[Fanfiction] It’s Started From A Bus (Part 1)

Asik. Asik. Asik.

Jangan kaget ya kalo gue nulis Fanfiction 😮

Cekidot deh….

======================================================

Title : It’s Started From A Bus

Genre : Romance Comedy

Rating : PG-15

Lenght : Doubleshoot

Author : Kim Eun Mi a.k.a Muthisuju *itu gue!! Itu gue!!* #disiram bensin

Main Cast : – Kim Eun Mi
– Cho Kyu Hyun

Support Cast : – Lee Dong Hae

Soundtrack (?) : Our Love by Super Junior

Sepatah, dua patah, tiga patah, empat patah, dan beberapa patah kata dari author….
#author disiram bensin

Sebelumnya gue mau ngucapin Alhamdulillahirrabil’alamin…Thank’s to Allah SWT yang telah mengijabah doa gue selama ini. Yang telah mempertemukan gue dengan para member Super Junior, dalam sebuah konser yang Super megah, panggung yang Super wah dan pertunjukan yang Super fantastis. Thank’s God. Akhirnya mimpi gue jadi kenyataan 😀

Fanfict kali ini terinspirasi oleh Super Junior Super Show 4 di Jakarta, yang baru saja gue tonton 😀 *pamer* #dihajar Rasanya seperti mimpi, bisa menyaksikan uri Superman secara LIVE. Dan Fanfict ini gue dedikasikan buat Super Junior yang telah memberikan semangat yang baru bagi gue. Yang telah memotivasi gue untuk terus bermimpi. Yang telah mempertemukan gue dengan ribuan ELF dari seluruh dunia. Yang telah memberikan gue sebuah keluarga baru, yang bernama Everlasting Friends. Dan karena Super Junior lah, gue terus berusaha agar suatu saat nanti gue bisa menginjakkan kaki di Korea. Thank’s Super Junior. Fanfict ini gue persembahkan (?) buat Super Junior dan keluarga baru gue, Everlasting Friends….
#author kebanyakan bacot

Yaudah, silakan aja baca seikhlasnya FF berikut ini……

 Gaseumeuro neukkyuhboseyo
Nan uhlmamankeum geudaeane inneunji
Geu ipsullo marhaeboseyo
Oraejuhnbutuh nareul saranghaewaddago
Marieyo..

Tak seperti biasanya, pagi ini cuaca Kota Seoul cukup mendung. Tak banyak pejalan kaki yang berlalu lalang di jalanan utama kota ini. Hanya ada beberapa wanita tua yang berjalan dengan sangat lambat dan menenteng sebuah payung berukuran besar, mungkin wanita tua itu takut kehujanan kalau saja ia tak membawa payung sebesar itu.

“Aish! Dosa apa aku sampai ketiduran di kamar eomma’’ rutuk Eun Mi dalam hati. Ia mengacak-acak rambutnya sebagai pertanda bahwa pagi itu ia benar-benar frustasi. Diliriknya jam tangan, ternyata sudah menunjukkan pukul 08.30. Itu berarti ia telah terlambat selama 30 menit!

Eun Mi kembali berdiri, berharap dalam waktu dekat ada sebuah Bus yang akan membawanya ke sekolah. Eun Mi mengedarkan pandangannya. Mencari-cari sebuah kotak berukuran besar dan berwarna hijau, tapi nihil. Bus yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang.

“Hhhhhh” Eun Mi menghela napas dalam. Ia terus merutuki dirinya yang telah teledor hingga tertidur dikamar eomma. Ia memaki-maki dirinya sendiri hingga tanpa sadar sebuah taksi melaju dengan sangat pelan dihadapannya. Tanpa ba bi bu lagi, Eun Mi langsung berlari ke arah taksi itu dan membuka pintunya. Tapi, apa ini??

“Ya!! Neo nugu ya?? Apa-apaan ini??” Teriak seorang pemuda dari dalam taksi.

Eun Mi yang masih tersengal-sengal semakin kaget saat mendapati seorang pemuda telah duduk manis di dalam taksi. Pemuda itu berpakaian yang sama dengan Eun Mi, mengenakan kemeja putih, setelan jas hitam dan celana panjang berwarna senada. Itu tandanya mereka berasal dari sekolah yang sama. Tidak ada salahnya untuk pergi sekolah bersama-sama, bukan? Tanpa berpikir panjang, Eun Mi langsung melesat masuk ke dalam taksi dan menyebutkan tujuannya pada sang sopir.

“Ya!! Michyeosseo?? Siapa kau?? Berani-beraninya kau merebut taksi ku??” Bentak pemuda berkulit putih itu. Matanya menyipit dan tampak sedikit kerutan dibagian dahinya. Pemuda itu geram. Benar-benar geram atas perlakuan Eun Mi. Ia menatap Eun Mi tajam, tapi sayangnya gadis yang ia tatap tak menghiraukannya.

‘’Kau mau ke Anyang High School, kan?” Tanya Eun Mi dengan ekspresi sesantai mungkin.

“Ooo” Jawab pemuda itu pelan, tampaknya ia sudah bisa mengontrol emosi.

“Baguslah. Tujuan kita sama, jadi tidak ada salahnya kalau aku juga menumpang taksi ini” Eun Mi menyengir sebisanya.

“Ada alasan apa kalau aku harus berbagi tempat denganmu?”

“Ya! Tujuan kita sama! Kau tidak sadar kalau kita sudah terlambat selama 30 menit, ha?” Bentak Eun Mi, tak kalah frustasi.

“Itu urusanmu. Cepat keluar. Ini taksi ku!” Pemuda itu medorong Eun Mi hingga gadis itu bergeser beberapa senti dari tempat duduknya.

“Shiro! Kenapa kau pelit sekali?! Aku mau ke Anyang High School, dan kau juga. Jadi apa salahnya kalau kita berangkat sama-sama?” Eun Mi berusaha mempertahankan posisinya. Ia memegangi jok bagian depan dan berharap kalau posisinya tidak akan bergeser dengan melakukan ritual tersebut.

“Ehem! Ya! Anak muda! Kalau ingin bermain-main, cepat keluar dari taksi ini! Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni anak kecil seperti kalian!” Sang sopir taksi akhirnya angkat bicara.         Eun Mi dan pemuda itu hanya bisa saling menatap. Mencoba untuk saling menyalahkan.

“Tapi ahjussi—-” Eun Mi tak sempat melanjutkan ucapannya saat sang sopir telah menatapnya dengan tatapan membunuh. Sementara pemuda itu hanya bisa terdiam dan duduk dengan manis, persis di sebelah Eun Mi. Tidak melakukan apapun. Hanya diam, melihat Eun Mi yang kehabisan akal karena dibentak si sopir taksi.

“Cepat keluar! Atau akan kupanggilkan polisi!” Sang sopir taksi mengambil ancang-ancang, membuat Eun Mi dan pemuda itu bergidik ngeri.

“Ya! Kalian tidak dengar, ha?”

“A-Arasseo ahjussi” Pemuda itu menarik tas Eun Mi, memaksa gadis itu untuk keluar sebelum sang sopir taksi benar-benar murka.

Saat kaki mereka benar-benar telah berada di luar taksi, sang sopir langsung menginjak gas dan melaju dengan sangat kencang, meninggalkan Eun Mi dan pemuda menyebalkan itu. Tak ada yang bisa Eun Mi lakukan selain merutuki dirinya, lagi dan lagi. Sementara pemuda itu terus menatap Eun Mi dengan tatapan mematikan. Seakan-akan dengan tatapan itu ia bisa membunuh Eun Mi seketika. Matanya berkedut, tangannya mengepal dan giginya mengeluarkan bunyi gemertak. Wajahnya memerah dan otot-otot tangannya pun menyembul keluar.

