Dahsyatnya Sebuah Iklan

Well, ini adalah postingan pertama setelah gue mendarat di Bandung. Ternyata setelah sebulan lebih ditinggal mudik, kamar gue udah dijadiin lapak sama PKL (dan gue pun ikutan jualan).

Kemaren adalah hari pertama gue masuk kelas fotografi. Dan untungnya gue gak bangun kesiangan. Tapi gue sempet nyasar. Pas gue buka pintu, yang gue lihat cuma sekumpulan orang bermuka purbakala. Tadinya gue berpikir kalo gue udah masuk lorong waktu dan tersesat di jaman prasejarah. Eh, gak taunya gue emang salah masuk kelas. Ternyata itu emang kelasnya mahasiswa tingkat akhir. Pantes, pas buka pintu gue langsung ditimpukin pake batu. Mungkin gue dikira anak kecebong yang lagi nyari jalan pulan kali yaa.

Saat belajar fotografi (sebenernya hal yang gue lakukan di kelas cuma ngupil doang), gue mendapat banyak pencerahan. Salah satunya mengenai IKLAN. Iya, iklan. Pernah nonton iklan, kan? Nah, kalo pernah nonton iklan, coba jawab pertanyaan gue.

Kenapa produsen Ducati (hampir) selalu ‘memajang’ cewek cantik disetiap iklan mereka?

Udah tau jawabannya? Kalo belum, perhatikan foto berikut.

ducati

2012-ducati-diavel-005

Iyap! Jawabannya adalah, karena bentukan Ducati yang menyerupai body cewek cantik. Coba perhatikan lekukannya. Meliuk-liuk kayak gitar spanyol, kan? Nah, inilah salah satu alasan kenapa (hampir) disetiap iklan ataupun poster Ducati selalu menampilkan cewek cantik dengan postur tubuh yang meliuk-liuk. Inilah yang dinamakan konsep asosiasi, dimana design sebuah produk menyerupai bentuk dari makhluk atau benda yang sudah ada (seperti pesawat terbang yang terinspirasi (?) dari bentuk tubuh burung, atau kapal selam yang mengadopsi bentuk dari ikan).

Terus, apa maksudnya Ducati memakai design dan model yang seperti itu?

Jawabannya cuma satu, yaitu, sensasi. Ducati punya target pasar tersendiri (hanya kalangan tertentu saja yang menggunakan produk mereka). Biasanya, konsumen Ducati adalah orang-orang yang high-class, yang menyukai keindahan bentuk, dan menggemari sesuatu yang elegan. Makanya, Ducati men-design produk mereka menyerupai body cewek-cewek cantik. So, saat lo mengendarai Ducati, sensasi apa yang lo rasakan?  Silakan jawab sendiri aja yaa..gue takut di boikot (?) #halah

Nah, biar relevan dengan produk mereka, makanya, Ducati menggunakan cewek-cewek cantik sebagai modelnya. Jadi, saat lo ngeliat iklan Ducati, lo bakal mimisan dari pori-pori kulit dan teriak, “Beliin gue Ducati mamahhhh beliin gueeeeee” (dan elo pun jatuh koma hingga akhir zaman)

Well, itulah salah satu kekuatan dari iklan. Produsen bisa meraup untung yang berlipat-lipat (kayak lipatan lemak di jari-jari gue) dengan memilih model yang tepat bagi produk mereka. Istilah populernya sih, brand ambassador. Padahal kalo dipikir-pikir, mana ada cewek cantik yang mengendarai Ducati? (rata-rata cewek itu mengendarai motor matic). Dengan body (Ducati) yang segede gaban begitu, gue yakin, cewek cantik yang mengendarai Ducati adalah mantan atlet angkat besi.  Iya, rasanya unbelievable banget, kalo ada cewek cantik yang naikin Ducati (kecuali dibonceng).

So, ini semua hanyalah strategi marketing dari produsen untuk ‘menjebak’ para konsumen agar membeli produk mereka. Jadi jangan heran, kalo yang punya Ducati adalah para pecinta keindahan (dan gue pun dijepit pake karet).

