Don’t Judge the Boyband from Their Face (?)

Errr– kayanya otak gue masih ‘terkontaminasi’ virus boyband. Tapi emang susah sih, bebas secara resmi (?) dari pengaruh hallyu wave. Soalnya gue ini kpopers veteran, yang suka Kpop jauh sebelum demam Korea melanda Indonesia (entah apa hubungannya)

Kalo ada yang bilang “Jangan menilai sesuatu dari kemasannya”, gue agak kurang setuju sama kalimat tersebut. Dimana-mana, elemen visual adalah hal yang penting. Ibarat kata, dari mata turun ke hati. Gimana lo bakalan suka sama sesuatu kalo lo gak pernah melihat sesuatu tersebut? Masakan aja perlu garnish biar keliatan menggoda (soal rasa urusan belakangan, kalo udah liat masakan yang tampilannya memukau, siapa yang gak mau nyobain?) *dan gue pun dipukulin sampe jadi cakep*

Well, gue juga gak munafik. Pada awalnya gue suka sama boyband Korea karena tampang mereka yang good-looking. Tapi itu dulu, waktu gue masih jadi kecebong labil yang gak bisa bedain yang mana kumis mana alis. Kalo sekarang, gue lebih melihat pada karya dan perjuangan mereka. Sekarang, gue jadi banyak belajar hal-hal baru dari mereka. Sekarang, gue jadi tau apa itu berjuang, dan apa itu belajar, dan apa itu kumis, dan apa itu alis (gue dicocol pake jeruk nipis)

Tampang good-looking yang dimiliki personil boyband Korea emang merupakan bagian dari packaging mereka. Ibarat kata sebuah perusahaan makanan, pastinya mereka memerlukan kemasan yang “layak jual” bukan? Biar para konsumen tau, “Ooohh jadi ini produk makanan toh, bukannya spray pembasmi serangga”. Nah, hal yang sama juga berlaku di dunia boyband. Talenta yang mereka miliki harus dikemas dengan apik, bukan? Biar para penonton pada tau, “Ooohh jadi mereka ini boyband toh, bukannya paduan suara dari TK sebelah”

Oke, karena pembahasan gue mulai gak fokus (akibat semalam mimpi dikejar-kejar alien bermata setengah), gue langsung aja masuk ke pembahasan utama.

Well, industri hiburan di Korea emang lagi booming di beberapa negara (termasuk Indonesia). Gak cuma industri hiburan mereka yang merajai pasar, produk-produk buatan mereka pun sekarang bisa dijumpai disetiap genggaman orang Indonesia.

Bicara soal kemajuan di Korea, semuanya gak lepas dari sokongan pemerintahnya. Setahu gue, pemerintah Korea punya peranan penting dalam penyebaran hallyu wave (Korean virus) ke beberapa negara. Yah, bisa jadi pemerintah Korea memberikan sokongan dana yang cukup besar demi menyebarnya hallyu wave ke seluruh dunia. Terbukti, kan? Pemerintah Korea selalu memakai “jasa” boyband disetiap peringatan ‘ulang tahun’ hubungan bilateral mereka dengan negara lain. Contohnya pada konser KIMCHI di Jakarta tahun 2011 kemaren. Bagi anak-anak Kpopers kayak gue, konser KIMCHI ya konser Kpop biasa, yang menampilkan calon cemceman masa depan gue. Tapi bagi pemerintah Korea, bisa jadi hal ini merupakan strategi politik. Iya, sambil menyelam minum air kelapa (?). Mempromosikan “aset berharga” mereka sambil mempererat hubungan bilateral antar kedua negara.

Tapi, ibarat kata pepatah yang ditulis Albert Einstein dalam buku diary-nya, gaya akan selalu berbanding lurus dengan usaha. Iya, usaha pemerintah Korea dalam “menginveksi” dunia emang gak sia-sia. Liat aja, ada berapa banyak turis yang berkunjung ke Korea setelah adanya hallyu wave? Ada berapa banyak mahasiswa penasaran yang ingin belajar ke Korea? Ada berapa banyak gadget mania yang memakai produk buatan mereka setelah menonton drama Korea? Jumlahnya fantastis bro! Jumlahnya melibihi jumlah uang receh yang gue punya!

Ah sudahlah. Dari tadi gue ngoceh mulu. Mending langsung masuk ke topik utama aja yaa (jadi dari tadi lagi ngebahas apa TT-TT)

Untuk menjadi anggota boyband di Korea gak semudah membalikkan halaman buku matematika. Butuh proses yang sangat panjang hingga akhirnya mereka bisa sukses dan diakui sebagai hallyu star.

Kebanyakan dari anggota boyband tersebut mengalami tahapan demi tahapan sebelum akhirnya mereka benar-benar debut dan benar-benar muncul di TV. Mulai dari audisi, training, pre-debut, debut, dan akhirnya terkenal. Iya, prosesnya emang panjang dan melelahkan. So, masih berani bilang kalo boyband korea cuma bisa bedakan doang?

Niht gue kasih tahapan-tahapan sebelum menjadi boyband terkenal. Tentunya ini versi yang gue ketahui yaa…

Pencarian bakat

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam pencarian bakat. Bisa berupa audisi, atau bisa berupa pencarian langsung oleh agensi yang bersangkutan. Iya, dua cara ini yang lumrah dilakukan oleh agensi artis di Korea. Kebanyakan diantara agensi tersebut melakukan audisi (layaknya audisi pencarian bakat yang ada di Indonesia) untuk menemukan/menyaring calon-calon artis yang mereka inginkan. Audisi yang mereka lakukan gak cuma di Korea aja, tapi udah merambah ke beberapa negara, seperti China, Thailand, dan Kanada. Bahkan untuk audisi yang dilakukan oleh SMEnt (salah satu agensi artis terbesar di Korea) di tahun 2014 kali ini, mereka memasukkan Indonesia dan beberapa negara tetangga lainnya untuk dikunjungi. So, kemungkinannya, gak cuma orang Korea yang bakal jadi hallyu star, orang Indonesia juga punya peluang untuk berkarir di negara tersebut.

j5

Nah, saat audisi, para peserta diminta untuk menunjukkan bakat yang mereka miliki. Gak cuma nyanyi, pokoknya, apapun yang kalian bisa, tunjukin aja. Soalnya agensi di Korea gak cuma mencari orang-orang yang bisa nyanyi, tapi juga bisa dance, mc, akting, bermain musik, dan yang paling penting, berkepribadian baik. Intinya, orang-orang yang lulus audisi hanyalah orang-orang yang berbakat. Ibarat kata, bakat adalah yang utama, soal wajah itu bisa menyesuaikan 😀 (dan gue pun dijejelin silikon padat)

Untuk bisa lolos audisi emang gak gampang. Soalnya ada ribuan pesaing yang juga memiliki bakat yang sama atau bahkan lebih baik. Malah untuk audisi di luar negeri, kemungkinan untuk bisa lolos semakin kecil (seperti Hangeng yang lolos audisi SMEnt di China, setelah mengalahkan 4000-an peserta lainnya)

Bahkan, ada beberapa idol kpop yang harus mengikuti audisi berkali-kali, baru deh, dinyatakan lulus dan akhirnya menjadi seorang selebriti. So, audisi itu gak gampang!

Nih gue kasih beberapa foto para Kpop Idol saat audisi dahulu…

yesung sebelum debut

vlcsnap-2011-10-30-22h08m35s71

Eu74Q_2-716877

Coba tebak, diusia berapakah mereka melakukan audisi?

images

Pada umumnya agensi di Korea menjaring anak-anak muda berbakat dengan usia dibawah 18 tahun. Kenapa musti anak-anak usia belasan? Karena pertimbangan masa training yang cukup lama makanya agensi di Korea lebih memilih untuk merekrut anak-anak usia dini (?). Coba lo bayangin, kalo gue baru ikut audisi di usia 20 tahun dan dinyatakan lolos, gue musti menjalani masa training sekitar 2-5 tahun (bahkan untuk beberapa idol bisa menjalani hingga 7-8 tahun masa training). Lah, kalo gue ditraining selama 5 tahun, gue bakal debut di usia berapa coba? 25 tahun? Yang ada malah orang-orang bakalan muntah-muntah ngeliat muka gue yang udah keriput sana-sini.

Selain pertimbangan masa training yang cukup lama, alasan agensi Korea memilih anak-anak usia belasan adalah, kemampuan untuk memahami materi. Soalnya, semakin tua usia seseorang, maka akan semakin sulit dalam menerima materi pelajaran. Semakin muda usia seseorang, maka tubuhnya akan semakin lentur dan semakin mudah untuk “diolah”

Oiya, ada beberapa idol di Korea ditemukan secara tidak sengaja oleh para pencari bakat. Misalnya Oh Sehun (adik sekaligus calon cemceman gue) yang ditemukan secara tidak sengaja oleh staf SMEnt pada saat ia masih kelas 6 SD. Staf tersebut menawarinya untuk ikut audisi, dan sekarang, si anak SD tersebut telah menjadi….member sebuah boyband bernama EXO.

Well, lolos audisi di sebuah agensi ternama merupakan kebanggaan tersendiri bagi para remaja di Korea. Karena gak semua orang bisa lolos audisi, dan gak semua orang yang memiliki bakat. Tapi perjuangan masih belum selesai, bro. Masih ada tahapan berikutnya yaitu…

Training

Setelah melewati proses audisi dan mengalahkan ribuan pesaing, maka, disinilah mereka berada…

u5u

Training, adalah masa-masa penantian paling mendebarkan bagi calon idol yang lolos audisi. Setelah dinyatakan lolos audisi, mereka harus menjalani sebuah training selama bertahun-tahun. Saat ditraining, mereka harus menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat latihan, untuk memperbaiki dan meningkatkan skill masing-masing. Kemampuan dance, menyanyi, bermain musik, mencipta lagu atau bahkan akting, semua mereka pelajari dan kembangkan saat masa training. Oiya, gak cuma hal itu yang mereka dapatkan selama traning. Mereka juga diajarkan bagaimana menjadi seorang idola besar, mereka diajarkan bagaimana caranya bersikap di depan umum, bagaimana caranya berjalan, bagaimana caranya mengontrol ekspresi saat di depan kamera, dan lain-lain. Pokoknya, all about kehidupan selebritis harus mereka kuasai. Sebelum mereka benar-benar terjun ke publik dan benar-benar menjadi selebriti yang sesungguhnya. Makanya, jangan heran, kebanyakan artis di Korea sana sangat pandai menjaga sikap dan tutur katanya saat berada di depan publik. Soalnya mereka telah dilatih selama bertahun-tahun untuk menjadi calon selebriti. So, mungkin di Korea sana gak ada istilah “artis karbitan” 😀

SeungriTrainees-575x361

Well, menurut gue training adalah masa-masa paling sulit bagi seorang calon kpop star. Kenapa? Karena mereka harus rela kehilangan waktu berkumpul bersama keluarga, waktu bermain bersama teman-teman, dan harus membagi waktu untuk belajar.

Waktu yang mereka gunakan untuk berlatih jauh lebih banyak ketimbang waktu yang mereka gunakan untuk beristirahat. Coba bayangkan, kalo lo musti sekolah tiap hari, dan sepulang sekolah lo musti pergi ke tempat latihan (beberapa idol ada yang tinggal di asrama, dan ada beberapa yang tetap tinggal bersama orang tuanya jika rumah mereka memang dekat dengan tempat latihan), dan di tempat latihan lo musti menyanyi, dance, bermain musik, dan lain-lain. Kebayang capeknya?

