Sebuah Sajak Perpisahan

Di penghujung Bulan Oktober gue memutuskan untuk meninggalkan Kota Bandung dalam jangka waktu yang cukup lama. Gue pun sebenernya gak yakin apakah suatu saat nanti gue bakalan balik lagi ke Bandung atau enggak. Agak berat, memang. Soalnya selama ini gue ninggalin Bandung paling lama itu cuma sebulan. Itu pun rasa kangennya udah ke ubun-ubun. Apalagi sekarang, yang mungkin gue bakal ninggalin Bandung untuk setahun, dua, atau bahkan tiga tahun lamanya.

Tapi ini keputusan yang cukup berat yang harus gue ambil. Ada banyak mimpi yang harus gue relakan demi sebuah pekerjaan mulia bernama bakti. Iya, mungkin ini momentum bagi gue untuk berbakti pada orang tua. Disatu sisi gue pengen menetap setidaknya di Bandung ataupun Jakarta. Tapi disisi lain, ada sebuah tanggung jawab yang lebih besar, yang tengah menanti gue dirumah. Gue pun sempat kepikiran, kalaupun Tuhan menakdirkan gue untuk bekerja, suatu saat nanti gue pasti akan mendapatkan pekerjaan. Tapi kalau Tuhan menakdirkan orang tua gue untuk berpulang saat ini juga, gue bisa apa? Bakti gue kepada beliau belum seberapa.

Orang tua gue emang gak melarang gue untuk tetap bertahan di perantauan. Iya, orang tua mana yang tega menggugurkan mimpi-mimpi anaknya? Tapi sebagai seorang anak, gue juga gak mau menjadi pribadi yang egois. Pribadi yang mati-matian mengejar mimpi sehingga lupa bahwa ada ayah dan ibu yang semakin menua. Gue mencoba untuk menjadi pribadi yang dewasa (halah). Setidaknya gue ingin menghabiskan sisa waktu bersama kedua orang tua gue. Entah siapa yang akan berpulang terlebih dahulu. Entah ayah, ibu atau bahkan gue. Yang jelas gue ingin kalau kami memiliki sebuah memori yang baik di akhir hayat kami. Setidaknya gue ingin berbakti, sebagaimana kedua orang tua gue menyampaikan harapan-harapan mereka dahulu, “Semoga kamu menjadi anak yang berbakti”.

Jujur aja, banyak yang menyayangkan keputusan gue ini. Banyak yang menyayangkan kalau gue lebih memilih untuk pulang kampung ketimbang bertahan mengais rezeki di perantauan. Tapi gue sendiri punya perspektif yang berbeda. Di rumah sana, ada bokap dan nyokap gue yang menua, dan semakin renta. Mereka butuh teman berbagi, teman bercerita, teman yang akan mengingatkan jika mereka lupa. Mereka butuh gue. Iya, bokap dan nyokap butuh gue, meskipun mereka gak pernah ngomong langsung apa yang mereka butuhkan.

Fisik yang semakin renta dan usia yang menua juga membuat nyokap gue seperti “kebakaran jenggot” pengen punya mantu. Nyokap udah kebelet pengen liat gue nikah. Alasan klasik dari emak-emak pada umumnya, “Mama sudah tua. Nanti takutnya mama gak bisa liat kamu nikah”. Klise, memang. Tapi ada benernya juga. Gue yang tadinya ogah nikah muda, sekarang udah mulai melunak. Bukan, bukan. Bukan karena gue sama kebeletnya kayak nyokap. Tapi gue berprinsip, apabila telah datang kepadamu seorang pemuda yang baik agamanya, baik akhlaknya, baik keluarganya, dan engkau pun ridho kepadanya, maka janganlah engkau menolaknya. Kalaulah nyokap gue telah didatangi oleh pemuda yang demikian, yaa gue bisa apa selain menerima? Iya, kan? Hahaha.

Entahlah. Mungkin ini bentuk lain dari bakti pada orang tua. Mungkin dengan memiliki mantu dari gue bisa menjadi pengobat hati bokap dan nyokap gue di rumah. Asalkan pemuda yang datang memenuhi kriteria yang tadi gue sebutkan, Insya Allah, atas izin Tuhan, gue gak akan nolak. Muehehehe

Well, ini adalah hari terakhir gue di tanah Jawa. Besok gue bakalan pulang kampung untuk waktu yang lama. Terimakasih, Bandung. Terimakasih atas waktu 4 tahun yang luar biasa. Terimakasih atas pengalaman berharga, pengalaman gila, dan pengalaman yang mendewasakan. Semoga kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s