Don’t Judge the Boyband from Their Face (?)

Errr– kayanya otak gue masih ‘terkontaminasi’ virus boyband. Tapi emang susah sih, bebas secara resmi (?) dari pengaruh hallyu wave. Soalnya gue ini kpopers veteran, yang suka Kpop jauh sebelum demam Korea melanda Indonesia (entah apa hubungannya)

Kalo ada yang bilang “Jangan menilai sesuatu dari kemasannya”, gue agak kurang setuju sama kalimat tersebut. Dimana-mana, elemen visual adalah hal yang penting. Ibarat kata, dari mata turun ke hati. Gimana lo bakalan suka sama sesuatu kalo lo gak pernah melihat sesuatu tersebut? Masakan aja perlu garnish biar keliatan menggoda (soal rasa urusan belakangan, kalo udah liat masakan yang tampilannya memukau, siapa yang gak mau nyobain?) *dan gue pun dipukulin sampe jadi cakep*

Well, gue juga gak munafik. Pada awalnya gue suka sama boyband Korea karena tampang mereka yang good-looking. Tapi itu dulu, waktu gue masih jadi kecebong labil yang gak bisa bedain yang mana kumis mana alis. Kalo sekarang, gue lebih melihat pada karya dan perjuangan mereka. Sekarang, gue jadi banyak belajar hal-hal baru dari mereka. Sekarang, gue jadi tau apa itu berjuang, dan apa itu belajar, dan apa itu kumis, dan apa itu alis (gue dicocol pake jeruk nipis)

Tampang good-looking yang dimiliki personil boyband Korea emang merupakan bagian dari packaging mereka. Ibarat kata sebuah perusahaan makanan, pastinya mereka memerlukan kemasan yang “layak jual” bukan? Biar para konsumen tau, “Ooohh jadi ini produk makanan toh, bukannya spray pembasmi serangga”. Nah, hal yang sama juga berlaku di dunia boyband. Talenta yang mereka miliki harus dikemas dengan apik, bukan? Biar para penonton pada tau, “Ooohh jadi mereka ini boyband toh, bukannya paduan suara dari TK sebelah”

Oke, karena pembahasan gue mulai gak fokus (akibat semalam mimpi dikejar-kejar alien bermata setengah), gue langsung aja masuk ke pembahasan utama.

Well, industri hiburan di Korea emang lagi booming di beberapa negara (termasuk Indonesia). Gak cuma industri hiburan mereka yang merajai pasar, produk-produk buatan mereka pun sekarang bisa dijumpai disetiap genggaman orang Indonesia.

Bicara soal kemajuan di Korea, semuanya gak lepas dari sokongan pemerintahnya. Setahu gue, pemerintah Korea punya peranan penting dalam penyebaran hallyu wave (Korean virus) ke beberapa negara. Yah, bisa jadi pemerintah Korea memberikan sokongan dana yang cukup besar demi menyebarnya hallyu wave ke seluruh dunia. Terbukti, kan? Pemerintah Korea selalu memakai “jasa” boyband disetiap peringatan ‘ulang tahun’ hubungan bilateral mereka dengan negara lain. Contohnya pada konser KIMCHI di Jakarta tahun 2011 kemaren. Bagi anak-anak Kpopers kayak gue, konser KIMCHI ya konser Kpop biasa, yang menampilkan calon cemceman masa depan gue. Tapi bagi pemerintah Korea, bisa jadi hal ini merupakan strategi politik. Iya, sambil menyelam minum air kelapa (?). Mempromosikan “aset berharga” mereka sambil mempererat hubungan bilateral antar kedua negara.

Tapi, ibarat kata pepatah yang ditulis Albert Einstein dalam buku diary-nya, gaya akan selalu berbanding lurus dengan usaha. Iya, usaha pemerintah Korea dalam “menginveksi” dunia emang gak sia-sia. Liat aja, ada berapa banyak turis yang berkunjung ke Korea setelah adanya hallyu wave? Ada berapa banyak mahasiswa penasaran yang ingin belajar ke Korea? Ada berapa banyak gadget mania yang memakai produk buatan mereka setelah menonton drama Korea? Jumlahnya fantastis bro! Jumlahnya melibihi jumlah uang receh yang gue punya!

Ah sudahlah. Dari tadi gue ngoceh mulu. Mending langsung masuk ke topik utama aja yaa (jadi dari tadi lagi ngebahas apa TT-TT)

Untuk menjadi anggota boyband di Korea gak semudah membalikkan halaman buku matematika. Butuh proses yang sangat panjang hingga akhirnya mereka bisa sukses dan diakui sebagai hallyu star.

Kebanyakan dari anggota boyband tersebut mengalami tahapan demi tahapan sebelum akhirnya mereka benar-benar debut dan benar-benar muncul di TV. Mulai dari audisi, training, pre-debut, debut, dan akhirnya terkenal. Iya, prosesnya emang panjang dan melelahkan. So, masih berani bilang kalo boyband korea cuma bisa bedakan doang?

Niht gue kasih tahapan-tahapan sebelum menjadi boyband terkenal. Tentunya ini versi yang gue ketahui yaa…

Pencarian bakat

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam pencarian bakat. Bisa berupa audisi, atau bisa berupa pencarian langsung oleh agensi yang bersangkutan. Iya, dua cara ini yang lumrah dilakukan oleh agensi artis di Korea. Kebanyakan diantara agensi tersebut melakukan audisi (layaknya audisi pencarian bakat yang ada di Indonesia) untuk menemukan/menyaring calon-calon artis yang mereka inginkan. Audisi yang mereka lakukan gak cuma di Korea aja, tapi udah merambah ke beberapa negara, seperti China, Thailand, dan Kanada. Bahkan untuk audisi yang dilakukan oleh SMEnt (salah satu agensi artis terbesar di Korea) di tahun 2014 kali ini, mereka memasukkan Indonesia dan beberapa negara tetangga lainnya untuk dikunjungi. So, kemungkinannya, gak cuma orang Korea yang bakal jadi hallyu star, orang Indonesia juga punya peluang untuk berkarir di negara tersebut.

j5

Nah, saat audisi, para peserta diminta untuk menunjukkan bakat yang mereka miliki. Gak cuma nyanyi, pokoknya, apapun yang kalian bisa, tunjukin aja. Soalnya agensi di Korea gak cuma mencari orang-orang yang bisa nyanyi, tapi juga bisa dance, mc, akting, bermain musik, dan yang paling penting, berkepribadian baik. Intinya, orang-orang yang lulus audisi hanyalah orang-orang yang berbakat. Ibarat kata, bakat adalah yang utama, soal wajah itu bisa menyesuaikan 😀 (dan gue pun dijejelin silikon padat)

Untuk bisa lolos audisi emang gak gampang. Soalnya ada ribuan pesaing yang juga memiliki bakat yang sama atau bahkan lebih baik. Malah untuk audisi di luar negeri, kemungkinan untuk bisa lolos semakin kecil (seperti Hangeng yang lolos audisi SMEnt di China, setelah mengalahkan 4000-an peserta lainnya)

Bahkan, ada beberapa idol kpop yang harus mengikuti audisi berkali-kali, baru deh, dinyatakan lulus dan akhirnya menjadi seorang selebriti. So, audisi itu gak gampang!

Nih gue kasih beberapa foto para Kpop Idol saat audisi dahulu…

yesung sebelum debut

vlcsnap-2011-10-30-22h08m35s71

Eu74Q_2-716877

Coba tebak, diusia berapakah mereka melakukan audisi?

images

Pada umumnya agensi di Korea menjaring anak-anak muda berbakat dengan usia dibawah 18 tahun. Kenapa musti anak-anak usia belasan? Karena pertimbangan masa training yang cukup lama makanya agensi di Korea lebih memilih untuk merekrut anak-anak usia dini (?). Coba lo bayangin, kalo gue baru ikut audisi di usia 20 tahun dan dinyatakan lolos, gue musti menjalani masa training sekitar 2-5 tahun (bahkan untuk beberapa idol bisa menjalani hingga 7-8 tahun masa training). Lah, kalo gue ditraining selama 5 tahun, gue bakal debut di usia berapa coba? 25 tahun? Yang ada malah orang-orang bakalan muntah-muntah ngeliat muka gue yang udah keriput sana-sini.

Selain pertimbangan masa training yang cukup lama, alasan agensi Korea memilih anak-anak usia belasan adalah, kemampuan untuk memahami materi. Soalnya, semakin tua usia seseorang, maka akan semakin sulit dalam menerima materi pelajaran. Semakin muda usia seseorang, maka tubuhnya akan semakin lentur dan semakin mudah untuk “diolah”

Oiya, ada beberapa idol di Korea ditemukan secara tidak sengaja oleh para pencari bakat. Misalnya Oh Sehun (adik sekaligus calon cemceman gue) yang ditemukan secara tidak sengaja oleh staf SMEnt pada saat ia masih kelas 6 SD. Staf tersebut menawarinya untuk ikut audisi, dan sekarang, si anak SD tersebut telah menjadi….member sebuah boyband bernama EXO.

Well, lolos audisi di sebuah agensi ternama merupakan kebanggaan tersendiri bagi para remaja di Korea. Karena gak semua orang bisa lolos audisi, dan gak semua orang yang memiliki bakat. Tapi perjuangan masih belum selesai, bro. Masih ada tahapan berikutnya yaitu…

Training

Setelah melewati proses audisi dan mengalahkan ribuan pesaing, maka, disinilah mereka berada…

u5u

Training, adalah masa-masa penantian paling mendebarkan bagi calon idol yang lolos audisi. Setelah dinyatakan lolos audisi, mereka harus menjalani sebuah training selama bertahun-tahun. Saat ditraining, mereka harus menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat latihan, untuk memperbaiki dan meningkatkan skill masing-masing. Kemampuan dance, menyanyi, bermain musik, mencipta lagu atau bahkan akting, semua mereka pelajari dan kembangkan saat masa training. Oiya, gak cuma hal itu yang mereka dapatkan selama traning. Mereka juga diajarkan bagaimana menjadi seorang idola besar, mereka diajarkan bagaimana caranya bersikap di depan umum, bagaimana caranya berjalan, bagaimana caranya mengontrol ekspresi saat di depan kamera, dan lain-lain. Pokoknya, all about kehidupan selebritis harus mereka kuasai. Sebelum mereka benar-benar terjun ke publik dan benar-benar menjadi selebriti yang sesungguhnya. Makanya, jangan heran, kebanyakan artis di Korea sana sangat pandai menjaga sikap dan tutur katanya saat berada di depan publik. Soalnya mereka telah dilatih selama bertahun-tahun untuk menjadi calon selebriti. So, mungkin di Korea sana gak ada istilah “artis karbitan” 😀

SeungriTrainees-575x361

Well, menurut gue training adalah masa-masa paling sulit bagi seorang calon kpop star. Kenapa? Karena mereka harus rela kehilangan waktu berkumpul bersama keluarga, waktu bermain bersama teman-teman, dan harus membagi waktu untuk belajar.

Waktu yang mereka gunakan untuk berlatih jauh lebih banyak ketimbang waktu yang mereka gunakan untuk beristirahat. Coba bayangkan, kalo lo musti sekolah tiap hari, dan sepulang sekolah lo musti pergi ke tempat latihan (beberapa idol ada yang tinggal di asrama, dan ada beberapa yang tetap tinggal bersama orang tuanya jika rumah mereka memang dekat dengan tempat latihan), dan di tempat latihan lo musti menyanyi, dance, bermain musik, dan lain-lain. Kebayang capeknya?

Lah, gimana dengan idol yang berasal dari luar Korea? Tentunya mereka harus siap dengan segala resiko yang ada. Memutuskan untuk bergabung dengan sebuah agensi di Korea berarti harus siap berpisah dengan keluarga. Iya, para idol yang berasal dari luar negeri harus mengikuti training di Korea dan harus berpisah dengan keluarganya selama bertahun-tahun. Kebayang betapa rindunya mereka sama keluarga masing-masing?