Lah, gimana dengan idol yang berasal dari luar Korea? Tentunya mereka harus siap dengan segala resiko yang ada. Memutuskan untuk bergabung dengan sebuah agensi di Korea berarti harus siap berpisah dengan keluarga. Iya, para idol yang berasal dari luar negeri harus mengikuti training di Korea dan harus berpisah dengan keluarganya selama bertahun-tahun. Kebayang betapa rindunya mereka sama keluarga masing-masing?

Nih, gue kasih gambar Kris ge (cemceman gue) yang katanya mengalami masa-masa sulit saat training di korea…

Screenshot (37)

Screenshot (39)

Nih, ada juga idol (member EXO) yang berasal dari luar Korea

Screenshot (41)

Screenshot (38)

Screenshot (40)

Nah, udah kebayang kan? Jadi idol di Korea itu gak gampang. Selain harus menjalani masa training selama bertahun-tahun, para calon idol juga dihantui perasaan was-was. Kenapa? Karena selama masa training, mereka masih menunggu “Debut atau Gak Debut”

Iya, meskipun udah lolos audisi dan menjalani masa training, si calon idol tersebut masih belum mendapat kepastian apakah mereka bisa debut atau enggak, apakah mereka akan menjadi seorang artis atau enggak. Jadi, masa training bukanlah jaminan bagi seorang idol untuk debut.

Pada beberapa kasus, ada idol yang hanya menjalani masa training selama 1 tahun (atau bahkan hanya beberapa bulan saja) dan langsung debut menjadi artis. Ada juga idol yang udah ditraining bertahun-tahun, tapi gak pernah debut secara resmi. Iya, kalo menurut gue sih, masa-masa training ibaratkan siswa kelas 3 SMA. Lo musti belajar mati-matian menjelang kelulusan, tapi gak ada jaminan kalo lo bisa lulus UN, kan? Meskipun lo udah bimbel sana sini, tapi masih ada kemungkinan kalo lo gak lulus SMA, kan? Nah, kira-kira masa training itu begitu tuh. Meskipun lo udah ditraining cukup lama, tapi masih ada kemungkinan kalo lo gak bakal jadi artis besar. Semuanya tergantung dari peningkatan skill yang lo lakukan selama training. Dan satu lagi, semuanya bergantung pada kebijakan dari agensi yang bersangkutan (apakah pihak agensi mau memakai “jasa” si idol atau enggak).

Nah, masa-masa penantian seperti ini yang membuat para idol semakin was-was. Coba bayangkan, kalo lo udah ditraining selama beberapa tahun tapi ujung-ujungnya lo malah gak jadi debut sebagai artis. Hal ini yang terkadang membuat para calon idol menjadi hopeless, dan malah berputus asa. Saat mereka udah ditraining selama bertahun-tahun dan belum juga debut, pasti akan ada pemikiran “Gue kapan debutnya?” atau, “Gue jadi sebut gak, sih?”

Tapi, waktu emang gak pernah bohong. Lamanya masa training emang berbanding lurus dengan skill yang mereka miliki. Jadi jangan heran kalo member boyband di Korea bisa melakukan banyak hal diluar menyanyi dan dance. Ada banyak idol yang pada akhirnya terjun menjadi MC, aktor, komposer, atau bidang entertain lainnya. Semua itu berkat masa training yang mereka jalani. Jadi, disaat mereka terjun ke dunia artis, mereka telah memiliki bekal yang cukup layak untuk disajikan kepada penonton.

So, masih mau men-judge kalo boyband Korea cuma bermodalkan tampang?

Pre-Debut

Nah, setelah menunggu cukup lama selama masa training, disinilah mereka mulai menemukan titik cerah. Para trainee yang dianggap “layak” secara skill, akan dikelompokkan dan mulai memikirkan konsep seperti apa yang akan mereka pakai saat debut nanti.

Mungkin, saat-saat predebut seperti ini adalah saat-saat paling membahagiakan. Karena setelah menunggu begitu lama, akhirnya mereka akan memulai debut sebagai seorang artis.

577

98u8

Disaat pre-debut, para calon idol mulai melakukan perubahan dan latihan besar-besaran. Soalnya, mereka udah mulai memfokuskan diri pada konsep yang akan mereka pakai pada saat debut nanti. Saat masa pre-debut, mereka mulai latihan koreografi, latihan vokal, dan mulai membangun karakter masing-masing. Semuanya dilakukan agar pada saat debut nanti, apa yang mereka lakukan bisa sesuai dengan konsep yang telah ditentukan.

Selama masa pre-debut mereka akan melakukan latihan koreografi secara intensif…

92503050

6y

youtube-se7en-_digital-bounce_-choreo-practice-clip-hd-295

Latihan vokal…

yesungdonghaeeunhyuk

vjh

Misalnya nih, beberapa orang trainee yang dianggap “layak” mulai dikelompokkan kedalam sebuah grup. Para trainee tersebut mulai digembleng sesuai konsep yang akan mereka pakai. Mulai dari fashion, style rambut, mimik wajah, karakter vokal, bahkan cara berbicara. Contohnya, idol dari JYPEnt, yaitu 2PM dan 2AM. Dua idol ini emang berasal dari agensi yang sama, dan bahkan nama grup mereka pun hampir sama. Tapi yang membedakan keduanya adalah konsep yang mereka pakai saat debut dahulu. 2PM lebih menekankan imej sebagai “pria maskulin” sedangkan 2AM lebih menonjolkan kemampuan vokal mereka yang diatas rata-rata.

Tampilan mereka pun menyesuaikan konsep yang mereka usung. 2PM selalu berpakaian layaknya pria maskulin, begitu juga saat tampil di atas panggung, mereka akan memperlihatkan ekspresi wajah yang sedikit sangar (karena imej yang ingin mereka tonjolkan). Sedangkan 2AM lebih menonjolkan kemampuan vokal mereka dengan menyanyikan lagu-lagu ballad (dengan koreografi seadanya, berbeda dengan 2PM yang menonjolkan koreografi maskulin)

Nah, udah kebayang masa pre-debut itu kayak gimana? Intinya sih, saat pre-debut adalah saat dimana lo mulai menemukan secercah harapan untuk menjadi seorang artis. Saat dimana lo harus berlatih lebih keras lagi. Saat dimana lo harus mulai menyesuaikan diri dengan konsep, koreografi, dan lagu yang baru (yang sesuai dengan imej yang ingin ditonjolkan). Saat dimana lo harus mulai membiasakan diri dengan kehidupan yang keras sebagai seorang idol. Dan saat dimana lo harus menyanggupkan diri dengan masa promo yang gak cuma sebentar.

Debut

Setelah melakukan latihan dan pembangunan karakter  saat masa-masa pre-debut, para idol pun pada akhirnya melakukan debut secara resmi.

tyhth

Biasanya pihak agensi telah menjadwalkan kapan mereka akan debut secara resmi. Biasanya lagi, para rookie (idol yang baru debut) akan melakukan penampilan perdananya pada acara-acara musik mingguan seperti Mnet, Music Bank, dan Music Core. Biasanya lagi, sebelum debut, mereka akan merilis sebuah teaser terlebih dahulu (bisa berupa foto maupun video). Tujuannya sih buat ngasih bocoran pada para fans. Tujuan lainnya mungkin untuk melihat seberapa besar antusias penonton terhadap konsep yang mereka usung.

8iukj

56Nih, gue kasih beberapa teaser EXO sebelum melakukan debut secara resmi pada tahun 2012 yang lalu

gsr

jnliu

68i

jnoj

Biasanya, agensi sang idol akan me-reveal beberapa hal sebelum “anak asuhnya” melakukan debut secara resmi. Contohnya, sebelum debut secara resmi, pihak agensi dari EXO (SMEnt) telah merilis beberapa teaser (sekitar 4 bulan sebelum mereka debut). Profil dari para member juga dibeberkan ke publik. Selain itu, saat merilis teaser, mereka tetap mempertahankan konsep yang mereka usung sejak awal. Ibarat kata, pakaian yang mereka kenakan dalam teaser adalah gambaran konsep dari album yang akan mereka rilis. Dan satu lagi, gak ada istilah “out of concept” bagi para idol di Korea. Karena mereka konsisten dengan apa yang telah mereka rancang sebelumnya.

Nah, masa debut dalah masa paling sibuk bagi para idol. Karena mereka harus melakukan promo ke beberapa stasiun TV (dengan tampil di acara musik mingguan), promo ke radio-radio, talk-show, wawancara, melakukan fans-signing di beberapa tempat, atau bahkan tour ke daerah-daerah. Intinya, jika sudah melakukan debut, para idol harus siap untuk tidur kurang dari 8 jam!

Kira-kira beginilah aktifitas mereka setelah debut…

9iQlj

mWw6Q

iuih

Kalau dulu mereka musti antri untuk ikut audisi, seperti ini…

SM-Global-Audition-4

Sekarang, lihatlah antrian ini…

infinite-second-invasion-concert-korea-111

0000393680

konser-jyj-tokyo-dome-15

Jika dulu mereka bukanlah siapa-siapa, maka sekarang, inilah mereka…

supershowfive16

infinite-tour-2-640x394

super-junior-show-4

Intinya sih, gue cuma pengen nyampein satu hal. Bahwa untuk menjadi seorang idol (idola) di Korea itu gak gampang. Harus melalui tahapan yang sangat panjang dan kerja keras yang gak tanggung-tanggung. Karena persaingan di Korea itu sangat keras. Ada banyak idol/artis disana yang bunuh diri gara-gara stress karena tuntutan pekerjaan. Bahkan, ada agensi di Korea yang menerapkan sistem “kontrak budak”. Iya, agensi tersebut memberlakukan kontrak eksklusif pada si artis selama 13-15 tahun. Artinya, si artis hanya boleh berkarir dibawah naungan agensi tersebut, selama 15 tahun penuh! Hal ini disebabkan karena pihak agensi yang seakan ingin “balik modal”. Iya, pada masa training hingga debut, semua keperluan calon idol dibiayai oleh pihak agensi. Mulai dari tempat tinggal, biaya makan, bahkan biaya untuk kostum pun semuanya berasal dari pihak agensi. Coba bayangkan, kalo lo ditraining selama 7 tahun, ada berapa banyak biaya yang lo butuhkan? Makanya, si agensi yang bersangkutan memberlakukan “kontrak budak” agar biaya yang mereka keluarkan untuk si artis selama masa training bisa balik lagi (intinya sih mereka gak mau rugi).

Well, sekali lagi, untuk jadi idol di Korea (terutama anggota boyband) itu gak hanya bermodalkan tampang. Semuanya bergantung pada skill yang mereka miliki. Untuk sampai pada puncak kejayaan, mereka harus melewati fase-fase tersulit sebagai seorang trainee. Jadi jangan lagi berpikir bahwa, “Ah, member boyband cuma bisa bedakan doang” atau, “Mereka cuma bisa lipsync sambil nari-nari gajelas”

Saran gue nih, coba deh nonton film “I AM”. Film itu menceritakan perjuangan para kpop idol dari titik NOL sebelum akhirnya mereka bisa menjadi bintang besar seperti sekarang. Dalam film tersebut juga diceritakan bagaimana masa-masa sulit mereka saat menjadi trainee. Pokoknya all about perjuangan untuk menjadi seorang idola ada dalam film tersebut.