“Ya!! Kau ini sebenarnya siapa, ha?? Apa mau mu?? Kenapa kau merusak hari ku??” Pemuda itu berusaha untuk mengontrol emosinya yang telah memuncak. Ia mengambil napas dalam. Sangat dalam hingga ia pun terduduk di trotoar.

“Aku tak bermaksud merusak hari mu. Aku hanya ingin pergi ke sekolah. Itu saja” Jawab Eun Mi santai.

“Cih. Kau benar-benar gadis yang aneh” Pemuda itu menyunggingkan senyum evil nya. Lebih tepatnya senyum yang merendahkan.

“Mwo?? Apa katamu?? Aneh?? Siapa yang kau bilang aneh?? Aku?? Omo!! Coba lihat tampangmu!! Bagaimana bisa seorang murid SMA mempunyai tampang tua sepertimu! Berarti kau yang aneh! Bukan Aku!!” Eun Mi megoceh tanpa henti, merasa tak terima atas pernyataan dari pemuda itu.

“Ne? Aku? Tua? Cih. Coba kau perhatikan wajahku baik-baik. Aku ini tampan. Diidolakan oleh para gadis. Dan kalau memang kau gadis yang normal, seharusnya kau juga mengidolakan aku” Pemuda itu membanggakan diri. Ia merapikan jas dan dasinya, lalu bergerak perlahan kearah Eun Mi.

“Aigoo. Ya! Dengar baik-baik. Aku ini sangat-sangat normal. Dan aku tidak akan mengidolakanmu. Sampai kapanpun! Kau ingat itu! Diluar sana masih banyak pemuda yang lebih tampan. Jadi jangan—–‘’ Lagi-lagi Eun Mi tak sempat untuk menyelesaikan ucapannya, saat pemuda itu telah berlalu dan memasuki bus berwarna hijau. Dengan kesadaran yang masih setengah-setengah, Eun Mi pun ikut berlari kecil memasuki bus tersebut dan mencari-cari bangku yang masih kosong.

Ternyata pemuda itu telah duduk manis dipojok bagian belakang. Ia duduk sendiri, dan matanya terus menatap ke jalanan kota Seoul. Sementara Eun Mi lebih memilih untuk duduk dibangku nomor dua dari belakang, karena hanya bangku itu yang tersisa.

Eun Mi masih merasa kesal atas kejadian yang baru menimpanya. Ia ketiduran hingga terlambat pergi ke sekolah, dan sekarang?? Ia harus menaiki bus dengan seorang pemuda paling menyebalkan yang pernah ia temui!

Dengan perlahan, Eun Mi mulai memutar kepalanya. Mencoba mengamati situasi dibagian belakang. Pemuda itu masih saja menatap ke luar jendela, seakan tak mempedulikan Eun Mi yang terus memperhatikannya. Pemuda itu tampak lebih tenang. Garis wajahnya terlukis dengan sangat jelas di kaca jendela, menimbulkan perasaan tersendiri bagi Eun Mi.

“Aish! Apa yang aku lakukan” Desis Eun Mi. Ia menggeleng-gelengkan kepala dan mengacak-acak rambutnya. Berharap pikiran yang baru saja terlintas bisa hilang dengan segera.

Selang beberapa menit, Eun Mi kembali menghadap ke belakang. Matanya kembali mencari-cari keberadaan pemuda itu. Benar saja, pemuda itu masih tetap pada posisinya semula, dengan mata yang terus menatap ke luar jendela. Eun Mi semakin penasaran, dan berusaha menerka-nerka hal apa yang sedang dipikirkan oleh pemuda itu. Tanpa sadar, mata Eun Mi bertumbukan dengan sesuatu. Sesuatu yang berbentuk persegi panjang berukuran kecil dan berwarna hitam. Diatasnya telah terpampang dengan sangat jelas tiga buah huruf hangul.

Cho. Kyu. Hyun.

“Omo! Jadi nama pemuda itu adalah Cho Kyu Hyun??!” Pekik Eun Mi dalam hati. Ia membetulkan posisi duduknya dan kembali menghadap ke depan. Dengan pikiran yang masih mengawang-awang, Eun Mi berusaha untuk fokus.

“Ani. Ani. Ani. Dia bukan Cho Kyu Hyun. Tidak. Tidak. Kalaupun memang benar dia adalah Cho Kyu Hyun, yang pasti bukan Cho Kyu Hyun dari Super Junior. Ya, dia pasti bukan membernya Super Junior! Bukan. Bukan. Aku yakin dia bukan Kyu Hyun Super Junior. Pasti bukan!” Eun Mi meracau tanpa henti.

Ia kembali menatap ke belakang, sekadar memastikan bahwa pemuda itu bukanlah Cho Kyu Hyun dari Super Junior. Tapi naas, pemuda yang bernama Cho Kyu Hyun itu telah terlebih dahulu menatap Eun Mi dengan tatapan penuh selidik. Matanya menyipit dan dahinya sedikit berkerut. Kedua tangannya terlipat di dada.

“Kau sedang melihat apa, gadis aneh?!” Kira-kira begitulah makna dari tatapan Kyu Hyun terhadap Eun Mi.

Merasa keberadaannya sedang terancam, Eun Mi memilih untuk duduk seperti semula. Ia kembali menatap kedepan, namun pikirannya masih tertinggal di belakang.

“Apa benar dia adalah Cho Kyu Hyun dari Super Junior? Aish!! Tapi itu tidak mungkin! Ya! Kim Eun Mi! Seorang Cho Kyu Hyun tidak mungkin membentak seorang wanita! Pemuda di belakang itu lebih menyebalkan dari seekor kutu rambut! Dan Cho Kyu Hyun tidak mungkin melakukan hal yang menyebalkan! Ingat itu Eun Mi ya!” Eun Mi terus mensugesti dirinya sendiri. Ia berusaha untuk mengumpulkan energi-energi positif yang ada dalam dirinya, hingga sesuatu menyenggol-nyenggol kakinya.

“Ya! Gadis aneh! Apa kau akan terus mengoceh tanpa henti, ha? Kau tidak lihat kita ada dimana?” Aish. Ternyata sesuatu yang terus menyenggol kaki Eun Mi tadi adalah sebuah sepatu berukuran lumayan besar. Ya, siapa lagi kalau bukan Cho Kyu Hyun yang menyenggol-nyenggolkan kakinya.

“Aish! Apa dia tidak punya cara lain untuk memanggil seseorang?? Kenapa harus pakai kaki?” Rutuk Eun Mi dalam hati, merasa tak terima atas perlakuan dari Kyu Hyun.

Eun Mi kembali mengedarkan pandangannya. Ia pun tersadar, setelah beberapa kali memicingkan matanya, akhirnya Eun Mi mengetahui bahwa saat ini mereka telah sampai di sekolah. Ya, sebenarnya Kyu Hyun punya tujuan yang baik, ‘menyadarkan Eun Mi, bahwa ia telah sampai di sekolah’. Tapi tidak harus menggunakan kaki, kan???!!

“Aish! Arasseo!! Aku tahu kita telah sampai di sekolah! Tapi kenapa kau harus menggunakan kakimu, ha??” Eun Mi bangkit dari duduknya saat Kyu Hyun berlalu dan turun dari bus. Pemuda itu terus berjalan tanpa menghiraukan ocehan Eun Mi yang tak ada habisnya.