Nih, gue kasih gambar Kris ge (cemceman gue) yang katanya mengalami masa-masa sulit saat training di korea…

Screenshot (37)

Screenshot (39)

Nih, ada juga idol (member EXO) yang berasal dari luar Korea

Screenshot (41)

Screenshot (38)

Screenshot (40)

Nah, udah kebayang kan? Jadi idol di Korea itu gak gampang. Selain harus menjalani masa training selama bertahun-tahun, para calon idol juga dihantui perasaan was-was. Kenapa? Karena selama masa training, mereka masih menunggu “Debut atau Gak Debut”

Iya, meskipun udah lolos audisi dan menjalani masa training, si calon idol tersebut masih belum mendapat kepastian apakah mereka bisa debut atau enggak, apakah mereka akan menjadi seorang artis atau enggak. Jadi, masa training bukanlah jaminan bagi seorang idol untuk debut.

Pada beberapa kasus, ada idol yang hanya menjalani masa training selama 1 tahun (atau bahkan hanya beberapa bulan saja) dan langsung debut menjadi artis. Ada juga idol yang udah ditraining bertahun-tahun, tapi gak pernah debut secara resmi. Iya, kalo menurut gue sih, masa-masa training ibaratkan siswa kelas 3 SMA. Lo musti belajar mati-matian menjelang kelulusan, tapi gak ada jaminan kalo lo bisa lulus UN, kan? Meskipun lo udah bimbel sana sini, tapi masih ada kemungkinan kalo lo gak lulus SMA, kan? Nah, kira-kira masa training itu begitu tuh. Meskipun lo udah ditraining cukup lama, tapi masih ada kemungkinan kalo lo gak bakal jadi artis besar. Semuanya tergantung dari peningkatan skill yang lo lakukan selama training. Dan satu lagi, semuanya bergantung pada kebijakan dari agensi yang bersangkutan (apakah pihak agensi mau memakai “jasa” si idol atau enggak).

Nah, masa-masa penantian seperti ini yang membuat para idol semakin was-was. Coba bayangkan, kalo lo udah ditraining selama beberapa tahun tapi ujung-ujungnya lo malah gak jadi debut sebagai artis. Hal ini yang terkadang membuat para calon idol menjadi hopeless, dan malah berputus asa. Saat mereka udah ditraining selama bertahun-tahun dan belum juga debut, pasti akan ada pemikiran “Gue kapan debutnya?” atau, “Gue jadi sebut gak, sih?”

Tapi, waktu emang gak pernah bohong. Lamanya masa training emang berbanding lurus dengan skill yang mereka miliki. Jadi jangan heran kalo member boyband di Korea bisa melakukan banyak hal diluar menyanyi dan dance. Ada banyak idol yang pada akhirnya terjun menjadi MC, aktor, komposer, atau bidang entertain lainnya. Semua itu berkat masa training yang mereka jalani. Jadi, disaat mereka terjun ke dunia artis, mereka telah memiliki bekal yang cukup layak untuk disajikan kepada penonton.

So, masih mau men-judge kalo boyband Korea cuma bermodalkan tampang?

Pre-Debut

Nah, setelah menunggu cukup lama selama masa training, disinilah mereka mulai menemukan titik cerah. Para trainee yang dianggap “layak” secara skill, akan dikelompokkan dan mulai memikirkan konsep seperti apa yang akan mereka pakai saat debut nanti.

Mungkin, saat-saat predebut seperti ini adalah saat-saat paling membahagiakan. Karena setelah menunggu begitu lama, akhirnya mereka akan memulai debut sebagai seorang artis.

577

98u8

Disaat pre-debut, para calon idol mulai melakukan perubahan dan latihan besar-besaran. Soalnya, mereka udah mulai memfokuskan diri pada konsep yang akan mereka pakai pada saat debut nanti. Saat masa pre-debut, mereka mulai latihan koreografi, latihan vokal, dan mulai membangun karakter masing-masing. Semuanya dilakukan agar pada saat debut nanti, apa yang mereka lakukan bisa sesuai dengan konsep yang telah ditentukan.

Selama masa pre-debut mereka akan melakukan latihan koreografi secara intensif…

92503050

6y

youtube-se7en-_digital-bounce_-choreo-practice-clip-hd-295

Latihan vokal…

yesungdonghaeeunhyuk

vjh

Misalnya nih, beberapa orang trainee yang dianggap “layak” mulai dikelompokkan kedalam sebuah grup. Para trainee tersebut mulai digembleng sesuai konsep yang akan mereka pakai. Mulai dari fashion, style rambut, mimik wajah, karakter vokal, bahkan cara berbicara. Contohnya, idol dari JYPEnt, yaitu 2PM dan 2AM. Dua idol ini emang berasal dari agensi yang sama, dan bahkan nama grup mereka pun hampir sama. Tapi yang membedakan keduanya adalah konsep yang mereka pakai saat debut dahulu. 2PM lebih menekankan imej sebagai “pria maskulin” sedangkan 2AM lebih menonjolkan kemampuan vokal mereka yang diatas rata-rata.

Tampilan mereka pun menyesuaikan konsep yang mereka usung. 2PM selalu berpakaian layaknya pria maskulin, begitu juga saat tampil di atas panggung, mereka akan memperlihatkan ekspresi wajah yang sedikit sangar (karena imej yang ingin mereka tonjolkan). Sedangkan 2AM lebih menonjolkan kemampuan vokal mereka dengan menyanyikan lagu-lagu ballad (dengan koreografi seadanya, berbeda dengan 2PM yang menonjolkan koreografi maskulin)

Nah, udah kebayang masa pre-debut itu kayak gimana? Intinya sih, saat pre-debut adalah saat dimana lo mulai menemukan secercah harapan untuk menjadi seorang artis. Saat dimana lo harus berlatih lebih keras lagi. Saat dimana lo harus mulai menyesuaikan diri dengan konsep, koreografi, dan lagu yang baru (yang sesuai dengan imej yang ingin ditonjolkan). Saat dimana lo harus mulai membiasakan diri dengan kehidupan yang keras sebagai seorang idol. Dan saat dimana lo harus menyanggupkan diri dengan masa promo yang gak cuma sebentar.

Debut

Setelah melakukan latihan dan pembangunan karakter  saat masa-masa pre-debut, para idol pun pada akhirnya melakukan debut secara resmi.

tyhth

Biasanya pihak agensi telah menjadwalkan kapan mereka akan debut secara resmi. Biasanya lagi, para rookie (idol yang baru debut) akan melakukan penampilan perdananya pada acara-acara musik mingguan seperti Mnet, Music Bank, dan Music Core. Biasanya lagi, sebelum debut, mereka akan merilis sebuah teaser terlebih dahulu (bisa berupa foto maupun video). Tujuannya sih buat ngasih bocoran pada para fans. Tujuan lainnya mungkin untuk melihat seberapa besar antusias penonton terhadap konsep yang mereka usung.

8iukj

56Nih, gue kasih beberapa teaser EXO sebelum melakukan debut secara resmi pada tahun 2012 yang lalu

gsr

jnliu

68i

jnoj

Biasanya, agensi sang idol akan me-reveal beberapa hal sebelum “anak asuhnya” melakukan debut secara resmi. Contohnya, sebelum debut secara resmi, pihak agensi dari EXO (SMEnt) telah merilis beberapa teaser (sekitar 4 bulan sebelum mereka debut). Profil dari para member juga dibeberkan ke publik. Selain itu, saat merilis teaser, mereka tetap mempertahankan konsep yang mereka usung sejak awal. Ibarat kata, pakaian yang mereka kenakan dalam teaser adalah gambaran konsep dari album yang akan mereka rilis. Dan satu lagi, gak ada istilah “out of concept” bagi para idol di Korea. Karena mereka konsisten dengan apa yang telah mereka rancang sebelumnya.

Nah, masa debut dalah masa paling sibuk bagi para idol. Karena mereka harus melakukan promo ke beberapa stasiun TV (dengan tampil di acara musik mingguan), promo ke radio-radio, talk-show, wawancara, melakukan fans-signing di beberapa tempat, atau bahkan tour ke daerah-daerah. Intinya, jika sudah melakukan debut, para idol harus siap untuk tidur kurang dari 8 jam!

Kira-kira beginilah aktifitas mereka setelah debut…

9iQlj

mWw6Q

iuih

Kalau dulu mereka musti antri untuk ikut audisi, seperti ini…

SM-Global-Audition-4

Sekarang, lihatlah antrian ini…

infinite-second-invasion-concert-korea-111

0000393680

konser-jyj-tokyo-dome-15

Jika dulu mereka bukanlah siapa-siapa, maka sekarang, inilah mereka…

supershowfive16

infinite-tour-2-640x394

super-junior-show-4

Intinya sih, gue cuma pengen nyampein satu hal. Bahwa untuk menjadi seorang idol (idola) di Korea itu gak gampang. Harus melalui tahapan yang sangat panjang dan kerja keras yang gak tanggung-tanggung. Karena persaingan di Korea itu sangat keras. Ada banyak idol/artis disana yang bunuh diri gara-gara stress karena tuntutan pekerjaan. Bahkan, ada agensi di Korea yang menerapkan sistem “kontrak budak”. Iya, agensi tersebut memberlakukan kontrak eksklusif pada si artis selama 13-15 tahun. Artinya, si artis hanya boleh berkarir dibawah naungan agensi tersebut, selama 15 tahun penuh! Hal ini disebabkan karena pihak agensi yang seakan ingin “balik modal”. Iya, pada masa training hingga debut, semua keperluan calon idol dibiayai oleh pihak agensi. Mulai dari tempat tinggal, biaya makan, bahkan biaya untuk kostum pun semuanya berasal dari pihak agensi. Coba bayangkan, kalo lo ditraining selama 7 tahun, ada berapa banyak biaya yang lo butuhkan? Makanya, si agensi yang bersangkutan memberlakukan “kontrak budak” agar biaya yang mereka keluarkan untuk si artis selama masa training bisa balik lagi (intinya sih mereka gak mau rugi).

Well, sekali lagi, untuk jadi idol di Korea (terutama anggota boyband) itu gak hanya bermodalkan tampang. Semuanya bergantung pada skill yang mereka miliki. Untuk sampai pada puncak kejayaan, mereka harus melewati fase-fase tersulit sebagai seorang trainee. Jadi jangan lagi berpikir bahwa, “Ah, member boyband cuma bisa bedakan doang” atau, “Mereka cuma bisa lipsync sambil nari-nari gajelas”

Saran gue nih, coba deh nonton film “I AM”. Film itu menceritakan perjuangan para kpop idol dari titik NOL sebelum akhirnya mereka bisa menjadi bintang besar seperti sekarang. Dalam film tersebut juga diceritakan bagaimana masa-masa sulit mereka saat menjadi trainee. Pokoknya all about perjuangan untuk menjadi seorang idola ada dalam film tersebut.

