Geojitmal iya, Geojitmal iya

Eits, jangan salah kaprah dulu setelah membaca judul postingan kali ini. Itu bukan isyarat dari planet lain atau bahasanya kaum alay, tapi itu adalah bahasa Korea😀 *biar keren gw sengaja pake bahasa Korea*  hahahoho.

Secara harfiah *caelah* kata GEOTJIMAL alias GOJIMAL alias KOJIMAL alias udin alias burhan alias saipul alias komar *dihajar* memiliki arti BOHONG. Jadi kalo ada orang lewat yang tiba-tiba bilang lo CAKEP, dapat dipastikan bahwa itu adalah sebuah kebohongan. Gak usah pikir-pikir lagi! Langsung aja lo bilang GEOTJIMAL IYA!! #diamuk massa

Eniwei, pasti gak pasti, pasti diantara kalian pernah berkata bohong atau sejenisnya. Ngaku aja deh! Pasti pernah kan? Iya kan?? Gak usah jaim deh..gw juga pernah bohong kok😀 #dicekek Tapi gw gak pernah bohong dalam hal-hal besar. Gw gak pernah bohong sama gajah yang lagi bunting *yaiyalah woii!!* Palingan gw bohong dalam hal-hal sepele doang ^,^ Misalnya pas gw telat pulang dari sekolah :

nyokap : dari mana? kok pulangnya telat?
gw : habis nemenin si rezie *aseekk temen gw numpang tenar* beli pensil
nyokap : ooohh
gw : *nyengir kuda*

faktanya yang ditemenin beli pensil itu sebenernya gw bukan si rezie. Jadi kalimat yang bener itu “habis beli pensil, ditemenin sama si rezie
*lho kok malah jadi privat Bahasa Indonesia??*

contoh kebohongan kecil gw yang lain :

nyokap : ini majalah siapa? *ngambil majalah SUPER JUNIOR yang paling tebel*
gw : eh?? itu punya temen😀

faktanya itu majalah sebenernya punya gw. Karena majalah itu harganya lumayan mahal dan gw takut ketahuan nyokap, makanya gw bilang aja kalo itu majalah punya temen😀 whaha kebohongan yang sepele kan?? Tapi emang sih, yang namanya bohong tetep aja bohong😦

Ngomong-ngomong soal berbohong, sebenernya ada sisi postif dan negatifnya juga sih. Pernah denger kata-kata “berbohong demi kebaikan??” Apa?? Gak perah denger?? Kalo gw sih pernah😀 *sombong*
Maksudnya apa coba? Berbohong demi kebaikan?? Emang ada gitu bohong yang baik-baik?? *apasih?*

Mungkin ini nih yang gw alami sekarang ini *mulai curhat* Gw terlalu sering berbohong demi kebaikan. Gw terlalu sering membohongi diri sendiri demi orang lain. Gw terlalu sering menuruti pendapat orang lain daripada perkataan hati gw sendiri. Gw ini pecundang!!

Kenapa gw bisa ngomong gitu?? Karena itu adalah kenyataannya. Orang bilang sih nama itu punya makna dan merupakan cerminan dari sifat seseorang. Makanya gw jadi anak yang TERLALU PATUH sesuai dengan arti nama gw HILMA MUTHIA *nyokap bilang sih nama gw punya arti “anak yang patuh dan berbudi pekerti halus” coba deh lo liat dalam Al-Quran* Sampai sekarang gw selalu patuh sama omongan bokap-nyokap. Kalo nyokap bilang A ya gw turutin. Kalo bokap ngelarang gw buat pergi, ya gw bakal diam dirumah. Pokoknya gw selalu terpaku sama ”perintah dan larangan” orangtua. Bahkan tak jarang gw harus merelakan keinginan hati gw demi omongan bokap-nyokap. Meskipun bokap-nyokap gak pernah memaksa gw untuk menuruti perkataan mereka.

Contoh kongkritnya ya saat gw mulai masuk SMA. Sebenarnya hepar gw berteriak ingin masuk jurusan Bahasa. Tapi nyokap tetep bersikeras bahwa gw harus masuk IPA. Sesuai dengan nama gw, selama 2tahun gw terperangkap dalam suatu keadaan yang mengharuskan gw untuk mempelajari pelajaran yang sebenarnya tidak gw sukai sama sekali.

Pas udah lulus SMA pun kebohongan ini terus berlanjut. Saat gw ‘sangat’ ingin masuk Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea di Universitas jaket kuning, nyokap kembali menemukan titik kelemahan gw. Setiap hari, detik demi detik telinga gw dibisiki bahwa gw harus menjadi seorang dokter, apoteker, bidan, perawat atau apalah nama yang berhubungan dengan dunia medis. Ya, ini memang kelemahan gw. Lagi-lagi gw berbohong dan meng-IYA-kan kemauan nyokap hingga akhirnya gw sampai di Universitas pulau sumatera ini. Jadi ini yang namanya berbohong demi kebaikan??

Kedengarannya sih sepele, gw cuma menuruti apa yang dikatakan bokap-nyokap. Gw cuma patuh sama omongan beliau. Tapi sekarang, gw baru merasakan efeknya. Gw baru merasa bahwa bukan hidup seperti inilah yang gw inginkan. Bukan Universitas ini yang selama ini gw idam-idamkan. Bukan jurusan ini yang gw suka. Bukan disini tempatnya! Ini berwal dari sebuah kebohongan kecil yang telah gw lakukan dimasa lalu. Gw telah berbohong pada diri sendiri! Gw mengabaikan perkataan hati kecil gw demi ”perintah” dari orangtua. Geojitmal iya! ! !

Ada pelajaran berharga yang dapat dipetik dari postingan gw kali ini. Jangan pernah berbohong pada diri sendiri karena yang akan menjalani kehidupan itu ya elo sendiri, bukan orang lain. Setiap tindakan yang lo ambil bakal berakibat pada diri lo sendiri meskipun lo cuma menjalankan “perintah” dari orang lain. Orang lain gak tahu apa-apa tentang diri lo *meskipun itu bokap-nyokap lo sendiri* mereka hanya sebagai komentator yang memberikan masukan, dan keputusan akhir tetap ada pada diri lo! Jangan biarkan orang lain mengintervensi hidup lo…Lets enjoy your life😀

4 pemikiran pada “Geojitmal iya, Geojitmal iya

  1. ^0^b bagoss..tnyta saia bakat jdi motivator jg ea..XD
    nyahha ngeksiisss…#hugabg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s