Sesampainya di gerbang sekolah, ternyata mereka telah dihadang oleh seorang satpam berbadan gembul. Wajahnya tampak lebih menyeramkan dibandingkan dengan postur tubuhnya.

“Ya haksaeng! Kalian pikir ini jam berapa, ha? Ayo kesini! Palli!!” Bentak satpam berpostur gembul itu. Ia mengacungkan tongkatnya, membuat Eun Mi dan Kyu Hyun mau tak mau berjalan menghampiri si satpam.

“Kau pikir sekolah ini punya orang tua mu, ha?” Satpam itu kembali mengacungkan tongkatnya, kali ini tepat diwajah Kyu Hyun. Kyu Hyun yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa mengelak dengan emosi yang mulai memuncak.

“Ahjussi..bisakah kau singkirkan tongkat ini?” Kyu Hyun menepis tongkat yang sedari tadi terus berada di depan wajahnya. Eun Mi hanya bisa terkekeh melihat ekspresi Kyu Hyun barusan.

“Omo! Kau berani melawanku? Kau pikir kau siapa? Pemilik sekolah ini? Berani-beraninya kau datang terlambat” Kali ini satpam itu benar-benar murka. Ia memainkan tongkatnya bergantian dihadapan Kyu Hyun dan Eun Mi. Merasa mulai terpojok, Kyu Hyun lebih memilih untuk diam, dan tidak memperpanjang masalah.

“Jeo—Jeo—Jeoseonghamnida Ahjussi. Kami punya alasan yang kuat kenapa kami bisa terlambat” Rengek Eun Mi. Namun sang satpam tak menghiarukannya, ia terus menatap Kyu Hyun dengan tatapan yang mematikan.

“Cih. Semua siswa yang terlambat pasti berbicara dan merengek seperti itu. Aku tahu, itu hanya akal-akalan kalian saja” Satpam itu mulai berjalan dan mengelilingi Eun Mi dan Kyu Hyun. Tiba-tiba ia berhenti dan menatap Kyu Hyun, dalam.

“Ya haksaeng. Sebenarnya aku tidak mau melakukan hal ini. Cuaca di pagi ini tidak mendukung, jadi aku kasihan pada kalian. Tapi karena kalian telah terlambat lebih dari 30 menit, apa boleh buat. Kalian harus menerima resikonya. Cepat pungut sampah-sampah itu!” Bentak si satpam sambil mengacungkan tongkatnya kearah lapangan yang sangat sangat luas. Selain luas, lapangan itu juga dipenuhi oleh sampah-sampah plastik yang berceceran dimana-mana.

“Aish. Mimpi apa aku semalam” Gumam Kyu Hyun, yang terus berjalan menuju lapangan. Dibelakangnya Eun Mi telah mengekor dengan tatapan mata yang tertunduk ke tanah. Menyesali apa yang telah terjadi padanya.

“Hoi haksaeng!” Teriak satpam itu lagi. “Kalian tidak boleh masuk ke dalam kelas sebelum lapangan ini benar-benar bersih dari sampah. Ara?!”

“Ne, arasseo!” Teriak Kyu Hyun, tak kalah frustasinya.

Eun Mi menatap kea rah langit. Merasa bahwa ada sesuatu yang janggal di pagi ini. Ya, langit pagi ini memang tak secerah biasanya. Sepertinya akan turun hujan dalam waktu yang tak lama lagi.

“Hhhh” Eun Mi menghela napas pelan. Tampaknya ia tak akan sanggup membersihkan lapangan seluas ini, ditambah lagi cuaca yang tak mendukung. Apa jadinya kalau hujan benar-benar turun disaat ia tengah asyik memungut sampah?! Eun Mi benar-benar frustasi. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling lapangan, sampai akhirnya, pandangannya bertumbukan dengan sesosok pria yang tengah asyik duduk dengan santai di pinggir lapangan.

“Ya! Apa yang kau lakukan?? Cepat pungut sampah-sampah ini!” Kyu Hyun tengah asyik bermain dengan gadget-nya, sementara Eun Mi tengah frustasi dengan keadaannya pagi itu.

“Naega wae? Kenapa harus aku?” Jawab Kyu Hyun dengan santainya. Ia kembali mengutak-atik gadget-nya itu.

‘’Hhh. Mungkin ini sudah takdirku” Desah Eun Mi pelan. “Padahal semua ini bukan semata-mata kesalahanku” Lanjut Eun Mi, membuat Kyu Hyun mengalihkan pandangannya kearah gadis itu.

“Wae? Apa kau merasa tersinggung, ha?” Sindir Eun Mi.

“Ani”  Jawab Kyu Hyun datar.

“Aigoo. Andai saja aku tidak ketiduran, pasti aku tidak akan terlambat pergi ke sekolah. Atau, kalau seandainya kau mau berbagi taksi denganku, mungkin saja kita tidak akan dihukum seperti ini” Eun Mi terus mengoceh, tangannya mulai memunguti satu per satu sampah yang berceceran di lapangan.

“Jadi, kau ingin menyalahkanku?” Kyu Hyun tampak mulai meradang. Perlahan ia mendekati Eun Mi dengan tatapan sinisnya. Eun Mi yang merasa ditatap seperti itu mulai bergidik, dan menggeser posisinya beberapa senti.

“A-A-Arasseo. Aku akan memungut sampah-sampah ini sendirian. Kau duduk saja dengan manis” Eun Mi menyeringai kecil, berharap hati Kyu Hyun akan luluh dan pria itu mau membantunya. Tapi ternyata tidak! Kyu Hyun malah mengangguk dan berjalan ke posisinya semula. Pria itu benar-benar duduk dengan manis!!

‘’Aish! Pria macam apa dia!” Rutuk Eun Mi dalam hati. Perlahan namun pasti, akhirnya Eun Mi memunguti sampah-sampah itu sendiri, tanpa dibantu oleh Kyu Hyun. Seharusnya ini adalah tugas mereka berdua, tapi entah kenapa makhluk evil yang satu itu lebih memilih untuk duduk manis dan bercengkrama dengan gadget-nya. Aih! Benar-benar menyebalkan!

Tak ada pilihan lain. Eun Mi memang harus memunguti sampah-sampah ini agar ia diperbolehkan untuk masuk ke dalam kelas. Sesekali Eun Mi melirik kearah Kyu Hyun, namun setan kecil itu tetap sibuk dengan mainannya. Tanpa rasa bersalah, Kyu Hyun dengan senang hati bermain game sepuasnya, ia tidak memikirkan perasaan Eun Mi, yang harus menanggung hukuman itu sendirian.

Satu per satu sampah telah Eun Mi kumpulkan. Tapi masih banyak sampah yang tersebar disetiap sudut lapangan. Saat Eun Mi hendak beranjak ke sudut yang lain, tiba-tiba setetes demi setetes air mulai berjatuhan. Ya, hujan. Seperti dugaan Eun Mi sebelumnya, hari ini akan turun hujan! Tak menghiraukan butiran air yang jatuh, Eun Mi terus memunguti sampah yang ada. Ia terus melakukan pekerjaannya sampai butiran-butiran air itu jatuh dalam volume yang jauh lebih banyak.

Seakan tersadar dari gadget-nya, Kyu Hyun melirik Eun Mi yang telah basah kuyup. Gadis itu masih berada di lapangan, memunguti satu per satu sampah yang ada.

“Gadis ini benar-benar aneh. Apa ia tidak sadar kalau sekarang sedang turun hujan?” Gumam Kyu Hyun pelan.