Contoh lainnya, ada pada iklan rokok…

rokok

Kenapa para produsen rokok selalu menampilkan kehidupan yang sangat enjoyable disetiap iklan produk mereka?

Rata-rata setiap iklan rokok selalu menampilkan sekelompok anak muda yang sangat menikmati hidupnya. Atau, sekelompok orang yang lagi dirundung masalah, terus mereka bangkit dari keterpurukan dan akhirnya menjadi sukses. Atau, menampilkan para eksekutif muda yang bekerja santai namun hasilnya sangat memuaskan. Atau, menampilkan petualangan di alam bebas.

Padahal kalo dipikir-pikir, konsumen rokok itu ada pada kalangan menengah ke bawah. Yang mana pada kalangan tersebut sangat jarang dijumpai yang namanya eksekutif muda, alias, konsumen rokok adalah remaja usia sekolah, bapak-bapak tukang ojek, kondektur, mahasiswa, pedagang, bla bla bla. Dan satu lagi, gak ada orang yang begitu menikmati hidupnya (seperti yang digambarkan dalam iklan) setelah mengkonsumsi rokok.

Lah, terus, kenapa produsen rokok menggunakan konsep yang demikian dalam iklannya?

Lagi-lagi ini berkaitan dengan strategi marketing. Produsen rokok mencoba untuk memberikan gambaran lain terhadap produk mereka melalui iklan yang lebih enjoyable (bahkan menginspirasi). Meskipun pada kenyataannya, mengkonsumsi rokok tidak menimbulkan efek yang demikian (menjadi semangat, lebih kreatif, bla bla bla). Jika produsen mie instan akan menampilkan semangkok mie dalam iklan mereka, maka produsen rokok tidak akan melakukan hal yang demikian. Karena ada aturan yang melarang hal itu (dilarang menampilkan bentuk rokok dalam iklan, serta jadwal tayang iklan yang diatas jam 9-10 malam). Makanya, para iklan maker (?) menyiasatinya dengan cara lain, yaitu, menampilkan pria mapan, rupawan, dan bahkan jutawan disetiap iklan produk mereka. Supaya, saat konsumen melihat iklan tersebut mereka akan berpikir, “Gue pasti akan segagah itu kalo beli produk mereka” Hingga akhirnya, terbitlah sebuah aturan tak tertulis, bahwa kegagahan seseorang akan berbanding lurus dengan intensitas merokoknya. Ibarat kata, rokok = gagah.

Tapi jujur nih, gue pribadi suka banget sama iklan rokok (hanya sebatas pada konten iklannya). Soalnya, di dalam iklan tersebut mereka (produsen dan iklan maker (?)) tidak hanya berkutat pada ekplorasi produk. Mereka gak melulu membahas tentang produknya sendiri, tapi ada pesan kehidupan dan kritik sosial yang mereka sampaikan melalui iklan.

domba

iklan

Well, gue salut sama orang-orang kreatif yang ada dibalik pembuatan iklan rokok. Menurut gue, mereka telah berhasil mengkiritisi masyarakat melalui media yang lebih fun. Dengan konten yang lebih ringan, dan cara yang kadang nyelekit, mengkritik tapi menggelitik.

Lagi-lagi, ini soal sensasi. Melalui sebuah iklan, lo akan memiliki pandangan tersendiri terhadap sebuah produk. Kalo dulu rokok hanya dikonsumsi oleh bapak-bapak lansia (itu juga rokoknya yang digulung-gulung sendiri) tapi sekarang, konsumen terbesarnya adalah remaja labil hingga pria dewasa. Kenapa bisa begitu? Ya, itu tadi, karena pengaruh iklan yang menampilkan pria gagah nan mapan (dan gue pun mimisan)

Lanjut ke iklan berikutnya, yaitu iklan shampoo.

rambut-sehatnisa

Kenapa produsen shampoo selalu memakai jasa para model cantik dengan rambut panjang terurai? Kenapa musti model cantik? Dan kenapa rambutnya harus panjang?

