Toilet is a Perfect Gift

Apa yang akan terjadi jika di dunia ini gak ada toilet? Pasti orang-orang bakalan BAB di kali, terus pas banjir, kalinya meluap, dan hasil BAB-nya bakal balik lagi ke rumah, dan mencari pemiliknya. Horor banget emang.

Well, jangan berpikiran jorok dulu. Otaknya dibersihin dulu, gih, biar kalian bisa tenang pas ngebaca postingan kali ini.

Hari ini gue belajar Tipografi, dan materinya adalah soal Syntax. Gue sih gak begitu paham sama materinya. Selama 3 SKS perkuliahan, kata-kata dosen yang paling gue inget hanyalah, Toilet is a Perfect Gift. Pas mendengar kalimat ini gue cuma bisa diem. Soalnya gue gak ngerti Bahasa Inggris. Pas mau buka google translate, gak taunya kuota gue abis. Akhirnya gue nangis di kelas.

Kalimat “Toilet is a Perfect Gift” ditemukan secara gak sengaja oleh dosen gue di salah satu hotel terkenal di Bandung. Hotel tersebut dengan sangat ‘cerdas’ mem-persuasi para pengguna toilet untuk menjaga kebersihan. Iya. Cukup dengan 5 kata saja, si ‘hotel’ sudah bisa mengajak para pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan selama menggunakan toilet, tidak mencoret-coret dinding toilet dengan nomer togel atau bahkan PIN BB sendiri (dengan harapan ada calon gebetan yang bakal nge-PING).

Kenapa bisa begitu?

Gini deh, gue ajak kita berimajinasi dulu…

Bayangin, lo lagi berada disuatu tempat yang sangat terpencil, dan gak ada satu orang pun yang ada di sana, apalagi toilet dan mamang penjaga toiletnya. Lo udah nahan BAB selama bertahun-tahun, hingga ‘calon’ BAB lo yang masih ada di usus besar udah mengeras dan berubah jadi fosil. Apa yang lo rasakan saat itu? Frustasi? Atau, pengen bunuh diri, saking gak sanggupnya nahan BAB?

Nah, sekarang lo ngerti, kan, seberapa pentingnya TOILET bagi umat manusia? Saat lo lagi kebelet, pengen ngeden, maka toilet adalah anugerah terindah dari Tuhan. Bener, kan? Coba bayangin, saat lo lagi nge-date sama gebetan di salah satu Mall, tiba-tiba lo terserang diare. Apa yang bakal lo cari? Pasti toilet, kan? Coba, kalo di Mall tersebut gak ada toilet. Mall paling mewah pun akan serasa di neraka, bro. So, Toilet is a Perfect Gift!

Terus, apa maksudnya si hotel menggunakan kalimat Toilet is a Perfect Gift?

Gini. Gini. Sebagai sebuah Perfect Gift, tentunya lo bakal menjaganya dengan baik, kan? Sama halnya saat lo dianugerahi seorang gebetan yang cantik, perfect, dan berwajah indo kayak gue (iya, gue berwajah Indomi, Indonesia-Minang, muehehe). Pastinya lo bakal ngejaga gebetan lo dengan sangat baik, biar gak digebet lagi sama paman lo sendiri. Pasti lo bakal memperhatikan gebetan lo dengan sangat baik, menjaganya, dan merawatnya dengan sepenuh hati (kalo bisa itu gebetan lo kasi anti gores aja biar gak lecet).

Nah, begitu juga dengan toilet. Sebagai sebuah Perfect Gift, tentunya lo bakal memperlakukan si toilet dengan sangat baik, kan? Kalo lo emang ngerasa butuh sama itu toilet, tentunya lo bakal menyiramkan air yang cukup sehabis lo BAB. Kalo lo emang ngerasa bahwa toilet adalah sebuah Perfect Gift, tentunya lo bakal menjaga kebersihannya, dengan cara, tidak membuang sampah di toilet (apalagi kalo lo membuang muka di toilet). Kalo lo emang ngerasa bahwa Toilet is a Perfect Gift, tentunya lo bakal memperlakukan toilet dengan sebaik-baiknya pemberian.