“Ya! Gadis aneh! Kau mau melakukan itu sampai kapan, ha?” Bentak Kyu Hyun. Ia pun berdiri dari duduknya, berharap Eun Mi mau menghentikan kegiatannya.

“Kau tidak lihat sampah-sampah ini masih berceceran? Kita tidak akan diperbolehkan masuk ke dalam kelas kalau lapangan ini belum bersih dari sampah!” Eun Mi berteriak di tengah derasnya hujan. Ia kembali melanjutkan aktifitasnya, memunguti sampah demi sampah.

“Aish! Lama-lama aku bisa gila” Desis Kyu Hyun pelan. Ia pun mulai melangkah kea rah lapangan, menerobos derasnya hujan. Kyu Hyun menarik lengan Eun Mi dengan sedikit kasar, menggiring gadis itu ke pinggir lapangan dan mendudukkan gadis itu di sebuah bangku.

“Ya! Micchyeosseo?” Bentak Kyu Hyun.

“Naega wae?” Jawab Eun Mi penuh keheranan.

“Apa kau gila? Kenapa kau terus berada di lapangan ditengah hujan deras seperti ini, ha??” Kyu Hyun mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran gadis yang sekarang berada di hadapannya.

“Ani. Aku tidak gila. Aku hanya menjalankan tugasku. Aku ingin segera masuk ke dalam kelas! Itu saja!” Eun Mi menatap Kyu Hyun dengan tatapan sinis, seolah menyindir Kyu Hyun yang sedari tadi hanya berkutat dengan mainannya.

Eun Mi pun mengalihkan pandangannya kearah lapangan. Di seberang sana tampak beberapa orang siswa tengah berlari, menghidari hujan. Eun Mi terus menatap kearah siswa-siswa tersebut, ia tak lagi mendengarkan Kyu Hyun yang kini tengah sibuk mengoceh tanpa henti.

“Hoi gadis aneh. Apa yang kau lihat? Kau mendengarkan ku tidak?” Kyu Hyun menggoncang-gongcangkan tubuh Eun Mi, tapi gadis itu tetap tak bergeming. Kyu Hyun melambai-lambaikan tangannya di depan mata Eun Mi, lagi-lagi gadis itu hanya diam. Kyu Hyun mulai penasaran. Ia mengikuti arah pandangan Eun Mi, sampai akhirnya pandangan matanya bertemu dengan sesosok pemuda berpostur lumayan tinggi, berwajah putih mulus dengan senyum yang menawan. Ya, pemuda itu adalah Lee Dong Hae. Kyu Hyun mulai mengerti maksud dari pandangan Eun Mi tersebut.

“Aahh. Aku tahu. Kau menyukai Dong Hae hyung, kan?” Kyu Hyun terkekeh melihat tatapan Eun Mi terhadap pemuda itu. Merasa dirinya ditertawakan, Eun Mi mengalihkan pandangannya ke arah Kyu Hyun, menatap setan kecil itu dengan tatapan yang mematikan.

“Ne, kalau iya memangnya kenapa? Kau cemburu?” Jawab Eun Mi tak kalah sinisnya.

“Mwo? Aku? Cemburu? Cih. Yang benar saja!” Kyu Hyun mulai tersulut emosi. Ia tidak terima dengan pernyataan Eun Mi barusan. Ia menatap gadis itu dengan mata yang kian menyipit, berharap gadis itu mulai ketakutan dengan tatapannya.

                       “Hoi haksaeng! Cepat masuk ke dalam kelas! Hukuman kalian telah berakhir. Berterimakasih lah kepada hujan yang telah menyelamatkan kalian” Teriak sang satpam dari balik pagar. Mendengar teriakan itu, Eun Mi terlonjak kaget dan langsung berlari meninggalkan Kyu Hyun yang tengah menatapnya. Ia tak lagi menghiraukan Kyu Hyun. Yang terpenting saat ini, ia bisa segera masuk ke dalam kelas dan bertemu dengan pujaan hatinya, Lee Dong Hae ^^

TO BE CONTINUE……..

===================================================

Fuihhh..akhirnya part 1 kelar juga 😀 Bagi yang baca jangan lupa komentarnya yaa biar author makin semangan buat nulis FF lagi dan lagi \(^0^)/

Oiya, DO NOT PLAGIARISM, okey!!!!

Iklan

A SHORT Journey From ‘Tanah Rencong’

Pinjem tissue. Pinjem tissue.
Gw mau mewek bentar 😦
*leperin ingus ke tangan tetangga*

Rasanya baru kemaren gw menginjakkan kaki di tanah kelahiran gw. Dan sekarang, gw harus rela untuk menjadi anak rantau, AGAIN ! !

Sedih?? Jangan ditanya lagi.
Berat hati?? BANGET.
Belum bisa menerima kenyataan? So pasti.

Sebenernya gw masih belum percaya kalo sekarang jasad gw udah berada di Banda Aceh sejak tadi malam. Gw masih belum yakin. Separuh jiwa dan pikiran gw masih tertinggal di ranah Minang. Tempat gw menghabiskan selama lebih dari 17 tahun masa hidup gw, dan kini, gw harus menjalani hari-hari di negeri yang masih asing. *mewek di selokan*

Huft,!
Suer, gw masih belum terima kalo gw harus balik lagi ke tempat ini. Rasanya gw pengen balik lagi ke Ranah gw tercinta. Gw masih belum bisa mengikhlaskan diri untuk terus berada disini selama beberapa bulan ke depan. Oh GOD…gw pengen hijrah ke tempat yang ‘lebih baik’.

Sejak kemaren gw terus kepikiran nyokap. Padahal nyokap sempet nganter gw ke bandara. Tapi gw gak bisa. Bayangan rumah gw terus ‘menghantui’ gw hingga detik ini. Nyokap gw pasti kesepian disana. Apalagi sekarang di rumah gw cuma ada nyokap sama bokap. Pasti sepi banget. Ahhh..suer. Gw masih belum bisa nahan airmata. Gw masih belum ikhlas ! !

Oh GOD..sungguh, perjalanan gw masih sangat panjang. Masih ada satu semester lagi dan gw harap untuk semester selanjutnya gw harus bisa HIJRAH ! ! Itu harga mati ! ! Wallahi, Demi Allah, gw pengen hijrah ke peradaban yang lebih maju.

Well, kalo ditanya kenapa gw pengen hijrah? Jawaban gw cuma satu. Ini adalah sunnah Rasulullah SAW.

Sedikit flashback ke masa lalu..
Dulu waktu kelas 2 MTs (setara dengan kelas 2 SMP) gw pernah belajar Qur’an Hadist, dan kebetulan pada saat itu Hadist yang sedang kami bahas adalah ‘keutamaan menuntut ilmu‘. Coba deh kalian buka Al-Qur’an surat Al-Mujadalah ayat 11. Disana dengan sangat tegas Allah telah mengatakan bahwa Ia akan meninggikan derajat orang-orang yang BERIMAN dan BERILMU PENGETAHUAN.

Subhanallah..ayat tersebut bener-bener membius otak gw. Gw yang dulunya belajar karena menginginkan nilai yang tinggi, kini mulai meluruskan niat bahwa gw harus menuntut ilmu karena Allah, Lillahi Ta’ala. Sejak saat itu gw gak terlalu ambil pusing dengan hasil ulangan gw maupun nilai-nilai dalam rapor. Gw lebih memfokuskan diri pada proses yang gw lalui, dengan harapan bahwa pelajaran yang gw serap bisa menghasilkan ilmu yang bermanfaat. Sekali lagi, Lillahi Ta’ala.