Oke, sebagai penutup, gue mau kasih beberapa alasan kenapa gue bisa suka sama boyband Korea. Pertama, karena perjuangan mereka untuk menjadi seorang idola itu gak gampang. Mereka harus melalui tahapan-tahapan berat terlebih dahulu. Kedua, karena semangat juang mereka yang tinggi. Mereka bisa berlatih 8-12 jam per hari demi meningkatkan skill yang mereka miliki. Bahkan, mereka hanya tidur selama 4-5 jam per hari menjelang perilisan album. Ketiga, karena mereka sangat menghormati para senior. Iya, di Korea sana ada semacam istilah hoobae-sunbae (junior-senior). Meskipun usia lo lebih tua tapi lo debutnya belakangan, lo tetep harus sopan sama mereka yang udah debut duluan. Misalnya, Seo In Guk yang setahun lebih tua dari Kyuhyun Super Junior. Meskipun Seo In Guk lebih tua, tapi dalam kehidupan sehari-hari ia tetap memanggil Kyuhyun dengan sebutan Sunbae, karena Kyuhyun lebih dulu terjun ke dunia hiburan. Dan terakhir, alasan keempat, karena mereka gak pernah lupa daratan. Meskipun udah jadi bintang besar, mereka tetap down to earth…

sj bow

large

SS4INA-1-602x400

Well, disini gue gak ngebelain siapa-siapa. Gue cuma pengen ngerubah paradigma orang-orang yang beranggapan bahwa boyband Korea cuma bermodalkan tampang. Intinya, gue cuma pengen bilang, Boyband Korea punya skill yang layak jual. Kalo soal tampang, itu emang udah nilai plus bagi mereka 😀

Salam damai dari seorang fangirl abadi ^^

[Just For Fun] UFO TOWN Salah Sambung (Part 3)

Eh gak nyangka ya, kalo tulisan abstrak gue ini ada yang suka 😀 Kalo karya kita itu mendapatkan apresiasi dari para pembaca, rasanya tuh kaya baru keluar dari pantatnya gajah terus langsung mandi di sungai Nil. Seger banget! (ini penting banget buat gue tulis)

Well, beberapa waktu yang lalu gue pernah posting UFO TOWN Salah Sambung part1 sama part2. Berhubung ada yang suka dan ada yang request part selanjutnya, maka hari ini gue bakalan posting UFO TOWN Salah Sambung part 3. Semoga suka ya ^^ Semoga bisa membuat kalian sedikit lebih rileks (?)

 

==========UFOTOWN Salah Sambung Part 3=========

 

ELF : Oppa udah lama ga buka twitter ya?
Kyuhyun : Iya nih. Oppa lupa naroh kuncinya dimana -,-
*dikira kunci lemari*
#KyuhyunGagapTeknologi

 

ELF : Sebelum masuk SMEnt, oppa pernah ikut audisi lainnya gak?
Kangin : Pernah
ELF : Audisi apa?
Kangin : Cherrybelle cari Chibi =,=
#KanginSalahAudisi

 

ELF : Oppa gak Jum’atan?
Siwon : Enggak
ELF : Kenapa?
Siwon : Ini kan hari Sabtu bego >,<
#SiwonSalahEmosi

 

ELF : Oppa, yuk kita Jum’atan bareng!
Siwon : Ogah! Lu kan cewek! Ngapain ikut Jum’atan ><
#SiwonSalahEmosiLagi

ELF : Kenapa sih nilai di raport aku pada merah semua 😥
Donghae : Segera hubungi detektif Conan!! Siapa tau wali kelas kamu itu seorang Cassiopeia!
*malah ngaco*
#DonghaeSalahAsumsi

 

ELF : Ddangkoma, main yuk!
Yesung : Ddangkoma lagi studi banding ke Zimbabwe. Jangan diganggu!
#YesungSangMajikanProtektif

 

ELF : Temen aku ada yang mirip Oppa, loh!
Eunhyuk : Amacacii?? Ciyuusss? Enelan?? Miappaahh?? Cumpee looee??
ELF : *buru-buru logout*
#EunhyukMulaiAlay

 

ELF : Mereka bilang aku jelek 😦
Shindong : Kamu gak jelek kok. Cuma kurang cantik aja
ELF : *mulut keluar busa*
#ShindongSalahTanggapan

 

ELF : Oppa, mereka bilang aku jelek!
Sungmin : Tenang. Masih ada yang lebih jelek dari kamu. Tuh, liat aja si Ddangkoma!
*kokom siap-siap bunuh diri*
#SungminTelahMenyakitiHatiKokom

 

ELF : Oppa punya twitter gak?
Heechul : Punya. Tapi udah digusur sama yang punya lahan =,=
*dikira pedagang kaki lima*
#HeechulSalahSambung

 

ELF : Oppa kalo keramas pake shampo apa?
Ryeowook : Clear sekali bilas -,-
#RyeowookSalahLiatIklan

 

 

Udahan dulu ya 😀 Gue ngantuk nih, semalam ngerjain sketsa London Bridge ampe jam 11 (info ini penting banget buat gue tulis). Kapan-kapan gue sambung lagi ya ^^

[Just For Fun] Super Junior Salah Sambung

Eh kenapa gue bawaannya nulis yang lucu-lucu terus ya?? Apa gue kena sindrom Ddangkomanisme? *itu nama penyakit yang paling berbahaya di luar angkasa sana* Ah bodo lah. Yang penting hepi 😀 Nyook dibaca ^^

 

***SUPER JUNIOR SALAH SAMBUNG***

 

Kyuhyun : Hyung, ada baygon gak?
Siwon : Ada tuh. Buat apaan sih? Kan gak ada nyamuk
Kyuhyun : Buat keramas. Gatel banget nih. Udah lepek juga =,,=
Siwon : *ayan*
#KyuhyunSalahPakeMerekShampo

 

Donghae : Bapak kamu jualan batagor ya?
Jessica : Ih kok tau sih?
Donghae : Nih..Kemaren aku lupa bayar 😀
Jessica : *langsung cari bapak baru*
#DonghaeSalahGombal

 

Eunhyuk : Sereal punya siapa nih?
Yesung : Udah makan aja..gak ada yang ngelarang kok
Eunhyuk : Tapi kok rasanya agak pait ya?
Yesung : Iya, tu kan pup ddangkoma -,- mirip sereal, kan? Emang dah, si Ddangkoma kreatif banget bisa memproduksi pup dengan berbagai bentuk XDD *bangga*
Eunhyuk : *buru-buru ke dokter THT*
#DdangkomaIsback

 

Sungmin : Gue suka DBSK. Kalo elo?
Ryeowook : Gue ga begitu suka sama DBSK. Gue sukanya sama TVXQ..apalagi Suho..Ihh keren banget tau!
*ini yang bego siapa??*
#RyeowookSalahManajemen

 

Shindong : Hyung mau masuk wamil ya?
Leeteuk : Iya nih. Enaknya milih jurusan apa ya? Kalo Teknik cocok gak?
*dikira mau masuk Universitas*
#LeeteukSalahSambung

 

Leeteuk : Eh elo baru keluar wamil, kan?
Kangin : Iya. Emang kenapa hyung?
Leeteuk : Di wamil ada mata pelajaran matematika dasar, gak? Fisika? Kimia? Biologi? Pancasila? Bahasa daerah?
Kangin : !@#$%^&*()^%$#@!@#$%
#LeeteukParnoGara-garaMauMasukWamil

 

Sungmin : Gue suka banget ini film
Kyuhyun : Iya. Keren banget. Ada orang naik elang!
*ternyata lagi nonton tutur tinular*
#KyuMinSalahPencetStasiunTV

 

Siwon : Elo suka EXO gak?
Ryeowook: Suka banget..
Siwon : Gue suka Sehun. Kalo elo suka siapa?
Ryeowook : Gue suka morgan. Apalagi semenjak dia udah brewokan..beuh!!
*ini sebenernya lagi ngomongin grup yang mana??*
#RyeowookSalahPilihGrup

 

Siwon : Elo suka EXO, kan?
Ryeowook : Iyeee gue suka..
Siwon : Elo suka lagu yang mana?
Ryeowook : Senyum semangat -___-
#RyeowookGaBisaBedainGrup

 

 

create by :@muthisuju
TAKE OUT WITH FULL CREDITS!

[Just For Fun] UFOTOWN Salah Sambung (part 2)

Udah baca postingan gue tentang UFO TOWN Salah Sambung? Nah, yang ini lanjutannya. Silakan dibaca lagi ya. Semoga lucu dan membuat anda terbahak-bahak 😀 *author ngarep banget*

 

ELF : Oppa, aku baru aja putus 😥
Yesung : Tenang. Cowok di dunia ini ga cuma dia aja…masih ada Amber kok yang mau nerima kamu
ELF : *pura-pura mati*
#YesungSalahPengertian

 

ELF : Oppa, baygon di rumah aku habis
Kyuhyun : Trus gue musti koprol sambil bilang WOW gitu?
ELF : *buru-buru pulang*
#KyuhyunKorbanIklan

 

ELF : Kaki aku lecet nih. Oppa bantu obatin dong..
Donghae : Makanya! Jangan nyolong ayam tetangga! Akhirnya digebukin warga, kan?
ELF : Haa?? *mulut keluar busa*
#DonghaeOtakKriminal

 

ELF : Siapa member Super Junior yang masih jomblo?
Yesung : Ga ada yang jomblo…kecuali Amber -,-
*lagi-lagi Amber*
#YesungKenaSindromAMBERitis (?)

 

ELF : Oppa sikat gigi pake apa?
Shindong : Pake jari kakinya ddangkoma
#GLEEKK
#ShindongSalahPakeAlat

 

ELF : Siapa yang paling imut di Super Junior?
Ryeowook : W y9 plin9 im0etz..npa? U 9 ska m W? heeeeeeeeeeee
#RyeowookKembaliTerJAJANG

 

ELF : Oppa, gimana caranya ngebedain antara D.O sama Morgan?
Eunhyuk : Itung tahi lalatnya. Yang tahi lalatnya paling banyak itu Suho -,-
*ini siapa yang bego??*
#EunhyukSalahMetode

ELF : Siapa member yang paling kaya?
Yesung : Semuanya kaya..kecuali ddangkoma..idup aja masih numpang =,=
*ddangkoma siap-siap minggat*
#DdangkomaSalahMajikan

 

ELF : Lee Sung Min! Saranghae!!
Siwon : Sungmin lagi ke salon..jadi bilang Saranghae nya ke aku aja
#SiwonGakMauRugi

 

 

Eh, udahan dulu ya. Gue mau kuliah nih 😀 Ntar disambung lagi..
Oiya, ini semua buat lucu-lucuan aja. Gak ada maksud untuk menghina apalagi menjelek-jelekan orang lain 😀

DO NOT PLAGIARISM!

[Just For Fun] UFO TOWN Salah Sambung

Asik. Asik. Asik.
Salam ALAY dari gue.