Balik lagi, ini soal sensasi. Disetiap iklan shampoo selalu digambarkan bahwa si model tersebut sangat menikmati ‘prosesi’ keramas. Pokoknya itu model keliatan happy banget waktu lagi shampo-an. Makanya, model yang dipakai haruslah berambut panjang, biar kesan ‘menggoda’-nya dapet. Biar sensasinya juga dapet. Coba bayangin, kalo model iklan shampoo adalah kecebong bantet kayak gue. Pasti itu produk langsung di boikot sama MUI. Atau, coba lo bayangin, ada iklan shampoo yang modelnya berambut cepak terus ada pitak di sana-sini. Ilfil gak, lo?

Nah, hal yang sama juga berlaku pada beberapa produk kecantikan. Rata-rata produsen produk kecantikan selalu menggunakan model yang cantik, langsing, tinggi, berkulit putih, bergigi rapi, dan berambut panjang. Kenapa bisa begitu? Yah, namanya juga iklan produk kecantikan, pastinya pake model yang cantik dong. Kalo menggunakan jasa bapak-bapak brewokan, itu namanya iklan tambal ban.

Tapi percaya atau tidak, iklan produk kecantikan yang seperti ini telah ‘mendoktrin’ masyarakat bahwa, CEWEK CANTIK itu adalah cewek yang berkulit putih, bertubuh langsing, tinggi, gigi rapi, serta berambut panjang. Percaya atau tidak. Coba deh, lo tanya sama tetangga, kriteria cewek cantik itu yang bagaimana. Pasti rata-rata orang Indonesia akan menjawab seperti yang ada dalam iklan. Karena secara tidak langsung, iklan tersebut telah membangun opini baru, bahwa cewek cantik itu musti putih dan langsing. Padahal, sejatinya kecantikan itu adalah hal yang relatif, kan? Tapi, berkat sebuah iklan, masyarakat menjadi terkotak-kotakkan, “Ini loh, yang dinamakan cewek cantik” “Ini loh, yang namanya cewek ideal” “Ini loh, yang namanya tubuh proposional”. Sebenernya, kalo dipikir-pikir lagi, kecantikan itu gak punya takaran. Cuma manusianya aja yang mau dikelompokkan (atau malah mengelompokkan dirinya sendiri) menjadi golongan yang cantik, dan tidak cantik.

Lagi-lagi, inilah kekuatan sebuah iklan. Melalui video dengan durasi singkat, si produsen bisa merubah pandangan masyarakat di sekitar kita.

Dan, iklan terakhir yang ingin gue bahas, yaitu iklan mobil.

harga pajero sport

pajero

2010_ford_f-150_svt_raptor_supercab_5_5ft_bed_4wd-pic-976302383118144985

Mitsubishi_Outlander,_Crossover_SUV

Kenapa produsen mobil besar semacam Pajero, Outlander, serta Ford menggunakan konsep iklan yang demikian? Coba bandingkan dengan produsen mobil ukuran menengah semacam Innova, Avanza, Xenia dan Xejenisnya (gue digaplok) yang menggunakan konsep lainnya. Atau, coba bandingkan dengan produsen mobil berukuran ekstra besar semacam truk, kontainer, dll yang lebih memilih untuk menggunakan konsep iklan yang berbeda. Kenapa bisa begitu?

Jawabannya, lagi-lagi gak jauh dari sensasi.

Semuanya balik lagi pada target pasar dari si produsen. Mobil-mobil tangguh seperti Ford, Pajero Sport, Outlander dan sejenisnya memang diperuntukkan bagi orang-orang yang beraktifitas di alam bebas, menyukai tantangan, berjiwa pemberani, dan suka berpetualang. Produk mereka memang di design untuk menghadapi tantangan di alam bebas, dengan body yang besar dan kokoh, serta ukurannya yang cukup tinggi. Jadi, kalo lo mau naik gunung turun bukit, Pajero dan kawan-kawan siap menemani (gue berasa jadi sales mobil bekas)