Trus, apa hubungannya sama niat gw untuk HIJRAH??

Kalian pernah mendengar Hadist ini?? “Utlubu ‘Ilma Walau Fii Ssiin” yang artinya “Tuntutlah Ilmu Walaupun Ke Negeri China

Pelajaran Hadist tersebut juga gw dapatkan saat kelas 2 MTs. Makna dari Hadist tersebut amatlah dalam *ini menurut gw*. Rasulullah SAW menginginkan ummatnya untuk terus belajar dan menuntut ilmu, meskipun harus berhijrah ke negeri yang jauh. Dalam analisa gw, ‘tuntutlah ilmu walaupun ke negeri china’ bukan berarti kita harus belajar ke negara China. Tapi lebih dari itu. Menurut otak gw yang pas-pasan ini, Rasulullah menganjurkan kita, para ummatnya untuk menuntut ilmu kemana pun itu, sekalipun ke luar negeri. Gak musti ke China. Kemana pun, asalkan ilmu yang kita dapat dari negeri tersebut bisa bermanfaat. Dan hal ini juga mengisyaratkan bahwa menuntut ilmu itu tak terhalang oleh waktu dan jarak yang memisahkan.

Subhanallah..
Sekali lagi otak gw yang sedikit lebih pinter dari kecebong ini kembali tersihir oleh kalimat itu. Dan sejak mendengar hadist tersebut, gw mempunyai tekad yang bulat untuk menuntut ilmu ke luar negeri (KOREA). Bagaimanapun caranya. Suatu saat nanti, kaki ini harus melangkah ke negeri gingseng tersebut. Lillahi Ta’ala. Dan gw percaya bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan impian gw ini.

Lalu, kenapa gw terlalu PeDe kalau impian gw akan menjadi kenyataan??

Ayoo~ coba kalian buka Al-Qur’an surat Al-Mu’min ayat 60 yang berbunyi ”Ud’uni Astajib Lakum” artinya “Berdoalah Kepadaku Niscaya Akan Kuperkenankan Kepadamu

Well, itu maksudnya apa? Ya, itulah janji Allah SWT, bahwa Allah akan mengabulkan setiap doa dari hamba-hambaNya. Tanpa terkecuali, karena Allah Maha Pemurah dan tidak pernah ingkar janji. Allah akan menepati janjinya. Dan itulah yang membuat gw semakin yakin bahwa suatu saat nanti gw PASTI BISA ke KOREA. Insyaallah..karena itu adalah janji Allah sama gw 😀

Iya gw tau. Hal ini emang sedikit irrasional mengingat bahwa gw berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah. Dengan kata lain, gw gak bisa ke Korea dengan mengandalkan biaya dari bokap nyokap. Tapi entah kenapa, dengan berbekal janji tersebut, gw amat sangat yakin bahwa Allah akan mengijabah setiap doa dalam sujud gw. Entah bagaimana caranya, yang pasti Allah punya skenario yang indah suatu saat nanti. Gw percaya itu.

Eniwei, karena hadist ”Utlubu ‘Ilma Walau Fii Ssiin’ itulah gw memberanikan diri untuk kuliah ke luar kota. Karena gw berpikir bahwa gw harus hijrah untuk mendapatkan ‘ilmu yang lebih baik’. Ya, meskipun tempat gw sekarang ini masih jauh dari impian gw yang dahulu. Tapi no problem, berawal dari hijrahnya gw ke luar kota (Banda Aceh yang notabene masih satu pulau dengan kampung halaman gw) gw berharap di tahun ini gw bisa kembali BERHIJRAH ke peradaban yang lebih maju, di Pulau seberang. Untuk tahun-tahun selanjutnya, gw terus bermunajah supaya Allah memberikan gw jalan untuk HIJRAH ke luar negeri. Ke Kota Seoul nun jauh di negeri gingseng, Korea.

Dimulai dari kota kecil yang masih di pulau yang sama dengan tempat kelahiranku, Aku berharap bisa berhijrah kembali ke peradaban yang lebih maju di kota berikutnya yang berada di pulau berbeda. Ini sebagai ikhtiar kecilku menuju ‘PULAU’ yang lebih besar di negeri seberang, KOREA…
Semoga Allah mengijabah setiap doa dalam sujudku seperti Ia mengijabah doa dari hamba-hambaNya yang terdahulu…

STILL HOPE IS A DREAM THAT DOESN’T SLEEP..

Sekarang kalian udah ngerti, kan? Kenapa gw begitu terobsesi untuk bersekolah di Korea?? Ya, ini semua karena Allah. Lillahi Ta’ala.

Happy New Year Part 2

Happy new year ^0^
*telat woi!!!*

Heuheuheu gak kerasa ternyata udah setahun lebih 3 hari gw gak nulis di blog ini *makanin jerami* Dan gak kerasa juga sekarang udah tahun 2012. Udah waktunya gw buat ganti kalender baru nih sekalian ganti muka 😀

Oiya, gw mau minta maaf sama para pembaca sekalian *kayak blog ini punya banyak penggemar aja* soalnya gw sempet janji buat posting tanggal 2 Januari kan?? Tapi berhubung gw lagi sibuk banget *saking sibuknya kerjaan gw tiap hari cuma nonton dan tiduran di kasur tetangga* jadinya gw baru bisa post hari ini 😀 Gak apa-apa kan?? Lo gak marah kan?? Jangan kabur ke blog orang lain ya 😀 #digampar

Sesuai janji gw *tsssaahh* gw mau cerita tentang pengalaman gw selama dan setelah tahun baru. Cuma satu kata yang mau gw katakan. NOTHING. Tahun baru gw kali ini biasa banget. Biasa. Biassa. Biiaassaa. Biiiassa. Biiiiiiaaaasssssaaaa. *sekali lagi ah biar lebih dramatis* BIASA!!

Heuheuheu.
Kalo air mata gw bisa dituker sama beras, mungkin gw udah nangis bombay pas malam tahun baru *saking biasanya*. Mungkin cuma gw yang ngerasa begini. Buktinya, temen kost gw ada yang ngeliat kembang api di simpang lima 😦

Huhuhu cuma gw yang merasakan ke-BIASA-an ini *pliss jangan komen tata bahasa gw* Kenapa musti gw?? Kenapa bukan orang lain? Kenapa harus di malam tahun baru???? *ngemil aspal*

Well, tahun baru gw kali ini gak jauh beda dari tahun-tahun sebelumnya. Gw tetep aja stay at home. Bedanya, kali ini gw bareng temen-temen di kost-an 😀 Gak ada yang spesial sih. Kita cuma masak mie sambil nonton film indo yang ALAY TEWAS!! Lo tau gak alay tewas itu apa?? *gw sendiri juga bingung gimana cara ngejelasinnya, coba lo searching di gugel, pasti gak bakalan ketemu*

Oke. Alay tewas itu adalah sebuah istilah baru yang gw dan temen-temen gw temukan. Maksudnya sih sama kayak ALAY. Tapi ini lebih parah!! Errrrrmmm bisa dibilang embahnya alay lah 😀 Jadi kalo lo ketemu sama orang yang gayanya dibuat-buat alias gak natural *seperti nangis dengan bibir yang maju beberapa centi melebihi idung sendiri* lo langsung aja bilang ALAY TEWAS LO!!! Tapi lo harus siap mental sebelum bilang gitu. Siapa tau lo bakal kena gampar 😀