Well, udah pada tau UFO TOWN kan? BUat yang belum tau, UFO TOWN itu sebuah situs web (di Korea yang tulisannya Hangul semua) yang memungkinkan kita (para fans) bisa berkomunikasi dengan idola kita 😀 Yah, kaya chatting gitu deh. Kita nulis sesuatu di situ ufotown.com *tentunya musti login dulu* ntar para idola kita bakal ngebales tulisan kita *tapi gak semuanya di bales sih*

Yaudah deh, daripada bingung mending baca aja cuplikan (?) UFO TOWN Salah Sambung berikut ini 😀

 

ELF : Halooo
Kyuhyun : Halooo ini siapa ya?
ELF : Ini Charly
Kyuhyun : Ketty?
ELF : Charly! Charly!
Kyuhyun : Doni??
ELF : C!! C!! Charly!! Charly!!
Kyuhyun :Ohhh Taliii
ELF : *mati*
#KyuhyunSalahSambung

 

ELF : Oppa, saranghae!
Siwon : Oppa Gangnam Style! Heeiii Sexy lady! Opp~ Opp~ Oppa gangnam style!
*malah duet bareng PSY*
#SiwonGantiinKudanya *PLAKKK*

 

ELF : Oppa..aku lagi sakit tenggorokan TT,TT
Kyuhyun : Nih, minum baygon sebelum tidur dan sesudah sarapan
#KyuhyunSalahObat

 

ELF : Sungmin oppa, kapan kawin?
Sungmin : Mei
ELF : Ah..oppa pasti mau jawab Maybe yes, maybe no! Iya, kan??
Sungmin : Oppa ga bakalan mau kawin MEIlainkan sama kamuuu~
#eaaaaa
#SungminSalahGombal

 

ELF : Oppa, di kamarku banyak nyamuk nih >,<
Kyuhyun : Makanya! Udah dibilangin minum baygon sebelum tidur! Kamunya bandel sih!
#KyuhyunSalahSolusi

 

ELF : Leeteuk oppa kapan masuk wamil?
Leeteuk : Kapan-kapan aja deh. Lagi banyak job nih. Di salon lagi pada banyak pelanggan cyiin~ capcyuss~
#LeeteukSalahJob

ELF : Sekarang oppa lagi pacaran sama siapa?
Ryeowook : W lg jomblo..coz W dah 9 pcaya lg ama y9 namanya cnta..W dh sring dsakiti heeeeeeeeeeeee
ELF : *buru-buru logout*
#RyeowookTerJAJANG

 

ELF : Oppa, besok aku mau ulangan. Oppa punya trik jitu gak?
Kyuhyun : Seduh baygon dan minum 3x sehari sesudah makan
#KyuhyunTerBAYGONkan

 

ELF : Siapa yang paling tampan di Super Junior?
Yesung : Semuanya tampan..kecuali Amber -,-
ELF : *buru-buru matiin lightstick*
#YesungSalahGrup

 

ELF : Oppa udah makan?
Eunhyuk :  Udah. Tapi ngutang –‘
#KoinUntukEunhyuk

 

Ah udahan dulu ya. UFO TOWN Salah Sambung ini cuma karangan gue aja. Ini semua hanya untuk kesenangan semata (?)

DO NOT PLAGIARISM!

[Fanfiction] It’s Started From A Bus (Part 2)

Title : It’s Started From A Bus

Genre : Romance Comedy

Rating : PG-15

Author : Kim Eun Mi a.k.a Muthisuju *itu gue!! Itu gue!!* #disiram bensin

Main Cast : – Kim Eun Mi
– Cho Kyu Hyun

Support Cast : – Lee Dong Hae

Soundtrack (?) : Our Love by Super Junior

==============================================================

Beberapa minggu setelah pertemuan perdananya dengan Kyu Hyun, Eun Mi merasa intensitas pertemuannya dengan pemuda itu kian meningkat hari demi hari. Entah itu sengaja atau tidak, yang jelas selama masih berada di sekolah ia akan terus bertemu muka dengan setan kecil itu.

Seperti yang dialaminya hari ini, saat Eun Mi tengah asyik ‘mencuri’ beberapa foto dari Lee Dong Hae –Eun Mi mengambil foto-foto itu dengan kameranya sendiri- tiba-tiba Kyu Hyun datang dan menggagalkan rencana Eun Mi.

“Hoi gadis aneh. Apalagi yang akan kau lakukan?” Tanya Kyu Hyun penuh selidik.

“Ani. Ini bukan urusanmu” Jawab Eun Mi santai, dan berlalu meninggalkan Kyu Hyun.

“Cih. Kau stalker ya? Dasar kau, gadis penguntit!” Teriak Kyu Hyun yang dibarengi oleh tatapan siswa lain yang tengah melintas di koridor.

“Ya! Barusan kau bilang apa, ha?!” Hardik Eun Mi. Ia mulai menyapukan pandangannya ke sekitar, tampak beberapa pasang mata yang mengamatinya dengan tatapan penuh selidik. Eun Mi berjalan kea rah Kyu Hyun. Dan pria itu pun tampak mundur beberapa langkah, melihat ‘keganasan’ Eun Mi.

“Aaaaaa! Ya! Apa yang kau lakukan gadis aneh?!” Kyu Hyun meringis sambil memegangi sebelah kakinya yang baru saja diinjak dengan sadis oleh Eun Mi.

“Itu hadiah untuk orang bawel sepertimu!” Eun Mi mencibir tepat di depan wajah Kyu Hyun, dan berlalu begitu saja, meninggalkan Kyu Hyun yang masih sibuk dengan kakinya.

“Ya! Tunggu, gadis aneh!” Kyu Hyun berusaha menyusul Eun Mi, dengan kaki yang terseok-seok saat dibawa berjalan. Ia terus mengikuti kemanapun Eun Mi pergi, hingga gadis itu berhenti dan duduk disebuah bangku kecil di taman belakang sekolah.

“Hhhh” Eun Mi menghela napas dalam, namun pelan. Perlahan ia mengeluarkan kamera digitalnya, yang sedari tadi ia gunakan untuk memotret Lee Dong Hae, pria pujaan hatinya. Satu per satu Eun Mi mengamati setiap potret diri Lee Dong Hae yang ia ambil sendiri. Bahkan terkadang, ia terkekeh sendiri melihat hasil jepretannya.

Eun Mi terlalu sibuk dengan aktifitasnya –mengamati setiap potret Lee Dong Hae- sampai-sampai ia tak sadar bahwa kini, Kyu Hyun telah duduk manis tepat di sebelahnya. Kyu Hyun yang sedari tadi mengamati Eun Mi dari dekat hanya bisa menarik napas pasrah, berharap gadis aneh di sebelahnya ini segera tersadar dan kembali ke alam nyata.

“Hoi gadis aneh. Apa kau begitu bahagia hanya dengan menatap fotonya saja?” Kyu Hyun mulai bersuara, dan sontak, Eun Mi terlonjak kaget begitu menyadari bahwa pria itu tengah duduk manis di sebelahnya.

“Ya! Kenapa kau bisa ada disini?” Tanya Eun Mi sambil mengamati kedaan sekitar. Siapa tahu Lee Dong Hae tengah melihat ia sedang duduk berdua dengan setan kecil ini, dan bisa-bisa Lee Dong Hae jadi salah paham! Tentu saja hal itu tidak boleh terjadi!!

“Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau bisa ada disini, gadis aneh??” Kyu Hyun mulai mencondongkan badannya ke arah Eun Mi, membuat gadis itu tak berkutik dan membeku. Tatapannya mulai bertemu dengan mata evil dari Kyu Hyun. Ya, tak dapat ia pungkiri. Setan kecil dihadapannya ini benar-benar tampan. Bahkan lebih tampan dari seorang Lee Dong Hae!

Untuk beberapa saat Eun Mi tak dapat bergerak dari posisinya semula. Begitu juga dengan Kyu Hyun, setan kecil itu terus saja mengamati setiap jengkal dari wajah Eun Mi. Entah apa yang ia pikirkan, yang jelas pada saat itu Eun Mi merasa bahwa jantungnya berdetak lebih cepat. Benar-benar cepat!

“Ya Kim Eun Mi!! Ayo sadar Eun Mi-ya!!” Hardik Eun Mi dalam hati. Seakan tersadar dari posisinya, Eun Mi mendorong tubuh Kyu Hyun dengan pelan, mebuat setan kecil itu menjadi salah tingkah. Tampak semburat merah dari wajah masing-masing, sebagai pertanda bahwa mereka tengah menahan malu.

“Ehem. Ke-ke-kenapa kau bisa duduk disebelahku?” Tanya Eun Mi dengan nada yang masih terbata-bata. Sangat jelas bahwa ia belum bisa mengontrol dirinya sendiri. Eun Mi pun mengalihkan pandangannya kearah pepohonan diseberang taman, menghindari agar ia tak bertatapan langsung dengan setan kecil ini.

“Ani. Aku hanya ingin duduk saja. Coba kau lihat. Disini sudah tidak ada lagi bangku yang bisa aku duduki. Hanya ini satu-satunya bangku yang masih kosong!” Jelas Kyu Hyun panjang lebar, sambil menunjuk-nunjuk deretan bangku yang ada di taman. Ya, setan kecil ini memang benar. Taman ini telah penuh oleh beberapa orang siswa yang mengisi penuh setiap bangku yang ada.

“Hhh” Desis Eun Mi pelan. Kali ini ia merasa kalah setelah beradu argument dengan Kyu Hyun. Eun Mi pun memijit-mijit kakinya pelan, seakan mencari kegiatan lain, karena ia tak mau memperpanjang masalah dengan Kyu Hyun. Entah kenapa, sejak kejadian di bus itu, Eun Mi merasa deg-degan setiap bertatapan langsung dengan Kyu Hyun.

“Ya! Gadis aneh. Apa kau benar-benar menyukai Dong Hae hyung?” Tanya Kyu Hyun secara tiba-tiba, membuat Eun Mi sontak melihat ke arah setan kecil itu. Eun Mi mengernyit , sebelum akhirnya mengangguk pelan. “Hmm. Aku menyukainya. Benar-benar menyukainya. Lee Dong Hae adalah idolaku sepanjang masa” Jelas Eun Mi dengan wajah yang berbinar-binar.

“Ne?” Kyu Hyun hanya bisa menyipitkan matanya, lagi dan lagi. Ia pun memijit-mijit kepalanya pelan, dan sekarang ia telah sadar, bahwa gadis aneh disebelahnya ini benar-benar gila! “Apa? Mengidolakan Lee Dong Hae? Cih. Yang lebih pantas untuk diidolakan itu aku! Cho. Kyu. Hyun!” Teriak Kyu Hyun tepat di daun telinga Eun Mi, membuat gadis itu bergidik ngeri.

“Ya!! Kau kenapa, haa?? Kau ingin membuatku tuli?? Aish!!” Bentak Eun Mi sambil menggosok-gosok daun telinganya yang mulai memerah. Ia tak habis pikir, kenapa setan kecil ini bisa berbicara seperti itu? Apa tadi pagi ia salah makan?

“Ani. Aku hanya ingin menyadarkanmu. Apa bagusnya Dong Hae hyung? Jelas-jelas aku lebih tampan” Kyu Hyun mulai mengoceh dengan senyum evilnya yang mulai mengembang. Eun Mi semakin heran dengan tingkah setan kecil ini. Ada apa dengannya?

“Terserah kau saja. Yang jelas aku akan tetap mengidolakan Dong Hae oppa sampai kapanpun! Arra!” Eun Mi kembali menginjak kaki setan kecil itu, dan berlalu meninggalkannya. Sementara Kyu Hyun tengah sibuk dengan sebelah kakinya yang terasa ngilu akibat hentakan keras dari sepatu Eun Mi.

====================================================================================

Pagi ini cuaca kota Seoul kembali mendung. Dilangit tampak awan gelap berarak-arakan, seakan saling mengejar satu sama lain. Sementara di darat, angin dingin mulai bertiup dengan perlahan, dan mulai menusuk sampai ke tulang.

Tak seperti biasanya, Eun Mi berjalan dengan gontai menuju halte bus. Pagi ini ia merasa kurang enak badan, setelah semalaman begadang demi mengerjakan project-project besar untuk konser sang idolanya. Eun Mi benar-benar lelah. Rasanya ia ingin cepat-cepat sampai di sekolah dan bertemu dengan idolanya, Lee Dong Hae.