Oke, sebagai penutup, gue mau kasih beberapa alasan kenapa gue bisa suka sama boyband Korea. Pertama, karena perjuangan mereka untuk menjadi seorang idola itu gak gampang. Mereka harus melalui tahapan-tahapan berat terlebih dahulu. Kedua, karena semangat juang mereka yang tinggi. Mereka bisa berlatih 8-12 jam per hari demi meningkatkan skill yang mereka miliki. Bahkan, mereka hanya tidur selama 4-5 jam per hari menjelang perilisan album. Ketiga, karena mereka sangat menghormati para senior. Iya, di Korea sana ada semacam istilah hoobae-sunbae (junior-senior). Meskipun usia lo lebih tua tapi lo debutnya belakangan, lo tetep harus sopan sama mereka yang udah debut duluan. Misalnya, Seo In Guk yang setahun lebih tua dari Kyuhyun Super Junior. Meskipun Seo In Guk lebih tua, tapi dalam kehidupan sehari-hari ia tetap memanggil Kyuhyun dengan sebutan Sunbae, karena Kyuhyun lebih dulu terjun ke dunia hiburan. Dan terakhir, alasan keempat, karena mereka gak pernah lupa daratan. Meskipun udah jadi bintang besar, mereka tetap down to earth…

sj bow

large

SS4INA-1-602x400

Well, disini gue gak ngebelain siapa-siapa. Gue cuma pengen ngerubah paradigma orang-orang yang beranggapan bahwa boyband Korea cuma bermodalkan tampang. Intinya, gue cuma pengen bilang, Boyband Korea punya skill yang layak jual. Kalo soal tampang, itu emang udah nilai plus bagi mereka 😀

Salam damai dari seorang fangirl abadi ^^

Iklan

Have Fun With Korean (?) Part 2

Mari berbicara \(^0^)/

Ini ada beberapa kata/kalimat yang biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Biasanya orang Korea sangat sensitif dengan pemilihan kata, baik formal maupun banmal (non-formal). Terkadang, ada beberapa orang yang tersinggung jika kita menggunakan banmal saat berbicara dengannya. Yah, gak cuma orang Korea aja, menurut gue, siapapun bakalan tersinggung kalo ada yang bicara kurang sopan.

Sapaan atau percakapan formal dilakukan di area yang juga formal, seperti berbicara terhadap orang yang lebih tua, atasan, atau bahkan orang yang baru dikenal. Acara-acara di televisi juga menggunakan bahasa formal, karena acara televisi ditonton oleh banyak orang (beda yah, sama yang di Indonesia, acara televisi kok malah pake kata-kata “sampah” yang jorok abis) *dan gue pun dicelupin dalam pewangi pakaian*

Annyeonghaseyo= Hello/Hai, apakabar? (sapaan ini gak mengenal waktu, seperti Bahasa Inggris yang ada Goodmorning, evening, bla bla bla)

Annyeong= Hello (merupakan singkatan dari annyeonghaseyo, atau dalam kondisi tertentu juga bisa berarti “dadaaaahhh” atau “byeee~~”)

Jaljinaesseoyo?= How are you?

Jeoneun jal-jinaeyo= I’m fine (jawaban dalam bentuk formal)

Jal-jinae= I’m fine (jawaban dalam bentuk banmal)

Mannaseo bangawoyo= Senang bertemu dengan anda (formal)

Manna= Meet/bertemu

Yo= Merupakan bentuk akhiran formal. Misalnya, gomawo-yo, yang berarti terimakasih dalam bentuk formal.

Jaljayo= Selamat tidur

Jalgayo= Selamat tinggal

Honja = Sendiri/Alone

Saram = Orang

Sal = Hidup/Kehidupan/Sesuatu yang hidup

Sarang = Cinta/Love

Saranghaeyo = I Love You (formal, karena diakhiri dengan kata –yo)

Saranghamnida = I Love You

Saranghae = I Love You (banmal/nonformal)

Saranghanda = I Love You

Saranghandago = I Love You (lebih spesifik lagi, seperti yang sedang mengatakan “gue bilang, gue suka sama elo”)

Joha = Suka (banmal)

Johahaeyo/Joahaeyo = Suka (formal, karena berakhiran –yo)

Johahae/Joahae = Suka (banmal)

Anjoahaeyo = Tidak suka

Anjoahae = Tidak suka (banmal)

Anjoha = Tidak suka (banmal)

Nae = Saya (formal, kalau dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai Aku)

Jo = Saya (sangat formal)

Nega = Saya (banmal, bisa diartikan sebagai “gue”)

Jo-neun = Saya/I’m

Norae = Lagu

Norae-bang = Semacam tempat karaoke

Kasu = Penyanyi

Jib = Rumah

Hakyo = Sekolah

Daehakyo = Universitas

Haksaeng = Murid/siswa (panggilan untuk mahasiswa juga haksaeng)

Seongsaengnim = Guru (terkadang seseorang yang dituakan juga dipanggil seongsaengnim)

Ssaem = Panggilan untuk guru (seperti di Indonesia, profesi sebagai pengajar disebut “guru” sedangkan para siswa memanggil guru tersebut dengan panggilan “Ibu/Bapak”, kira-kira analoginya begitu muehe)

Sori = Suara

Bi-sori = Suara hujan

Bi = Rain/Hujan

Bi-ga wayo = Turun hujan

Cheonsa = Malaikat

 Cheon = Heaven

Haneul = Sky/Langit

Mirae = Future/Masa depan

 Kkom = Mimpi

Eonjae = Kapan

Eodi = Dimana

Waeyo = Kenapa (formal)

Wae = Kenapa (banmal)

Nugu = Siapa

Eoddeohkae/Eottokhae= Bagaimana

 Jigeum = Sekarang

Uri = Kami/Kita (tapi orang Korea juga menggunakan kata “uri” sebagai kata milik, misalnya uri-jib/rumah kami/rumah saya, kata uri digunakan sebagai kata ganti “milik kami atau milik saya”)

Hanok = Rumah tradisional Korea

Hanok-maeul = Hanok vilage/kompleks perumahan tradisional Korea

Hanbok = Baju tradisional Korea

Goong = Palace/Istana

Nara = Pulau/Tempat (atau bisa diartikan secara bebas sebagai sebuah “negara”)

Hanguk = Korea

Daehanminguk = Korea Selatan

Hanguk saram = Orang Korea

Hangul = Aksara Korea

Hanja = Aksara China

Jungguk = China

 Miguk = US/Amerika

 Yeongguk = Inggris

Ne/Ye = Ya

Aniyo = Tidak

Yeoboseyo = Halo (biasanya dilakukan dalam percakapan telepon)

Annyeonghi-kyeseyo = Selamat tinggal

Annyeonghi-gaseyo = Selamat jalan

Eoseo-oseyo = Selamat datang

Kamsahamnida = Terimakasih

Gomapseumnida = Terimakasih

Gomawoyo = Terimakasih

Gomawo = Terimakasih

Cheonmaneyo = Iya, sama-sama

Jeosonghamnida = Mohon maaf (formal)

Mianhamnida = Maaf (formal, akhiran –imnida berarti formal)

Mianhada/Mianhae/Mian = Maaf

Gwaenchansseumnida = Tidak apa-apa

 Sillyehamnida = Permisi

Yeokwon = Passport

 Yeogi = Disini

Itta/Idda = Ada

Oda = Datang

Cheo-eum = First time/Untuk pertama kali

Euisa = Dokter

Eopdda/Eoptta = Tidak ada

Igeo = Ini

Mwo = Apa

 Mwoya = Apa (biasanya ini ekspresi kaget)

 Seonmul = Present/Hadiah (kenang-kenangan)

 Don = Uang

Eolma = Berapa (jumlah)

Oneul = Hari ini

 Madda/Matta = Tepat/Great!

Yeohaeng = Perjalanan

Bihaenggi = Pesawat

Cha = Mobil

Bimil = Rahasia

Keoppi = Kopi

Mul = Air

Nun = Mata

Nun-mul = Air mata

Meori = Rambut

Eumak = Musik

Eoso-osipsiyo = Selamat datang

Beoseu = Bus

Chukku = Sepak bola

Saeng-il = Hari ulang tahun

Nae-il = Besok

Sigan = Waktu

Geurae = Gitu? (semacam ekspresi “oh, gitu”)

Hamkke = Bersama

Manhi = Banyak/sering

Maeum = Hati (lebih mengarah pada perasaan)

Simjang = Jantung

Bab = Nasi

Bae = Perut

Kim = Rumput laut

 Kimbab = Nasi yang dibungkus dengan rumput laut

Masitta = Enak

Jengmal = Betul? (semacam ekpresi “oh, benarkah?”)

Bissada = Mahal

Neomu = Too much/Terlalu

Bang = Kamar

Baram = Angin

Taeyang = Sun/Matahari

Bom = Spring/Musim semi

Yeoreum = Musim panas

Ga-eul = Musim gugur

Gyeo-ul = Musim dingin

Gang = Sungai

Han-gang = Han-river/sungai Han (salah satu sungai paling terkenal yang membelah kota Seoul)

Yaksok = Janji

San = Gunung

Seorak-san = Gunung Seorak (salah satu tempat wisata yang terkenal di Korea)

Do- = Distrik/area (atau bisa diterjemahkan secara bebas sebagai provinsi)

Jeju-do = Pulau Jeju (semacam Bali-nya Korea, yang konon katanya masuk dalam 7 keajaiban dunia)

Yeonghwa = Film

Sajin = Foto

Mal = Bicara

Kabang = Tas

Jalsaenggyeotta/Jalsaenggyeodda = Handsome/Ganteng (dan gue pun langsung mimisan dari udel)

Jaemi-ikkedda = It’s fun (sesuatu yang seru)

Chukyeokja = The caser (gue gak bisa translet ke Bahasa Indonesia TT-TT)

Bada = Laut

Jinjja = Seriously/Beneran

Kidae = Menanti/Menunggu

 Junbi = Ready/Siap-siap

Haru = Hari

Haru-haru = Day by day

Yeongwonhi = Selamanya

Haengbokhae = Bahagia

Ipsul = Bibir

Meonjeo = Awal

Michi = Crazy/Gila

Michyeosseo? = Lo gila?

Babo = Bodoh

Chorom = Like/Seperti

Babo-chorom = Seperti orang bodoh

Jom = Sedikit

Merong = Melet-melet

Achim = Pagi hari

Sesang = Dunia

Wa = Dengan

Chueok = Kenangan/Ingatan

Maeil = Setiap hari

Wang/Wanja = King/Raja

Sejong-daehwang = King Sejong The Great (penemu hangul/aksara Korea, konon katanya, pada jaman dahulu huruf hangul hanya dipergunakan oleh kalangan bawah, sedangkan kaum terpelajar menggunakan hanja/aksara china yang lebih rumit, tapi sekarang kebanyakan orang sudah menggunakan hangul, bahkan di tempat-tempat umum lebih banyak ditemukan hangul ketimbang hanja, mungkin karena faktor kepraktisan kali yee)

Bam = Malam

Wihae = Untuk

Majimak = Terakhil kali

Modeun-ge = Semuanya

 Modeun-geol = Segalanya

 Ije = Sekarang

 Jakku = Terus-menerus

Himne/Himneyo = Semangat!

Geuraesseo = Sehingga

Euija = Kursi

Girin/Kirin = Jerapah

Ajik = Masih

Ulda = Tangisan

 Jebal = Tolong

Cham = Benar-benar

Gyeote = Disisi

Bogoshipda = I Miss You

Hwajangshil = Toilet

Sul = Anggur (atau bisa diartikan sebagai minuman beralkohol)

Mekju = Semacam beer/bir

Chi-mek = Chicken-mekju/makan ayam sambil minum alkohol (istilah populer di Korea kalau mau minum-minum bersama, ibaratnya “hei, ayo chi-mek dulu” lol)

Soju = Semacam minuman beralkohol tradisional Korea yang terbuat dari air beras yang difermentasi

Seungri = Victory/Kemenangan

Chuseok = Semacam tahun baru-nya Korea (atau sejenis imlek bagi orang Korea, disaat Chuseok, mereka mengadakan perayaan dan termasuk dalam hari libur nasional, mereka akan berziarah ke makam leluhur dan berkumpul bersama keluarga, bahkan mereka juga mengadakan tradisi “mudik” ke kampung halaman saat chuseok tiba)

Chajatta = I Found You/Aku menemukanmu

Geunyang = Just because/Ya..gitu deh

 Geu = That/Itu (Geu-saram, orang itu)

Oke, sekian dulu kosa kata kali ini. Besok-besok kalo otak gue lagi produktif, gue bakal posting kosa kata yang lebih banyak lagi. Oiya, sebenernya gue pengen masukin hangul-nya sekalian, tapi berhubung otak gue gak compatible buat nulis pake hangul, jadinya gue nulis pake romaji-nya aja. Semoga bermanfaat, yaaa. Kalo ada salah penulisan kata ataupun salah pengejaan, mohon dikoreksi. Maklum, otak gue baru di refresh ^^v

Have Fun with Korean (?) Part 1

Berhubung otak gue baru di install ulang, gue mau berbagi sedikit dari pengetahuan yang gue ketahui (saking lamanya gak diberesin ternyata otak gue udah ditumbuhi tumbuhan liar dan dijadikan sarang oleh laba-laba dengan dua anak).

