty/Enam puluh

Ilheun/Ileun/Ireun= Seventy ——–>>>>> Ejaan sebenarnya adalah Ir-heun, tapi karena di Korea sono terdapat kedekatan bunyi antara huruf R dan L, maka bunyinya dilebur sehingga terdengar seperti Il-heun atau Ileun (Ilen) atau Ireun (iren).

Yeodeun/Yodeun= Eighty/Delapan puluh

Aheun/Ahen= Ninety/Sembilan puluh

Sama seperti sebelumnya, untuk Versi II juga berlaku rumus pembilang+penyebut. Seperti angka 11 yang merupakan gabungan dari 10+1, jadinya, Yeol-hana (Yeol=10 dan Hana=1). Begitu juga dengan angka 21, 20+1, jadinya Semul-hana (Semul=20 dan Hana=1)

Untuk angka ratusan (Sino-Korean dan Pure-Korean)

100.Baeg/Baek= Hundred/Seratus

1.000. Cheon= Thousand/Seribu

10.000. Man= Sepuluh ribu

100.000. Sib-man= Seratus ribu

1.000.000. Baek-man/Beng-man= Sejuta

10.000.000. Cheon-man= Sepuluh juta

100.000.000. Eok/Ok/Og= Seratus juta

1.000.000.000. Sib-eok/Sib-ok= Satu milyar

10.000.000.000. Baek-eok/Baek-ok= Sepuluh milyar

100.000.000.000. Cheon-eok= Seratus milyar

1.000.000.000.000 Jo/cho= Satu triliyun

Terdapat kesamaan dalam penyebutan angka ratusan baik secara Sino-Korean maupun Pure-Korean. Jadi, orang-orang Korea hanya mengenal satu jenis penyebutan angka untuk 100,1.000,1.000.000,….

Sino-Korean biasanya digunakan untuk menghitung hari, nomor soal ujian, uang dan satuan jarak (meter, kilometer). Sedangkan Pure-Korean digunakan untuk menghitung waktu, usia, satuan benda (buah, biji, dll) serta satuan jam. Biasanya, orang-orang Korea lebih suka menggunakan Sino-Korea karena dianggap lebih simple (menurut gue emang simple sih, gak seribet Pure-Korean).

Oiya, dalam pengucapannya juga boleh disingkat, loh. Misalnya angka 1 (Hana) boleh disingkat menjadi Han, atau angka 2 (Dul) boleh disingkat menjadi Du. Tapi hal ini HANYA berlaku untuk huruf Korea asli (Pure-Korean) dan TIDAK berlaku bagi Sino-Korean. Dengan syarat, ANGKA tersebut harus diikuti oleh kata benda. Rumusnya, “Angka yang disingkat+Kata Benda”. Seperti, 2 ekor, menjadi Du-mari. Kalo 3 ekor menjadi Se-mari, dan 1 ekor menjadi Han-mari (Mari=ekor/menyatakan jumlah binatang)

Ordinal Numbers (peringkat/urutan)

1st. Cheosbeonjjae/Cheobeonjjae= First/Kesatu

2nd. Dubeonjjae= Second/Kedua

3rd. Sebeonjjae= Third/Ketiga

4th. Nebeonjjae= Fourth/Keempat

5th. Daseos-beonjjae/Daseobeonjjae= Fifth/Kelima

6th. Yeoseos-beonjjae/Yeoseobeonjjae= Sixth/Keenam

7th. Ilgob-beonjjae= Seventh/Ketujuh

8th. Yeodeolb-beonjjae/Yeodolbeonjjae= Eighth/Kedelapan

9th. Ahob-beonjjae= Ninth/Kesembilan

10th. Yeolbeonjjae= Tenth/Kesepuluh

 Gimana? Udah pada bisa berhitung dalam Bahasa Korea? Mau lanjut ke kosa kata berikutnya? Sun dulu doong~ (dan gue pun dicocol pake kue beras)

Mari berkeluarga (?) \(^0^)/

Keluarga di Korea biasanya terdiri atas Ayah, Ibu, Anak, Kakek dan Nenek. Pada umumnya keluarga di Korea hanya memiliki 2 anak saja, tapi pada beberapa kasus (?) bisa ditemukan lebih dari 3 orang anak atau bahkan anak tunggal (gue jadi berasa kayak ibu-ibu tukang sensus penduduk)

Konon kabarnya, orang Korea sangat menghormati para seniornya (orang yang lebih tua). Tapi menurut gue sih, itu gak menjamin kalo semua orang Korea bersikap sopan terhadap orang tua. Sama halnya dengan penduduk Indonesia yang terkenal ramah dan murah senyum. Tapi buktinya? Masih ada kekerasan, kan? So, jangan di-generalisasi ya, guys ^^v

Kajok= Family/Keluarga

Kajok kwankye= Hubungan keluarga

Appa= Ayah (panggilan yang lebih modern, atau mungkin di Indonesia dikenal dengan sebutan Papa/Papi)

Abeoji/Abeonim= Ayah (sebutan yang lebih formal, -nim sendiri adalah sebuah akhiran yang menunjukkan rasa hormat kepada yang lebih tua/punya jabatan yang lebih tinggi)

Eomma= Ibu (sama halnya dengan Appa yang merupakan panggilan modern, atau di Indonesia dikenal dengan sebutan Mama/Mami)

Eomeoni= Ibu (sebutan yang lebih formal, atau ketika lo lagi belanja di pasar, gunakan kata “eommeoni” untuk memanggil sang penjual, biar kedengerannya lebih akrab atau lebih sopan)