Eun Mi merebahkan tubuhnya dibangku yang terdapat di halte. Ia pun mengedarkan pandangannya, berharap bus yang ditunggu segera datang. Tapi naas, tatapannya malah bertumbukan dengan mata seorang setan kecil! Ya, siapa lagi kalau bukan Cho Kyu Hyun!

“Aish! Apa lagi ini!” Desis Eun Mi pelan, sambil membuang tatapannya ke arah lain. Eun Mi mencari-cari kegiatan lain, seperti mengelap kaca yang ada disisi sebelah kanannya, berharap si setan kecil itu tak menyadari keberadaannya.

“Ohoi! Sepertinya aku kenal dengan gadis aneh ini” Gumam Kyu Hyun dengan nada yang sedikit menyindir. Perlahan ia melangkahkan kakinya ke arah  Eun Mi yang tengah sibuk dengan kegiatan anehnya. Melihat Kyu Hyun yang telah berdiri di hadapannya, Eun Mi hanya bisa menyengir pasrah. “A—Annyeong” Eun Mi menyapa ala kadarnya. Tapi sialnya, orang yang ia sapa telah berlalu dan memasuki bus berwarna hijau.

Menyadari akan hal itu, Eun Mi pun segera berlari menuju bus itu. Dengan sedikit tergesa-gesa ia mencari tempat yang kosong, dan segera merebahkan tubuhnya di bangku yang terletak di bagian tengah bus. Sementara si setan kecil Cho Kyu Hyun, kini tengah duduk di bangku seberang.

Eun Mi mengedarkan pandangannya ke sekeliling bus. Merasa ada yang janggal dengan bus ini, perasaan ini dan keadaan ini! Rasanya Eun Mi pernah mengalami hal seperti ini. Tapi kapan? Perlahan ia memutar kepalanya ke arah kanan, persis dimana Kyu Hyun berada. Dengan jarak sedekat ini, Eun Mi bisa melihat garis wajah Kyu Hyun lebih jelas, dan Eun Mi benar-benar yakin kalau Kyu Hyun memang tampan!

“Aish! Pikiran apa lagi ini!” Gumam Eun Mi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Merasa ada yang aneh dengan bangku disebelahnya, Kyu Hyun pun mengalihkan pandangannya ke arah Eun Mi. Benar saja. Gadis itu kini tengah mengacak-acak rambutnya sendiri. Melihat kejadian itu, Kyu Hyun hanya bisa memijit-mijit kepalanya, dan merasa bahwa gadis ini benar-benar gila!

Kyu Hyun terus mengamati Eun Mi yang tengah sibuk dengan pikirannya sendiri. Semakin dilihat, gadis ini semakin menarik. Setidaknya begitulah pikiran yang sempat terlintas dibenak Kyu Hyun saat menyaksikan Eun Mi yang tengah frustasi.

Eun Mi terus mengacak-acak rambutnya. Sementara disebelah kanannya, Kyu Hyun tengah terheran dan tanpa sadar bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman. Kecil. Sangant Kecil. Ya, sebuah senyuman kecil tapi tulus. Namun senyuman ini adalah yang pertama kalinya bagi seorang Cho Kyu Hyun.

Tiba-tiba Eun Mi memutar arah pandangannya dan mendapati Kyu Hyun tengal tersenyum kecil. Merasa heran dengan gelagat setan kecil itu, Eun Mi pun mengernyit dan mulai mengamati Kyu Hyun dengan seksama. Merasa diamati seperti itu, Kyu Hyun pun membetulkan posisi duduknya dan kembali menatap ke depan.

“Wae? Apa maksud dari senyumanmu barusan?” Tanya Eun Mi penuh selidik.

“Ani. Aku hanya prihatin pada Negara ini. Kasihan sekali Presiden kita yang mempunya rakyat aneh sepertimu” Jawab Kyu Hyun sekenanya. Eun Mi kembali mengacak-acak rambutnya, karena tidak terima atas pernyataan Kyu Hyun barusan.

“Ya! Apa kau akan terus mengacak-acak rambutmu sampai tidak ada satupun rambut yang tersisa?” Bentak Kyu Hyun yang membuat seisi bus mengalihkan pandangannya pada mereka berdua. Merasa diperhatikan oleh beberapa pasang mata sekaligus, Eun Mi mulai menghentikan kegiatannya dan duduk dengan manis.

“Mwo? Cih. Prihatin pada Negara katamu? Memang kau siapa? Perdana menteri? Atau panglima perang? Seenaknya saja kau berkata seperti itu!” Eun Mi mulai mengoceh sendiri. Tentunya dengan nada yang sangat pelan, agar ocehannya tidak terdengar oleh orang lain, terutama Kyu Hyun.

Eun Mi mengalihkan pandangannya kea rah jendela. Merasa bahwa kejadian ini pernah ia lalui sebelumnya. Tapi kapan? Eun Mi mencoba untuk mengingat-ingat kejadian itu sampai sebuah tangan tiba-tiba menyentuh bahunya.

“Hoi gadis aneh! Sampai kapan kau akan terus melamun? Kau tidak ingin ke sekolah, ha?? Atau kau ingin menaiki bus ini hingga ke pulau Jeju?” Aish! Ternyata dia lagi. Setan kecil itu benar-benar menyebalkan. Belum sempat Eun Mi mengumpat lebih lanjut, setan kecil itu telah berlalu dan menuruni bus dengan cepat.

Eun Mi hanya bisa menyeringai dan menunduk dengan perlahan saat seorang wanita tua menatapnya dengan tatapan mematikan. Dengan cepat Eun Mi berlari dan keluar dari bus, mengejar ketertinggalannya dari si setan kecil itu.

“Hoi Haksaeng!” Aish! Apalagi ini! Eun Mi perlahan memutar kepalanya menuju arah suara. “Ya! Kalian terlambat lagi!” Kali ini Eun Mi bisa memastikan bahwa suara itu berasal dari tubuh gembul si satpam.

“Ooo ahjussi! Ternyata kau lagi!” Teriak Kyu Hyun dengan nada tak bersalah. Ia hanya menyeringai ke arah si satpam, sementara Eun Mi, setengah mati menahan malu.

“Ne?? Lagi katamu?? Seharusnya aku yang bilang begitu” Hardik sang satpam sambil mengacungkan tongkatnya. Kyu Hyun hanya bisa bergidik ngeri melihat tongkat itu. Takut kalau-kalau si satpam khilaf dan melayangkan tongkatnya.

“Ya! Kalian sudah tau apa yang harus dilakukan, kan?” Satpam itu melirik Kyu Hyun dan Eun Mi secara bergantian. “Cepat pungut sampah-sampah itu!!” Sontak, Eun Mi dan Kyu Hyun lari terbirit-birit menuju lapangan. Tapi kali ini dengan perasaan yang lebih ringan. Sebuah perasaan yang sulit untuk di defenisikan.

“Aish!  Kenapa harus aku?!” Gumam Kyu Hyun. Ia pun langsung memungut sampah itu satu per satu. Sementara Eun Mi, ia lebih memilih untuk memungut  sampah di tempat yang agak berjauhan dari Kyu Hyun.

“Ya gadis aneh! Kenapa kau tidak membantuku?” Kyu Hyun berteriak ke arah Eun Mi yang tengah sibuk memilih sampah.

“Ne? Coba lihat! Sekarang aku kan sedang membantumu!” Balas Eun Mi tak kalah sengitnya. Ia melemparkan kaleng bekas ke arah Kyu Hyun, dan kembali berkutat dengan tugas-tugasnya.

Kini Eun Mi tengah sibuk memungut sampah-sampah itu satu per satu. Ia tak lagi menghiraukan apa yang dilakukan Kyu Hyun disudut sana. Paling setan kecil itu sedang bermain dengan gadget-nya, seperti beberapa minggu yang lalu. Ya, tak ada gunanya menggantungkan harapan pada setan kecil itu disaat-saat seperti ini!

Saat tengah asyik memunguti sampah yang berserakan, tiba-tiba Eun Mi dikagetkan oleh setumpuk sampah kaleng yang telah ditata dengan sangat rapi, menyerupai bentuk hati *bayangin bentuk hati yang ada di MV No Other* #gyahaha~ author digampar

Eun Mi tak bisa menutupi rasa kagumnya. Dengan mulut setengah terbuka ia bergumam pelan “Waaahh joahae” Ya, Eun Mi benar-benar kagum melihat tumpukan kaleng itu. Ia benar-benar terkesan. Perlahan, Eun Mi mulai melangkah menuju tumpukan kaleng berbentuk hati itu. Dan tiba-tiba, Kyu Hyun keluar dari belakang tumpukan kaleng tersebut.

“Ya! Gadis aneh! Eotthe? Kau suka, kan?” Kyu Hyun memamerkan senyum evil nya, sementara Eun Mi menghentikan langkahnya. Eun Mi merasa tak percaya atas apa yang dilihatnya barusan. Bagaimana mungkin setan kecil yang menyebalkan bisa melakukan ini semua? Ini mustahil!

Eun Mi kembali mengacak-acak rambutnya frustasi. Sementara diseberang sana, Kyu Hyun tengah berdiri dengan ekspresi penuh tanya.

“Wae? Kau tak suka ya?” Tanya Kyu Hyun dengan nada yang sedikit melemah. Sepertinya ia kecewa melihat ekspresi Eun Mi barusan.

“A—A—Ani. Joahae. Keundae, apa semua ini kau yang melakukannya?” Tanya Eun Mi penuh selidik. Siapa tahu setan kecil ini telah membayar seseorang untuk menyusun kaleng-kaleng ini hingga berbentuk hati.

“Tentu saja’’ Jawab Kyu Hyun mantap. “Wae? Kau terkesan?” Setan kecil itu kembali memamerkan senyum evilnya. Mau tak mau Eun Mi pun ikut tersenyum melihat deretan gigi Kyu Hyun  yang berjajar dengan sangat rapi. Ya, perasaan ini kembali lagi. Sebuah perasaan yang sangat sulit untuk didefenisikan.

Ditengah perasaannya yang mulai tak karuan, Eun Mi merasa bahwa ada sesuatu yang mulai jatuh dari langit. Ya, hujan! Hari ini kembali hujan! Persis beberapa waktu yang lalu, saat ia dan Kyu Hyun sama-sama dihukum karena terlambat! Apa ini takdir dari Tuhan? Ah..entahlah. Yang jelas Eun Mi merasa sangat bahagia dengan perasaannya hari ini.

“Ya! Michyeosseo? Kenapa kau terus berdiri disini?” Kyu Hyun datang dan membuyarkan lamunan Eun Mi. Setan kecil itu menarik lengan Eun Mi dengan lebih pelan, tak seperti beberapa waktu yang lalu. Kyu Hyun pun menggiring Eun Mi ke pinggir lapangan dan mendudukkan gadis itu pada sebuah bangku, tepat disebelah tumpukan kaleng berbentuk hati. Setelah Eun Mi benar-benar duduk dengan tenang, baru lah Kyu Hyun merebahkan badannya, persisi disamping Eun Mi. Ia mendesah pelan, dan perlahan menatap Eun Mi yang kini berada disebelahnya.

“Wae? Apa aku benar-benar cantik?” Merasa diperhatikan seperti itu, Eun Mi pun berkomentar sekenanya.

“Cih. Kau ini. Dasar gadis aneh” Jawab Kyu Hyun yang diiringi dengan senyumnya yang mulai mengembang.