Oiya, selain berdiam diri di rumah, gw juga dapet kabar yang gak sedap *pliss jangan komen pilihan kata gw* Pas perayaan (?) malam tahun baru kemaren, ada insiden penembakan yang terjadi di daerah Ulee Kareng *berita yang gw dapet sih gitu* Katanya ada pedagang yang ditembak oleh oknum yang tak dikenal *sebut saja namanya bunga, 31 tahun, lelaki single* Hiiii ngeri kan?? Untung gw cuma makan mie doang di kost-an. Kalo gw ikut keluar rumah bisa-bisa gw jadi korban juga. Siapa tau gw yang disuruh jualan buat ngegantiin itu pedagang yang kena tembak *ampuuunn pak, mas, mbak, saia cuma becanda kok*

Gak cuma itu insiden di tahun baru. Pas tanggal 1 Januari 2012, gw juga dapet kabar ada kontak senjata di beberapa daerah Aceh. Sempet ada sms yang ngelarang buat keluar rumah terutama ke daerah Uleelheu sama Lampaseh. Katanya di dua daerah tersebut sedang ada kontak senjata 😦 Astaghfirullah…ternyata daerah ini belum 100% aman *nangis dalam bak mandi*

Intinya sih, gak usah macem-macem pas malam tahun baru. Cukup makan mie aja. Gak usah nonton kembang api segala 😀 Buktinya, gw masih idup sampe sekarang *cuma berbekal makan mie pas malam tahun baru* Coba kalo gw ikut nonton kembang api, pasti gw gak bisa makan mie *sumpah gw gak ngerti*

Well, gw harap di daerah ini gak ada lagi insiden-insiden seperti itu. Kita ini semua bersaudara meskipun nyokap gw sama nyokap lo itu beda. Gak usah lah main tembak-tembakan. Orang yang lo tembak itu juga pingin idup lebih lama. Doi juga punya keluarga cuy. Kebayang gak sih berapa banyak dosa lo?? Setelah kepergian doi, siapa coba yang bakal ngasih nafkah buat keluarganya?? Siapa yang bakal nyekolahin anak-anaknya??? Siapa yang bakal nikahin putrinya?? Siapa?? Siapa?? Lo mau tanggung jawab haa?? #ngamuk

Udahlah. Beberapa tahun yang lalu udah ada perjanjian damai, kan?? Berarti udah gak perlu lagi kontak-kontakan. Gak perlu lagi perselisihan. Masyarakat disini juga pingin hidup damai. Mereka udah trauma dengan suara tembakan. Mereka udah trauma mendengar suara jeritan. Mereka udah trauma sama darah yang berceceran. Apa lo gak kasihan??? Dengan adanya insiden di malam tahun baru ini, sama aja lo menambah goresan luka masa lalu mereka *wuiiihhh kata-kata gw*

Gw memang bukan orang Aceh asli, tapi gw juga gak mau kalo masyarakat Aceh dihantui perasaan was-was. Damai itu indah cuy. Seindah bunga di taman safari *emang ada gitu??* Peace, Love and GAUL 😀

Udahan ah. Pengalaman tahun baru gw standar banget kan?? Gak ada adegan makan api sih makanya kurang WAH ==
Semoga tahun ini penuh berkah ya ^^
Semoga gw makin semangat untuk terus berikhtiar menuju Korea 😀
Semoga kita semua selalu di bawah lindungan Allah SWT….

 

NB : yang belum baca *caelah* Happy New Year Part 1  silakan kli disini

Kasih Judul Sendiri (gw lagi males mikir)

*guling-guling*
*guling-guling*
*guling-guling*
*guling-guling*

TEPAR.

Mungkin sebagian dari kalian belum mengerti apa itu ‘guling-guling’. Sebenernya sih gw juga gak paham sama arti kata tersebut. Kalaupun lo cari dalam kamus, sampe monyet bertelur pun gak bakalan ketemu. Suer. Percaya deh sama gw. Kecuali lo nyarinya dalam Kamus Besar Bahasa Uba-uba (KBBU). *Sorry bro, gw juga gak punya kamusnya. Coba lo tanya sama anak gang sebelah, siapa tau doi ngoleksi kamus yang begituan*

Oke. Oke. Oke.
Gw tau lo pada bingung sama postingan gw kali ini *gw yang ngetik aja juga bingung sama tulisan sendiri*

Gw bingung.
Gw bingung.
Bingung.
Oh Tuhan…Aku bingung.
*jedotin kepala tetangga ke aspal*

Iya iya gw tau. Gw bakalan serius.
Suer. Kali ini gw bakalan nulis yang serius. Terus aja scroll ke bawah, siapa tau lo bakal nemuin tulisan gw yang lebih serius dibanding yang ini.

SERIUS

Tuh kan bener. Gw bener-bener nulis yang serius kan?? Berarti gw gak bohong. Gak sia-sia gw makan balon selama TK dulu 😀 Ternyata efeknya baru kerasa sekarang. Otak gw udah mulai mengembang sampai-sampai gw sulit untuk berfikir normal. Oh God…tunjukkan aku jalan yang lurus #NP:WALI-Cari Jodoh

Betewe, sebenernya gw mau nulis apa?? *liatin jemuran*
Kenapa gw nulis di blog ini?? Sebenernya ini blog siapa?? Dan gw siapa?? Dimana ini?? Apakah ini surga?? Ataukah ini hanya khayalan belaka??

Gak usah lo jawab pun gw juga udah tau kalo otak gw mulai konslet. Ada beberapa kemungkinan kenapa otak gw mulai gak stabil :

  1. Mungkin ada onderdil dari otak gw yang udah karatan. Atau mungkin ada kabel dalam otak gw yang udah mengelupas saking seringnya gw pake buat dijadiin tali sepatu.
  2. Mungkin karena hari ini adalah hari rabu.
  3. Mungkin karena sekarang tampilan Facebook udah mulai menggunakan Kronologi.
  4. Mungkin karena malam ini bukan malam jumat kliwon.
  5. Mungkin gara-gara Irwansyah putus sama Acha Septriasa trus menikah sama Zaskia Sungkar.
  6. Mungkin karena akhir-akhir ini nyamuk udah gak takut lagi sama baygon. Buktinya setiap gw ngemil baygon di malam hari, nyamuk-nyamuk tetep aja gigitin gw.
  7. Mungkin karena tong sampah dipenuhi sama barang-barang yang udah gak kepake lagi. Coba kalo tong sampah diisi sama berlian plus foto-foto eksklusif gw waktu bayi, pasti lalatnya tambah banyak.
  8. Mungkin karena nasi pada awalnya terbuat dari beras *sumpah gw gak ngerti* Coba kalo nasi bahan bakunya adalah batu, pasti gw gak usah capek-capek mungutin beras di pasar. Tinggal mojok aja di pinggir gerobak sate 😀 *sumpah gak nyambung*
  9. Mungkin karena gw ngetiknya pake tangan. Coba kalo gw ngetik pake gigi, pasti keyboard gw dipenuhi sama upil *sejak kapan upil nyangkut di gigi???*
  10. Mungkin karena hari ini nyokap gw ulang tahun. Coba kalo nyokap ultahnya besok, pasti hari ini sinetron Bayi Yang Terbuang gak bakalan tayang.
  11. Mungkin karena hari ini kecakepan gw lagi gak maksimal. Coba kalo gw lagi cakep, pasti pasir-pasir pada laku keras dipasaran.