So, cukup dengan sebuah kalimat, Toilet is a Perfect Gift. Semua maksud yang ingin diutarakan, sudah terwakilkan oleh kalimat ini. Iya, gak perlu lagi menuliskan “Jagalah kebersihan”. Gak perlu lagi menuliskan kalimat, “Jangan membuang sampah, popok bayi, tisu basah dan foto mantan ke dalam toilet”. Dan gak perlu lagi menuliskan, “Setelah buang air, harap disiram sampai bersih”. Cukup dengan, Toilet is a Perfect Gift. Lo akan ngerasa bahwa, “Oh, iya, gue butuh ini toilet. Dan gue akan menjaganya, seperti sebuah Perfect Gift”

Well, menurut gue, inilah salah satu keajaiban dari sebuah Copy (berhubungan dengan Copywriting). Cukup dengan sebuah kalimat simple yang nyeleneh, tapi membuat orang-orang pada akhirnya bakalan ngangguk-ngangguk sendiri, setelah mengetahui maknanya. Karena tidak semua yang ada di dunia ini harus dijabarkan dengan kata-kata. Dimanapun itu, kita harus tetap menjaga kebersihan, tanpa harus melihat ada tulisan “Jagalah kebersihan”. Bagaimanapun itu, kita tetap harus menyiram toilet sampai bersih, walaupun gak ada tulisan “Setelah buang air, siramlah sampai bersih”. Karena apa? Karena Toilet is a Perfect Gift, yang harus dijaga selayaknya precious thing. Karena kita harusnya bersyukur, ada orang baik yang menciptakan toilet. Coba, kalo gak ada toilet. Lo mau BAB dimana? Mau BAB di sungai? Atau, lo mau BAB di hutan, terus ngelap-nya pake daun? (yang mana permukaan daunnya dipenuhi duri).  Atau, lo bakal nahan BAB sampai BAB-nya jadi fosil? So, sekali lagi, Toilet is a Perfect Gift (kayaknya gue udah layak mendapat penghargaan sebagai penjaga toilet terbaik sepanjang masa prasejarah)

Intinya sih, berbuat baik itu gak harus disuruh dulu. Jangan hanya berbuat baik karena ada perintah. Jangan melakukan hal baik hanya karena ada sanksi jika melakukan keburukan. Berbuat baik itu, ya dari hati. Saat lo gak menemukan tulisan “Jagalah kebersihan”, ya tetep aja lo harus menjaga kebersihan. Karena kebaikan itu berawal dari kebiasaan. Saat lo udah terbiasa melakukan kebaikan, maka kebaikan-kebaikan selanjutnya akan datang dengan sendirinya. Saat lo udah terbiasa menyiram toilet dengan bersih, pastinya hidup lo akan lebih sehat, dan lo akan terhindar dari penyakit-penyakit yang berasal dari kuman toilet (yang jelas kumannya bukan gue).

So, mulailah kebiasaan-kebiasaan yang baik, agar mendatangkan hal-hal yang baik pula. Menyiram toilet itu hal yang sepele, loh. Kalo lo bisa menyirami hati gebetan dengan kata-kata gombal tiap hari, kenapa lo gak bisa nyiram toilet dengan bersih? Cukup hati gebetan aja yang lo coret dengan kata-kata gombal, dinding toilet gak usah ikutan lo coret. Gak cuma hati gebetan aja yang harus lo jaga, toilet pun juga harus lo jaga kebersihannya. Karena toilet adalah penentu hubungan kalian. Saat lo nge-date dan lo kebelet, toilet adalah penyelamatnya, bro. Coba bayangin kalo gak ada toilet. Lo gak akan bisa nembak gebetan dalam kondisi diare, bro. Yang ada lo bakal gagal sebelum berperang. So, Toilet is a Perfect Gift, bagi para calon gebetan yang bakal digebet sama orang yang lagi kebelet.

Well, cukup sekian untuk hari ini. Gue mau lanjut begadang malam ini. Baru aja beres UTS, gue udah dihajar lagi sama tugas-tugas yang gak mengenal kata permisi. Iya, itu tugas kalo masuk otak gue gak pake ketuk pintu dulu. Huhu. Udah ah, gue mau nyari ide dulu. Ada setumpuk sketsa yang musti gue oret-oret.

Jangan lupa BAB yang teratur yaa. Jangan lupa siram yang bersih~~

2 pemikiran pada “Toilet is a Perfect Gift

  1. tulisan kamu tentang analogi toilet dalam kehidupan sehari-hari ini tuh ngena banget lho.. Seneng bacanya, enak tutur bahasanya hehe
    Makasii udah bisa berkunjung..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s