Untuk beberapa waktu yang cukup lama Eun Mi dan Kyu Hyun sama-sama terdiam ditengah derasnya hujan yang mengguyur kota Seoul pagi itu. Tak ada yang memulai pembicaraan. Keduanya terlarut dalam pemikirannya masing-masing.

“Ya! Eun Mi-ya” Kyu Hyun mulai mengeluarkan suaranya. Sedikit pelan, namun masih bisa terdengar dengan sangat jelas oleh Eun Mi. Tapi, sejak kapan setan kecil itu memanggil Eun Mi dengan nama aslinya??

“Ooo” Eun Mi menjawab seadanya, namun ia tak berani menatap Kyu Hyun. Jantungnya berdetak lebih cepat. Adrenalinnya mulai terpacu. Ritme napasnya tak lagi seirama. Ia benar-benar gugup. Lebih gugup bila dibandingkan dengan saat ia bertatapan langsung dengan Lee Dong Hae!!

“Saranghae” Ucap Kyu Hyun pelan. Sangat pelan. Bahkan nyaris tak terdengar oleh Eun Mi.

“Ne?” Eun Mi sedikit tidak yakin dengan pendengarannya barusan. Siapa tahu gara-gara hujan yang turun dengan derasnya, telinganya mendadak tuli.

“Saranghae” Ulang Kyu Hyun untuk kedua kalinya, tapi dengan nada yang sedikit lebih keras. Wajahnya memerah dan tertunduk ke tanah. Ia tak berani menatap Eun Mi. Takut kalau-kalau gadis itu melemparinya dengan tumpukan kaleng yang ada.

“Kau bercanda ya? Atau kau ingin mempermainkan aku?” Jawab Eun Mi setengah bercanda. Tanpa sadar, tatapannya bertemu dengan mata evil Kyu Hyun. Dapat ia rasakan bahwa setan kecil itu benar-benar serius.

‘’Ya! Gadis aneh! Dengarkan baik-baik. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Jadi tolong kau cermati dengan baik setiap perkataan yang aku ucapkan. Arra!” Kyu Hyun memegang bahu Eun Mi, dan mulai berbicara dengan serius. Eun Mi hanya bisa mengangguk pelan.

‘’Saranghae. Entah sejak kapan perasaan ini mulai tumbuh. Errmm entahlah, mungkin sejak insiden di bus beberapa waktu yang lalu. Yang jelas, sejak saat itu, aku mulai tertarik padamu. Aku tidak terima kalau kau lebih mengidolakan Dong Hae hyung, dibandingkan diriku! Aku tidak suka kalau kau terus-terusan mengambil foto Dong Hae hyung secara diam-diam!  Aku tidak suka itu! Hatiku benar-benar sakit saat kau menyebut nama Lee Dong Hae!” Kyu Hyun mengatakannya dengan mata yang berkaca-kaca. Sementara Eun Mi, gadis itu hanya bisa terdiam dan terpaku pada posisinya. Rasanya ia sedang berada di alam mimpi saat mendengar pengakuan dari seorang Cho Kyu Hyun. Bagaimana mungkin seorang setan kecil bisa mengucapkan kata-kata seperti itu??

Perlahan namun pasti, Eun Mi mulai terkekeh membayangkan ekspresi Kyu Hyun saat mengungkapkan perasaannya. Melihat Eun Mi yang mulai senyum-senyum sendiri, Kyu Hyun mulai melepaskan tangannya dari bahu Eun Mi, dan mengalihkan pandangannya ke arah lapangan yang sangat luas.

“Jadi apa jawabanmu?” Kyu Hyun mulai angkat bicara, namun dengan pandangan masih ke arah lapangan.

“Hmmmmm eotthe?” Jawab Eun Mi sedikit menggoda, bermaksud ingin mempermainkan Kyu Hyun.

“Aish! Kalau begitu kau tidak usah menjawabnya!” Bentak Kyu Hyun, ia pun berdiri dan berjalan menjauhi Eun Mi.

Tiba-tiba si satpam gembul kembali muncul dari balik pagar dan berteriak “Ya! Haksaeng! Cepat masuk ke kelas. Lagi-lagi hujan telah menyelamatkan kalian!”

Mendengar teriakan itu, Eun Mi sontak bangkit dari duduknya dan berlari ke arah Kyu Hyun, bermaksud ingin mengejar si setan kecil itu. Melihat Eun Mi yang kini telah berjalan disampingnya, Kyu Hyun pun mempercepat langkahnya. Ia terus berjalan dengan cepat sampai akhirnya Eun Mi bergumam “Nado. Saranghae”

Sontak, Kyu Hyun merasa kaget setelah mendengar kalimat itu. Ia pun mengentikan langkahnya dan menatap Eun Mi lekat-lekat, berusaha mencari titik kebohongan dimata gadis itu. Tapi ternyata gadis itu tidak berbohong!

“Ne? Coba kau ulangi lagi’’ Ucap Kyu Hyun setengah tak percaya.

“Saranghae. Cho. Kyu. Hyun” Lanjut Eun Mi dengan mantap. Mendengar pernyataan dari Eun Mi barusan, Kyu Hyun kembali melangkah dan tersenyum dengan sangat lebar. Dibelakangnya, Eun Mi tengah mengekor dengan senyum yang tak kalah lebarnya.

“Lalu, bagaimana dengan Dong Hae hyung?’’ Tiba-tiba Kyu Hyun melontarkan pertanyaan dan ia pun menghentikan langkahnya. Sontak, Eun Mi merasa kaget dan berusaha untuk menjawabnya senormal mungkin.

“Aku akan tetap menyukai Dong Hae oppa, sampai kapanpun. Aku akan tetap menyukainya sebagai seorang idola” Eun Mi memberikan penekanan pada kata terakhirnya, dan berjalan mengajmpiri Kyu Hyun. Setelah mendengar jawaban dari Eun Min, senyum Kyu Hyun pun kembali mengembang. Ia kembali melanjutkan langkahnya, dan dengan perlahan ia berusaha untuk menggandeng tangan Eun Mi.

Merasakan ada sesuatu yang menggandeng tangannya, Eun Mi pun tersipu malu. Ia hanya bisa tertunduk menatap tanah, sampai tiba-tiba ia mendengar suara merdu yang berasal dari setan kecil yang kini tengah menggandengnya.

Gaseumeuro neukkyuhboseyo
Nan uhlmamankeum geudaeane inneunji
Geu ipsullo marhaeboseyo
Oraejuhnbutuh nareul saranghaewaddago marieyo

Ya, Kyuhyun mulai menyanyikan lagu Our Love dari Super Junior, dengan sangat bagus dan menyentuh. Lagu ini adalah lagu favoritnya. Dan ia tak pernah mambayangkan bahwa seorang Cho Kyu Hyun akan menyanyikan lagu tersebut untuknya.

“Saranghae. Cho. Kyu. Hyun” Gumam Eun Mi pelan ditengah-tengah senandung kecil Kyu Hyun.

THE END.

=====================================================================

Gyaaa~ air!! Air >,< author dehidrasi >0<
#pura-pura pingsan

Alhamdulillah..ternyata FF ini bisa selesai dengan selamat (?). Thank’s to Super Junior Cho Kyu Hyun, yang telah menjadi inspirasi utama bagi gue dalam menulis FF ini. Gyaaaaaaa gue bener-bener gak nyangka bisa ngeliat Cho Kyu Hyun secara LIVE!!!

Mian ya..kalo endingnya masih jauh dari kesempurnaan (?) soalnya author juga bingung mikirin endingnya =,,=

Sekali lagi, FF ini gue dedikasikan buat Super Junior, idola sekaligus legenda bagi gue. Gue gak bisa ngasih apa-apa buat Super Junior, selain ketulusan dan sebuah FF gaje ini == *minum sabun cair* Semoga setelah menulis FF ini, gue kembali bersemangat untuk menjadi seorang penulis yang professional. Dan semoga, gue bisa menyaksikan konser Super Junior berikutnya!!! \(^0^)/

Bagi yang baca, jangan lupa RCL nya ya XDD

Author pamit dulu~~
*tebar boxer Kyu Hyun*

 

DO NOT PLAGIARISM!!

 

[Fanfiction] It’s Started From A Bus (Part 1)

Asik. Asik. Asik.

Jangan kaget ya kalo gue nulis Fanfiction 😮

Cekidot deh….

======================================================

Title : It’s Started From A Bus

Genre : Romance Comedy

Rating : PG-15

Lenght : Doubleshoot

Author : Kim Eun Mi a.k.a Muthisuju *itu gue!! Itu gue!!* #disiram bensin

Main Cast : – Kim Eun Mi
– Cho Kyu Hyun

Support Cast : – Lee Dong Hae

Soundtrack (?) : Our Love by Super Junior

Sepatah, dua patah, tiga patah, empat patah, dan beberapa patah kata dari author….
#author disiram bensin

Sebelumnya gue mau ngucapin Alhamdulillahirrabil’alamin…Thank’s to Allah SWT yang telah mengijabah doa gue selama ini. Yang telah mempertemukan gue dengan para member Super Junior, dalam sebuah konser yang Super megah, panggung yang Super wah dan pertunjukan yang Super fantastis. Thank’s God. Akhirnya mimpi gue jadi kenyataan 😀

Fanfict kali ini terinspirasi oleh Super Junior Super Show 4 di Jakarta, yang baru saja gue tonton 😀 *pamer* #dihajar Rasanya seperti mimpi, bisa menyaksikan uri Superman secara LIVE. Dan Fanfict ini gue dedikasikan buat Super Junior yang telah memberikan semangat yang baru bagi gue. Yang telah memotivasi gue untuk terus bermimpi. Yang telah mempertemukan gue dengan ribuan ELF dari seluruh dunia. Yang telah memberikan gue sebuah keluarga baru, yang bernama Everlasting Friends. Dan karena Super Junior lah, gue terus berusaha agar suatu saat nanti gue bisa menginjakkan kaki di Korea. Thank’s Super Junior. Fanfict ini gue persembahkan (?) buat Super Junior dan keluarga baru gue, Everlasting Friends….
#author kebanyakan bacot

Yaudah, silakan aja baca seikhlasnya FF berikut ini……

 Gaseumeuro neukkyuhboseyo
Nan uhlmamankeum geudaeane inneunji
Geu ipsullo marhaeboseyo
Oraejuhnbutuh nareul saranghaewaddago
Marieyo..

Tak seperti biasanya, pagi ini cuaca Kota Seoul cukup mendung. Tak banyak pejalan kaki yang berlalu lalang di jalanan utama kota ini. Hanya ada beberapa wanita tua yang berjalan dengan sangat lambat dan menenteng sebuah payung berukuran besar, mungkin wanita tua itu takut kehujanan kalau saja ia tak membawa payung sebesar itu.

“Aish! Dosa apa aku sampai ketiduran di kamar eomma’’ rutuk Eun Mi dalam hati. Ia mengacak-acak rambutnya sebagai pertanda bahwa pagi itu ia benar-benar frustasi. Diliriknya jam tangan, ternyata sudah menunjukkan pukul 08.30. Itu berarti ia telah terlambat selama 30 menit!

Eun Mi kembali berdiri, berharap dalam waktu dekat ada sebuah Bus yang akan membawanya ke sekolah. Eun Mi mengedarkan pandangannya. Mencari-cari sebuah kotak berukuran besar dan berwarna hijau, tapi nihil. Bus yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang.

“Hhhhhh” Eun Mi menghela napas dalam. Ia terus merutuki dirinya yang telah teledor hingga tertidur dikamar eomma. Ia memaki-maki dirinya sendiri hingga tanpa sadar sebuah taksi melaju dengan sangat pelan dihadapannya. Tanpa ba bi bu lagi, Eun Mi langsung berlari ke arah taksi itu dan membuka pintunya. Tapi, apa ini??