Kemaren otak gue baru melakukan scanning,  dan ditemukanlah beberapa kosa kata dalam Bahasa Korea yang udah  gue pelajari sejak jaman pendudukan Jepang dahulu. Tentunya secara otodidak 😀 mihihi

Well, berikut ada beberapa buah kosa kata sederhana yang gue ketahui  dan pelajari sendiri. Mungkin ini gak se-perfect kamus, soalnya gue belum expert dalam hal ini. Tapi gue harap semoga ilmu yang sedikit ini bisa bermanfaat bagi orang lain yang jumlahnya gak sedikit J

By the way, postingan kali ini emang cukup panjang, makanya gue bagi ke dalam beberapa part. Kalo emang pasrt-nya kebanyakan, biar nanti anak-cucu gue yang ngelanjutin postingannya muehehe

Mari berhitung \(^0^)/

Sama seperti Bahasa Inggris, Bahasa Korea juga memiliki dua cara dalam berhitung (menyebutkan angka). Kalo dalam Bahasa Inggris ada perbedaan antara First (1st) dan One (1), maka dalam Bahasa Korea juga berlaku hal yang sama, yaitu ada perbedaan saat menyebutkan ke- (peringkat/urutan) dan perhitungan biasa (1,2,3,4,…)

Cardinal Numbers (bilangan pokok)

Versi I (Angka yang disadur dari Bahasa China/Sino-Korean)

Yeong = Zero/Nol

Il = One/Satu

I = Two/Dua

Sam = Three/Tiga

Sa = Four/Empat

O= Five/Lima

Yug = Six/Enam

Chil = Seven/Tujuh

Pal = Eight/Delapan

Gu = Nine/Sembilan

Sib = Ten/Sepuluh

Sib-il = Eleven/Sebelas

Sib-i = Twelve/Dua belas

Untuk bilangan belasan (11,12,13,…) tinggal menggabungkan antara angka pembilang dan penyebutnya. Seperti angka 11 yang merupakan gabungan antara angka 10 (pembilang) dan angka 1 (penyebut), jadinya, Sib-il (Sib=10 dan Il=1)

Terus, gimana dengan angka puluhan?

Isib = Tweenty/Dua puluh

Isib-il = Tweenty One/Dua puluh satu

Isib-i = Tweenty Two/Dua puluh dua

Samsib = Thirty/Tiga puluh

Sasib = Fourty/Empat puluh

Osib = Fifty/Lima puluh

Yugsib = Sixty/Enam puluh

Chilsib = Seventy/Tujuh puluh

Palsib = Eighty/Delapan puluh

Gusib = Ninety/Sembilan puluh

Nah, sama halnya dengan angka belasan, angka puluhan juga memiliki ‘rumus’ pembilang+penyebut. Seperti angka 21 yang merupakan gabungan antara angka 20 (pembilang) dan angka 1 (penyebut), jadinya, Isib-il (Isib=20 dan Il=1). Untuk angka puluhan selanjutnya masih berlaku hal yang sama, seperti 31, Samsib-il (Samsib=30 dan Il=1), dan 42, Sasib-i (Sasib=40 dan I=2).

Untuk angka 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, dan 90, berlaku rumus perhitungan yang sama, yaitu pembilang+penyebut. Seperti, 20 yang merupakan gabungan dari angka 2 dan bilangan puluhan (10), tinggal ditambahkan saja 2+10= Isib (I=2 dan Sib=10). Lah, gimana kalo angkanya 50? Ya tetep sama, pake rumus 5+10= Osib (O=5 dan Sib=10). Buat angka-angka selanjutnya udah pada bisa, kan? Muihihi

Well, itu baru bilangan pokok versi pertama. Ada lagi nih versi selanjutnya…

Versi II (Angka asli dari Bahasa Korea/Pure Korean)

Hana= One/Satu

Dul= Two/Dua

Set= Three/Tiga

Net= Four/Empat

Daseot/Taseot(s)= Five/Lima ———–>>> Ejaan sebenarnya adalah Da-seos, tapi karena bunyi s-nya dilebur, jadi gak begitu kedengeran dan jadinya malah seperti Da-seot (mungkin karena pengaruh lidah orang Korea kali yee makanya agak beda)

Yeoseot(s)= Six/Enam

Ilgop= Seven/Tujuh

Yeodeolp/Yeodol= Eight/Delapan

Ahop/Ahob = Nine/Sembilan

Yeol = Ten/Sepuluh

Yeol-hana= Eleven/Sebelas

Yeol-dul= Twelve/Dua belas

Yeol-set= Thirteen/Tiga belas

Untuk angka puluhan

Seumul/Semul= Twenty/Dua puluh

Seoreun/Soren= Thirty/Tiga Puluh

Maheun/Mahen= Fourty/Empat puluh

Swin/Suin= Fifty/Lima puluh

Yesun= Sixty/Enam puluh

Ilheun/Ileun/Ireun= Seventy ——–>>>>> Ejaan sebenarnya adalah Ir-heun, tapi karena di Korea sono terdapat kedekatan bunyi antara huruf R dan L, maka bunyinya dilebur sehingga terdengar seperti Il-heun atau Ileun (Ilen) atau Ireun (iren).

Yeodeun/Yodeun= Eighty/Delapan puluh

Aheun/Ahen= Ninety/Sembilan puluh

Sama seperti sebelumnya, untuk Versi II juga berlaku rumus pembilang+penyebut. Seperti angka 11 yang merupakan gabungan dari 10+1, jadinya, Yeol-hana (Yeol=10 dan Hana=1). Begitu juga dengan angka 21, 20+1, jadinya Semul-hana (Semul=20 dan Hana=1)

Untuk angka ratusan (Sino-Korean dan Pure-Korean)

100.Baeg/Baek= Hundred/Seratus

1.000. Cheon= Thousand/Seribu

10.000. Man= Sepuluh ribu

100.000. Sib-man= Seratus ribu

1.000.000. Baek-man/Beng-man= Sejuta

10.000.000. Cheon-man= Sepuluh juta

100.000.000. Eok/Ok/Og= Seratus juta

1.000.000.000. Sib-eok/Sib-ok= Satu milyar

10.000.000.000. Baek-eok/Baek-ok= Sepuluh milyar

100.000.000.000. Cheon-eok= Seratus milyar

1.000.000.000.000 Jo/cho= Satu triliyun

Terdapat kesamaan dalam penyebutan angka ratusan baik secara Sino-Korean maupun Pure-Korean. Jadi, orang-orang Korea hanya mengenal satu jenis penyebutan angka untuk 100,1.000,1.000.000,….

Sino-Korean biasanya digunakan untuk menghitung hari, nomor soal ujian, uang dan satuan jarak (meter, kilometer). Sedangkan Pure-Korean digunakan untuk menghitung waktu, usia, satuan benda (buah, biji, dll) serta satuan jam. Biasanya, orang-orang Korea lebih suka menggunakan Sino-Korea karena dianggap lebih simple (menurut gue emang simple sih, gak seribet Pure-Korean).

Oiya, dalam pengucapannya juga boleh disingkat, loh. Misalnya angka 1 (Hana) boleh disingkat menjadi Han, atau angka 2 (Dul) boleh disingkat menjadi Du. Tapi hal ini HANYA berlaku untuk huruf Korea asli (Pure-Korean) dan TIDAK berlaku bagi Sino-Korean. Dengan syarat, ANGKA tersebut harus diikuti oleh kata benda. Rumusnya, “Angka yang disingkat+Kata Benda”. Seperti, 2 ekor, menjadi Du-mari. Kalo 3 ekor menjadi Se-mari, dan 1 ekor menjadi Han-mari (Mari=ekor/menyatakan jumlah binatang)

Ordinal Numbers (peringkat/urutan)

1st. Cheosbeonjjae/Cheobeonjjae= First/Kesatu

2nd. Dubeonjjae= Second/Kedua

3rd. Sebeonjjae= Third/Ketiga

4th. Nebeonjjae= Fourth/Keempat

5th. Daseos-beonjjae/Daseobeonjjae= Fifth/Kelima

6th. Yeoseos-beonjjae/Yeoseobeonjjae= Sixth/Keenam

7th. Ilgob-beonjjae= Seventh/Ketujuh

8th. Yeodeolb-beonjjae/Yeodolbeonjjae= Eighth/Kedelapan

9th. Ahob-beonjjae= Ninth/Kesembilan

10th. Yeolbeonjjae= Tenth/Kesepuluh

 Gimana? Udah pada bisa berhitung dalam Bahasa Korea? Mau lanjut ke kosa kata berikutnya? Sun dulu doong~ (dan gue pun dicocol pake kue beras)

Mari berkeluarga (?) \(^0^)/

Keluarga di Korea biasanya terdiri atas Ayah, Ibu, Anak, Kakek dan Nenek. Pada umumnya keluarga di Korea hanya memiliki 2 anak saja, tapi pada beberapa kasus (?) bisa ditemukan lebih dari 3 orang anak atau bahkan anak tunggal (gue jadi berasa kayak ibu-ibu tukang sensus penduduk)

Konon kabarnya, orang Korea sangat menghormati para seniornya (orang yang lebih tua). Tapi menurut gue sih, itu gak menjamin kalo semua orang Korea bersikap sopan terhadap orang tua. Sama halnya dengan penduduk Indonesia yang terkenal ramah dan murah senyum. Tapi buktinya? Masih ada kekerasan, kan? So, jangan di-generalisasi ya, guys ^^v

Kajok= Family/Keluarga

Kajok kwankye= Hubungan keluarga

Appa= Ayah (panggilan yang lebih modern, atau mungkin di Indonesia dikenal dengan sebutan Papa/Papi)

Abeoji/Abeonim= Ayah (sebutan yang lebih formal, -nim sendiri adalah sebuah akhiran yang menunjukkan rasa hormat kepada yang lebih tua/punya jabatan yang lebih tinggi)

Eomma= Ibu (sama halnya dengan Appa yang merupakan panggilan modern, atau di Indonesia dikenal dengan sebutan Mama/Mami)

Eomeoni= Ibu (sebutan yang lebih formal, atau ketika lo lagi belanja di pasar, gunakan kata “eommeoni” untuk memanggil sang penjual, biar kedengerannya lebih akrab atau lebih sopan)

Bumeonim= Orang tua

Wi harabeoji/We harabeoji= Kakek dari pihak ibu

Harabeoji= Kakek dari pihak ayah

Wi halmeoni/We halmeoni= Nenek dari pihak ibu

Halmeoni= Nenek dari pihak ayah

Wi samchon/We samchon= Paman dari pihak ibu

Samchon= Paman dari pihak ayah

Imo= Bibi dari pihak ibu

Komo/Gomo= Bibi dari pihak ayah

Keun-abeoji= Kakak ayah

Keun-eomeoni= Kakak ibu

Jakeun-abeoji= Adik ayah

Jakeun-eomeoni= Adik ibu

Chincheok= Kerabat/sanak saudara

Sachon= Sepupu

Joka= Keponakan

Hyeongje= Saudara (kandung atau bahasa kerennya Siblings)

Hyeong= Kakak laki-laki (jika yang memanggilnya adik laki-laki)