Mungkin. Ahhh…gw capek ngetik.
Udah ah, segitu aja kemungkinannya. Silakan lo pilih sesuka hati. Cara milihnya gampang kok. Tinggal TULISKAN JAWABAN ANDA PADA SELEMBAR KARTU POS LALU KIRIMKAN KE POSYANDU TERDEKAT. Kalo gak ada POSYANDU yang buka, coba kirimkan jawaban anda ke PANITIA QURBAN TERDEKAT. Siapa tau masih nerima daging qurban 😀 Atau kalo masih gak bisa juga, silakan tempuh cara yang terakhir ini. Via SMS. Silakan ketik: REG (spasi) Nama (spasi) Umur (spasi) Tokoh kartun favorit (spasi) Jawaban. Lalu LEMPARKAN HAPE ANDA KE TONG SAMPAH TETANGGA. *syukur-syukur ada yang mungut*

Udahan ya. Gw mau nonton naruto dulu *kayak yang punya tipi aja*
Postingan gw kali ini singkat padat dan membingungkan, kan??
Udah deh. Baca aja. Gak ada ruginya kok. Palingan habis baca ini lo jadi kejang-kejang trus dehidrasi akut gara-gara iler lo yang terus netes 😀

Bubyeee 😀
*melambai-lambaikan jemuran tetangga*

I Dream High…

Ehem..hem..hem..kali ini gw mau nulis yang rada serius dikit yak ^^ jadi jangan pingsan pas baca tulisan gw ==a

********

I Dream High nan kkumeul kkujyo
Himdeul ttaemyeon nan nuneul gamgo
Kkumi irweojineun geu sunganeul
Gyesok tteoollimyeo ireonajyo

Aku pernah bermipi untuk menginjakkan kaki di negeri gingseng, KOREA. Mimpi ini mulai kurajut sejak aku masih di tingkat SLTP. Jujur saja, banyak yang meragukan mimpiku ini. Mereka beranggapan bahwa aku ingin ke Korea hanya untuk jalan-jalan, atau yang lebih parahnya lagi mereka berasumsi kalau aku menyukai Korea hanya karena orang-orang Korea berwajah poselen. Tak jarang di antara mereka menganggapku sebagai penghianat bangsa!! Karena aku lebih menyukai Korea ketimbang negeriku sendiri, Indonesia. Tapi sungguh! tak pernah sedikitpun terlintas di benakku untuk berkhianat pada negeri ini!!
Apa yang salah dengan bermimpi?? Mimpi-mimpiku tak pernah merugikan orang lain! Dan aku pun berjuang sendiri untuk mewujudkan mimpi itu! So, kenapa kalian masih memandang sebelah mata akan mimpiku?? Aku juga tak sembarang bermimpi. Aku berpegang teguh pada janji Tuhanku “Berdoalah kepadaku, niscaya akan ku perkenankan kepadamu” dan inilah yang akan mengantarkanku pada pelabuhan mimpiku!
Kalau kalian beranggapan bahwa aku telah melupakan Indonesia, KALIAN SALAH BESAR!!! Tahukah kalian?? Aku ingin ke Korea karena cintaku yang begitu besar pada Indonesia. Aku ingin Indonesia lebih maju daripada mereka yang di luar sana. Aku ingin belajar dari Korea dan mengaplikasikannya pada negeriku ini. Aku ingin suatu saat nanti Indonesia juga mempunyai subway,monorail dan teknologi canggih seperti yang dimiliki Korea. Aku ingin Indonesia bisa mempertahankan warisan budayanya ditengah gempuran budaya asing, seperti yang dilakukan Korea hingga saat ini. Aku ingin Indonesia menjadi macan Asia, yang kini telah direbut oleh Jepang dan Korea. Aku ingin melihat bendera kita, sang saka MERAH PUTIH berkibar indah di negeri gingseng. Sungguh, Aku ingin merasakan itu semua!!
Jujur, berat bagiku untuk meyakinkan diri bahwa aku bisa. Cemoohan orang lain begitu menyiksaku. Mereka tak pernah tahu seberapa jauh usaha yang telah ku tempuh hingga saat ini. Yakinlah, bahwa aku bisa mewujudkan semua!! InsyaAllah, suatu saat nanti aku bisa menginjakkan kaki di negeri gingseng!! Bagaimanapun caranya, aku pasti bisa! InsyaAllah, Tuhan akan mengijabah setiap doa dalam sujudku…..
HOPE IS A DREAM THAT DOESN’T SLEEP…….

suatu saat nanti aku akan menginjakkan kaki di HANOK ini….Amin YA Rabb..

Dikira Setan ! !

aduhh aduuuh dosa apa yah gw ampe dikira setan sama bocah2 deket rumah ==a emang ada gitu setan yang imut en pake behel kaya gw??? kalo emang ada berarti ntu setan kelewat modis ><
kejadian ini amat membekas di relung hatiku *ttsssaahhh* mau tau cerita selengkapnya?????? silakan baca penuturan (?) berikut…..

nasip naas menimpa gw waktu nganter nyokap pergi tahlilan. gw lupa tanggal persisnya (kita misalkan aja: tanggal XX bulan XX tahun 2011) waktu itu nyokap minta dianter gara2  gak ada yang mau nebengin nyokap *aduuhh aduhh kasian banget yak nyokap gw >< yaudah,,sebagai anak yang baek hati dan berbakti kepada orang tua serta rajin ngabisin uang jajan (?) gw langsung meng-iya-kan sambil nyengir kuda 😀
berhubung kita perginya habis maghrib jadi gw pake celana panjang warna item plus jaket hoodie kesayangan gw *emang ada hubungannya gitu???
gw pasang kupluk alias hood (tudung) jaketnya dan gw kencengin talinya sehingga yang keliatan cuma muka plus telapak tangan gw *emang mw sholat??* dengan riang gembira dan senyum yang mengembang sampe gigi pada kering (?) gw memacu motor kesayangan ditengah kegelapan malam (halah lebay)
sesampainya di TKP gw langsung nyari posisi yang aman buat markir motor. setelah survei lapangan beberapa menit akhirnya gw mengambil kesimpulan dan keputusan bahwa gw akan nunggu nyokap dibawah pohon mangga yang lumayan besar! lumayan lah buat berteduh *woooyy ini kan malam!!!
yasud,,dengan hati yang lapang dan isi dompet yang menipis gw menunggu nyokap dengan sabar *gw pikir nyokap cuma sebentar…ehhh gak taunya SETENGAH JAM!! SE-TE-NGAH-JAM!!!* untuuuuung gw bawa hape,jadi gw bisa nonton pidio sembari nungguin nyokap. kalo kagak??? masa gw makanin rumput buat jadi camilan??? emang gw karnivora?? #plakk
ditengah2 penantian dibawah pohon mangga berbuah duren (?) ada setitik demi setitik air yang jatuh ke kepala gw
air yang jatuh : tik…tik…tik…
gw : *ngeliat ke atas pohon*
air yang jatuh : tikk…tiik..ttiikk…
gw : *feeling mulai gak enak*
awalnya gw pikir itu cuma khayalan belaka *jjjahhh* tapi setelah logika gw mulai jalan, baru deh gw nyadar kalo itu air HUJAN!! bukan kotoran kuda atau iguana seperti hipotesa gw sebelumnya >,< heuheuheu
yaudah deh udah kepalang tanggung. gw tungguin aja nyokap ampe selesai (meskipun di tengah gerimis ==) tapi emang dasar gw lagi apes, ada2 aja kemalangan yang menimpa gw 😦
sembari nunggu nyokap gw sempet2in buat nonton pidio dari hape gw tersaiank. lagi enak-enaknya nonton pidio tiba2 gw mendengar suara yang sudah tak asing lagi (?) feeling gw sih bilang kalo itu bukan suara biasa, suara yang ringan…penuh celoteh dan pita suara yang bergetar *apadah*
BRAVO!! VOALA!! tebakan anda benar!! itu suara bocah2 yang baru pulang ngaji dari mesjid >_< itu bocah berisik banget dah ampe satu kampung pada takbiran kalo idul fitri ==
dengan riang gembira bocah2 itu berlari kesana kemari sampai beberapa meter dari posisi gw….semakin dekat dengan gw langkah mereka semakin pelan…hati kecil gw berkata kalo di jalan ada kotoran kuda makanya mereka jalannya hati2 banget. tapi dibalik keheningan malam gw bisa mendengar suara samar2 dari bocah2 itu