Makanya, si produsen menggunakan konsep ‘wild’ untuk iklan produk mereka. Coba aja perhatiin iklan Pajero Sport atau Outlander. Pasti penggambarannya gak jauh-jauh dari gurun pasir, batu-batu terjal atau tebing curam. Biar kesan tangguh dari si mobil bisa tersampaikan dengan baik. Coba bayangin, kalo dalam iklannya si Pajero Sport malah dipake buat ngangkut sayuran. Yang ada itu mobil malah turun pamor alias hilang kejantanannya (gue ini ngebahas apa sih). Tapi kalo Pajero Sport divisualisasikan sedang melewati bebatuan yang terjal, baru deh keliatan tangguh dan orang-orang pun akan berbondong-bondong mendatangi penyedia jasa kredit mobil.

Kalo bokap gue ngeliat iklan Pajero Sport, mungkin beliau akan bilang, “Ayo! Kita beli mobil itu biar papa keliatan gagah kalo nganter mama ke pasar!” Tapi sayang, bokap gue gak pernah nonton iklan. Beliau lebih tertarik sama sinetronnya haji muhidin. Makanya, sampe sekarang keluarga gue belum punya Pajero😥 huhuhhhuhue

Nah, coba bandingkan dengan iklan mobil Avanza, Xenia dan Innova. Produsen dari mobil ini menggunakan konsep family outing (?) disetiap iklannya. Karena mobil-mobil ini memang diperuntukkan bagi keluarga Indonesia (lagi-lagi gue jadi sales mobil bekas). Iklan mobil tersebut pasti gak jauh-jauh dari nganter anak sekolah, berangkat ngantor, ataupun jalan-jalan keluarga. Family banget, kan? Makanya, para family-man (?) atau orang-orang yang suka traveling bersama keluarga lebih menyukai mobil-mobil seperti ini (berkat visualisasi iklan juga sih)

Sama halnya dengan iklan mobil ekstra besar seperti truk. Produsen truk seperti HINO menggunakan konsep iklan yang bernuansa perdagangan dan pertanian. Karena mereka memang spesialisasi angkutan barang. Coba liat iklannya HINO, pasti yang digambarkan adalah sekelompok petani yang akan mengangkut hasil panennya ke kota. Sejarah gak pernah mencatat ada iklan HINO yang menggambarkan sekelompok anak TK yang mau berangkat sekolah, terus mereka berbondong-bondong naik ke bak-nya HINO. Gak akan pernah ditemukan iklan yang demikian. Kecuali kalo negara api emang beneran menyerang.

Well, disini gue bukan mau mengiklankan suatu produk. Gue juga bukan pegawai dari perusahaan-perusahaan di atas. Ini cuma buat sample aja. Jadi gue gak ada maksud untuk mempromosikan suatu produk (mempromosikan diri sendiri aja gue sering gagal)

Gue nulis yang beginian bukan karena gue mengetahui segala hal. Gue hanya menuliskan apa yang yang gue tahu, dengan tujuan agar para pembaca blog ini mendapatkan sedikit pengetahuan yang gue bagi. Agar pembaca juga tahu, kalo sebuah iklan bisa berdampak sedemikian hebatnya. Karena pada dasarnya sebuah iklan dibuat untuk tujuan marketing dan mendongkrak penjualan, sisanya untuk tujuan kemanusiaan dan seni. Jadi intinya, iklan itu gak jauh-jauh dari strategi marketing. Dan yang paling penting, iklan bisa merubah pola pikir anda.

Well, karena pengetahuan gue baru sebesar biji semangka, jadi mohon dimaklumi kalo masih terdapat kesalahan dalam penulisan maupun penyampaian. Kalo memang ada yang salah, monggo, diperbaiki aja. Karena gue juga masih dalam tahap belajar🙂 Semoga postingan kali ini bermanfaat yaaa. Semoga bisa nambahin wawasan juga🙂

Sun sayang dari gue, si calon designer masa depan😀

 

 

 

2 pemikiran pada “Dahsyatnya Sebuah Iklan

  1. berguna bgt chingu,jeongmal gomawo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s