Oppa= Kakak laki-laki (jika yang memanggilnya adik perempuan)

Nuna= Kakak perempuan (jika yang memanggilnya adik laki-laki)

Eonni= Kakak perempuan (jika yang memanggilnya adik perempuan)

Dongsaeng= Adik (baik laki-laki maupun perempuan)

Nam-dongsaeng= Adik laki-laki (Nam- merupakan singkatan dari “namja” yang berarti laki-laki)

Yeo-dongsaeng= Adik perempuan (Yeo- merupakan singkatan dari “yeoja” yang berarti perempuan)

Bubu= Suami-istri (pasangan)

Nampyeon= Suami

Anae= Istri

Adeul= Anak laki-laki

Ddal= Anak perempuan

Chinjasik= Anak kandung

Jangnam= Putra sulung

Jangnyeo= Putri sulung

Maknae/Magnae= Bungsu

Sadon = Besan

Si-abeoji= Ayah mertua (sebutan oleh menantu perempuan)

Si-eomeoni= Ibu mertua (sebutan oleh menantu perempuan)

Jangmo= Ayah mertua (sebutan oleh menantu laki-laki)

Jang-in= Ibu mertua (sebutan oleh menantu laki-laki)

Myeoneuri= Menantu perempuan

Sawi= Menantu laki-laki

Sonja= Cucu laki-laki

Sonnyeo= Cucu perempuan

Eorin-i= Children/Anak-anak

Chingu= Teman

Namja-chingu= Boyfriend (kadang bisa disingkat menjadi “nam-chin”)

Yeoja-chingu= Girlfriend (kadang bisa disingkat menjadi “yeo-chin”)

Ajeossi= Paman (sebenernya kata Ajeossi/Ahjussi bisa diartikan sebagai paman, tapi orang Korea sangat jarang memanggil pamannya sendiri dengan sebutan ajeossi karena dianggap kurang akrab atau bahkan kurang sopan. Setahu gue, panggilan ajeossi ditujukan kepada orang-orang yang belum kita kenal terlalu dekat atau masih terasa “awkward”. Misalnya, supir taksi, supir bus, atau orang-orang yang lo temui di jalanan. Panggilan ajeossi juga bisa dijadikan sebagai bahan semi-lelucon atau “ejekan” kepada laki-laki yang telah berkeluarga atau yang seharusnya telah berkeluarga. Laki-laki usia 30 tahun keatas yang sudah seharusnya menikah, paling gak suka dipanggil ajeossi, karena mereka akan keliatan semakin tua XD pfffttt~ Atau dalam acara televisi banyak dijumpai panggilan “ajeossi” sebagai bagian dari entertaining. Sama halnya dengan panggilan “Bapak-Ibu” pada berbagai acara komedi di televisi Indonesia)

Ajuma= Bibi (sama seperti ajeossi, kata ajumma juga memiliki makna “strange” atau masih asing alias belum begitu akrab. Kata ajuma bisa bermakna seperti “tante-tante” di Indonesia, dan pada umumnya yang dipanggil ajuma adalah pemilik warung tenda pinggir jalan atau pedagang. Intinya sih, baik ajeossi maupun ajuma bukanlah panggilan yang tidak sopan, hanya saja panggilan ini ditujukan kepada orang-orang yang tidak begitu dekat dengan kita. Soalnya kalau untuk orang-orang terdekat, pastinya orang Korea akan menggunakan sebutan Samchon atau Komo atau bahkan Eomoni)

Agassi= Gadis/nona

Kajeongbu= Pembantu

Well, ada sedikit trivia nih,

Ssi= (Bentuk akhiran pada nama orang, menunjukkan rasa hormat atau bentuk kesopanan, misalnya nama gue, “Muthi-ssi”)

Namja= Laki-laki (lebih merujuk pada jenis kelamin)

Namseong= Man/Laki-laki

Sonyeon= Boy

Yeoja= Perempuan (lebih merujuk ada jenis kelamin)

Yeoseong= Woman/Perempuan

Sonyeo= Girl

Yang= Sebutan untuk perempuan muda, seperti agassi, tapi bedanya, agassi berdiri sendiri (tanpa diikuti nama) sedangkan “yang” merupakan bentuk akhiran. Misalnya, Go-yang, yang berarti Ms.Go. Atau Muthi-yang, yang berarti Ms.Muthi.

Gun/kun= Sebutan untuk laki-laki (sama halnya seperti sebutan “yang”). Gun/kun juga merupakan akhiran pada nama seseorang, misalnya, Cha-kun, yang berarti Mr.Cha.

Keun= Berarti “big” atau besar. Keun-hyeong berarti kakak laki-laki tertua atau big-brother.

Nah, gimana? Udah tau panggilan/sebutan apa yang pantas untuk kalian? Mau lanjut ke kosa kata berikutnya?

Bentar…bentar…gue mau narik napas dulu…

Lanjut ke part berikutnya yaaa~~

[News/Just Info] 9 Kejadian Selebritis Yang ‘terjatuh’ Saat di Red Carpet

Awal minggu ini, Aktris Han Ji Min menjadi headline karena gaun indahnya. Ia mengalami sebuah kejadian yang memalukan –terjatuh saat red carpet- pada acara “2012 Korea Drama Award” yang berlokasi di Gyeongnam Arts Center, Jinju. Kejadian ‘tersandung’-nya Han Ji Min ini kembali mengingatkan kita pada kejadian serupa yang pernah menimpa Aktor Lee Min Ho beberapa tahun yang lalu. Berikut ini akan dipaparkan beberapa kejadian yang pernah ‘menimpa’ para artis saat berada di red carpet.

Han Ji Min tertawa saat ia tersandung di red carpet “2012 Korea Drama Awards” pada 2 Oktober 2012 yang lalu.

IU terpeleset saat akan menerima award pada acara “Melon Music Award” tahun 2011 yang lalu.

Komedian (yang kini telah menjadi seorang pebisnis sukses) CEO Lee Jin Jun tersandung oleh pakaiannya sendiri pada Puchon International Fantastic Film Festival, 29 September yang lalu.

BoA sempat tersandung oleh tali sepatunya yang terlepas, namun Ia berusaha untuk menjaga keseimbangannya saat berada di Red Carpet “Vogue Fashion’s Night Out Seoul” tahun 2012 ini.

Lee Min Ho tersandung karena kaki dan tungkainya yang panjang saat menghadiri acara “45th Baeksang Awards” tahun 2009 yang lalu.

Ryu Hyun Kyung saat menghadiri  “32nd Blue Dragon Awards” tahun 2011 silam.

Han Eun Jung menginjak gaunnya sendiri dan terjatuh saat menghadiri “KBS Drama Awards” tahun 2010.

Aktris Kim Min Hee terpeleset karena gaunnya sendiri saat di red carpet  “30th Blue Dragon Awards” tahun 2009.

Aktor cilik pemain Speed Scandal, Wang Suk Hyun terjatuh saat berada di red carpet  “45th Baeksang Awards” tahun 2009.

 

Nah, selebriti mana yang cara jatuhnya paling oke? 😀 #PLAKK

 

Original Articles : Soompi
IndoTrans :@muthisuju
TAKE OUT WITH FULL CREDITS!

[Just For Fun] UFO TOWN Salah Sambung

Asik. Asik. Asik.
Salam ALAY dari gue.

Well, udah pada tau UFO TOWN kan? BUat yang belum tau, UFO TOWN itu sebuah situs web (di Korea yang tulisannya Hangul semua) yang memungkinkan kita (para fans) bisa berkomunikasi dengan idola kita 😀 Yah, kaya chatting gitu deh. Kita nulis sesuatu di situ ufotown.com *tentunya musti login dulu* ntar para idola kita bakal ngebales tulisan kita *tapi gak semuanya di bales sih*

Yaudah deh, daripada bingung mending baca aja cuplikan (?) UFO TOWN Salah Sambung berikut ini 😀

 

ELF : Halooo
Kyuhyun : Halooo ini siapa ya?
ELF : Ini Charly
Kyuhyun : Ketty?
ELF : Charly! Charly!
Kyuhyun : Doni??
ELF : C!! C!! Charly!! Charly!!
Kyuhyun :Ohhh Taliii
ELF : *mati*
#KyuhyunSalahSambung

 

ELF : Oppa, saranghae!
Siwon : Oppa Gangnam Style! Heeiii Sexy lady! Opp~ Opp~ Oppa gangnam style!
*malah duet bareng PSY*
#SiwonGantiinKudanya *PLAKKK*

 

ELF : Oppa..aku lagi sakit tenggorokan TT,TT
Kyuhyun : Nih, minum baygon sebelum tidur dan sesudah sarapan
#KyuhyunSalahObat

 

ELF : Sungmin oppa, kapan kawin?
Sungmin : Mei
ELF : Ah..oppa pasti mau jawab Maybe yes, maybe no! Iya, kan??
Sungmin : Oppa ga bakalan mau kawin MEIlainkan sama kamuuu~
#eaaaaa
#SungminSalahGombal

 

ELF : Oppa, di kamarku banyak nyamuk nih >,<
Kyuhyun : Makanya! Udah dibilangin minum baygon sebelum tidur! Kamunya bandel sih!
#KyuhyunSalahSolusi

 

ELF : Leeteuk oppa kapan masuk wamil?
Leeteuk : Kapan-kapan aja deh. Lagi banyak job nih. Di salon lagi pada banyak pelanggan cyiin~ capcyuss~
#LeeteukSalahJob

ELF : Sekarang oppa lagi pacaran sama siapa?
Ryeowook : W lg jomblo..coz W dah 9 pcaya lg ama y9 namanya cnta..W dh sring dsakiti heeeeeeeeeeeee
ELF : *buru-buru logout*
#RyeowookTerJAJANG

 

ELF : Oppa, besok aku mau ulangan. Oppa punya trik jitu gak?
Kyuhyun : Seduh baygon dan minum 3x sehari sesudah makan
#KyuhyunTerBAYGONkan

 

ELF : Siapa yang paling tampan di Super Junior?
Yesung : Semuanya tampan..kecuali Amber -,-
ELF : *buru-buru matiin lightstick*
#YesungSalahGrup

 

ELF : Oppa udah makan?
Eunhyuk :  Udah. Tapi ngutang –‘
#KoinUntukEunhyuk

 

Ah udahan dulu ya. UFO TOWN Salah Sambung ini cuma karangan gue aja. Ini semua hanya untuk kesenangan semata (?)

DO NOT PLAGIARISM!

[Just Info] Drama Korea Terbaru Di Tahun 2012 (part 2)

Asik. Asik. Asik.
Salam alay dari gue.

Sebelumnya gue pernah posting tentang drama Korea terbaru di tahun 2012. Salah satu drama terspektakuler yang pernah gue tonton di tahun 2012 ini yaitu The King 2 Hearts. Ini sih menurut perspektif dari gue. Mungkin kalian punya pendapat yang berbeda 😀

Kenapa gue bisa bilang begitu? Soalnya ini adalah drama terakhir yang gue tonton selama tahun 2012. Dari bulan April sampai saat ini gue belum nonton drama terbaru apapun -,- Menurut gue plot dari The King 2 Hearts itu terlalu bagus untuk dilupakan. Ceritanya benar-benar terkesan nyata. Pokoknya secara keseluruhan keren banget deh!