bocah yang baru pulang ngaji : eh2 liat gak itu??? *sambil nunjuk2 gw*
temen bocah yang baru pulang ngaji : mana mana??
bocah yang baru pulang ngaji : ituuuuuu masa gak liat sih??? *perlahan2 berjalan menghampiri gw,,teteppp sambil nunjuk2*
gw : sialan ni bocah!! *ngomong dalam ati*
temen bocah yang baru pulang ngaji : enggak..emang ada apa??
bocah yang baru pulang ngaji : jangan jangannnn…HANTUU *mulai mengamati gw dengan seksama*
temen bocah yang baru pulang ngaji : hiiii iya2…kok gelap2 gitu?? yang keliatan cuma mukanya doang *bisik2,,tapi tetep aja gw bisa denger semua*
gw : KAMVRETT!!! @#$%^*)(&^$%#$@#!@(^&(*^$#@#!#
bocah yang baru pulang ngaji : KABURRR ADA HANTUU PAKE MOTORRR!!! *ngacir,,tapi ekspresinya seakan2 ngeledekin gw!!!

bener2 dah tu bocah!! bisa2nya bilangin gw hantu >,<!!!! woooiii!! mane ade hantu pake hoodie ala korean style??? bawa motor matic lage!! lagian gw kan nunggunya di bawah pohon mangga bukannya pohon beringin…kok bisa2nya mereka berhipotesa ria en bilang gw HANTU o.O
ckckckck anak2 jaman sekarang emang suka maen hakim sendiri ><

NB : sejak insiden (?) itu gw jadi trauma pake penutup hoodie >,< kalo bawa motor *apalagi malam2* gw pake jaket yang biasa aja,,kalopun pake hoodie, penutupnya kagak gw pasang 😦 huhuhuhuhu sungguh teganya bocah2 itu…masa mudaku suram..aku trauma!!!

 

Beberapa Alasan Kenapa Saya Suka Korea

ehem…
udah lama ya gw gak mampir, belakangan ini gw rada stress gara-gara sebagian besar  impian gw mulai berantakan. gw drop banget beberapa hari ini. gw ngerasa kalo selama ini gw hanyalah seorang pemimpi yang hanya terbangun jika mendapat mimpi buruk *kok malah curhat??* tapi sekarang gw udah semangat lagi 😀 masih ada setumpuk mimpi yang mau gw jemput di masa depan ^0^ HWAITING!!!!

oiya, mungkin banyak yang bertanya-tanya ‘kenapa gw suka banget sama Korea?’. Yup, pertanyaan itu udah bertahun-tahun gw denger dan anehnya gw gak bisa membuktikan secara ilmiah (?) sebenrenya sih gw juga gak tau persis alasan gw suka Korea. Bagi gw ini adalah takdir Allah SWT, dan tau gak? gw pernah berdoa gini “Ya Rabb…beberapa tahun yang lalu Engkau memperkenalkan Hamba pada Korea…dan Hamba berharap beberapa tahun yang akan datang Engkau akan mempertemukan Hamba dengannya”
wkwkwkwkwk sumpah! gw gak tau kenapa gw bisa suka sama Korea! berkali-kali pun ditanya gw pasti bingung buat ngejawab *kalo pun gw jawab pasti asal-asalan aja*

yasud, buat yang  bawel banget nanyain ke gw silakan baca aja :

Question : Kenapa gw suka Korea??

sebelum gw jawab secara normal dan rasional *jjjahhh* alangkah baiknya gw ceritain dulu sejarah perkenalan gw dengan Korea *syalalala*
Ibarat kata pepatah Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Ada Uang Tak Usah Jajan *itu pepatah gw yang nemuin sendiri*

flashback….

Awal perkenalan gw dengan Korea itu udah lama banget, sejak kelas 3 SD gw udah suka nonton film Korea, yahhh kira2 tahun 2002,..berarti gw kenal Korea udah berapa tahun yak?? ada yang bisa jawab?? pemenangnya bakal dapet mug cantik bergambar muka gw 😀
#plakk

Mula-mulanya sih gw tau Korea emang dari film. Perlahan-lahan gw mulai suka lagunya. Oiya, waktu kelas 4 SD gw udah hapal Soundtrack-nya Cheonkukui Gyedan a.k.a Stairway to Heaven yang judulnya Bogoshipda (I Miss You). whaha~ sejak saat itu gw mulai suka All About Korea! Sampai sekarang!! *PROUD*

Nahh,,berikut ini beberapa alasan gw suka Korea :

1. Menurut gw Korea itu unik. Gw kagum banget sama Kerajaan Korea masa lalu (Silla, dinasti Han dll) mereka bisa mempertahankan sinar kekuasaannya hingga saat ini. Bahkan beberapa tempat bekas Kerajaan masa lalu dijadikan sebagai cagar budaya dan pusat wisata sejarah! keren gak tuh?!

2. Korea itu tertib banget cuy!!! Jujur, gw emang belum pernah ke Korea *but, I HOPE* tapi setidaknya gw tahu lah sedikit banyak tentang Korea. Masyarakat Korea gak mau menyerobot antrian meskipun atrian itu panjaaaaaaaaaaaaang banget >< *itu yang paling gw suka! beda banget sama yang gw alami sehari2*

3. Mayarakat Korea itu RAJIN! kebayang gak sih kalo pelajar di Indonesia baru pulang sekolah pada jam 11 malam????? *pelajar says : gak banget deh* Nahh kalo di Korea itu hal yang biasaa~ apalagi kalo udah deket2 hari ujian, mereka bakal mati-matian buat belajar! bahkan mereka rela untuk bermalam di skull *gw mah pengen buru2 pulang kalo udah nyampe skull*
Itu yang bikin gw jatuh Cinta sama Korea. Gw berharap suatu saat nanti gw bisa merasakan suasana yang seperti itu *Amin Ya Allah*

4. Orang Korea itu sadar budaya. Mereka bisa mempertahankan budaya bangsanya hingga saat ini. Meskipun mereka tetap mengadopsi budaya luar, tapi mereka bisa menyeimbangkannya dengan budaya lokal *gw harap masyarakat Indonesia juga bisa gitu*

5. Alasan terakhir dan paling rasional menurut gw adalah TAKDIR. Tak ada satupun daun yang jatuh kecuali atas izin Allah. Dan teori itu juga berlaku bagi gw sama Korea. Gak mungkin gw bisa kenal Korea tanpa izin Allah, dan atas izin Allah pula kita akan bertemu…Mannasseo Bangawoyo Daehanminguk ^^

masih ada yang mau nanya kenapa gw suka Korea??
silakan komen aja yak ^^ sapa tau gw nemuin alasan-alasan baru yang lebih rasional bagi kalian 😀

 

Suatu saat nanti gw pingin ke menara ini, Namsan Tower yang ada di jantung Kota Seoul