“Ya!! Neo nugu ya?? Apa-apaan ini??” Teriak seorang pemuda dari dalam taksi.

Eun Mi yang masih tersengal-sengal semakin kaget saat mendapati seorang pemuda telah duduk manis di dalam taksi. Pemuda itu berpakaian yang sama dengan Eun Mi, mengenakan kemeja putih, setelan jas hitam dan celana panjang berwarna senada. Itu tandanya mereka berasal dari sekolah yang sama. Tidak ada salahnya untuk pergi sekolah bersama-sama, bukan? Tanpa berpikir panjang, Eun Mi langsung melesat masuk ke dalam taksi dan menyebutkan tujuannya pada sang sopir.

“Ya!! Michyeosseo?? Siapa kau?? Berani-beraninya kau merebut taksi ku??” Bentak pemuda berkulit putih itu. Matanya menyipit dan tampak sedikit kerutan dibagian dahinya. Pemuda itu geram. Benar-benar geram atas perlakuan Eun Mi. Ia menatap Eun Mi tajam, tapi sayangnya gadis yang ia tatap tak menghiraukannya.

‘’Kau mau ke Anyang High School, kan?” Tanya Eun Mi dengan ekspresi sesantai mungkin.

“Ooo” Jawab pemuda itu pelan, tampaknya ia sudah bisa mengontrol emosi.

“Baguslah. Tujuan kita sama, jadi tidak ada salahnya kalau aku juga menumpang taksi ini” Eun Mi menyengir sebisanya.

“Ada alasan apa kalau aku harus berbagi tempat denganmu?”

“Ya! Tujuan kita sama! Kau tidak sadar kalau kita sudah terlambat selama 30 menit, ha?” Bentak Eun Mi, tak kalah frustasi.

“Itu urusanmu. Cepat keluar. Ini taksi ku!” Pemuda itu medorong Eun Mi hingga gadis itu bergeser beberapa senti dari tempat duduknya.

“Shiro! Kenapa kau pelit sekali?! Aku mau ke Anyang High School, dan kau juga. Jadi apa salahnya kalau kita berangkat sama-sama?” Eun Mi berusaha mempertahankan posisinya. Ia memegangi jok bagian depan dan berharap kalau posisinya tidak akan bergeser dengan melakukan ritual tersebut.

“Ehem! Ya! Anak muda! Kalau ingin bermain-main, cepat keluar dari taksi ini! Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni anak kecil seperti kalian!” Sang sopir taksi akhirnya angkat bicara.         Eun Mi dan pemuda itu hanya bisa saling menatap. Mencoba untuk saling menyalahkan.

“Tapi ahjussi—-” Eun Mi tak sempat melanjutkan ucapannya saat sang sopir telah menatapnya dengan tatapan membunuh. Sementara pemuda itu hanya bisa terdiam dan duduk dengan manis, persis di sebelah Eun Mi. Tidak melakukan apapun. Hanya diam, melihat Eun Mi yang kehabisan akal karena dibentak si sopir taksi.

“Cepat keluar! Atau akan kupanggilkan polisi!” Sang sopir taksi mengambil ancang-ancang, membuat Eun Mi dan pemuda itu bergidik ngeri.

“Ya! Kalian tidak dengar, ha?”

“A-Arasseo ahjussi” Pemuda itu menarik tas Eun Mi, memaksa gadis itu untuk keluar sebelum sang sopir taksi benar-benar murka.

Saat kaki mereka benar-benar telah berada di luar taksi, sang sopir langsung menginjak gas dan melaju dengan sangat kencang, meninggalkan Eun Mi dan pemuda menyebalkan itu. Tak ada yang bisa Eun Mi lakukan selain merutuki dirinya, lagi dan lagi. Sementara pemuda itu terus menatap Eun Mi dengan tatapan mematikan. Seakan-akan dengan tatapan itu ia bisa membunuh Eun Mi seketika. Matanya berkedut, tangannya mengepal dan giginya mengeluarkan bunyi gemertak. Wajahnya memerah dan otot-otot tangannya pun menyembul keluar.

“Ya!! Kau ini sebenarnya siapa, ha?? Apa mau mu?? Kenapa kau merusak hari ku??” Pemuda itu berusaha untuk mengontrol emosinya yang telah memuncak. Ia mengambil napas dalam. Sangat dalam hingga ia pun terduduk di trotoar.

“Aku tak bermaksud merusak hari mu. Aku hanya ingin pergi ke sekolah. Itu saja” Jawab Eun Mi santai.

“Cih. Kau benar-benar gadis yang aneh” Pemuda itu menyunggingkan senyum evil nya. Lebih tepatnya senyum yang merendahkan.

“Mwo?? Apa katamu?? Aneh?? Siapa yang kau bilang aneh?? Aku?? Omo!! Coba lihat tampangmu!! Bagaimana bisa seorang murid SMA mempunyai tampang tua sepertimu! Berarti kau yang aneh! Bukan Aku!!” Eun Mi megoceh tanpa henti, merasa tak terima atas pernyataan dari pemuda itu.

“Ne? Aku? Tua? Cih. Coba kau perhatikan wajahku baik-baik. Aku ini tampan. Diidolakan oleh para gadis. Dan kalau memang kau gadis yang normal, seharusnya kau juga mengidolakan aku” Pemuda itu membanggakan diri. Ia merapikan jas dan dasinya, lalu bergerak perlahan kearah Eun Mi.

“Aigoo. Ya! Dengar baik-baik. Aku ini sangat-sangat normal. Dan aku tidak akan mengidolakanmu. Sampai kapanpun! Kau ingat itu! Diluar sana masih banyak pemuda yang lebih tampan. Jadi jangan—–‘’ Lagi-lagi Eun Mi tak sempat untuk menyelesaikan ucapannya, saat pemuda itu telah berlalu dan memasuki bus berwarna hijau. Dengan kesadaran yang masih setengah-setengah, Eun Mi pun ikut berlari kecil memasuki bus tersebut dan mencari-cari bangku yang masih kosong.

Ternyata pemuda itu telah duduk manis dipojok bagian belakang. Ia duduk sendiri, dan matanya terus menatap ke jalanan kota Seoul. Sementara Eun Mi lebih memilih untuk duduk dibangku nomor dua dari belakang, karena hanya bangku itu yang tersisa.

Eun Mi masih merasa kesal atas kejadian yang baru menimpanya. Ia ketiduran hingga terlambat pergi ke sekolah, dan sekarang?? Ia harus menaiki bus dengan seorang pemuda paling menyebalkan yang pernah ia temui!

Dengan perlahan, Eun Mi mulai memutar kepalanya. Mencoba mengamati situasi dibagian belakang. Pemuda itu masih saja menatap ke luar jendela, seakan tak mempedulikan Eun Mi yang terus memperhatikannya. Pemuda itu tampak lebih tenang. Garis wajahnya terlukis dengan sangat jelas di kaca jendela, menimbulkan perasaan tersendiri bagi Eun Mi.

“Aish! Apa yang aku lakukan” Desis Eun Mi. Ia menggeleng-gelengkan kepala dan mengacak-acak rambutnya. Berharap pikiran yang baru saja terlintas bisa hilang dengan segera.

Selang beberapa menit, Eun Mi kembali menghadap ke belakang. Matanya kembali mencari-cari keberadaan pemuda itu. Benar saja, pemuda itu masih tetap pada posisinya semula, dengan mata yang terus menatap ke luar jendela. Eun Mi semakin penasaran, dan berusaha menerka-nerka hal apa yang sedang dipikirkan oleh pemuda itu. Tanpa sadar, mata Eun Mi bertumbukan dengan sesuatu. Sesuatu yang berbentuk persegi panjang berukuran kecil dan berwarna hitam. Diatasnya telah terpampang dengan sangat jelas tiga buah huruf hangul.

Cho. Kyu. Hyun.

“Omo! Jadi nama pemuda itu adalah Cho Kyu Hyun??!” Pekik Eun Mi dalam hati. Ia membetulkan posisi duduknya dan kembali menghadap ke depan. Dengan pikiran yang masih mengawang-awang, Eun Mi berusaha untuk fokus.

“Ani. Ani. Ani. Dia bukan Cho Kyu Hyun. Tidak. Tidak. Kalaupun memang benar dia adalah Cho Kyu Hyun, yang pasti bukan Cho Kyu Hyun dari Super Junior. Ya, dia pasti bukan membernya Super Junior! Bukan. Bukan. Aku yakin dia bukan Kyu Hyun Super Junior. Pasti bukan!” Eun Mi meracau tanpa henti.

Ia kembali menatap ke belakang, sekadar memastikan bahwa pemuda itu bukanlah Cho Kyu Hyun dari Super Junior. Tapi naas, pemuda yang bernama Cho Kyu Hyun itu telah terlebih dahulu menatap Eun Mi dengan tatapan penuh selidik. Matanya menyipit dan dahinya sedikit berkerut. Kedua tangannya terlipat di dada.

“Kau sedang melihat apa, gadis aneh?!” Kira-kira begitulah makna dari tatapan Kyu Hyun terhadap Eun Mi.

Merasa keberadaannya sedang terancam, Eun Mi memilih untuk duduk seperti semula. Ia kembali menatap kedepan, namun pikirannya masih tertinggal di belakang.

“Apa benar dia adalah Cho Kyu Hyun dari Super Junior? Aish!! Tapi itu tidak mungkin! Ya! Kim Eun Mi! Seorang Cho Kyu Hyun tidak mungkin membentak seorang wanita! Pemuda di belakang itu lebih menyebalkan dari seekor kutu rambut! Dan Cho Kyu Hyun tidak mungkin melakukan hal yang menyebalkan! Ingat itu Eun Mi ya!” Eun Mi terus mensugesti dirinya sendiri. Ia berusaha untuk mengumpulkan energi-energi positif yang ada dalam dirinya, hingga sesuatu menyenggol-nyenggol kakinya.

“Ya! Gadis aneh! Apa kau akan terus mengoceh tanpa henti, ha? Kau tidak lihat kita ada dimana?” Aish. Ternyata sesuatu yang terus menyenggol kaki Eun Mi tadi adalah sebuah sepatu berukuran lumayan besar. Ya, siapa lagi kalau bukan Cho Kyu Hyun yang menyenggol-nyenggolkan kakinya.

“Aish! Apa dia tidak punya cara lain untuk memanggil seseorang?? Kenapa harus pakai kaki?” Rutuk Eun Mi dalam hati, merasa tak terima atas perlakuan dari Kyu Hyun.

Eun Mi kembali mengedarkan pandangannya. Ia pun tersadar, setelah beberapa kali memicingkan matanya, akhirnya Eun Mi mengetahui bahwa saat ini mereka telah sampai di sekolah. Ya, sebenarnya Kyu Hyun punya tujuan yang baik, ‘menyadarkan Eun Mi, bahwa ia telah sampai di sekolah’. Tapi tidak harus menggunakan kaki, kan???!!

“Aish! Arasseo!! Aku tahu kita telah sampai di sekolah! Tapi kenapa kau harus menggunakan kakimu, ha??” Eun Mi bangkit dari duduknya saat Kyu Hyun berlalu dan turun dari bus. Pemuda itu terus berjalan tanpa menghiraukan ocehan Eun Mi yang tak ada habisnya.

Sesampainya di gerbang sekolah, ternyata mereka telah dihadang oleh seorang satpam berbadan gembul. Wajahnya tampak lebih menyeramkan dibandingkan dengan postur tubuhnya.