Nah, sekarang gue punya sederatan drama terbaru lagi nih. Salah satunya drama yang dibintangi sama LEE DONG HAE si kecengan gue 😀 *digebuk* mau tau?? Nyok cekidot…

1. Innocent Man

Title: 세상 어디에도 없는 차칸남자 / Innocent Man
Chinese Title: 无辜者
Also Known as: The Nice Guy Never Seen Before / No Such Thing As Nice Guys
Previously Known as: 차칸남자 / Nice Guy
Genre: Melodrama, Romance
Episodes: 20 (To Be Confirmed)
Broadcast network: KBS2
Broadcast period: 2012-Sept-12 to 2012-Nov-15
Air time: Wednesday & Thursday 21:55

Synopsis

Drama ini ber-genre mellowdrama yang bercerita tentang kisah seorang pemuda yang bernama Kang Ma Roo (yang diperankan oleh Song Joong Ki) yang merasa tersakiti oleh seorang wanita yang dicintainya, Han Jae Hee (Park Si Yeon). Drama ini juga menceritakan bagaimana seorang Kang Ma Roo menjalani hari-harinya dengan beberapa orang wanita lainnya. Ia menjadi ‘korban’ sekaligus pelarian dari para wanita yang ditinggalkan oleh para kekasihnya terdahulu. Hingga akhirnya, ia memutuskan untuk balas dendam terhadap wanita itu atas bantuan dari teman baik si wanita. Dia bertemu dengan Seo Eun Gi (Moon Chae Won), seorang putri dari pemimpin grup Chaebol yang kehilangan ingatannya, dan gadis inilah yang akan membantunya dalam membalaskan dendam…

Cast

Main Cast

Song Joong Ki sebagai Kang Ma Roo
Kang Chan Hee sebagai Kang Ma Roo kecil
Moon Chae Won sebagai Seo Eun Gi
Park Si Yeon sebagai Han Jae Hee
Park So Young sebagai Han Jae Hee kecil


2. The Thousandth Man

Title: 천번째 남자 / The Thousandth Man
Chinese Title: 第一千個男人
Also Known as: One Thousandth Man
Genre: Fantasy, Melodrama, Comedy, Romance, Sitcom
Episodes: 8
Broadcast network: MBC
Broadcast period: 2012-Aug-17 to 2012-Oct-05
Air time: Fridays 21:55

Synopsis

Drama ini bercerita tentang seorang Gumiho, Goo Mi Jin (ang Ye Won) yang harus memakan sebanyak 1000 hati dari para pria untuk menjadikannya seorang manusia seutuhnya. Namun, rubah berekor sembilan ini tidak hanya memakan begitu saja hati-hati itu. Ia harus menemukan seorang pria yang benar-benar mencintainya. Sebelumnya, ia telah memakan sebanyak 999 hati manusia (pria). Ia mencoba untuk menemukan hati yang ke 1000, yaitu hati dari seorang pria yang benar-benar mencintainya dengan setulus hati.

Cast

Kang Ye Won sebagai Goo Mi Jin
Lee Chun Hee sebagai Kim Eung Suk
Jun Mi Sun sebagai Goo Mi Sun
Hyo Min sebagai Goo Mi Moo
Suh Kyung Suk sebagai Chef
Park Jung Hak sebagai Park Jung Hak
Nam Woo Hyun sebagai Nam Woo Hyun

3. To The Beatuiful You

Title: 아름다운 그대에게 / To the Beautiful You
Chinese Title: 給美麗的你 / 韓版花樣少年少女
Also Known as: Hana Kimi (Korean Version)
Genre: Romance, Comedy
Episodes: 16 + 1 Special Episode (To Be Confirmed)
Broadcast network: SBS
Broadcast period: 2012-Aug-15 to 2012-Oct-04
Air time: Wednesday & Thursday 21:55

Synopsis

Drama ini diangkat dari serial manga karya Hisaya Nakajo yang berjudul Hana Kimi, yang diterbitkan dari tahun 1996-2004.

Pemeran utama dalam drama ini adalah Goo Joo Hee (Choi Seol Ri atau yang lebih dikenal sebagai Sulli f(x)), seorang gadis Korea yang menetap di Amerika. Suatu hari, ia melihat sebuah pertandingan olah raga di sebuah TV, dan ia menjadi takjub melihat lompatan dari salah seorang peserta, Kang Tae Joo (Min Ho). Kemudian ia memutuskan untuk pindah ke Korea dan masuk ke sekolah yang sama dengan Kang Tae Joo, karena ia begitu mengidolakan pria itu setela melihatnya di TV.  Namun, bagaimanapun itu, Tae Joon berasala dari sebuah sekolah khusus pria, dan mau tidak mau Jae Hee harus menyamar sebagai seorang pria agar bisa memasuki sekolah tersebut.

Cast

Main Cast

Min Ho sebagai Kang Tae Joo
Choi Seul Ri sebagai Goo Jae Hee
Lee Hyun Woo sebagai Cha Eun Kyul
Kim Ji Won sebagai Seol Ha Na
Suh Joon Young sebagai Ha Seung Ri
Kang Ha Neul sebagai Joo Ji Chul
Hwang Kwang Hee sebagai Song Jong Min

4. Panda and Hedgehog

Title: 판다양과 고슴도치 / Panda and Hedgehog
Chinese Title: 熊貓小姐與刺蝟
Also Known as: Porcupine And Miss Panda
Genre: Romance, Comedy
Episodes: 16
Broadcast network: Channel A
Broadcast period: 2012-Aug-18 to 2012-Oct-07
Air time: Saturday & Sunday 19:30

Synopsis

Go Seung Ji (Lee Dong Hae) adalah seorang pembuat kue yang telah menjadi yatim piatu semenjak ia masih kecil.

Ia kemudian bertemu dan jatuh cinta kepada seorang wanita yang easygoing bernama Pa Da Yang (Yoo Seung Ah), sang pemilik ‘Cafe Panda.

Cast

Lee Dong Hae sebagai Go Seung Ji
Yoon Seung Ah sebagai Pan Da Yang
Choi Jin Hyuk sebagai Choi Won Il
Yoo So Young sebagai Kang Eun Bi

5. Arang and The Magistrate

Title: 아랑사또전 / Arang and the Magistrate
Chinese Title: 阿郎使道传
Also known as: Arang / Arang Magistrate Story / Arang: Magistrate’s Chronicle
Genre: Fantasy, Melodrama, Period, Mystery, Comedy, Romance
Episodes: 20 + 1 Special Episode
Broadcast network: MBC
Broadcast period: 2012-Aug-08 to 2012-Oct-18
Air time: Wednesday & Thursday 21:55

Synopsis

Drama ini diangkat dari cerita rakyat yang sangat melegenda.

Pada era Dinasti Joseon di sebuah kota bernama Miryang, lahirlah Arang (Shin Min Ah), seorang gadis cantik dan berhati mulia, putri dari seorang hakim. Ia tumbuh besar tanpa seorang ibu, dan pada saat itu ia menjadi incaran orang-orang yang berniat jahat, yang ingin menculiknya. Mereka berhasil menculik Arang namun gadis itu berusaha memberontak, dan pada akhirnya Arang dibunuh, dan jasadnya pun membusuk di pepohonan.

Ayahnya yang seorang hakim meyakini bahwa putrinya telah diperkosa dan kawin lari dengan seorang pria yang telah mengundurkan diri dari jabatannya untuk menutupi rasa malu. Cerita ini berlanjut saat seorang hakim yang baru datang ke Miryang untuk menggantikan posisi hakim yang lama. Dan, pada saat itulah arwah penasaran Arang datang untuk menampakkan wujudnya pada sang hakim dan menceritakan kejadian yang telah menimpanya, dan tentu saja hal ini membuat sang hakim merasa diteror.

Namun, pada suatu hari datanglah seorang hakim yang baru (lagi), seorang pria muda nan tampan yang bernama Eun Oh (Lee Joon Ki). Arang pun muncul di hadapannya seperti kemunculan-kemunculan Arang dihadapan hakim-hakim sebelumnya. Namun, sang hakim muda tidak merasa terganggu apalagi melarikan diri, ia malah bersedia mendengarkan cerita Arang dan berjanji akan menemukan pembunuh Arang dan memecahkan misteri kematiannya.

Cast

Main Cast

Lee Joon Ki sebagai Eun Oh
Shin Min Ah sebagai Arang
Yun Woo Jin sebagai Joo Wal
Hwang Bo Ra sebagai Bang Wool
Kwon Oh Joong sebagai Dol Swe

Nah, sekian dulu preview drama Korea dari gue 😀 Sebenernya masih banyak drama-drama terbaru di tahun 2012 ini. Tapi yang gue preview kali ini hanyalah drama-drama yang gue rasa bagus *menurut gue sih* soalnya drama-drama lainnya ada yang sampe 50 episode, bahkan ada yang sampe 100an lebih. Makanya ga gue review. Soalnya gue ga suka kalo nonton drama yang episode nya bisa panjang kaya gitu -,- Bosen juga kalo nonton lama-lama 😮 *sekali lagi, ini cuma pendapat gue..siapa tau kalian punya pendapat yang lain..ntar gue malah dibilang ngejelek-jelekin orang lain*

Oiya, drama lain yang gue rekomendasiin adalah Reply 1997, I Do I Do, Time Slip Dr.Jin sama I Love Lee Tae Ri 😀 Selamat menonton ya ^^

Source :KoreanDrama
IndoTrans : @muthisuju
PLEASE TAKE OUT WITH FULL CREDITS AND DO NOT PLAGIARISM!

[Fanfiction] It’s Started From A Bus (Part 1)

Asik. Asik. Asik.

Jangan kaget ya kalo gue nulis Fanfiction 😮

Cekidot deh….

======================================================

Title : It’s Started From A Bus

Genre : Romance Comedy

Rating : PG-15

Lenght : Doubleshoot

Author : Kim Eun Mi a.k.a Muthisuju *itu gue!! Itu gue!!* #disiram bensin

Main Cast : – Kim Eun Mi
– Cho Kyu Hyun

Support Cast : – Lee Dong Hae

Soundtrack (?) : Our Love by Super Junior

Sepatah, dua patah, tiga patah, empat patah, dan beberapa patah kata dari author….
#author disiram bensin

Sebelumnya gue mau ngucapin Alhamdulillahirrabil’alamin…Thank’s to Allah SWT yang telah mengijabah doa gue selama ini. Yang telah mempertemukan gue dengan para member Super Junior, dalam sebuah konser yang Super megah, panggung yang Super wah dan pertunjukan yang Super fantastis. Thank’s God. Akhirnya mimpi gue jadi kenyataan 😀

Fanfict kali ini terinspirasi oleh Super Junior Super Show 4 di Jakarta, yang baru saja gue tonton 😀 *pamer* #dihajar Rasanya seperti mimpi, bisa menyaksikan uri Superman secara LIVE. Dan Fanfict ini gue dedikasikan buat Super Junior yang telah memberikan semangat yang baru bagi gue. Yang telah memotivasi gue untuk terus bermimpi. Yang telah mempertemukan gue dengan ribuan ELF dari seluruh dunia. Yang telah memberikan gue sebuah keluarga baru, yang bernama Everlasting Friends. Dan karena Super Junior lah, gue terus berusaha agar suatu saat nanti gue bisa menginjakkan kaki di Korea. Thank’s Super Junior. Fanfict ini gue persembahkan (?) buat Super Junior dan keluarga baru gue, Everlasting Friends….
#author kebanyakan bacot

Yaudah, silakan aja baca seikhlasnya FF berikut ini……

 Gaseumeuro neukkyuhboseyo
Nan uhlmamankeum geudaeane inneunji
Geu ipsullo marhaeboseyo
Oraejuhnbutuh nareul saranghaewaddago
Marieyo..

Tak seperti biasanya, pagi ini cuaca Kota Seoul cukup mendung. Tak banyak pejalan kaki yang berlalu lalang di jalanan utama kota ini. Hanya ada beberapa wanita tua yang berjalan dengan sangat lambat dan menenteng sebuah payung berukuran besar, mungkin wanita tua itu takut kehujanan kalau saja ia tak membawa payung sebesar itu.

“Aish! Dosa apa aku sampai ketiduran di kamar eomma’’ rutuk Eun Mi dalam hati. Ia mengacak-acak rambutnya sebagai pertanda bahwa pagi itu ia benar-benar frustasi. Diliriknya jam tangan, ternyata sudah menunjukkan pukul 08.30. Itu berarti ia telah terlambat selama 30 menit!