Bumeonim= Orang tua

Wi harabeoji/We harabeoji= Kakek dari pihak ibu

Harabeoji= Kakek dari pihak ayah

Wi halmeoni/We halmeoni= Nenek dari pihak ibu

Halmeoni= Nenek dari pihak ayah

Wi samchon/We samchon= Paman dari pihak ibu

Samchon= Paman dari pihak ayah

Imo= Bibi dari pihak ibu

Komo/Gomo= Bibi dari pihak ayah

Keun-abeoji= Kakak ayah

Keun-eomeoni= Kakak ibu

Jakeun-abeoji= Adik ayah

Jakeun-eomeoni= Adik ibu

Chincheok= Kerabat/sanak saudara

Sachon= Sepupu

Joka= Keponakan

Hyeongje= Saudara (kandung atau bahasa kerennya Siblings)

Hyeong= Kakak laki-laki (jika yang memanggilnya adik laki-laki)

Oppa= Kakak laki-laki (jika yang memanggilnya adik perempuan)

Nuna= Kakak perempuan (jika yang memanggilnya adik laki-laki)

Eonni= Kakak perempuan (jika yang memanggilnya adik perempuan)

Dongsaeng= Adik (baik laki-laki maupun perempuan)

Nam-dongsaeng= Adik laki-laki (Nam- merupakan singkatan dari “namja” yang berarti laki-laki)

Yeo-dongsaeng= Adik perempuan (Yeo- merupakan singkatan dari “yeoja” yang berarti perempuan)

Bubu= Suami-istri (pasangan)

Nampyeon= Suami

Anae= Istri

Adeul= Anak laki-laki

Ddal= Anak perempuan

Chinjasik= Anak kandung

Jangnam= Putra sulung

Jangnyeo= Putri sulung

Maknae/Magnae= Bungsu

Sadon = Besan

Si-abeoji= Ayah mertua (sebutan oleh menantu perempuan)

Si-eomeoni= Ibu mertua (sebutan oleh menantu perempuan)

Jangmo= Ayah mertua (sebutan oleh menantu laki-laki)

Jang-in= Ibu mertua (sebutan oleh menantu laki-laki)

Myeoneuri= Menantu perempuan

Sawi= Menantu laki-laki

Sonja= Cucu laki-laki

Sonnyeo= Cucu perempuan

Eorin-i= Children/Anak-anak

Chingu= Teman

Namja-chingu= Boyfriend (kadang bisa disingkat menjadi “nam-chin”)

Yeoja-chingu= Girlfriend (kadang bisa disingkat menjadi “yeo-chin”)

Ajeossi= Paman (sebenernya kata Ajeossi/Ahjussi bisa diartikan sebagai paman, tapi orang Korea sangat jarang memanggil pamannya sendiri dengan sebutan ajeossi karena dianggap kurang akrab atau bahkan kurang sopan. Setahu gue, panggilan ajeossi ditujukan kepada orang-orang yang belum kita kenal terlalu dekat atau masih terasa “awkward”. Misalnya, supir taksi, supir bus, atau orang-orang yang lo temui di jalanan. Panggilan ajeossi juga bisa dijadikan sebagai bahan semi-lelucon atau “ejekan” kepada laki-laki yang telah berkeluarga atau yang seharusnya telah berkeluarga. Laki-laki usia 30 tahun keatas yang sudah seharusnya menikah, paling gak suka dipanggil ajeossi, karena mereka akan keliatan semakin tua😄 pfffttt~ Atau dalam acara televisi banyak dijumpai panggilan “ajeossi” sebagai bagian dari entertaining. Sama halnya dengan panggilan “Bapak-Ibu” pada berbagai acara komedi di televisi Indonesia)

Ajuma= Bibi (sama seperti ajeossi, kata ajumma juga memiliki makna “strange” atau masih asing alias belum begitu akrab. Kata ajuma bisa bermakna seperti “tante-tante” di Indonesia, dan pada umumnya yang dipanggil ajuma adalah pemilik warung tenda pinggir jalan atau pedagang. Intinya sih, baik ajeossi maupun ajuma bukanlah panggilan yang tidak sopan, hanya saja panggilan ini ditujukan kepada orang-orang yang tidak begitu dekat dengan kita. Soalnya kalau untuk orang-orang terdekat, pastinya orang Korea akan menggunakan sebutan Samchon atau Komo atau bahkan Eomoni)

Agassi= Gadis/nona

Kajeongbu= Pembantu

Well, ada sedikit trivia nih,

Ssi= (Bentuk akhiran pada nama orang, menunjukkan rasa hormat atau bentuk kesopanan, misalnya nama gue, “Muthi-ssi”)

Namja= Laki-laki (lebih merujuk pada jenis kelamin)

Namseong= Man/Laki-laki

Sonyeon= Boy

Yeoja= Perempuan (lebih merujuk ada jenis kelamin)

Yeoseong= Woman/Perempuan

Sonyeo= Girl

Yang= Sebutan untuk perempuan muda, seperti agassi, tapi bedanya, agassi berdiri sendiri (tanpa diikuti nama) sedangkan “yang” merupakan bentuk akhiran. Misalnya, Go-yang, yang berarti Ms.Go. Atau Muthi-yang, yang berarti Ms.Muthi.

Gun/kun= Sebutan untuk laki-laki (sama halnya seperti sebutan “yang”). Gun/kun juga merupakan akhiran pada nama seseorang, misalnya, Cha-kun, yang berarti Mr.Cha.

Keun= Berarti “big” atau besar. Keun-hyeong berarti kakak laki-laki tertua atau big-brother.

Nah, gimana? Udah tau panggilan/sebutan apa yang pantas untuk kalian? Mau lanjut ke kosa kata berikutnya?

Bentar…bentar…gue mau narik napas dulu…

Lanjut ke part berikutnya yaaa~~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s