“Ya haksaeng! Kalian pikir ini jam berapa, ha? Ayo kesini! Palli!!” Bentak satpam berpostur gembul itu. Ia mengacungkan tongkatnya, membuat Eun Mi dan Kyu Hyun mau tak mau berjalan menghampiri si satpam.

“Kau pikir sekolah ini punya orang tua mu, ha?” Satpam itu kembali mengacungkan tongkatnya, kali ini tepat diwajah Kyu Hyun. Kyu Hyun yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa mengelak dengan emosi yang mulai memuncak.

“Ahjussi..bisakah kau singkirkan tongkat ini?” Kyu Hyun menepis tongkat yang sedari tadi terus berada di depan wajahnya. Eun Mi hanya bisa terkekeh melihat ekspresi Kyu Hyun barusan.

“Omo! Kau berani melawanku? Kau pikir kau siapa? Pemilik sekolah ini? Berani-beraninya kau datang terlambat” Kali ini satpam itu benar-benar murka. Ia memainkan tongkatnya bergantian dihadapan Kyu Hyun dan Eun Mi. Merasa mulai terpojok, Kyu Hyun lebih memilih untuk diam, dan tidak memperpanjang masalah.

“Jeo—Jeo—Jeoseonghamnida Ahjussi. Kami punya alasan yang kuat kenapa kami bisa terlambat” Rengek Eun Mi. Namun sang satpam tak menghiarukannya, ia terus menatap Kyu Hyun dengan tatapan yang mematikan.

“Cih. Semua siswa yang terlambat pasti berbicara dan merengek seperti itu. Aku tahu, itu hanya akal-akalan kalian saja” Satpam itu mulai berjalan dan mengelilingi Eun Mi dan Kyu Hyun. Tiba-tiba ia berhenti dan menatap Kyu Hyun, dalam.

“Ya haksaeng. Sebenarnya aku tidak mau melakukan hal ini. Cuaca di pagi ini tidak mendukung, jadi aku kasihan pada kalian. Tapi karena kalian telah terlambat lebih dari 30 menit, apa boleh buat. Kalian harus menerima resikonya. Cepat pungut sampah-sampah itu!” Bentak si satpam sambil mengacungkan tongkatnya kearah lapangan yang sangat sangat luas. Selain luas, lapangan itu juga dipenuhi oleh sampah-sampah plastik yang berceceran dimana-mana.

“Aish. Mimpi apa aku semalam” Gumam Kyu Hyun, yang terus berjalan menuju lapangan. Dibelakangnya Eun Mi telah mengekor dengan tatapan mata yang tertunduk ke tanah. Menyesali apa yang telah terjadi padanya.

“Hoi haksaeng!” Teriak satpam itu lagi. “Kalian tidak boleh masuk ke dalam kelas sebelum lapangan ini benar-benar bersih dari sampah. Ara?!”

“Ne, arasseo!” Teriak Kyu Hyun, tak kalah frustasinya.

Eun Mi menatap kea rah langit. Merasa bahwa ada sesuatu yang janggal di pagi ini. Ya, langit pagi ini memang tak secerah biasanya. Sepertinya akan turun hujan dalam waktu yang tak lama lagi.

“Hhhh” Eun Mi menghela napas pelan. Tampaknya ia tak akan sanggup membersihkan lapangan seluas ini, ditambah lagi cuaca yang tak mendukung. Apa jadinya kalau hujan benar-benar turun disaat ia tengah asyik memungut sampah?! Eun Mi benar-benar frustasi. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling lapangan, sampai akhirnya, pandangannya bertumbukan dengan sesosok pria yang tengah asyik duduk dengan santai di pinggir lapangan.

“Ya! Apa yang kau lakukan?? Cepat pungut sampah-sampah ini!” Kyu Hyun tengah asyik bermain dengan gadget-nya, sementara Eun Mi tengah frustasi dengan keadaannya pagi itu.

“Naega wae? Kenapa harus aku?” Jawab Kyu Hyun dengan santainya. Ia kembali mengutak-atik gadget-nya itu.

‘’Hhh. Mungkin ini sudah takdirku” Desah Eun Mi pelan. “Padahal semua ini bukan semata-mata kesalahanku” Lanjut Eun Mi, membuat Kyu Hyun mengalihkan pandangannya kearah gadis itu.

“Wae? Apa kau merasa tersinggung, ha?” Sindir Eun Mi.

“Ani”  Jawab Kyu Hyun datar.

“Aigoo. Andai saja aku tidak ketiduran, pasti aku tidak akan terlambat pergi ke sekolah. Atau, kalau seandainya kau mau berbagi taksi denganku, mungkin saja kita tidak akan dihukum seperti ini” Eun Mi terus mengoceh, tangannya mulai memunguti satu per satu sampah yang berceceran di lapangan.

“Jadi, kau ingin menyalahkanku?” Kyu Hyun tampak mulai meradang. Perlahan ia mendekati Eun Mi dengan tatapan sinisnya. Eun Mi yang merasa ditatap seperti itu mulai bergidik, dan menggeser posisinya beberapa senti.

“A-A-Arasseo. Aku akan memungut sampah-sampah ini sendirian. Kau duduk saja dengan manis” Eun Mi menyeringai kecil, berharap hati Kyu Hyun akan luluh dan pria itu mau membantunya. Tapi ternyata tidak! Kyu Hyun malah mengangguk dan berjalan ke posisinya semula. Pria itu benar-benar duduk dengan manis!!

‘’Aish! Pria macam apa dia!” Rutuk Eun Mi dalam hati. Perlahan namun pasti, akhirnya Eun Mi memunguti sampah-sampah itu sendiri, tanpa dibantu oleh Kyu Hyun. Seharusnya ini adalah tugas mereka berdua, tapi entah kenapa makhluk evil yang satu itu lebih memilih untuk duduk manis dan bercengkrama dengan gadget-nya. Aih! Benar-benar menyebalkan!

Tak ada pilihan lain. Eun Mi memang harus memunguti sampah-sampah ini agar ia diperbolehkan untuk masuk ke dalam kelas. Sesekali Eun Mi melirik kearah Kyu Hyun, namun setan kecil itu tetap sibuk dengan mainannya. Tanpa rasa bersalah, Kyu Hyun dengan senang hati bermain game sepuasnya, ia tidak memikirkan perasaan Eun Mi, yang harus menanggung hukuman itu sendirian.

Satu per satu sampah telah Eun Mi kumpulkan. Tapi masih banyak sampah yang tersebar disetiap sudut lapangan. Saat Eun Mi hendak beranjak ke sudut yang lain, tiba-tiba setetes demi setetes air mulai berjatuhan. Ya, hujan. Seperti dugaan Eun Mi sebelumnya, hari ini akan turun hujan! Tak menghiraukan butiran air yang jatuh, Eun Mi terus memunguti sampah yang ada. Ia terus melakukan pekerjaannya sampai butiran-butiran air itu jatuh dalam volume yang jauh lebih banyak.

Seakan tersadar dari gadget-nya, Kyu Hyun melirik Eun Mi yang telah basah kuyup. Gadis itu masih berada di lapangan, memunguti satu per satu sampah yang ada.

“Gadis ini benar-benar aneh. Apa ia tidak sadar kalau sekarang sedang turun hujan?” Gumam Kyu Hyun pelan.

“Ya! Gadis aneh! Kau mau melakukan itu sampai kapan, ha?” Bentak Kyu Hyun. Ia pun berdiri dari duduknya, berharap Eun Mi mau menghentikan kegiatannya.

“Kau tidak lihat sampah-sampah ini masih berceceran? Kita tidak akan diperbolehkan masuk ke dalam kelas kalau lapangan ini belum bersih dari sampah!” Eun Mi berteriak di tengah derasnya hujan. Ia kembali melanjutkan aktifitasnya, memunguti sampah demi sampah.

“Aish! Lama-lama aku bisa gila” Desis Kyu Hyun pelan. Ia pun mulai melangkah kea rah lapangan, menerobos derasnya hujan. Kyu Hyun menarik lengan Eun Mi dengan sedikit kasar, menggiring gadis itu ke pinggir lapangan dan mendudukkan gadis itu di sebuah bangku.

“Ya! Micchyeosseo?” Bentak Kyu Hyun.

“Naega wae?” Jawab Eun Mi penuh keheranan.

“Apa kau gila? Kenapa kau terus berada di lapangan ditengah hujan deras seperti ini, ha??” Kyu Hyun mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia benar-benar tak mengerti dengan jalan pikiran gadis yang sekarang berada di hadapannya.

“Ani. Aku tidak gila. Aku hanya menjalankan tugasku. Aku ingin segera masuk ke dalam kelas! Itu saja!” Eun Mi menatap Kyu Hyun dengan tatapan sinis, seolah menyindir Kyu Hyun yang sedari tadi hanya berkutat dengan mainannya.

Eun Mi pun mengalihkan pandangannya kearah lapangan. Di seberang sana tampak beberapa orang siswa tengah berlari, menghidari hujan. Eun Mi terus menatap kearah siswa-siswa tersebut, ia tak lagi mendengarkan Kyu Hyun yang kini tengah sibuk mengoceh tanpa henti.

“Hoi gadis aneh. Apa yang kau lihat? Kau mendengarkan ku tidak?” Kyu Hyun menggoncang-gongcangkan tubuh Eun Mi, tapi gadis itu tetap tak bergeming. Kyu Hyun melambai-lambaikan tangannya di depan mata Eun Mi, lagi-lagi gadis itu hanya diam. Kyu Hyun mulai penasaran. Ia mengikuti arah pandangan Eun Mi, sampai akhirnya pandangan matanya bertemu dengan sesosok pemuda berpostur lumayan tinggi, berwajah putih mulus dengan senyum yang menawan. Ya, pemuda itu adalah Lee Dong Hae. Kyu Hyun mulai mengerti maksud dari pandangan Eun Mi tersebut.

“Aahh. Aku tahu. Kau menyukai Dong Hae hyung, kan?” Kyu Hyun terkekeh melihat tatapan Eun Mi terhadap pemuda itu. Merasa dirinya ditertawakan, Eun Mi mengalihkan pandangannya ke arah Kyu Hyun, menatap setan kecil itu dengan tatapan yang mematikan.

“Ne, kalau iya memangnya kenapa? Kau cemburu?” Jawab Eun Mi tak kalah sinisnya.

“Mwo? Aku? Cemburu? Cih. Yang benar saja!” Kyu Hyun mulai tersulut emosi. Ia tidak terima dengan pernyataan Eun Mi barusan. Ia menatap gadis itu dengan mata yang kian menyipit, berharap gadis itu mulai ketakutan dengan tatapannya.

                       “Hoi haksaeng! Cepat masuk ke dalam kelas! Hukuman kalian telah berakhir. Berterimakasih lah kepada hujan yang telah menyelamatkan kalian” Teriak sang satpam dari balik pagar. Mendengar teriakan itu, Eun Mi terlonjak kaget dan langsung berlari meninggalkan Kyu Hyun yang tengah menatapnya. Ia tak lagi menghiraukan Kyu Hyun. Yang terpenting saat ini, ia bisa segera masuk ke dalam kelas dan bertemu dengan pujaan hatinya, Lee Dong Hae ^^

TO BE CONTINUE……..

===================================================

Fuihhh..akhirnya part 1 kelar juga 😀 Bagi yang baca jangan lupa komentarnya yaa biar author makin semangan buat nulis FF lagi dan lagi \(^0^)/

Oiya, DO NOT PLAGIARISM, okey!!!!