Eun Mi kembali berdiri, berharap dalam waktu dekat ada sebuah Bus yang akan membawanya ke sekolah. Eun Mi mengedarkan pandangannya. Mencari-cari sebuah kotak berukuran besar dan berwarna hijau, tapi nihil. Bus yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang.

“Hhhhhh” Eun Mi menghela napas dalam. Ia terus merutuki dirinya yang telah teledor hingga tertidur dikamar eomma. Ia memaki-maki dirinya sendiri hingga tanpa sadar sebuah taksi melaju dengan sangat pelan dihadapannya. Tanpa ba bi bu lagi, Eun Mi langsung berlari ke arah taksi itu dan membuka pintunya. Tapi, apa ini??

“Ya!! Neo nugu ya?? Apa-apaan ini??” Teriak seorang pemuda dari dalam taksi.

Eun Mi yang masih tersengal-sengal semakin kaget saat mendapati seorang pemuda telah duduk manis di dalam taksi. Pemuda itu berpakaian yang sama dengan Eun Mi, mengenakan kemeja putih, setelan jas hitam dan celana panjang berwarna senada. Itu tandanya mereka berasal dari sekolah yang sama. Tidak ada salahnya untuk pergi sekolah bersama-sama, bukan? Tanpa berpikir panjang, Eun Mi langsung melesat masuk ke dalam taksi dan menyebutkan tujuannya pada sang sopir.

“Ya!! Michyeosseo?? Siapa kau?? Berani-beraninya kau merebut taksi ku??” Bentak pemuda berkulit putih itu. Matanya menyipit dan tampak sedikit kerutan dibagian dahinya. Pemuda itu geram. Benar-benar geram atas perlakuan Eun Mi. Ia menatap Eun Mi tajam, tapi sayangnya gadis yang ia tatap tak menghiraukannya.

‘’Kau mau ke Anyang High School, kan?” Tanya Eun Mi dengan ekspresi sesantai mungkin.

“Ooo” Jawab pemuda itu pelan, tampaknya ia sudah bisa mengontrol emosi.

“Baguslah. Tujuan kita sama, jadi tidak ada salahnya kalau aku juga menumpang taksi ini” Eun Mi menyengir sebisanya.

“Ada alasan apa kalau aku harus berbagi tempat denganmu?”

“Ya! Tujuan kita sama! Kau tidak sadar kalau kita sudah terlambat selama 30 menit, ha?” Bentak Eun Mi, tak kalah frustasi.

“Itu urusanmu. Cepat keluar. Ini taksi ku!” Pemuda itu medorong Eun Mi hingga gadis itu bergeser beberapa senti dari tempat duduknya.

“Shiro! Kenapa kau pelit sekali?! Aku mau ke Anyang High School, dan kau juga. Jadi apa salahnya kalau kita berangkat sama-sama?” Eun Mi berusaha mempertahankan posisinya. Ia memegangi jok bagian depan dan berharap kalau posisinya tidak akan bergeser dengan melakukan ritual tersebut.

“Ehem! Ya! Anak muda! Kalau ingin bermain-main, cepat keluar dari taksi ini! Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni anak kecil seperti kalian!” Sang sopir taksi akhirnya angkat bicara.         Eun Mi dan pemuda itu hanya bisa saling menatap. Mencoba untuk saling menyalahkan.

“Tapi ahjussi—-” Eun Mi tak sempat melanjutkan ucapannya saat sang sopir telah menatapnya dengan tatapan membunuh. Sementara pemuda itu hanya bisa terdiam dan duduk dengan manis, persis di sebelah Eun Mi. Tidak melakukan apapun. Hanya diam, melihat Eun Mi yang kehabisan akal karena dibentak si sopir taksi.

“Cepat keluar! Atau akan kupanggilkan polisi!” Sang sopir taksi mengambil ancang-ancang, membuat Eun Mi dan pemuda itu bergidik ngeri.

“Ya! Kalian tidak dengar, ha?”

“A-Arasseo ahjussi” Pemuda itu menarik tas Eun Mi, memaksa gadis itu untuk keluar sebelum sang sopir taksi benar-benar murka.

Saat kaki mereka benar-benar telah berada di luar taksi, sang sopir langsung menginjak gas dan melaju dengan sangat kencang, meninggalkan Eun Mi dan pemuda menyebalkan itu. Tak ada yang bisa Eun Mi lakukan selain merutuki dirinya, lagi dan lagi. Sementara pemuda itu terus menatap Eun Mi dengan tatapan mematikan. Seakan-akan dengan tatapan itu ia bisa membunuh Eun Mi seketika. Matanya berkedut, tangannya mengepal dan giginya mengeluarkan bunyi gemertak. Wajahnya memerah dan otot-otot tangannya pun menyembul keluar.

“Ya!! Kau ini sebenarnya siapa, ha?? Apa mau mu?? Kenapa kau merusak hari ku??” Pemuda itu berusaha untuk mengontrol emosinya yang telah memuncak. Ia mengambil napas dalam. Sangat dalam hingga ia pun terduduk di trotoar.

“Aku tak bermaksud merusak hari mu. Aku hanya ingin pergi ke sekolah. Itu saja” Jawab Eun Mi santai.

“Cih. Kau benar-benar gadis yang aneh” Pemuda itu menyunggingkan senyum evil nya. Lebih tepatnya senyum yang merendahkan.

“Mwo?? Apa katamu?? Aneh?? Siapa yang kau bilang aneh?? Aku?? Omo!! Coba lihat tampangmu!! Bagaimana bisa seorang murid SMA mempunyai tampang tua sepertimu! Berarti kau yang aneh! Bukan Aku!!” Eun Mi megoceh tanpa henti, merasa tak terima atas pernyataan dari pemuda itu.

“Ne? Aku? Tua? Cih. Coba kau perhatikan wajahku baik-baik. Aku ini tampan. Diidolakan oleh para gadis. Dan kalau memang kau gadis yang normal, seharusnya kau juga mengidolakan aku” Pemuda itu membanggakan diri. Ia merapikan jas dan dasinya, lalu bergerak perlahan kearah Eun Mi.

“Aigoo. Ya! Dengar baik-baik. Aku ini sangat-sangat normal. Dan aku tidak akan mengidolakanmu. Sampai kapanpun! Kau ingat itu! Diluar sana masih banyak pemuda yang lebih tampan. Jadi jangan—–‘’ Lagi-lagi Eun Mi tak sempat untuk menyelesaikan ucapannya, saat pemuda itu telah berlalu dan memasuki bus berwarna hijau. Dengan kesadaran yang masih setengah-setengah, Eun Mi pun ikut berlari kecil memasuki bus tersebut dan mencari-cari bangku yang masih kosong.

Ternyata pemuda itu telah duduk manis dipojok bagian belakang. Ia duduk sendiri, dan matanya terus menatap ke jalanan kota Seoul. Sementara Eun Mi lebih memilih untuk duduk dibangku nomor dua dari belakang, karena hanya bangku itu yang tersisa.

Eun Mi masih merasa kesal atas kejadian yang baru menimpanya. Ia ketiduran hingga terlambat pergi ke sekolah, dan sekarang?? Ia harus menaiki bus dengan seorang pemuda paling menyebalkan yang pernah ia temui!

Dengan perlahan, Eun Mi mulai memutar kepalanya. Mencoba mengamati situasi dibagian belakang. Pemuda itu masih saja menatap ke luar jendela, seakan tak mempedulikan Eun Mi yang terus memperhatikannya. Pemuda itu tampak lebih tenang. Garis wajahnya terlukis dengan sangat jelas di kaca jendela, menimbulkan perasaan tersendiri bagi Eun Mi.

“Aish! Apa yang aku lakukan” Desis Eun Mi. Ia menggeleng-gelengkan kepala dan mengacak-acak rambutnya. Berharap pikiran yang baru saja terlintas bisa hilang dengan segera.

Selang beberapa menit, Eun Mi kembali menghadap ke belakang. Matanya kembali mencari-cari keberadaan pemuda itu. Benar saja, pemuda itu masih tetap pada posisinya semula, dengan mata yang terus menatap ke luar jendela. Eun Mi semakin penasaran, dan berusaha menerka-nerka hal apa yang sedang dipikirkan oleh pemuda itu. Tanpa sadar, mata Eun Mi bertumbukan dengan sesuatu. Sesuatu yang berbentuk persegi panjang berukuran kecil dan berwarna hitam. Diatasnya telah terpampang dengan sangat jelas tiga buah huruf hangul.

Cho. Kyu. Hyun.

“Omo! Jadi nama pemuda itu adalah Cho Kyu Hyun??!” Pekik Eun Mi dalam hati. Ia membetulkan posisi duduknya dan kembali menghadap ke depan. Dengan pikiran yang masih mengawang-awang, Eun Mi berusaha untuk fokus.

“Ani. Ani. Ani. Dia bukan Cho Kyu Hyun. Tidak. Tidak. Kalaupun memang benar dia adalah Cho Kyu Hyun, yang pasti bukan Cho Kyu Hyun dari Super Junior. Ya, dia pasti bukan membernya Super Junior! Bukan. Bukan. Aku yakin dia bukan Kyu Hyun Super Junior. Pasti bukan!” Eun Mi meracau tanpa henti.

Ia kembali menatap ke belakang, sekadar memastikan bahwa pemuda itu bukanlah Cho Kyu Hyun dari Super Junior. Tapi naas, pemuda yang bernama Cho Kyu Hyun itu telah terlebih dahulu menatap Eun Mi dengan tatapan penuh selidik. Matanya menyipit dan dahinya sedikit berkerut. Kedua tangannya terlipat di dada.

“Kau sedang melihat apa, gadis aneh?!” Kira-kira begitulah makna dari tatapan Kyu Hyun terhadap Eun Mi.

Merasa keberadaannya sedang terancam, Eun Mi memilih untuk duduk seperti semula. Ia kembali menatap kedepan, namun pikirannya masih tertinggal di belakang.

“Apa benar dia adalah Cho Kyu Hyun dari Super Junior? Aish!! Tapi itu tidak mungkin! Ya! Kim Eun Mi! Seorang Cho Kyu Hyun tidak mungkin membentak seorang wanita! Pemuda di belakang itu lebih menyebalkan dari seekor kutu rambut! Dan Cho Kyu Hyun tidak mungkin melakukan hal yang menyebalkan! Ingat itu Eun Mi ya!” Eun Mi terus mensugesti dirinya sendiri. Ia berusaha untuk mengumpulkan energi-energi positif yang ada dalam dirinya, hingga sesuatu menyenggol-nyenggol kakinya.

“Ya! Gadis aneh! Apa kau akan terus mengoceh tanpa henti, ha? Kau tidak lihat kita ada dimana?” Aish. Ternyata sesuatu yang terus menyenggol kaki Eun Mi tadi adalah sebuah sepatu berukuran lumayan besar. Ya, siapa lagi kalau bukan Cho Kyu Hyun yang menyenggol-nyenggolkan kakinya.

“Aish! Apa dia tidak punya cara lain untuk memanggil seseorang?? Kenapa harus pakai kaki?” Rutuk Eun Mi dalam hati, merasa tak terima atas perlakuan dari Kyu Hyun.

Eun Mi kembali mengedarkan pandangannya. Ia pun tersadar, setelah beberapa kali memicingkan matanya, akhirnya Eun Mi mengetahui bahwa saat ini mereka telah sampai di sekolah. Ya, sebenarnya Kyu Hyun punya tujuan yang baik, ‘menyadarkan Eun Mi, bahwa ia telah sampai di sekolah’. Tapi tidak harus menggunakan kaki, kan???!!

