Tugas Terakhir Bapak

Tadi siang gue berhasil landing dengan selamat di kampung halaman. Gue berhasil landing dengan meninggalkan kepingan kenangan di kota kembang. Halah. Intinya, mulai hari ini gue berniat untuk berbakti sepenuh hati. Gue mau nurutin apa keinginan bokap-nyokap. Gue mau jadi anak baik-baik.

Semacam masih ada yang  mengganjal di pikiran gue. Semacam ada rasa sesak di dada yang gue juga gak tau apa penyebabnya. Tapi ada satu kata yang terus terngiang di otak gue sejak tadi siang, yaitu “insecure”. Gue, sebagai anak merasa insecure kalau-kalau gue gak bisa bahagiain bokap nyokap. Dan sebaliknya, bokap nyokap juga ngerasa insecure kalau-kalau mereka gak bisa mengantarkan gue ke garis finish, dengan selamat.

Abang bilang kalau saat ini tugas bokap-nyokap satu per satu udah mulai beres. Gue udah menyelesaikan pendidikan dengan predikat memuaskan. Dan tugas terakhir bokap, sebagai seorang ayah yang diamanatkan oleh agama, harus mencarikan pemuda yang baik untuk menjadi pendamping hidup putrinya. Ini nih, yang bikin gue puyeng.

Gue mencoba untuk menjadi sosok yang arif dan bijaksana (semacam kek nama gebetan gue sedari SMA dulu ngahah). Kalau gue ada di posisi bokap, gue pasti juga akan melakukan hal yang sama. Gue pasti akan uring-uringan ngeliat anak gadis usia ‘mateng tinggal petik’ yang belum ketemu jodohnya. Gue juga pasti akan ngerasa insecure sebagai bapak. Gue pasti juga akan ngerasa was-was kalau-kalau nanti gue dipanggil Tuhan, sementara anak gadis gue gak ada yang jagain. Gue pasti akan ngelakuin hal yang sama kek bokap.

Tapi balik lagi. Sebagai seorang anak (yang udah tinggal petik ini) gue juga ngerasa insecure. Gue insecure kalau-kalau pemuda yang datang ini bukanlah yang terbaik. Gue ngerasa insecure, apakah pemuda yang datang ini mampu untuk menggantikan tugas bokap (yang mana diamanatkan oleh agama, berakhir sudah tugas seorang ayah jika telah terucap ijab dan kabul). Gue ngerasa insecure, apakah pemuda yang datang ini bisa menggantikan uluran tangan abang yang selalu ada setiap saat. Gue ngerasa insecure, apakah pemuda ini mampu menjadi imam, tulang punggung, sahabat, ayah, abang, kawan berbagi, kawan gila, kawan susah, kawan bermimpi, kawan bertakwa, kawan bertengkar, kawan tertawa, kawan belajar, kawan yang akan saling memperbaiki, kawan untuk berjalan beriringan, kawan sampai tua sampai mati, kawan dunia dan juga akhirat nanti. Duh, gue kelewat insecure, memang. Hahaha.

Tapi ayah mana yang tega menyerahkan putrinya kepada sembarang pemuda? Ayah mana yang tega menyerahkan tugas beratnya kepada pemuda yang tidak bertanggung jawab? Ayah mana yang tega menyerahkan putrinya kepada pemuda yang tidak sanggup mengemban amanah? Gue yakin pasti bokap akan memilihkan yang terbaik diantara yang baik-baik. Gue yakin bokap akan menyerahkan gue kepada pemuda yang sama baiknya dengan keadaan gue saat ini. Sebagaimana yang diamanatkan oleh agama, bahwa lelaki yang baik adalah untuk perempuan yang baik, begitu pula sebaliknya. Kalaulah gue sudah dalam keadaan baik, maka Tuhan pasti akan pertemukan gue dengan pemuda yang sama baiknya. Hanya saja sudah sebaik apa diri ini? Sudah seberapa siap diri ini untuk menerima pemuda yang baik-baik tadi? Hanya Tuhan yang tahu siapa, kapan, dan dimana kita akan bertemu. Halah.

Doa gue hari ini, semoga bokap bisa menemukan calon pengganti yang pas, sosok pemuda yang pantas untuk meneruskan perjuangan bokap dalam membimbing gue. Semoga bokap bisa berjabat tangan dan serah terima tanggung jawab dengan pemuda yang juga bertanggung jawab. Semoga pemuda yang datang ini adalah sosok yang amanah, yang bisa menggantikan peran ayah sekaligus abang bagi gue. Semoga Tuhan menyimpan pemuda tersebut dalam sebaik-baiknya keadaan. Tuhan Maha Tahu kapan waktu yang pas. Tuhan Maha Tahu dengan cara apa kita akan bertemu. Tuhan Maha Tahu siapa dia. Tuhan Maha Tahu segalanya. Tuhan Maha Tahu apa-apa yang tidak gue ketahui.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s