“Aish! Arasseo!! Aku tahu kita telah sampai di sekolah! Tapi kenapa kau harus menggunakan kakimu, ha??” Eun Mi bangkit dari duduknya saat Kyu Hyun berlalu dan turun dari bus. Pemuda itu terus berjalan tanpa menghiraukan ocehan Eun Mi yang tak ada habisnya.

Sesampainya di gerbang sekolah, ternyata mereka telah dihadang oleh seorang satpam berbadan gembul. Wajahnya tampak lebih menyeramkan dibandingkan dengan postur tubuhnya.

“Ya haksaeng! Kalian pikir ini jam berapa, ha? Ayo kesini! Palli!!” Bentak satpam berpostur gembul itu. Ia mengacungkan tongkatnya, membuat Eun Mi dan Kyu Hyun mau tak mau berjalan menghampiri si satpam.

“Kau pikir sekolah ini punya orang tua mu, ha?” Satpam itu kembali mengacungkan tongkatnya, kali ini tepat diwajah Kyu Hyun. Kyu Hyun yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa mengelak dengan emosi yang mulai memuncak.

“Ahjussi..bisakah kau singkirkan tongkat ini?” Kyu Hyun menepis tongkat yang sedari tadi terus berada di depan wajahnya. Eun Mi hanya bisa terkekeh melihat ekspresi Kyu Hyun barusan.

“Omo! Kau berani melawanku? Kau pikir kau siapa? Pemilik sekolah ini? Berani-beraninya kau datang terlambat” Kali ini satpam itu benar-benar murka. Ia memainkan tongkatnya bergantian dihadapan Kyu Hyun dan Eun Mi. Merasa mulai terpojok, Kyu Hyun lebih memilih untuk diam, dan tidak memperpanjang masalah.

“Jeo—Jeo—Jeoseonghamnida Ahjussi. Kami punya alasan yang kuat kenapa kami bisa terlambat” Rengek Eun Mi. Namun sang satpam tak menghiarukannya, ia terus menatap Kyu Hyun dengan tatapan yang mematikan.

“Cih. Semua siswa yang terlambat pasti berbicara dan merengek seperti itu. Aku tahu, itu hanya akal-akalan kalian saja” Satpam itu mulai berjalan dan mengelilingi Eun Mi dan Kyu Hyun. Tiba-tiba ia berhenti dan menatap Kyu Hyun, dalam.

“Ya haksaeng. Sebenarnya aku tidak mau melakukan hal ini. Cuaca di pagi ini tidak mendukung, jadi aku kasihan pada kalian. Tapi karena kalian telah terlambat lebih dari 30 menit, apa boleh buat. Kalian harus menerima resikonya. Cepat pungut sampah-sampah itu!” Bentak si satpam sambil mengacungkan tongkatnya kearah lapangan yang sangat sangat luas. Selain luas, lapangan itu juga dipenuhi oleh sampah-sampah plastik yang berceceran dimana-mana.

“Aish. Mimpi apa aku semalam” Gumam Kyu Hyun, yang terus berjalan menuju lapangan. Dibelakangnya Eun Mi telah mengekor dengan tatapan mata yang tertunduk ke tanah. Menyesali apa yang telah terjadi padanya.

“Hoi haksaeng!” Teriak satpam itu lagi. “Kalian tidak boleh masuk ke dalam kelas sebelum lapangan ini benar-benar bersih dari sampah. Ara?!”

“Ne, arasseo!” Teriak Kyu Hyun, tak kalah frustasinya.

Eun Mi menatap kea rah langit. Merasa bahwa ada sesuatu yang janggal di pagi ini. Ya, langit pagi ini memang tak secerah biasanya. Sepertinya akan turun hujan dalam waktu yang tak lama lagi.

“Hhhh” Eun Mi menghela napas pelan. Tampaknya ia tak akan sanggup membersihkan lapangan seluas ini, ditambah lagi cuaca yang tak mendukung. Apa jadinya kalau hujan benar-benar turun disaat ia tengah asyik memungut sampah?! Eun Mi benar-benar frustasi. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling lapangan, sampai akhirnya, pandangannya bertumbukan dengan sesosok pria yang tengah asyik duduk dengan santai di pinggir lapangan.

“Ya! Apa yang kau lakukan?? Cepat pungut sampah-sampah ini!” Kyu Hyun tengah asyik bermain dengan gadget-nya, sementara Eun Mi tengah frustasi dengan keadaannya pagi itu.

“Naega wae? Kenapa harus aku?” Jawab Kyu Hyun dengan santainya. Ia kembali mengutak-atik gadget-nya itu.

‘’Hhh. Mungkin ini sudah takdirku” Desah Eun Mi pelan. “Padahal semua ini bukan semata-mata kesalahanku” Lanjut Eun Mi, membuat Kyu Hyun mengalihkan pandangannya kearah gadis itu.

“Wae? Apa kau merasa tersinggung, ha?” Sindir Eun Mi.

“Ani”  Jawab Kyu Hyun datar.

“Aigoo. Andai saja aku tidak ketiduran, pasti aku tidak akan terlambat pergi ke sekolah. Atau, kalau seandainya kau mau berbagi taksi denganku, mungkin saja kita tidak akan dihukum seperti ini” Eun Mi terus mengoceh, tangannya mulai memunguti satu per satu sampah yang berceceran di lapangan.

“Jadi, kau ingin menyalahkanku?” Kyu Hyun tampak mulai meradang. Perlahan ia mendekati Eun Mi dengan tatapan sinisnya. Eun Mi yang merasa ditatap seperti itu mulai bergidik, dan menggeser posisinya beberapa senti.

“A-A-Arasseo. Aku akan memungut sampah-sampah ini sendirian. Kau duduk saja dengan manis” Eun Mi menyeringai kecil, berharap hati Kyu Hyun akan luluh dan pria itu mau membantunya. Tapi ternyata tidak! Kyu Hyun malah mengangguk dan berjalan ke posisinya semula. Pria itu benar-benar duduk dengan manis!!

‘’Aish! Pria macam apa dia!” Rutuk Eun Mi dalam hati. Perlahan namun pasti, akhirnya Eun Mi memunguti sampah-sampah itu sendiri, tanpa dibantu oleh Kyu Hyun. Seharusnya ini adalah tugas mereka berdua, tapi entah kenapa makhluk evil yang satu itu lebih memilih untuk duduk manis dan bercengkrama dengan gadget-nya. Aih! Benar-benar menyebalkan!

Tak ada pilihan lain. Eun Mi memang harus memunguti sampah-sampah ini agar ia diperbolehkan untuk masuk ke dalam kelas. Sesekali Eun Mi melirik kearah Kyu Hyun, namun setan kecil itu tetap sibuk dengan mainannya. Tanpa rasa bersalah, Kyu Hyun dengan senang hati bermain game sepuasnya, ia tidak memikirkan perasaan Eun Mi, yang harus menanggung hukuman itu sendirian.

Satu per satu sampah telah Eun Mi kumpulkan. Tapi masih banyak sampah yang tersebar disetiap sudut lapangan. Saat Eun Mi hendak beranjak ke sudut yang lain, tiba-tiba setetes demi setetes air mulai berjatuhan. Ya, hujan. Seperti dugaan Eun Mi sebelumnya, hari ini akan turun hujan! Tak menghiraukan butiran air yang jatuh, Eun Mi terus memunguti sampah yang ada. Ia terus melakukan pekerjaannya sampai butiran-butiran air itu jatuh dalam volume yang jauh lebih banyak.

Seakan tersadar dari gadget-nya, Kyu Hyun melirik Eun Mi yang telah basah kuyup. Gadis itu masih berada di lapangan, memunguti satu per satu sampah yang ada.

“Gadis ini benar-benar aneh. Apa ia tidak sadar kalau sekarang sedang turun hujan?” Gumam Kyu Hyun pelan.

“Ya! Gadis aneh! Kau mau melakukan itu sampai kapan, ha?” Bentak Kyu Hyun. Ia pun berdiri dari duduknya, berharap Eun Mi mau menghentikan kegiatannya.

“Kau tidak lihat sampah-sampah ini masih berceceran? Kita tidak akan diperbolehkan masuk ke dalam kelas kalau lapangan ini belum bersih dari sampah!” Eun Mi berteriak di tengah derasnya hujan. Ia kembali melanjutkan aktifitasnya, memunguti sampah demi sampah.

“Aish! Lama-lama aku bisa gila” Desis Kyu Hyun pelan. Ia pun mulai melangkah kea rah lapangan, menerobos derasnya hujan. Kyu Hyun menarik lengan Eun Mi dengan sedikit kasar, menggiring gadis itu ke pinggir lapangan dan mendudukkan gadis itu di sebuah bangku.

“Ya! Micchyeosseo?” Bentak Kyu Hyun.

“Naega wae?” Jawab Eun Mi penuh keheranan.

“Apa kau gila? Kenapa kau terus berada di lapangan ditengah hujan deras seperti ini, ha??” Kyu Hyun mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran gadis yang sekarang berada di hadapannya.

“Ani. Aku tidak gila. Aku hanya menjalankan tugasku. Aku ingin segera masuk ke dalam kelas! Itu saja!” Eun Mi menatap Kyu Hyun dengan tatapan sinis, seolah menyindir Kyu Hyun yang sedari tadi hanya berkutat dengan mainannya.

Eun Mi pun mengalihkan pandangannya kearah lapangan. Di seberang sana tampak beberapa orang siswa tengah berlari, menghidari hujan. Eun Mi terus menatap kearah siswa-siswa tersebut, ia tak lagi mendengarkan Kyu Hyun yang kini tengah sibuk mengoceh tanpa henti.

“Hoi gadis aneh. Apa yang kau lihat? Kau mendengarkan ku tidak?” Kyu Hyun menggoncang-gongcangkan tubuh Eun Mi, tapi gadis itu tetap tak bergeming. Kyu Hyun melambai-lambaikan tangannya di depan mata Eun Mi, lagi-lagi gadis itu hanya diam. Kyu Hyun mulai penasaran. Ia mengikuti arah pandangan Eun Mi, sampai akhirnya pandangan matanya bertemu dengan sesosok pemuda berpostur lumayan tinggi, berwajah putih mulus dengan senyum yang menawan. Ya, pemuda itu adalah Lee Dong Hae. Kyu Hyun mulai mengerti maksud dari pandangan Eun Mi tersebut.

“Aahh. Aku tahu. Kau menyukai Dong Hae hyung, kan?” Kyu Hyun terkekeh melihat tatapan Eun Mi terhadap pemuda itu. Merasa dirinya ditertawakan, Eun Mi mengalihkan pandangannya ke arah Kyu Hyun, menatap setan kecil itu dengan tatapan yang mematikan.

“Ne, kalau iya memangnya kenapa? Kau cemburu?” Jawab Eun Mi tak kalah sinisnya.

“Mwo? Aku? Cemburu? Cih. Yang benar saja!” Kyu Hyun mulai tersulut emosi. Ia tidak terima dengan pernyataan Eun Mi barusan. Ia menatap gadis itu dengan mata yang kian menyipit, berharap gadis itu mulai ketakutan dengan tatapannya.

                       “Hoi haksaeng! Cepat masuk ke dalam kelas! Hukuman kalian telah berakhir. Berterimakasih lah kepada hujan yang telah menyelamatkan kalian” Teriak sang satpam dari balik pagar. Mendengar teriakan itu, Eun Mi terlonjak kaget dan langsung berlari meninggalkan Kyu Hyun yang tengah menatapnya. Ia tak lagi menghiraukan Kyu Hyun. Yang terpenting saat ini, ia bisa segera masuk ke dalam kelas dan bertemu dengan pujaan hatinya, Lee Dong Hae ^^

TO BE CONTINUE……..

===================================================

Fuihhh..akhirnya part 1 kelar juga 😀 Bagi yang baca jangan lupa komentarnya yaa biar author makin semangan buat nulis FF lagi dan lagi \(^0^)/

Oiya, DO NOT PLAGIARISM, okey!!!!